Awas...! Hati-Hati...! Banyak tukang sabotase disekeliling kita...Wah yang pasti tukang ini tidak lebih baik dari tukang rujak yang selalu membawa kesegaran di siang bolong...hehe..
Yang di sabotase tidak tanggung-tanggung, pikiran kita. Padahal barang ini dipercaya memiliki kekuatan melebihi apapun kecuali Tuhan. Tak ada satupun pakar pikiran yang yakin sampai sebesar apa kemampuan pikiran manusia, artinya masih terus dieksplorasi.
Saking hebatnya...pikiran juga menjadi lebih sensitif terhadap banyak hal termasuk merespon banyak hal dalam satu waktu tanpa harus di perintah secara sadar. Tidak seperti super komputer yang harus selalu di perintah sebelum meng eksekusi sebuah program., pikiran kita sangat cerdas dan jauh lebih cepat mengolah data yang masuk dan dengan segera dimanifestasikan sebagai perilaku.
Input--Proses--Output
Garbage In--Proses--Garbage Out
Stimulus Negatif--Proses--Respon Negatif
Pikiran Negatif--Proses--Perilaku Negatif
Pernahkah Anda merasa baik-baik saja namun karena suatu kejadian membuat suasana hati Anda menjadi berubah 180 derajat dan akhirnya Anda mempercayai hal tersebut sebagai akar permasalahan-permasalahan Anda sepanjang hari itu.
Sahabat saya, seorang wanita, pernah dikejutkan oleh kemunculan seorang ekshibisionis di sebuah jalan di Jakarta dan hal tersebut sampai malam hari masih membuatnya merasa mual-mual dan jangan sekali-sekali mengingatkannya...
Sahabat, berikut adalah Tips bagaimana menghilangkan pikiran negatif sehingga kita dapat tetap berkarya sampai kapanpun terlepas dari sabotase yang mengganggu pikiran kita. Tips ini bukan hanya untuk masalah seperti diatas tetapi juga sangat baik untuk apa saja yang mensabotase pikiran kita
1.Setelah mendapatkan sabotase baik dari orang lain maupun diri sendiri...segera sadar bahwa yang baru saja didapatkan adalah sabotase pikiran yang mau merusak perasaan kita saat itu.
2.Hitung mundur 3..2..1...sambil mengatakan dalam diri ...”Baiklah...kembali tenang...semakin tenang dan semakin tenang...”
3.Jika diperlukan, menghidarlah dari sumber sabotase tersebut dan cari tempat nyaman.
4.Berdoalah untuk meminta Tuhan untuk menolong kita melepaskan perasaan itu.
5.Atur nafas sehingga detak jantung Anda menjadi semakin teratur, untuk dapat merasakannya letakkan tangan Anda tepat dibagian jantung dan rasakan energi dari telapak tangan Anda membantu jantung Anda menjadi lebih tenang.
6.Kumpulkan perasaan yang tersabotase tersebut dalam kepala Anda, biasanya setelah sabotase pikiran kepala Anda terasa pusing. Buat representasi dari pikiran tersebut, bisa saja Anda membayangkan kejadian itu atau hanya sekedar membuat sebuah bentuk dalam pikiran dan memberikan warna yang netral atau boleh saja warna yang tidak Anda sukai.
7.Setelah penuh terkumpul dan tidak lagi ada ruang dikepala Anda, katakan pada diri Anda, “Saya berniat mengikhlaskan dan melepaskan perasaan ini.”
8.Tarik nafas panjang dan perlahan hembuskan. Dalam hembusan nafas melalui mulut, perhatikan bahwa perasaan tidak enak tersebut perlahan-lahan ikut terbawa keluar dan perlahan menghilang seperti istana pasir yang tersapu ombak, perlahan tapi pasti...menghilang dan begitu pula rasa penat dan pusing dikepala yang secara Ajaib ikut menghilang.
9.Setelah selesai, Tersenyumlah dan Bersyukur, Alhamdulillah....!
Teknik ini sangat menarik dan mudah sehingga Anda dapat langsung memanfaatkannya. Ketika hal ini bermanfaat buat Anda, mohon bagikan kepada orang lain dan sampaikan salam saya untuknya.
Blog yang diniatkan berisi inspirasi agar diri ini termotivasi dan menginspirasi banyak orang lagi.
Saturday, April 17, 2010
Sunday, April 11, 2010
Hipnosis Pakai SMS, Begini Caranya…!
Lho emang bisa ya? Mungkin beberapa dari Anda bertanya-tanya, apa iya dan apa bener?
Sahabat..., untuk menjawabnya saya akan balik bertanya? Memangnya apa itu hipnosis? Seperti yang Anda lihat di TV? Dan ada apa dibalik fenomena itu?
Hipnosis, tidak lain, mempelajari tentang bagaimana berkomunikasi dengan baik. Setiap manusia tidak bisa tidak, harus berkomunikasi, baik dengan orang lain bahkan dengan diri sendiri. Kondisi hipnosis adalah kondisi saat perhatian menjadi fokus pada satu hal sehingga hal lain menjadi tidak dapat terdengar atau terperhatikan. Ah..ini kan sudah sering saya ulas. Jika sahabat ingin membaca tentang apa itu hipnosis, silakan kunjungi www.andrie-setiawan.blogspot.com ya.
“Jadi apa dong Ndrie jawabannya, bisa atau nggak?” tanya Anda tak sabar. Hehehe...Bisa, pokoknya Bisa. Bahkan setiap hari pun disadari atau tidak Anda telah dihipnosis oleh banyak media.
Seorang sahabat yang ingin mengetahui bagaimana dihipnosis melontarkan beberapa pertanyaan melalui aplikasi chatting di Facebook. Saya mengatakan padanya, masih melalui chatting, bahwa hipnosis adalah kondisi yang sangat nyaman, bahkan terkadang, orang yang terhipnosis enggan keluar dari kondisi itu.
Saya memintanya untuk menyebutkan satu lagu atau music favoritnya. Ia menyebutkan Canon dari Mozart sebagai musik favoritnya dan tentu saja saya kembali bertanya apa yang membuat musik itu menjadi favoritnya. Ia kembali mengatakan bahwa lagu itu diputar saat pernikahannya. Nah, kan kalau sudah begini kita sebagai terapis pun dengan sangat mudah untuk membawanya masuk dalam kondisi hipnosis.
Sahabat, tentu Anda sudah paham bahwa kita bawah sadar kita menyimpan semua informasi yang telah diinderakan tentunya. Ya...benar...melalui panca indera. Tentu Anda dapat kembali ‘melihat’ (mengingat) warna pintu rumah Anda, mendengar suaranya, dan merasakan seberapa keras dan padat pintu tersebut walaupun sekarang Anda tidak ada disana untuk mengamatinya melainkan disini bersama saya membaca apa yang saya katakan. Benar, kan? Bahkan lebih hebat lagi Anda dapat kembali mencium bau catnya dan walaupun Anda tidak pernah menjilatnya, Anda tahu rasa pintu itu..hehe..
Dan tentang sahabat saya tadi, saya minta ia untuk kembali ,dalam pikirannya, mendengarkan Canon dari Mozart. Saya tunggu sejenak dan kemudian saya bertanya lagi untuk konfirmasi.
“Gimana sekarang?”
“Ndrie, saya tidak bisa berhenti tersenyum, saya kembali pada saat pernikahan saya.” Jawabnya.
Saya tahu, semua orang juga, hampir setiap acara pernikahan pasti menyenangkan, maka dari itu situasi pernikahan itu yang saya gunakan untuk menjelaskan padanya. Kok bisa ia mengalami kondisi hipnosis padahal hanya melalui chatting. Hipnosis sebenarnya adalah self hypnosis. Seseorang dapat memasuki kondisi hipnosis karena ia sendiri yang menginginkannya.
Kejadian kedua, pada saat saya berada disebuah ruang tunggu di Bandara Radin Inten Lampung. Selagi menunggu, ingin rasanya menyapa para sahabat. Ada satu sahabat, kali ini menggunakan YM (Yahoo Messenger). Tanpa bermaksud mengeluh, saya yakin, ia memberitahu saya bahwa kakinya sakit dan tepatnya bagian betisnya.
Lagi, saya bertanya, “Kok bisa?”
Ia mengatakan bahwa hari sebelumnya ia banyak melakukan perjalanan kaki karena hari itu pekerjaannya menuntutnya melakukan itu. Melalui YM saya memintanya untuk melakukan sedikit pijatan pada betisnya dan memulai untuk berbicara pada betisnya, berterimakasih dan meminta maaf karena membuatnya menjadi sakit dan mengatakan bahwa yang dilakukannya kemarin yaitu perjalanan kaki yang panjang adalah untuk kebaikannya juga karena ia yakin bahwa tugas sang betis adalah untuk mendukung dirinya secara keseluruhan.
Apa yang ia katakan kemudian? Ia berterimakasih pada saya karena betisnya tidak lagi terasa sakit. Saya katakan padanya bahwa itu adalah keinginan si Betis untuk selalu mendukungnya dan bukan karena saya. Saya hanya memandu dan sekali lagi, Hypnosis is Self Hypnosis.
Masih kurang cerita saya? Ini ada satu lagi ketika seorang sahabat sedang mengalami migrain, saya memandunya melalui SMS dengan mengatakan, “Atur nafas...dan setelah merasa lebih nyaman hitung mundur 10..9..8...s/d 1 dan sakit kepalanya berangsur2 hilang.”
“Terimakasih Ndrie!”
“Lho, buat apa?” Hypnosis is Self Hypnosis....
Dari sini saya lihat Anda sudah mulai menerima bahwa hipnosis sangat dimungkinkan dilakukan melalui banyak media dan dilakukan dari jauh seperti yang saya lakukan antara Lampung dan Jakarta dan bahkan dapat lebih jauh lagi.
Seperti yang saya katakan pada paragraf diatas bahwa Anda sadar atau tidak telah dihipnosis oleh TV. Lho...masih mau bukti? Sekarang apa yang pertama kali terpikirkan ketika saya mengatakan, Mie Instan? Air Mineral? Pasta gigi?
Perkiraan saya, Anda menjawab Indomie, Aqua, dan Pepsodent. Betul, kan? Anda sudah dihipnosis iklan TV yang mengarahkan pikiran Anda untuk mengingat nama-nama tersebut.
Ini sama halnya ketika saya tanya Anda Group Facebook apa yang selalu menunjukkan bahwa Hipnosis itu Mudah?
Easy Hypnosis, kan? Hehehe...
Ya sudah kepalang tanggung, sekarang saya yang menghipnosis Anda, jika Anda memang merasakan manfaat dari Group ini, silakan berbagi dengan sahabat-sahabat Anda yang lain. Caranya klik link ini:
http://www.facebook.com/home.php?#!/group.php?gid=231098161825
dan cari Invite People dibawah foto profile Easy Hypnosis, atau klik link dibawah ini bagi Anda yang telah menjadi sahabat Easy Hypnosis...
http://www.facebook.com/group.php?gid=231098161825#!/groups/edit.php?members&gid=231098161825
Sahabat..., untuk menjawabnya saya akan balik bertanya? Memangnya apa itu hipnosis? Seperti yang Anda lihat di TV? Dan ada apa dibalik fenomena itu?
Hipnosis, tidak lain, mempelajari tentang bagaimana berkomunikasi dengan baik. Setiap manusia tidak bisa tidak, harus berkomunikasi, baik dengan orang lain bahkan dengan diri sendiri. Kondisi hipnosis adalah kondisi saat perhatian menjadi fokus pada satu hal sehingga hal lain menjadi tidak dapat terdengar atau terperhatikan. Ah..ini kan sudah sering saya ulas. Jika sahabat ingin membaca tentang apa itu hipnosis, silakan kunjungi www.andrie-setiawan.blogspot.com ya.
