Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label kecanduan. Show all posts
Showing posts with label kecanduan. Show all posts

Saturday, March 14, 2015

PERUBAHAN INSTAN (ANGAN-ANGAN ATAU KENYATAAN?)

Kemajuan cara pikir manusia berdampak pada kesabaran manusia. Bagaimana tidak, setelah banyak penemuan-penemuan yang mempermudah kehidupan manusia, kita