“Jadi apa dong Ndrie jawabannya, bisa atau nggak?” tanya Anda tak sabar. Hehehe...Bisa, pokoknya Bisa. Bahkan setiap hari pun disadari atau tidak Anda telah dihipnosis oleh banyak media.
Seorang sahabat yang ingin mengetahui bagaimana dihipnosis melontarkan beberapa pertanyaan melalui aplikasi chatting di Facebook. Saya mengatakan padanya, masih melalui chatting, bahwa hipnosis adalah kondisi yang sangat nyaman, bahkan terkadang, orang yang terhipnosis enggan keluar dari kondisi itu.
Saya memintanya untuk menyebutkan satu lagu atau music favoritnya. Ia menyebutkan Canon dari Mozart sebagai musik favoritnya dan tentu saja saya kembali bertanya apa yang membuat musik itu menjadi favoritnya. Ia kembali mengatakan bahwa lagu itu diputar saat pernikahannya. Nah, kan kalau sudah begini kita sebagai terapis pun dengan sangat mudah untuk membawanya masuk dalam kondisi hipnosis.
Sahabat, tentu Anda sudah paham bahwa kita bawah sadar kita menyimpan semua informasi yang telah diinderakan tentunya. Ya...benar...melalui panca indera. Tentu Anda dapat kembali ‘melihat’ (mengingat) warna pintu rumah Anda, mendengar suaranya, dan merasakan seberapa keras dan padat pintu tersebut walaupun sekarang Anda tidak ada disana untuk mengamatinya melainkan disini bersama saya membaca apa yang saya katakan. Benar, kan? Bahkan lebih hebat lagi Anda dapat kembali mencium bau catnya dan walaupun Anda tidak pernah menjilatnya, Anda tahu rasa pintu itu..hehe..
Dan tentang sahabat saya tadi, saya minta ia untuk kembali ,dalam pikirannya, mendengarkan Canon dari Mozart. Saya tunggu sejenak dan kemudian saya bertanya lagi untuk konfirmasi.
“Gimana sekarang?”
“Ndrie, saya tidak bisa berhenti tersenyum, saya kembali pada saat pernikahan saya.” Jawabnya.
Saya tahu, semua orang juga, hampir setiap acara pernikahan pasti menyenangkan, maka dari itu situasi pernikahan itu yang saya gunakan untuk menjelaskan padanya. Kok bisa ia mengalami kondisi hipnosis padahal hanya melalui chatting. Hipnosis sebenarnya adalah self hypnosis. Seseorang dapat memasuki kondisi hipnosis karena ia sendiri yang menginginkannya.
Kejadian kedua, pada saat saya berada disebuah ruang tunggu di Bandara Radin Inten Lampung. Selagi menunggu, ingin rasanya menyapa para sahabat. Ada satu sahabat, kali ini menggunakan YM (Yahoo Messenger). Tanpa bermaksud mengeluh, saya yakin, ia memberitahu saya bahwa kakinya sakit dan tepatnya bagian betisnya.
Lagi, saya bertanya, “Kok bisa?”
Ia mengatakan bahwa hari sebelumnya ia banyak melakukan perjalanan kaki karena hari itu pekerjaannya menuntutnya melakukan itu. Melalui YM saya memintanya untuk melakukan sedikit pijatan pada betisnya dan memulai untuk berbicara pada betisnya, berterimakasih dan meminta maaf karena membuatnya menjadi sakit dan mengatakan bahwa yang dilakukannya kemarin yaitu perjalanan kaki yang panjang adalah untuk kebaikannya juga karena ia yakin bahwa tugas sang betis adalah untuk mendukung dirinya secara keseluruhan.
Apa yang ia katakan kemudian? Ia berterimakasih pada saya karena betisnya tidak lagi terasa sakit. Saya katakan padanya bahwa itu adalah keinginan si Betis untuk selalu mendukungnya dan bukan karena saya. Saya hanya memandu dan sekali lagi, Hypnosis is Self Hypnosis.
Masih kurang cerita saya? Ini ada satu lagi ketika seorang sahabat sedang mengalami migrain, saya memandunya melalui SMS dengan mengatakan, “Atur nafas...dan setelah merasa lebih nyaman hitung mundur 10..9..8...s/d 1 dan sakit kepalanya berangsur2 hilang.”
“Terimakasih Ndrie!”
“Lho, buat apa?” Hypnosis is Self Hypnosis....
Dari sini saya lihat Anda sudah mulai menerima bahwa hipnosis sangat dimungkinkan dilakukan melalui banyak media dan dilakukan dari jauh seperti yang saya lakukan antara Lampung dan Jakarta dan bahkan dapat lebih jauh lagi.
Seperti yang saya katakan pada paragraf diatas bahwa Anda sadar atau tidak telah dihipnosis oleh TV. Lho...masih mau bukti? Sekarang apa yang pertama kali terpikirkan ketika saya mengatakan, Mie Instan? Air Mineral? Pasta gigi?
Perkiraan saya, Anda menjawab Indomie, Aqua, dan Pepsodent. Betul, kan? Anda sudah dihipnosis iklan TV yang mengarahkan pikiran Anda untuk mengingat nama-nama tersebut.
Ini sama halnya ketika saya tanya Anda Group Facebook apa yang selalu menunjukkan bahwa Hipnosis itu Mudah?
Easy Hypnosis, kan? Hehehe...
Ya sudah kepalang tanggung, sekarang saya yang menghipnosis Anda, jika Anda memang merasakan manfaat dari Group ini, silakan berbagi dengan sahabat-sahabat Anda yang lain. Caranya klik link ini:
http://www.facebook.com/home.php?#!/group.php?gid=231098161825
dan cari Invite People dibawah foto profile Easy Hypnosis, atau klik link dibawah ini bagi Anda yang telah menjadi sahabat Easy Hypnosis...
http://www.facebook.com/group.php?gid=231098161825#!/groups/edit.php?members&gid=231098161825
Tuesday, April 6, 2010
de’ Power of Keputusan (Hanya untuk yang ingin berhenti merokok)
Halo Sahabat, sudah lama rasanya tidak menjumpai Anda, kangen rasanya ingin selalu berbagi. Dan rasanya sehari saja tidak berbagi, kepala ini rasanya pusing-pusing dan badan pegal-pagal. “ah...berlebihan ya..”(he..he..he..). Sahabat...doakan saya memiliki keleluasaan untuk selalu menyapa Anda. Tentu sapaan yang bebas asap rokok..hehe..
Kampanye anti rokok kian gencar namun terlihat bahwa jumlah perokok di jalan makin bertambah saja. Katanya jika merokok di area publik akan di berikan sanksi. Nah itu lah beberapa kalimat yang sering terlontar dari mereka yang tidak menyukai asap rokok. Saat saya menulis ini pun, di televisi sedang ditayangkan acara bertajuk Mafia Rokok.
Sekali lagi, maaf sahabat...tulisan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin berhenti merokok namun tidak tahu caranya. Bagi Anda yang masih mencintai aktifitas merokok, saya pun tetap menghormati Anda. Paling tidak seperti yang diajarkan guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kita dulu untuk saling menghormati. Dan guru saya mengajarkan, para perokok yang ingin menghormati orang yang tidak merokok tetap diperbolehkan melakukan kegemarannya itu dengan cara merokok dalam kantong plastik (kepala berada didalam) sehingga asap yang masuk dan keluar dimanfaatkan sendiri...hehehe....kali ini guru saya pasti bercanda...
Saya yakin di balik setiap perilaku pasti punya alasan positif. Bisa jadi seseorang memandang suatu perilaku bernilai negatif namun bagi orang yang melakukannya, seringkali didapati alasan yang positif, paling tidak untuk dirinya sendiri. Ayo sebutkan, perilaku apa yang Anda pikir negatif dan saya selalu punya alasan positif dibalik itu.
Meminum minuman keras misalnya, maksudnya tentu minuman mengandung alkohol. Beberapa orang meminum ini untuk “lari” dari masalahnya. Lari dari masalah adalah naluri dasar manusia. Jika merasa tidak mampu untuk mengadapi...ya lari saja... dan adalah hal yang baik untuk terhindar dari masalah, kan? Karena motivasi yang paling mendasar dalam diri manusia adalah mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan.
Masih banyak perilaku lainnya yang sering kita anggap negatif namun sebetulnya ada maksud positif yang luput dari perhatian kita. Merokokpun demikian. Hehehe...kali ini sedikit dukungan bagi para perokok. Banyak perokok menyadari bahwa kebiasaannya merokok sudah diluar kendalinya. Mereka tahu kebiasaan ini tidak baik dan mereka sangat ingin berhenti tetapi seolah-olah ada mahluk lain entah itu mungkin dari luar angkasa yang mengendalikan dirinya untuk terus melakukan kebiasaannya. Padahal diluar angkasa belum ada pabrik rokok, mungkin rokok Ting-We...Linting Dhewe...alias di pilin sendiri...hehehe..
Jika Sahabat menginginkan saya menuliskan bahaya merokok,...ah tidak di tulisan ini, karena tulisan lainnya sudah banyak tersebar dan bisa didapatkan dimana saja berkaitan dengan bahaya merokok. Yang jelas saya pernah memiliki kebiasaan ini dan sekarang sudah terbebas darinya. Pada saat itu, rokok saya rasakan memiliki secondary gain (keuntungan turunan) saat saya harus memasuki sebuah kelompok pergaulan dimana kelompok tersebut memiliki kebiasaan merokok. Ini hal biasa, kan bagi ABG untuk menunjukkan (bukan mencari) jati diri. Dan ketika saya sudah dengan mudahnya memasuki komunitas manapun, seharusnya saya sudah tidak perlu rokok lagi. Namun pikiran saya, begitupun Anda, tetap saja pintar mencari alasan mengapa kita tetap membutuhkan rokok.
Dari mana alasan itu? Dan mengapa selalu ada pikiran dalam diri yang dalam waktu yang sama menentang alasan itu?
Masih ingat bahwa dalam diri kita terdiri dari beberapa bagian, paling tidak dalam hal ini terdiri dari dua bagian. Ada bagian yang mendukung dan ada bagian yang menolak. Bukan hanya dalam hal merokok, banyak hal yang didalamnya terdengar dua suara yang bertentangan. Seorang sahabat yang berkarir sebagai tenaga pemasar, beberapa kali mengatakan, “Saya tahu dan ingin sekali menjadi sukses, tapi...merasa ada sesuatu yang menghalangi untuk menuju kesana.” Hebat...ia tidak melihat penghalang tetapi dapat merasakannya.
Lalu, bagaimana penyelesaiannya jika kebiasaan ini sudah menjadi masalah? Kuncinya hanya Keputusan Diri Sendiri. Tidak ada yang lain yang bisa membantu jika keputusan tersebut tidak pernah datang dari diri sendiri. Dan kita, orang disekitarnya selalu dibuat lelah karenanya. Apa kuncinya? Keputusan Diri Sendiri.
Hal itu telah dibuktikan oleh Abunawas dari negeri antah berantah yang sangat kesal dengan teman kos nya yang selalu merokok didalam kamar. Sebagai orang yang tidak merokok, tentu Abunawas sangat terganggu oleh asap itu. Tanpa diketahui temannya, abunawas mendatangi seorang terapis dan terapis itu tentu saja mengatakan bahwa mengapa bukan yang bersangkutan saja yang datang. Namun reputasi terapis ini membuatnya selalu cerdas dalam mengatasi masalah apa saja.
Dan ia menyarankan Abunawas, “Apa kamu mau menerima saran saya?”
Abu pun menjawab,”Apa saja yang penting dapat membuat teman kos saya ini berhenti merokok.”
“Apa kamu kemudian mau melakukannya?.” Tanya sang terapis lagi.
“Apapun asalkan tidak ada asap rokok dihidung saya lagi.” Jawab Abu makin mantab.
“Apa kamu siap terima konsekuensinya?” Cecar sang terapis.
“Siap, Pak, Siap...!” Tekad Abu sudah bulat.
Sang terapis melanjutkan, “Begini Abu, setiap Anda melihat rokok teman Anda ini, Oleskan setiap batang rokok teman Anda pada..., maaf sekali lagi maaf deh..,...dubur Anda....Nah Stop Abu...jangan protes dulu...ingat tadi Anda sudah berjanji menerima, melakukan, dan siap menerima konsekuensinya. Setiap kali ia ingin merokok, pasti akan merasakan ketidak nyamanan dari rasa dan baunya.”
Abunawas tidak dapat menyangkal dan memang yang penting tujuannya tercapai. “Ah...apapun yang penting setelah ini tidak ada lagi asap rokok didalam kamar...” Begitu pikir Abunawas.
Mulailah Abunawas melakukan aksinya. Benar saja, rokok pertama berhasil membuat temannya mual, dan mengurungkan niat merokok. Rokok kedua, ketiga, empat dan seterusnya berhasil.
Seminggu berlalu Abunawas kembali pada sang terapis. Lho ada apa ini? Abunawas gagal? Mari kita dengarkan percakapan Abunawas dan terapisnya.
“Abunawas...ada apa lagi Anda datang kesini? Apakah cara yang lalu tidak berhasil?” Tanya terapisnya.
“Sangat berhasil, Pak...tidak sampai seminggu ia sudah tidak lagi merokok di kamar bahkan total berhenti merokok. Luar biasa, bukan?”
“Lalu ada apa lagi Anda datang kesini?” Penasaran sang terapis.
“Itulah dia Pak Terapis...teman saya memang berhasil menghilangkan kebiasaan merokoknya, tetapi saya tidak bisa menghilangkan kebiasaan saya mengoleskan batang rokok pada dubur saya...” Jelas Abunawas.
“Hah!”
Hahahaha...itulah jika ingin mengubah perilaku orang lain dan niat perubahan itu bukan datang dari diri sendiri.
Dan bagi perokok kebiasaan merokok ini seringkali membuat pusing jika tidak bisa “menikmati”nya pada waktunya. Mirip seperti makan, akan terasa lapar pada saatnya. Inilah hebatnya otak kita, setiap kebiasaan yang kita miliki akan menjadi program dalam pikiran kita dan menjadi semacam Auto Pilot yang akan menjalankan perilaku tersebut secara otomatis alias tanpa diperintah. Bayangkan jika perilaku mencari jutaan Rupiah sehari sudah menjadi program Auto Pilot dalam pikiran kita, dijamin sehari tidak mendapatkan jutaan Rupiah, kepala bisa pusing-pusing..hehehe..hebat, kan pikiran kita.
Paragraf sebelumnya sudah menyebutkan kita sadar bahwa merokok tidak baik tetapi masih juga dilakukan. Sering kali dua suara dalam pikiran ini membuat kita sakit kepala, mirip dengan orang tua yang melihat dua anaknya bertengkar. Dua-duanya adalah anaknya dan dua-duanya membutuhkan pembelaan. Membela yang satu akan melukai yang lainnya. Lalu bagaimana caranya? Ya...Anda benar sekali...mendamaikannya...
Yuk kita lakukan saja ketimbang Anda terus membaca tulisan ini tanpa mendapatkan manfaat yang banyak. Hanya bagi Anda yang perokok, siapkan diri Anda, atau bagi siapa saja yang memiliki masalah dengan kebiasaan tidak baik dan sulit memutuskan untuk berhenti, Anda pun harus bersiap.
Langkah pertama..atur nafas Anda karena nafas sangat dibutuhkan dalam hidup...ya iya lah...dan saya tidak akan pernah meminta Anda untuk menahan nafas Anda selama dua jam...hehe..
Berikutnya, ingatlah...ada bagian dari Anda yang masih menginginkan kebiasaan merokok, ada bagian yang ingin Anda berhenti merokok, dan ada diri Anda sendiri yang menjadi “Master” dari seluruh bagian namun saat ini sedang bingung untuk memilih. Dan biarkan saya menjadi penengah yang melakukan mediasi dari bagian-bagian tersebut.
Lihat bentuk dari masing-masing bagian tersebut sesuai yang muncul dalam pikiran Anda, sang “Master” adalah diri Anda sendiri, tentunya Anda sudah mengenal betul bentuk Anda seperti apa. Sedangkan diri saya, tolong buat dengan tampilan yang lebih cakep dari biasanya...hehe...
Saya akan memanggil ketiga bagian diri Anda dengan “Master”, “Untung”, dan “Sehat”. Master adalah sebutan untuk diri Anda yang sedang bingung. Untung adalah untuk sebutan yang masih gemar merokok dan merasa masih memiliki keuntungan dalam perilaku tersebut dan Sehat adalah keinginan untuk menjadi sehat dan tentu Anda paham apa keuntungannya.
Kemudian, Master...setelah Anda menjadi sangat tenang karena nafas yang teratur membantu Anda mengalirkan darah dengan lancar, maka seluruh bagian diri Anda menjadi sangat cerdas untuk merespon apa saja dari luar diri...sadari saja sekarang....(Sahabat, Anda bisa mengganti nama bagian-bagian ini seperti yang Anda suka)
Sekarang panggil dua bagian lain dari diri Anda, dan saya juga tidak tahu bagaimana Anda melihatnya...jika Anda tidak dapat melihatnya dengan mata terbuka, silakan lakukan hal ini dengan mata tertutup...setelah Anda dapat melihat mereka...silakan buka mata kembali...karena saya tidak ada disana untuk membacakan skrip ini..hehe..hush...serius ah...
Minta mereka untuk menjawab apakah mereka mencintai Master dan melakukan apapun yang membuat Master senang dan untuk kebaikan Master.
Lihat mereka dan tentu setiap bagian ingin kebaikan yang Anda peroleh. Dua bagian itu sama-sama bermaksud melindungi Anda. Yang satu ingin menjaga kenyamanan Anda dan yang lain ingin menjaga kesehatan Anda.
Sekarang katakan pada keduanya, “Aku memutuskan untuk berhenti merokok.” Dan sekarang lihat kedua bagian tersebut mestinya ada yang kurang nyaman dengan keputusan itu. Ya..ndak apa apa toh...kan biasa ada yang suka dan tidak suka..kebanyakan yang tidak suka karena belum memahami, kan? Ketidak nyamanan itu terjadi karena perilaku ini sudah menjadi kebiasaan dan bagian tersebut tentu berpikir bahwa yang ia lakukan selama ini menjadi tidak begitu bernilai dihadapan Anda...bisa jadi saat ini ia Ngambek...Dengarkan pendapatnya terlabih dahulu...dan ucapkan terimakasih karena mau memberitahu.
Lalu dengarkan pendapat si “Sehat” dan ucapkan terimakasih telah mengemukakan pendapat.
Ajak si “Untung” untuk sepakat dengan si “Sehat”, sekarang...
Wow...tidak mau ya?!...tenang ini bukan karena si Untung bandel, keras kepala, dan tidak mendukung Anda...gak percaya? Tanyakan sekali lagi apakah si “Untung” sayang pada “Master”? 99.99% saya yakin Untung sayang Master. Silakan, saya beri waktu untuk bertanya....
Tuh....betul kan, ia sangat sayang Anda.
Tanyakan pada si “Untung”, apa yang tidak disetujui.
Sahabat, si Untung selalu ingin menguntungkan Anda...dia memang senang melakukan itu. Jika ia di minta berhenti memberikan keuntungan tentu ia akan ngambek karena tidak ada lagi yang bisa dikerjakannya sebagai kontribusi untuk diri Anda.
Nah...karena saya tidak ada disana, silakan gunakan kreatifitas Anda untuk bernegosiasi dengan menggantikan aktifitas yang menguntungkan diri Anda yang dapat dilakukan si “Untung”. Dengan begitu ia mendapatkan ganti dari apa yang Anda minta tinggalkan. Misalnya, minta Si “Untung” untuk tetap dapat merasakan sensasi merokok walaupun tidak sebatang rokokpun yang kita hisap. Otak kita sangat cerdas untuk merasakan kembali dan percayakan saja, Anda hanya harus mengulang gerakan dan postur saat Anda merokok dan sensasi itu kembali lagi. Cara lain Si “Untung” dapat bekerja sama dengan si “Sehat” dengan membuat visualisasi cerobong knalpot bus kota ketika melihat seseorang merokok dan sensasinya akan lucu sekali, sedangkan si “Sehat” membuat bayangan anak-anak kita (orang yang kita cintai) merindukan kita idup kembali setelah mati karena rokok...hihihihi...serem tapi lucu hasilnya menarik....
Ketika si “Untung” dan si “Sehat” sudah berdamai, hidup kita menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Ucapkan pada mereka TERIMAKASIH dan minta mereka untuk selalu mendukung Anda.
Yang terpenting bagi Anda sebagai MASTER dari PIKIRAN Anda...Buat Keputusan, sekarang.
Kampanye anti rokok kian gencar namun terlihat bahwa jumlah perokok di jalan makin bertambah saja. Katanya jika merokok di area publik akan di berikan sanksi. Nah itu lah beberapa kalimat yang sering terlontar dari mereka yang tidak menyukai asap rokok. Saat saya menulis ini pun, di televisi sedang ditayangkan acara bertajuk Mafia Rokok.
Sekali lagi, maaf sahabat...tulisan ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin berhenti merokok namun tidak tahu caranya. Bagi Anda yang masih mencintai aktifitas merokok, saya pun tetap menghormati Anda. Paling tidak seperti yang diajarkan guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila) kita dulu untuk saling menghormati. Dan guru saya mengajarkan, para perokok yang ingin menghormati orang yang tidak merokok tetap diperbolehkan melakukan kegemarannya itu dengan cara merokok dalam kantong plastik (kepala berada didalam) sehingga asap yang masuk dan keluar dimanfaatkan sendiri...hehehe....kali ini guru saya pasti bercanda...
Saya yakin di balik setiap perilaku pasti punya alasan positif. Bisa jadi seseorang memandang suatu perilaku bernilai negatif namun bagi orang yang melakukannya, seringkali didapati alasan yang positif, paling tidak untuk dirinya sendiri. Ayo sebutkan, perilaku apa yang Anda pikir negatif dan saya selalu punya alasan positif dibalik itu.
Meminum minuman keras misalnya, maksudnya tentu minuman mengandung alkohol. Beberapa orang meminum ini untuk “lari” dari masalahnya. Lari dari masalah adalah naluri dasar manusia. Jika merasa tidak mampu untuk mengadapi...ya lari saja... dan adalah hal yang baik untuk terhindar dari masalah, kan? Karena motivasi yang paling mendasar dalam diri manusia adalah mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan.
Masih banyak perilaku lainnya yang sering kita anggap negatif namun sebetulnya ada maksud positif yang luput dari perhatian kita. Merokokpun demikian. Hehehe...kali ini sedikit dukungan bagi para perokok. Banyak perokok menyadari bahwa kebiasaannya merokok sudah diluar kendalinya. Mereka tahu kebiasaan ini tidak baik dan mereka sangat ingin berhenti tetapi seolah-olah ada mahluk lain entah itu mungkin dari luar angkasa yang mengendalikan dirinya untuk terus melakukan kebiasaannya. Padahal diluar angkasa belum ada pabrik rokok, mungkin rokok Ting-We...Linting Dhewe...alias di pilin sendiri...hehehe..
Jika Sahabat menginginkan saya menuliskan bahaya merokok,...ah tidak di tulisan ini, karena tulisan lainnya sudah banyak tersebar dan bisa didapatkan dimana saja berkaitan dengan bahaya merokok. Yang jelas saya pernah memiliki kebiasaan ini dan sekarang sudah terbebas darinya. Pada saat itu, rokok saya rasakan memiliki secondary gain (keuntungan turunan) saat saya harus memasuki sebuah kelompok pergaulan dimana kelompok tersebut memiliki kebiasaan merokok. Ini hal biasa, kan bagi ABG untuk menunjukkan (bukan mencari) jati diri. Dan ketika saya sudah dengan mudahnya memasuki komunitas manapun, seharusnya saya sudah tidak perlu rokok lagi. Namun pikiran saya, begitupun Anda, tetap saja pintar mencari alasan mengapa kita tetap membutuhkan rokok.
Dari mana alasan itu? Dan mengapa selalu ada pikiran dalam diri yang dalam waktu yang sama menentang alasan itu?
Masih ingat bahwa dalam diri kita terdiri dari beberapa bagian, paling tidak dalam hal ini terdiri dari dua bagian. Ada bagian yang mendukung dan ada bagian yang menolak. Bukan hanya dalam hal merokok, banyak hal yang didalamnya terdengar dua suara yang bertentangan. Seorang sahabat yang berkarir sebagai tenaga pemasar, beberapa kali mengatakan, “Saya tahu dan ingin sekali menjadi sukses, tapi...merasa ada sesuatu yang menghalangi untuk menuju kesana.” Hebat...ia tidak melihat penghalang tetapi dapat merasakannya.
Lalu, bagaimana penyelesaiannya jika kebiasaan ini sudah menjadi masalah? Kuncinya hanya Keputusan Diri Sendiri. Tidak ada yang lain yang bisa membantu jika keputusan tersebut tidak pernah datang dari diri sendiri. Dan kita, orang disekitarnya selalu dibuat lelah karenanya. Apa kuncinya? Keputusan Diri Sendiri.
Hal itu telah dibuktikan oleh Abunawas dari negeri antah berantah yang sangat kesal dengan teman kos nya yang selalu merokok didalam kamar. Sebagai orang yang tidak merokok, tentu Abunawas sangat terganggu oleh asap itu. Tanpa diketahui temannya, abunawas mendatangi seorang terapis dan terapis itu tentu saja mengatakan bahwa mengapa bukan yang bersangkutan saja yang datang. Namun reputasi terapis ini membuatnya selalu cerdas dalam mengatasi masalah apa saja.
Dan ia menyarankan Abunawas, “Apa kamu mau menerima saran saya?”
Abu pun menjawab,”Apa saja yang penting dapat membuat teman kos saya ini berhenti merokok.”
“Apa kamu kemudian mau melakukannya?.” Tanya sang terapis lagi.
“Apapun asalkan tidak ada asap rokok dihidung saya lagi.” Jawab Abu makin mantab.
“Apa kamu siap terima konsekuensinya?” Cecar sang terapis.
“Siap, Pak, Siap...!” Tekad Abu sudah bulat.
Sang terapis melanjutkan, “Begini Abu, setiap Anda melihat rokok teman Anda ini, Oleskan setiap batang rokok teman Anda pada..., maaf sekali lagi maaf deh..,...dubur Anda....Nah Stop Abu...jangan protes dulu...ingat tadi Anda sudah berjanji menerima, melakukan, dan siap menerima konsekuensinya. Setiap kali ia ingin merokok, pasti akan merasakan ketidak nyamanan dari rasa dan baunya.”
Abunawas tidak dapat menyangkal dan memang yang penting tujuannya tercapai. “Ah...apapun yang penting setelah ini tidak ada lagi asap rokok didalam kamar...” Begitu pikir Abunawas.
Mulailah Abunawas melakukan aksinya. Benar saja, rokok pertama berhasil membuat temannya mual, dan mengurungkan niat merokok. Rokok kedua, ketiga, empat dan seterusnya berhasil.
Seminggu berlalu Abunawas kembali pada sang terapis. Lho ada apa ini? Abunawas gagal? Mari kita dengarkan percakapan Abunawas dan terapisnya.
“Abunawas...ada apa lagi Anda datang kesini? Apakah cara yang lalu tidak berhasil?” Tanya terapisnya.
“Sangat berhasil, Pak...tidak sampai seminggu ia sudah tidak lagi merokok di kamar bahkan total berhenti merokok. Luar biasa, bukan?”
“Lalu ada apa lagi Anda datang kesini?” Penasaran sang terapis.
“Itulah dia Pak Terapis...teman saya memang berhasil menghilangkan kebiasaan merokoknya, tetapi saya tidak bisa menghilangkan kebiasaan saya mengoleskan batang rokok pada dubur saya...” Jelas Abunawas.
“Hah!”
Hahahaha...itulah jika ingin mengubah perilaku orang lain dan niat perubahan itu bukan datang dari diri sendiri.
Dan bagi perokok kebiasaan merokok ini seringkali membuat pusing jika tidak bisa “menikmati”nya pada waktunya. Mirip seperti makan, akan terasa lapar pada saatnya. Inilah hebatnya otak kita, setiap kebiasaan yang kita miliki akan menjadi program dalam pikiran kita dan menjadi semacam Auto Pilot yang akan menjalankan perilaku tersebut secara otomatis alias tanpa diperintah. Bayangkan jika perilaku mencari jutaan Rupiah sehari sudah menjadi program Auto Pilot dalam pikiran kita, dijamin sehari tidak mendapatkan jutaan Rupiah, kepala bisa pusing-pusing..hehehe..hebat, kan pikiran kita.
Paragraf sebelumnya sudah menyebutkan kita sadar bahwa merokok tidak baik tetapi masih juga dilakukan. Sering kali dua suara dalam pikiran ini membuat kita sakit kepala, mirip dengan orang tua yang melihat dua anaknya bertengkar. Dua-duanya adalah anaknya dan dua-duanya membutuhkan pembelaan. Membela yang satu akan melukai yang lainnya. Lalu bagaimana caranya? Ya...Anda benar sekali...mendamaikannya...
Yuk kita lakukan saja ketimbang Anda terus membaca tulisan ini tanpa mendapatkan manfaat yang banyak. Hanya bagi Anda yang perokok, siapkan diri Anda, atau bagi siapa saja yang memiliki masalah dengan kebiasaan tidak baik dan sulit memutuskan untuk berhenti, Anda pun harus bersiap.
Langkah pertama..atur nafas Anda karena nafas sangat dibutuhkan dalam hidup...ya iya lah...dan saya tidak akan pernah meminta Anda untuk menahan nafas Anda selama dua jam...hehe..
Berikutnya, ingatlah...ada bagian dari Anda yang masih menginginkan kebiasaan merokok, ada bagian yang ingin Anda berhenti merokok, dan ada diri Anda sendiri yang menjadi “Master” dari seluruh bagian namun saat ini sedang bingung untuk memilih. Dan biarkan saya menjadi penengah yang melakukan mediasi dari bagian-bagian tersebut.
Lihat bentuk dari masing-masing bagian tersebut sesuai yang muncul dalam pikiran Anda, sang “Master” adalah diri Anda sendiri, tentunya Anda sudah mengenal betul bentuk Anda seperti apa. Sedangkan diri saya, tolong buat dengan tampilan yang lebih cakep dari biasanya...hehe...
Saya akan memanggil ketiga bagian diri Anda dengan “Master”, “Untung”, dan “Sehat”. Master adalah sebutan untuk diri Anda yang sedang bingung. Untung adalah untuk sebutan yang masih gemar merokok dan merasa masih memiliki keuntungan dalam perilaku tersebut dan Sehat adalah keinginan untuk menjadi sehat dan tentu Anda paham apa keuntungannya.
Kemudian, Master...setelah Anda menjadi sangat tenang karena nafas yang teratur membantu Anda mengalirkan darah dengan lancar, maka seluruh bagian diri Anda menjadi sangat cerdas untuk merespon apa saja dari luar diri...sadari saja sekarang....(Sahabat, Anda bisa mengganti nama bagian-bagian ini seperti yang Anda suka)
Sekarang panggil dua bagian lain dari diri Anda, dan saya juga tidak tahu bagaimana Anda melihatnya...jika Anda tidak dapat melihatnya dengan mata terbuka, silakan lakukan hal ini dengan mata tertutup...setelah Anda dapat melihat mereka...silakan buka mata kembali...karena saya tidak ada disana untuk membacakan skrip ini..hehe..hush...serius ah...
Minta mereka untuk menjawab apakah mereka mencintai Master dan melakukan apapun yang membuat Master senang dan untuk kebaikan Master.
Lihat mereka dan tentu setiap bagian ingin kebaikan yang Anda peroleh. Dua bagian itu sama-sama bermaksud melindungi Anda. Yang satu ingin menjaga kenyamanan Anda dan yang lain ingin menjaga kesehatan Anda.
Sekarang katakan pada keduanya, “Aku memutuskan untuk berhenti merokok.” Dan sekarang lihat kedua bagian tersebut mestinya ada yang kurang nyaman dengan keputusan itu. Ya..ndak apa apa toh...kan biasa ada yang suka dan tidak suka..kebanyakan yang tidak suka karena belum memahami, kan? Ketidak nyamanan itu terjadi karena perilaku ini sudah menjadi kebiasaan dan bagian tersebut tentu berpikir bahwa yang ia lakukan selama ini menjadi tidak begitu bernilai dihadapan Anda...bisa jadi saat ini ia Ngambek...Dengarkan pendapatnya terlabih dahulu...dan ucapkan terimakasih karena mau memberitahu.
Lalu dengarkan pendapat si “Sehat” dan ucapkan terimakasih telah mengemukakan pendapat.
Ajak si “Untung” untuk sepakat dengan si “Sehat”, sekarang...
Wow...tidak mau ya?!...tenang ini bukan karena si Untung bandel, keras kepala, dan tidak mendukung Anda...gak percaya? Tanyakan sekali lagi apakah si “Untung” sayang pada “Master”? 99.99% saya yakin Untung sayang Master. Silakan, saya beri waktu untuk bertanya....
Tuh....betul kan, ia sangat sayang Anda.
Tanyakan pada si “Untung”, apa yang tidak disetujui.
Sahabat, si Untung selalu ingin menguntungkan Anda...dia memang senang melakukan itu. Jika ia di minta berhenti memberikan keuntungan tentu ia akan ngambek karena tidak ada lagi yang bisa dikerjakannya sebagai kontribusi untuk diri Anda.
Nah...karena saya tidak ada disana, silakan gunakan kreatifitas Anda untuk bernegosiasi dengan menggantikan aktifitas yang menguntungkan diri Anda yang dapat dilakukan si “Untung”. Dengan begitu ia mendapatkan ganti dari apa yang Anda minta tinggalkan. Misalnya, minta Si “Untung” untuk tetap dapat merasakan sensasi merokok walaupun tidak sebatang rokokpun yang kita hisap. Otak kita sangat cerdas untuk merasakan kembali dan percayakan saja, Anda hanya harus mengulang gerakan dan postur saat Anda merokok dan sensasi itu kembali lagi. Cara lain Si “Untung” dapat bekerja sama dengan si “Sehat” dengan membuat visualisasi cerobong knalpot bus kota ketika melihat seseorang merokok dan sensasinya akan lucu sekali, sedangkan si “Sehat” membuat bayangan anak-anak kita (orang yang kita cintai) merindukan kita idup kembali setelah mati karena rokok...hihihihi...serem tapi lucu hasilnya menarik....
Ketika si “Untung” dan si “Sehat” sudah berdamai, hidup kita menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Ucapkan pada mereka TERIMAKASIH dan minta mereka untuk selalu mendukung Anda.
Yang terpenting bagi Anda sebagai MASTER dari PIKIRAN Anda...Buat Keputusan, sekarang.
Saturday, March 27, 2010
Pheromone...Attractant...(Manipulasi Olfactory dari Sebel jadi Senang Betul)
Pagi-pagi bincang-bincang tentang training mendatang di Lampung, seorang sahabat bertanya apa itu hypnosis dan masih belum memahami benar tentang ini, katanya. Sebagai praktisi saya bertanggung jawab atas pemahaman orang-orang sekitar tentang hypnosis ini sendiri, salah-salah mereka takut dan tidak mau dekat-dekat saya...hehehe...Bahkan suatu hari seorang sahabat yang sudah merasakan efek hypnosis tetap tidak mau mengalami hypnosis kalau harus memejamkan mata, ia takut kalau semua rahasianya terkuak. Lho...memangnya hypnosis bisa melakukan itu kecuali dalam acara hiburan? Ah...hypnosis tidak seperti itu...jika memang bisa..akan mudah sekali membongkar rahasia koruptor..hehee..
Kembali ke sahabat saya tadi. Ketika ditanya kegiatan yang membuat ia benar-benar fokus, ia menjawab yaitu ketika ia mendengarkan musik di kamarnya. Dan itulah hypnosis, ketika mendengarkan musik imajinasinya terbawa alunan musik dan lirik lagunya. Konsentrasi yang teramat sangat terkadang dapat mengabaikan gangguan-gangguan disekitarnya seolah ia tidak sadar sedang terjadi sesuatu diluar sana namun tentu ia tetap waspada jika sesuatu yang berbahaya terjadi. Misalnya ketika seseorang berteriak, "kebakaran...!" dan pikirannya akan otomatis mengembalikan pada mode penyelamatan diri. Saya katakan padanya bahwa itu adalah hypnosis, ia pun setuju dan mulai memahaminya.
Kemudian saya katakan lagi padanya, “Ada lagi yang lebih canggih, Bro!” Sahabat, ketika kita telah berhasil meyakinkan satu hal, maka ia siap dan membuka hatinya untuk menerima hal lain sebagai keyakinan, yang terpenting tidak melanggar norma Agamanya, Keamanannya, dan masih dapat ditangkap akalnya. Ini merupakan ilmu komunikasi yang saya bagi dalam kelas penjualan asuransi.
“Apa Ndrie?” Tuh kan, saya bilang juga apa, dia sudah siap menerima hal lain. Sebelum sampai pada pembicaraan hypnosis, kami berbicara tentang Pheromone. Apa itu?
Awalnya Pheromone adalah kimia yang diproduksi oleh seekor hewan untuk memberikan rangsangan pada hewan sejenis. Hewan-hewan sejenis dapat mencium baunya sehingga memberikan stimulus dilakukannya perilaku yang diharapkan si penyebar pheromone. Pada hewan, tentu hal ini untuk urusan reproduksi. Pada manusia? Beberapa produk parfum pria mengiklankan dirinya seolah-olah produk tersebut mengandung Pheromone yang menyebabkan perilaku wanita disekitarnya menjadi diluar “kendali”. Tentu salah satunya Anda tahu produk yang mana.
Penemuan-penemuan dari riset tentang Pheromone yang di publikasikan secara luas membuat banyak pria percaya bau-bauan yang dikeluarkan dari keringat pria dapat menarik wanita secara seksual.
Indera penciuman wanita sangat sensitif, beberapa studi tentang ini menyatakan hampir serupa bahwa penciuman wanita sepuluh kali lebih kuat dari pria. Hal ini juga berlaku terhadap pheromone ketika mereka sedang dalam masa ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Dokter kandungan istri saya mengataka masa ini berada pada 10 hari setelah dan sebelum menstruasi walaupun ada pendapat lain yang mengatakan 14 hari sebelum dan 16 hari sesudah menstruasi. Ah..sama saja saya kira dengan yang dikatakan dokter kandungan tadi...hehe..Terimakasih Dok.
Beberapa kali sebelum membuat tulisan ini, saya melakukan obeservasi pada teman-teman wanita saya, ups...maksudnya teman-teman saya yang berkelamin wanita..hehehe..(Does it make any difference, gak sih?hehe), dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, Bau pria yang seperti apa yang disukai? Ketika melihat pria berkeringat, apakah ada perasaan senang? Atau setelah membaui keringatnya? Beberapa teman saya mengatakan bahwa mereka menyukai bau keringat saat seorang pria masih segar, misalnya pagi-pagi selesai mandi dan pria tersebut melakukan aktifitas yang membuatnya berkeringat, dan tidak menyukai bau keringat saat pria sudah seharian bekerja.
Saat masih segar, pria mengeluarkan Androstenol dalam keringatnya dan ketika sudah seharian bekerja pria mengeluarkan Androstenone. Androstenol dapat menarik wanita dan tidak dengan Androstenone yang mengeluarkan bau yang tidak nyaman bagi yang membauinya, silakan cek kembali penciuman Anda sekarang, bau keringat pria pada saat apa yang menyenangkan dan yang tidak mengenakkan. Namun wanita yang sedang dalam masa ovulasi, wanita dapat mentoleransi Androstenone yang baunya tidak enak ini. Saya belum melakukan observasi apakah ini berlaku untuk wanita terhadap semua pria atau hanya pria yang dicintainya saja. Saya masih berasumsi yang kedua.
Nah..Lho..sekarang kita sudah terlalu jauh membahas tentang sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran biokimia, tapi tak apa lah...toh hal ini juga bermanfaat lho...
Kapan? Pada saat seseorang telah memahami dan percaya konsep ini dan membutuhkan bantuan untuk memperbaiki perasaannya. Hal ini juga yang terjadi pada sahabat saya yang saya ceritakan diatas yang masih penasaran dengan hypnosis.
“Nah..kita sudah sama-sama percaya bahwa Hypnosis hanya perkara komunikasi dan kamu mengijinkan agar saya dapat berkomunikasi dengan dirimu sepenuhnya. Kamu bisa saja menolaknya jika hal ini berdampak negatif pada dirimu tapi percaya saja apa yang saya lakukan untuk menunjukan bahwa ketika seseorang berada dalam kondisi hypnosis sebenarnya yang terjadi adalah kamu yang melakukan hypnosis itu sendiri dan saya hanya membantu untuk memandunya. Ketika ini berhasil, ini adalah karena Kamu dapat melakukan hal ini dengan baik dan berhasil...karena Kamu...” Begitu kata saya kepadanya.
“Sekarang, ada orang-orang yang kamu sukai, tidak kamu sukai, dan yang biasa-biasa saja, betul?” Tanya saya.
“Yes Ndrie.” Ia menjawab.
“Lihat (baca: Bayangkan) lagi orang yang biasa-biasa saja menurutmu. Sudah? Sampai terlihat jelas semuanya, warna kulitnya, matanya, rambutnya, dan letak semua anggota tubuhnya sesuai yang pernah kamu lihat. Sudah?” Lanjut saya.
“Sudah Ndrie.” Jawabnya lagi.
“Bagus...sekarang semprotkan Pheromone pada tubuhnya, saya juga tidak tahu dari mana Pheromone itu dan dibagian tubuh mana yang kamu semprotkan. Sudah?” Perintah saya.
“Sudah.”
“Sekarang bagaimana perasaan kamu terhadap orang itu?”
“Suka Ndrie, bukan cinta ya...tapi suka aja.” Ia memberikan klarifikasi.
“Ya gak pa pa, kan cinta berawal dari suka..hehehe..” Saya meledeknya.
Setelah beberapa break the state saya memulai lagi. “Sekarang kamu pilih orang yang kamu rasa nyebelin banget dan sebetulnya bukan keinginan kamu untuk tidak menyukainya. Saya lagi-lagi tidak tahu mengapa kamu tidak menyukainya tapi ya pilih saja dan kamu sangat ingin memiliki perasaan yang baik padanya tetapi kamu belum bisa melakukannya. Saya Bantu!”
“Ok Ndrie! Tapi tunggu...kan Pheromone lama-lama bisa hilang aromanya?” Katanya.
“Lho kamukan bisa menyemprotkan kapan pun ketika kamu membutuhkannya, iya kan?” Jawab saya.
Saya memberikan teknik ini dan dia dapat melakukan semprotan Pheromone ini kapanpun ia menginginkan perasaan baik ini muncul kembali.
“Sekarang, gimana perasaan kamu sama orang itu?” Tanya saya.
“Saya jadi suka.” Katanya lagi.
“Wah, itu mah Sebel sama dengan Seneng Betul.” Saya berseloroh.
Sahabat, pikiran kita diproses dalam otak kita melalui penginderaan panca Indera kita; Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), Rasa/Sentuhan (Kinesthetic), Pengecapan (Gustatory), dan Penciuman (Olfactory). Seringkali dalam memotivasi, praktisi memanipulasi (Baca: menggunakan) indera Pengelihatan, Pendengaran, dan Sentuhan saja. Dengan teknik komunikasi tertentu dan pemahaman yang baik, indera penciuman dan pengecapan dapat pula diandalkan.
Menutup perjumpaan kita kali ini, bagi Anda yang telah menikah, pesta pernikahan bagi kebanyakan orang adalah momen yang sangat menyenangkan. Jika Anda ingin kembali pada sensasi ini, Silakan Baui aroma parfum atau rangkaian bunga yang Anda dan pasangan gunakan saat itu, Sekarang! Lebih hebat lagi, baui kembali aroma tubuh pasangan Anda saat malam pertama, Sekarang...dan silakan Anda baui lagi aroma-aroma lain setelah itu...hehehe...Bagaimana perasaan Anda sekarang? Anda tidak perlu memberi tahukan pada saya karena saya juga tidak ingin tahu...hehehe...
Kembali ke sahabat saya tadi. Ketika ditanya kegiatan yang membuat ia benar-benar fokus, ia menjawab yaitu ketika ia mendengarkan musik di kamarnya. Dan itulah hypnosis, ketika mendengarkan musik imajinasinya terbawa alunan musik dan lirik lagunya. Konsentrasi yang teramat sangat terkadang dapat mengabaikan gangguan-gangguan disekitarnya seolah ia tidak sadar sedang terjadi sesuatu diluar sana namun tentu ia tetap waspada jika sesuatu yang berbahaya terjadi. Misalnya ketika seseorang berteriak, "kebakaran...!" dan pikirannya akan otomatis mengembalikan pada mode penyelamatan diri. Saya katakan padanya bahwa itu adalah hypnosis, ia pun setuju dan mulai memahaminya.
Kemudian saya katakan lagi padanya, “Ada lagi yang lebih canggih, Bro!” Sahabat, ketika kita telah berhasil meyakinkan satu hal, maka ia siap dan membuka hatinya untuk menerima hal lain sebagai keyakinan, yang terpenting tidak melanggar norma Agamanya, Keamanannya, dan masih dapat ditangkap akalnya. Ini merupakan ilmu komunikasi yang saya bagi dalam kelas penjualan asuransi.
“Apa Ndrie?” Tuh kan, saya bilang juga apa, dia sudah siap menerima hal lain. Sebelum sampai pada pembicaraan hypnosis, kami berbicara tentang Pheromone. Apa itu?
Awalnya Pheromone adalah kimia yang diproduksi oleh seekor hewan untuk memberikan rangsangan pada hewan sejenis. Hewan-hewan sejenis dapat mencium baunya sehingga memberikan stimulus dilakukannya perilaku yang diharapkan si penyebar pheromone. Pada hewan, tentu hal ini untuk urusan reproduksi. Pada manusia? Beberapa produk parfum pria mengiklankan dirinya seolah-olah produk tersebut mengandung Pheromone yang menyebabkan perilaku wanita disekitarnya menjadi diluar “kendali”. Tentu salah satunya Anda tahu produk yang mana.
Penemuan-penemuan dari riset tentang Pheromone yang di publikasikan secara luas membuat banyak pria percaya bau-bauan yang dikeluarkan dari keringat pria dapat menarik wanita secara seksual.
Indera penciuman wanita sangat sensitif, beberapa studi tentang ini menyatakan hampir serupa bahwa penciuman wanita sepuluh kali lebih kuat dari pria. Hal ini juga berlaku terhadap pheromone ketika mereka sedang dalam masa ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan telur yang telah matang dari dalam rahim menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Dokter kandungan istri saya mengataka masa ini berada pada 10 hari setelah dan sebelum menstruasi walaupun ada pendapat lain yang mengatakan 14 hari sebelum dan 16 hari sesudah menstruasi. Ah..sama saja saya kira dengan yang dikatakan dokter kandungan tadi...hehe..Terimakasih Dok.
Beberapa kali sebelum membuat tulisan ini, saya melakukan obeservasi pada teman-teman wanita saya, ups...maksudnya teman-teman saya yang berkelamin wanita..hehehe..(Does it make any difference, gak sih?hehe), dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini, Bau pria yang seperti apa yang disukai? Ketika melihat pria berkeringat, apakah ada perasaan senang? Atau setelah membaui keringatnya? Beberapa teman saya mengatakan bahwa mereka menyukai bau keringat saat seorang pria masih segar, misalnya pagi-pagi selesai mandi dan pria tersebut melakukan aktifitas yang membuatnya berkeringat, dan tidak menyukai bau keringat saat pria sudah seharian bekerja.
Saat masih segar, pria mengeluarkan Androstenol dalam keringatnya dan ketika sudah seharian bekerja pria mengeluarkan Androstenone. Androstenol dapat menarik wanita dan tidak dengan Androstenone yang mengeluarkan bau yang tidak nyaman bagi yang membauinya, silakan cek kembali penciuman Anda sekarang, bau keringat pria pada saat apa yang menyenangkan dan yang tidak mengenakkan. Namun wanita yang sedang dalam masa ovulasi, wanita dapat mentoleransi Androstenone yang baunya tidak enak ini. Saya belum melakukan observasi apakah ini berlaku untuk wanita terhadap semua pria atau hanya pria yang dicintainya saja. Saya masih berasumsi yang kedua.
Nah..Lho..sekarang kita sudah terlalu jauh membahas tentang sesuatu yang berkaitan dengan pelajaran biokimia, tapi tak apa lah...toh hal ini juga bermanfaat lho...
Kapan? Pada saat seseorang telah memahami dan percaya konsep ini dan membutuhkan bantuan untuk memperbaiki perasaannya. Hal ini juga yang terjadi pada sahabat saya yang saya ceritakan diatas yang masih penasaran dengan hypnosis.
“Nah..kita sudah sama-sama percaya bahwa Hypnosis hanya perkara komunikasi dan kamu mengijinkan agar saya dapat berkomunikasi dengan dirimu sepenuhnya. Kamu bisa saja menolaknya jika hal ini berdampak negatif pada dirimu tapi percaya saja apa yang saya lakukan untuk menunjukan bahwa ketika seseorang berada dalam kondisi hypnosis sebenarnya yang terjadi adalah kamu yang melakukan hypnosis itu sendiri dan saya hanya membantu untuk memandunya. Ketika ini berhasil, ini adalah karena Kamu dapat melakukan hal ini dengan baik dan berhasil...karena Kamu...” Begitu kata saya kepadanya.
“Sekarang, ada orang-orang yang kamu sukai, tidak kamu sukai, dan yang biasa-biasa saja, betul?” Tanya saya.
“Yes Ndrie.” Ia menjawab.
“Lihat (baca: Bayangkan) lagi orang yang biasa-biasa saja menurutmu. Sudah? Sampai terlihat jelas semuanya, warna kulitnya, matanya, rambutnya, dan letak semua anggota tubuhnya sesuai yang pernah kamu lihat. Sudah?” Lanjut saya.
“Sudah Ndrie.” Jawabnya lagi.
“Bagus...sekarang semprotkan Pheromone pada tubuhnya, saya juga tidak tahu dari mana Pheromone itu dan dibagian tubuh mana yang kamu semprotkan. Sudah?” Perintah saya.
“Sudah.”
“Sekarang bagaimana perasaan kamu terhadap orang itu?”
“Suka Ndrie, bukan cinta ya...tapi suka aja.” Ia memberikan klarifikasi.
“Ya gak pa pa, kan cinta berawal dari suka..hehehe..” Saya meledeknya.
Setelah beberapa break the state saya memulai lagi. “Sekarang kamu pilih orang yang kamu rasa nyebelin banget dan sebetulnya bukan keinginan kamu untuk tidak menyukainya. Saya lagi-lagi tidak tahu mengapa kamu tidak menyukainya tapi ya pilih saja dan kamu sangat ingin memiliki perasaan yang baik padanya tetapi kamu belum bisa melakukannya. Saya Bantu!”
“Ok Ndrie! Tapi tunggu...kan Pheromone lama-lama bisa hilang aromanya?” Katanya.
“Lho kamukan bisa menyemprotkan kapan pun ketika kamu membutuhkannya, iya kan?” Jawab saya.
Saya memberikan teknik ini dan dia dapat melakukan semprotan Pheromone ini kapanpun ia menginginkan perasaan baik ini muncul kembali.
“Sekarang, gimana perasaan kamu sama orang itu?” Tanya saya.
“Saya jadi suka.” Katanya lagi.
“Wah, itu mah Sebel sama dengan Seneng Betul.” Saya berseloroh.
Sahabat, pikiran kita diproses dalam otak kita melalui penginderaan panca Indera kita; Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), Rasa/Sentuhan (Kinesthetic), Pengecapan (Gustatory), dan Penciuman (Olfactory). Seringkali dalam memotivasi, praktisi memanipulasi (Baca: menggunakan) indera Pengelihatan, Pendengaran, dan Sentuhan saja. Dengan teknik komunikasi tertentu dan pemahaman yang baik, indera penciuman dan pengecapan dapat pula diandalkan.
Menutup perjumpaan kita kali ini, bagi Anda yang telah menikah, pesta pernikahan bagi kebanyakan orang adalah momen yang sangat menyenangkan. Jika Anda ingin kembali pada sensasi ini, Silakan Baui aroma parfum atau rangkaian bunga yang Anda dan pasangan gunakan saat itu, Sekarang! Lebih hebat lagi, baui kembali aroma tubuh pasangan Anda saat malam pertama, Sekarang...dan silakan Anda baui lagi aroma-aroma lain setelah itu...hehehe...Bagaimana perasaan Anda sekarang? Anda tidak perlu memberi tahukan pada saya karena saya juga tidak ingin tahu...hehehe...
Sunday, March 14, 2010
Setiap Hari Mungkin Ada Masalah, Yang Terpenting Tahu Cara Menikmatinya.
Diiringi musik yang membangkitkan dari Kenny G, That Champion’s Theme, tangan saya tergerak untuk menuliskan lagi pengalaman menarik dan saat itu saya tahu orang yang ada di samping saya telah menjadi pemenang atas situasinya.
Ia adalah Istri saya yang kala itu kami baru pulang dari suatu kunjungan. Dalam perjalanan kami, ia menuturkan apa yang ia rasakan. Dua hari sebelumnya, dalam keluarga besar saya diadakan pertemuan keluarga untuk sebuah pembahasan. Dalam pembahasan itu lah terdapat beberapa kalimat yang di lontarkan anggota keluarga yang “menyentuh” perasaan kami.
Sebagai praktisi hipnoterapi dengan mudah saya memilih dan membuang informasi yang tidak saya perlukan untuk melindungi perasaan saya, namun dalam perjalanan kala itu Istri saya kembali menceritakan kejadiannya secara urut dan dari bahasa tubuhnya terlihat ia kembali meng-asosiasikan dirinya pada situasi yang ia anggap sebagai masalah. Dan saya tahu...dalam perjalanan ini saya tidak akan membiarkannya meluapkan semuanya karena bisa-bisa saya pun terbawa situasinya dan tidak berkonsentrasi pada perjalanan yang seharusnya.
-Perceptual Position-
Sebagai suami, emosi saya sangat terkait dengan Istri saya. Tentu saja...dan situasi seperti ini tidak dapat saya lakukan untuk memotivasi...lha wong saya terasosiasi dengan Istri. Jika Istri saya membutuhkan motivasi, ya tentu saja saya juga. Saya menarik diri saya dan mengubah posisi saya sebagai orang lain yang benar-benar terlepas dari masalahnya. Dan ini juga yang saya ajarkan pada Istri saya.
“Kalau kamu terasosiasi sama masalahnya, jelas kamu akan terdisosiasi dengan jawaban untuk mengatasi masalah tersebut.”
Terasosiasi artinya Istri saya benar-benar kembali pada perasaan saat kejadian yang tidak mengenakkan dirinya terjadi. Ia dapat membayangkan kembali dengan jelas disekitarnya ada orang-orang yang terkait. Suara-suara pun dapat ia dengarkan kembali, baik suara disekeliling maupun suara orang-orang dan perkataan yang membuat perasaannya “tersentuh”. Ia tidak dapat melihat dirinya sendiri kecuali seperti apa yang terlihat sebagai orang pertama. Berbeda dengan terdisosiasi, ia dapat melihat dirinya sedang duduk dikejauhan. Ya dari ujung kepala sampai kaki dan bahkan ia dapat melihat wajahnya sendiri yang merespon setiap perkataan yang ia dengar.
“Kamu tentu juga tahu bahwa ketika seseorang mengatakan sesuatu, tentu didasari peta internalnya masing-masing alias sesuai pengalaman dan pemahaman dirinya sendiri dan bisa saja salah paham terjadi.”
“Tapi Mas, kita punya prinsip walk the talk. Dan kata-kata itu nggak banget...deh. Itu yang bikin aku kepikiran terus.” Begitu kata Istriku yang masih terasosiasi dengan masalahnya.
“Ya...itu terserah kamu...kalau kamu masih pingin menyimpan perasaan ini dan kalau kamu merasa nyaman dengannya...simpan saja...atau kamu mau aku bantu untuk menikmatinya?” Saya diam sejenak menunggu sambil berpikir, “Aku suamimu...mana mungkin diam saja dan membiarkan kamu memilih...salah pilih bisa gawat...ah tapi aku kan sekarang dalam posisi motivator...biarin aja dulu deh biar kamu mikir...”
Tak lama ia berkata,”Gimana caranya?”
“Nah ini dia.” Pikir saya
“Istriku, masih ingat yang aku katakan tadi? Ketika kamu terasosiasi dengan masalahnya dan terdisosiasi dengan kebahagian yang kamu miliki selama ini...itu akan membuat mu depresi.”
“sekarang lihat lagi kejadian itu dan ganti posisi kamu menjadi orang ketiga. Kamu bisa melihat dirimu sendiri sedang mendengarkan perkataan itu lagi. Bisa?”
“Bisa Mas.”
“Gimana rasanya? Masih sama atau lebih baik?”
“Lebih Baik Mas.”
“Nah ini yang kita sebut perceptual position untuk terdisosiasi dari masalahnya dan masih ada yang lebih hebat lagi.”
-Pengalaman Memiliki Struktur-
Setiap mengalami sesuatu baik yang menyenangkan ataupun tidak, panca indera kita bekerja dengan sangat baik untuk membuat kode-kode informasi yang memudahkan kita untuk mengakses kembali informasi yang kita inginkan. Istri saya dapat mengingat betul urutan kejadian serta sensasi yang diterima panca inderanya saat itu. Visual (apa yang dilihatnya), Auditory (yang didengar), Kinesthetic (perasaannya kala itu), Olfactory (wangi makanan yang ada disekitar kami), dan Gustatory (rasa makanan yang masih terkecap saat itu). Dengan mengubah strukturnya, dirinya akan merasakan pengalaman yang berbeda.
“Sekarang seperti sedang menonton sebuah video dengan cepat kamu memutar mundur film mental ini dan kamu tahu yang terjadi gerakan orang-orang yang kamu lihat menjadi terbalik dan suaranya gak karuan...gak jelas...lucu...aneh...kamu gak bisa menangkap pesannya...kan prinsip kita hanya bisa mendengar yang Walk The Talk. Bisa? Sekarang!”
Dengan sungguh-sungguh ia melakukannya dengan mengakses segala informasi yang ia ingin ubah strukturnya, terlihat dari gerakan matanya yang begitu cepat berganti-ganti arah.
“Sekarang dengan cepat Fast Forward...volume suaranya kecilin terus gedein terus kecilin terus...lihat siapa yang lagi ngomong dan mukanya lucu banget kalo dicepetin gitu..hehehe...”
“Putar mundur cepat...lagi...sekarang...” Saya makin semangat karena Istri saya sudah terlihat senyum-senyum dan sampai akhirnya...
“Udah Mas...Udah cukup.” Senyumnya lebar.
“Beneran udah? Aku tes ya...bagaimana perasaan kamu kalau aku ucapin kalimat yang tadi?” Kemudian saya mengucapkan kalimat dan meminta melihat kembali orang yang membuatnya “tersentuh”
”Dah biasa aja...”
“Wah bagus...motivasi selesai...Kamu tentu sadar bahwa manusia setiap hari bisa saja ada masalah, yang terpenting kita tahu cara menikmatinya”
“Terimakasih Mas.”
“Tenang Istriku...untuk kamu sampai saat ini tarifnya masih gratis.”
“He..he.he.he.”
Ia adalah Istri saya yang kala itu kami baru pulang dari suatu kunjungan. Dalam perjalanan kami, ia menuturkan apa yang ia rasakan. Dua hari sebelumnya, dalam keluarga besar saya diadakan pertemuan keluarga untuk sebuah pembahasan. Dalam pembahasan itu lah terdapat beberapa kalimat yang di lontarkan anggota keluarga yang “menyentuh” perasaan kami.
Sebagai praktisi hipnoterapi dengan mudah saya memilih dan membuang informasi yang tidak saya perlukan untuk melindungi perasaan saya, namun dalam perjalanan kala itu Istri saya kembali menceritakan kejadiannya secara urut dan dari bahasa tubuhnya terlihat ia kembali meng-asosiasikan dirinya pada situasi yang ia anggap sebagai masalah. Dan saya tahu...dalam perjalanan ini saya tidak akan membiarkannya meluapkan semuanya karena bisa-bisa saya pun terbawa situasinya dan tidak berkonsentrasi pada perjalanan yang seharusnya.
-Perceptual Position-
Sebagai suami, emosi saya sangat terkait dengan Istri saya. Tentu saja...dan situasi seperti ini tidak dapat saya lakukan untuk memotivasi...lha wong saya terasosiasi dengan Istri. Jika Istri saya membutuhkan motivasi, ya tentu saja saya juga. Saya menarik diri saya dan mengubah posisi saya sebagai orang lain yang benar-benar terlepas dari masalahnya. Dan ini juga yang saya ajarkan pada Istri saya.
“Kalau kamu terasosiasi sama masalahnya, jelas kamu akan terdisosiasi dengan jawaban untuk mengatasi masalah tersebut.”
Terasosiasi artinya Istri saya benar-benar kembali pada perasaan saat kejadian yang tidak mengenakkan dirinya terjadi. Ia dapat membayangkan kembali dengan jelas disekitarnya ada orang-orang yang terkait. Suara-suara pun dapat ia dengarkan kembali, baik suara disekeliling maupun suara orang-orang dan perkataan yang membuat perasaannya “tersentuh”. Ia tidak dapat melihat dirinya sendiri kecuali seperti apa yang terlihat sebagai orang pertama. Berbeda dengan terdisosiasi, ia dapat melihat dirinya sedang duduk dikejauhan. Ya dari ujung kepala sampai kaki dan bahkan ia dapat melihat wajahnya sendiri yang merespon setiap perkataan yang ia dengar.
“Kamu tentu juga tahu bahwa ketika seseorang mengatakan sesuatu, tentu didasari peta internalnya masing-masing alias sesuai pengalaman dan pemahaman dirinya sendiri dan bisa saja salah paham terjadi.”
“Tapi Mas, kita punya prinsip walk the talk. Dan kata-kata itu nggak banget...deh. Itu yang bikin aku kepikiran terus.” Begitu kata Istriku yang masih terasosiasi dengan masalahnya.
“Ya...itu terserah kamu...kalau kamu masih pingin menyimpan perasaan ini dan kalau kamu merasa nyaman dengannya...simpan saja...atau kamu mau aku bantu untuk menikmatinya?” Saya diam sejenak menunggu sambil berpikir, “Aku suamimu...mana mungkin diam saja dan membiarkan kamu memilih...salah pilih bisa gawat...ah tapi aku kan sekarang dalam posisi motivator...biarin aja dulu deh biar kamu mikir...”
Tak lama ia berkata,”Gimana caranya?”
“Nah ini dia.” Pikir saya
“Istriku, masih ingat yang aku katakan tadi? Ketika kamu terasosiasi dengan masalahnya dan terdisosiasi dengan kebahagian yang kamu miliki selama ini...itu akan membuat mu depresi.”
“sekarang lihat lagi kejadian itu dan ganti posisi kamu menjadi orang ketiga. Kamu bisa melihat dirimu sendiri sedang mendengarkan perkataan itu lagi. Bisa?”
“Bisa Mas.”
“Gimana rasanya? Masih sama atau lebih baik?”
“Lebih Baik Mas.”
“Nah ini yang kita sebut perceptual position untuk terdisosiasi dari masalahnya dan masih ada yang lebih hebat lagi.”
-Pengalaman Memiliki Struktur-
Setiap mengalami sesuatu baik yang menyenangkan ataupun tidak, panca indera kita bekerja dengan sangat baik untuk membuat kode-kode informasi yang memudahkan kita untuk mengakses kembali informasi yang kita inginkan. Istri saya dapat mengingat betul urutan kejadian serta sensasi yang diterima panca inderanya saat itu. Visual (apa yang dilihatnya), Auditory (yang didengar), Kinesthetic (perasaannya kala itu), Olfactory (wangi makanan yang ada disekitar kami), dan Gustatory (rasa makanan yang masih terkecap saat itu). Dengan mengubah strukturnya, dirinya akan merasakan pengalaman yang berbeda.
“Sekarang seperti sedang menonton sebuah video dengan cepat kamu memutar mundur film mental ini dan kamu tahu yang terjadi gerakan orang-orang yang kamu lihat menjadi terbalik dan suaranya gak karuan...gak jelas...lucu...aneh...kamu gak bisa menangkap pesannya...kan prinsip kita hanya bisa mendengar yang Walk The Talk. Bisa? Sekarang!”
Dengan sungguh-sungguh ia melakukannya dengan mengakses segala informasi yang ia ingin ubah strukturnya, terlihat dari gerakan matanya yang begitu cepat berganti-ganti arah.
“Sekarang dengan cepat Fast Forward...volume suaranya kecilin terus gedein terus kecilin terus...lihat siapa yang lagi ngomong dan mukanya lucu banget kalo dicepetin gitu..hehehe...”
“Putar mundur cepat...lagi...sekarang...” Saya makin semangat karena Istri saya sudah terlihat senyum-senyum dan sampai akhirnya...
“Udah Mas...Udah cukup.” Senyumnya lebar.
“Beneran udah? Aku tes ya...bagaimana perasaan kamu kalau aku ucapin kalimat yang tadi?” Kemudian saya mengucapkan kalimat dan meminta melihat kembali orang yang membuatnya “tersentuh”
”Dah biasa aja...”
“Wah bagus...motivasi selesai...Kamu tentu sadar bahwa manusia setiap hari bisa saja ada masalah, yang terpenting kita tahu cara menikmatinya”
“Terimakasih Mas.”
“Tenang Istriku...untuk kamu sampai saat ini tarifnya masih gratis.”
“He..he.he.he.”
Saturday, March 6, 2010
KEMBALILAH PADA SENYUM 2008
Siapa bilang kita tidak bisa kembali kemasa lalu? Siapa bilang tidak bisa memperbaiki masa lalu? Dan siapa bilang masa lalu tidak bisa memperbaiki masa kini? Sahabat saya yang satu ini sudah membuktikannya.
Lia menginginkan untuk bertemu saya, sahabatnya yang menghubungi saya agar dapat menemui Lia. Sahabatnya ini memberitahu saya bahwa Lia sepertinya butuh pertolongan. Tiba waktunya saya bertemu Lia dan memang ia tidak terlihat seperti biasanya walaupun saat bertemu ia menyapa saya tetap dengan gaya biasanya, namun warna, rona, dan garis wajahnya menceritakan sesuatu yang lain kepada saya. Ya..sepertinya ia dalam masalah.
Saya berjanji pada sahabatnya Lia yang juga sahabat saya itu bahwa kami hanya ngobrol-ngobrol saja dan tidak ada sesi terapi karena tempat pertemuan kami berada diruang publik, yang setiap orang dapat memperhatikan kami. Bisa-bisa dikira Uya Kuya sedang Show…hehehehe…
Kami memang ngobrol-ngobrol santai karena sudah lama memang tidak berbincang-bincang dengan Lia.
Diakhir waktu, sahabatnya mendorong Lia untuk menceritakan masalahnya. “Lho…” Dalam pikiran saya berbicara sendiri “Tadi janjinyakan ga ada yang bermasalah disini…ya udah deh…terlanjur Lia sudah mulai membicarakan masalahnya..terima aja..hehehehe…”
Lia baru saja mengalami masalah dalam hubungannya dengan seorang pria. Ia mengaku memiliki belief yang kurang baik terhadap pria dalam konteks hubungan cinta. Memang dia masih tidak mau menceritakan belief apa yang sebenarnya ia anut. Sampai ketika ia berusia 26 tahun, dengan dorongan teman sekantornya untuk membangun sebuah hubungan hati dengan seorang pria. Dan benar..hanya seumur jagung, Tiga Bulan setelah memulai, ia pun memutuskan hubungan itu. Dan ia mengatakan pada teman pendorongnya itu, “Tuh kan…gue bilang juga apa…gak akan berhasil deh…”
Nah itu dia yang saya tangkap, bahwa ia menjalin hubungan hanya untuk memperkuat beliefnya terhadap pria. Dari bicaranya jelas ia merasa tertekan atas kejadian itu dan sampai saat itu, saat ketika ia bercerita pada saya. Ini membuat ia sungkan untuk dating kekantornya untuk mengurus kepentingan timnya. “Lho…kok bisa begitu?” Tanya saya. Jawabannya, “Pria itu temen kantor gue, Ndrie…”…nah ketahuan lagi deh…
Untuk melakukan terapi formal perubahan mindset sepertinya akan memakan waktu dan menarik perhatian banyak orang. Berpikir…Berpikir…Berpikir…”Tring” beberapa Handphone (HP) berserakan di atas meja…Collapsing Anchor menggunakan Handphone…sejurus kemudian tanpa menarik perhatian Lia saya coba menggunakan beberapa HP tersebut, tapi saya urungkan ketika perasaan saya mengatakan masih ada cara yang lebih asik. Ya..itu dia…tangannya Lia sendiri.
“Lia, pinjam telapak tangannya…kalau ada dua telapak tangan yang kiri dan yang kanan, mana yang merepresentasikan sesuatu yang baik dan yang kurang baik?”
Lia menjawab kanan lebih baik dari kiri.
“Lia kalau lo berpikir bahwa semua pria sama, berarti gue juga sama seperti mereka?”
“Bisa jadi Ndrie!”
“Waduh!” Pikir saya. Seharusnya saya dalam posisi yang netral dan dapat dipercaya.
“Tapi Ndrie, temen-temen gue banyakan cowok kok…tapi ya itu…gak ada yang gue percaya untuk dijadiin pasangan. Pernah beberapa kali adayang mencoba dan gue marah banget sama orang itu.”
Wow ok! Saya kan temennya berarti saya sudah menjadi netral dan melanjutkan, “Lia setelah kita lakukan hal yang menarik ini, lo akan menggeser sedikit belief lo bahwa ada juga kok cowok yang ok untuk dijadikan pasangan. Yang pasti bukan gue, sorry gue dah punya pasangan yang baik, hahahaha”
“Lia…lihat telapak kiri lo dan lihat mantan cowok lo ada di sana.” Lia memang jago untuk masuk kondisi hipnosis, sebentar saja ia sudah sesenggukan saya dan sahabatnya saling lihat-lihatan dan khawatir akan pandangan orang disekitar. Tapi tanggung sudah nangis…ya di amplify saja.
“Bagus Lia, lipatgandakan perasaan itu, kalo sudah sampai puncaknya kasih tau gue.”
Lia melakukannya dengan baik sesaat kemudian ia mengangguk tanda perasaannya sudah sampai puncaknya.
“Ok Lia tarik nafas panjang dan dalam dan lebih tenang sekarang. Eh…jam berapa lo harus pulang? (saya melakukan break the state).”
“Lia sekarang pilih satu temen lo yang cowok yang baik menurut lo, kalo udah lihat dia di telapak kanan lo….” Prosesnya sama seperti sebelumnya, saya memintanya untuk melipat gandakan perasaan baiknya itu. Setelah break the state saya memintanya melihat telapak tangan kirinya dan kebali ia masuk kedalam state sesenggukan..hehehe.. dan dengan cepat saya minta ia melihat telapak kanannya, ia kembali menjadi lebih tenang. Ok..Anchornya sudah bekerja.
“Lia, sekarang perlahan gosok telapak kanan diatas telapa kiri, perlahan saja dan perhatikan yang terjadi dan lo tau di kiri ada apa dan dikanan ada apa dan begitu itu tercampur, lepaskan perasaan itu menjadi satu dan itu membuat lo mendapatkan manfaat dari sesi ini untuk berani menghadapinya karena ia sudah menjadi netral untuk lo dan lo siap memulai dengan pria baik yang sudah menunggu diluar sana. Ingat Lia, ketika hal ini terjadi, berarti Tuahan masih saying karena Dia telah menunjukan bahwa Pria itu tidak pantas untuk menjadu pasangan lo dan masih ada pria lain yang labih baik dan pantas buat lo.”
Lia sambil mendengarkan kata-kata saya ia merasakan apa yang sedang terjadi dan…
“Ok..selesai…!”
Setelah kembali ke breaking the state, saya memintanya untuk melihat telapa kirinya dan ia mengatakan sudah netral. Saya minta ia mengingat nama mantan pasangannya itu dan ia katakana sudah OK!
Wah bagus sekali…Inilah kedahsyatan NLP yang sudah dicampur-campur dengan sugesti sederhana…saya tidak perlu susah payah untuk meyakinkan orang lain.
“Lia kalau sudah begini, kita harus kunci perasaan ini dengan sesuatu yang membahagiakan. Apa yang paling membuat lo tersenyum bahagia?”
Lia terlihat menarik kembali ingatannya dan…”Ya..Ndrie..tahu 2008 gue bareng temen-temen gue dan bahagia banget waktu itu bahkan gue bisa tertawa lepas.”
Dan terlihat dia telah kembali ke tahun 2008. “Ok Lia, setiap lo membutuhkan suasana ini…panggil lagi aja KEMBALILAH PADA SENYUM 2008”
Lia menginginkan untuk bertemu saya, sahabatnya yang menghubungi saya agar dapat menemui Lia. Sahabatnya ini memberitahu saya bahwa Lia sepertinya butuh pertolongan. Tiba waktunya saya bertemu Lia dan memang ia tidak terlihat seperti biasanya walaupun saat bertemu ia menyapa saya tetap dengan gaya biasanya, namun warna, rona, dan garis wajahnya menceritakan sesuatu yang lain kepada saya. Ya..sepertinya ia dalam masalah.
Saya berjanji pada sahabatnya Lia yang juga sahabat saya itu bahwa kami hanya ngobrol-ngobrol saja dan tidak ada sesi terapi karena tempat pertemuan kami berada diruang publik, yang setiap orang dapat memperhatikan kami. Bisa-bisa dikira Uya Kuya sedang Show…hehehehe…
Kami memang ngobrol-ngobrol santai karena sudah lama memang tidak berbincang-bincang dengan Lia.
Diakhir waktu, sahabatnya mendorong Lia untuk menceritakan masalahnya. “Lho…” Dalam pikiran saya berbicara sendiri “Tadi janjinyakan ga ada yang bermasalah disini…ya udah deh…terlanjur Lia sudah mulai membicarakan masalahnya..terima aja..hehehehe…”
Lia baru saja mengalami masalah dalam hubungannya dengan seorang pria. Ia mengaku memiliki belief yang kurang baik terhadap pria dalam konteks hubungan cinta. Memang dia masih tidak mau menceritakan belief apa yang sebenarnya ia anut. Sampai ketika ia berusia 26 tahun, dengan dorongan teman sekantornya untuk membangun sebuah hubungan hati dengan seorang pria. Dan benar..hanya seumur jagung, Tiga Bulan setelah memulai, ia pun memutuskan hubungan itu. Dan ia mengatakan pada teman pendorongnya itu, “Tuh kan…gue bilang juga apa…gak akan berhasil deh…”
Nah itu dia yang saya tangkap, bahwa ia menjalin hubungan hanya untuk memperkuat beliefnya terhadap pria. Dari bicaranya jelas ia merasa tertekan atas kejadian itu dan sampai saat itu, saat ketika ia bercerita pada saya. Ini membuat ia sungkan untuk dating kekantornya untuk mengurus kepentingan timnya. “Lho…kok bisa begitu?” Tanya saya. Jawabannya, “Pria itu temen kantor gue, Ndrie…”…nah ketahuan lagi deh…
Untuk melakukan terapi formal perubahan mindset sepertinya akan memakan waktu dan menarik perhatian banyak orang. Berpikir…Berpikir…Berpikir…”Tring” beberapa Handphone (HP) berserakan di atas meja…Collapsing Anchor menggunakan Handphone…sejurus kemudian tanpa menarik perhatian Lia saya coba menggunakan beberapa HP tersebut, tapi saya urungkan ketika perasaan saya mengatakan masih ada cara yang lebih asik. Ya..itu dia…tangannya Lia sendiri.
“Lia, pinjam telapak tangannya…kalau ada dua telapak tangan yang kiri dan yang kanan, mana yang merepresentasikan sesuatu yang baik dan yang kurang baik?”
Lia menjawab kanan lebih baik dari kiri.
“Lia kalau lo berpikir bahwa semua pria sama, berarti gue juga sama seperti mereka?”
“Bisa jadi Ndrie!”
“Waduh!” Pikir saya. Seharusnya saya dalam posisi yang netral dan dapat dipercaya.
“Tapi Ndrie, temen-temen gue banyakan cowok kok…tapi ya itu…gak ada yang gue percaya untuk dijadiin pasangan. Pernah beberapa kali adayang mencoba dan gue marah banget sama orang itu.”
Wow ok! Saya kan temennya berarti saya sudah menjadi netral dan melanjutkan, “Lia setelah kita lakukan hal yang menarik ini, lo akan menggeser sedikit belief lo bahwa ada juga kok cowok yang ok untuk dijadikan pasangan. Yang pasti bukan gue, sorry gue dah punya pasangan yang baik, hahahaha”
“Lia…lihat telapak kiri lo dan lihat mantan cowok lo ada di sana.” Lia memang jago untuk masuk kondisi hipnosis, sebentar saja ia sudah sesenggukan saya dan sahabatnya saling lihat-lihatan dan khawatir akan pandangan orang disekitar. Tapi tanggung sudah nangis…ya di amplify saja.
“Bagus Lia, lipatgandakan perasaan itu, kalo sudah sampai puncaknya kasih tau gue.”
Lia melakukannya dengan baik sesaat kemudian ia mengangguk tanda perasaannya sudah sampai puncaknya.
“Ok Lia tarik nafas panjang dan dalam dan lebih tenang sekarang. Eh…jam berapa lo harus pulang? (saya melakukan break the state).”
“Lia sekarang pilih satu temen lo yang cowok yang baik menurut lo, kalo udah lihat dia di telapak kanan lo….” Prosesnya sama seperti sebelumnya, saya memintanya untuk melipat gandakan perasaan baiknya itu. Setelah break the state saya memintanya melihat telapak tangan kirinya dan kebali ia masuk kedalam state sesenggukan..hehehe.. dan dengan cepat saya minta ia melihat telapak kanannya, ia kembali menjadi lebih tenang. Ok..Anchornya sudah bekerja.
“Lia, sekarang perlahan gosok telapak kanan diatas telapa kiri, perlahan saja dan perhatikan yang terjadi dan lo tau di kiri ada apa dan dikanan ada apa dan begitu itu tercampur, lepaskan perasaan itu menjadi satu dan itu membuat lo mendapatkan manfaat dari sesi ini untuk berani menghadapinya karena ia sudah menjadi netral untuk lo dan lo siap memulai dengan pria baik yang sudah menunggu diluar sana. Ingat Lia, ketika hal ini terjadi, berarti Tuahan masih saying karena Dia telah menunjukan bahwa Pria itu tidak pantas untuk menjadu pasangan lo dan masih ada pria lain yang labih baik dan pantas buat lo.”
Lia sambil mendengarkan kata-kata saya ia merasakan apa yang sedang terjadi dan…
“Ok..selesai…!”
Setelah kembali ke breaking the state, saya memintanya untuk melihat telapa kirinya dan ia mengatakan sudah netral. Saya minta ia mengingat nama mantan pasangannya itu dan ia katakana sudah OK!
Wah bagus sekali…Inilah kedahsyatan NLP yang sudah dicampur-campur dengan sugesti sederhana…saya tidak perlu susah payah untuk meyakinkan orang lain.
“Lia kalau sudah begini, kita harus kunci perasaan ini dengan sesuatu yang membahagiakan. Apa yang paling membuat lo tersenyum bahagia?”
Lia terlihat menarik kembali ingatannya dan…”Ya..Ndrie..tahu 2008 gue bareng temen-temen gue dan bahagia banget waktu itu bahkan gue bisa tertawa lepas.”
Dan terlihat dia telah kembali ke tahun 2008. “Ok Lia, setiap lo membutuhkan suasana ini…panggil lagi aja KEMBALILAH PADA SENYUM 2008”
Subscribe to:
Posts (Atom)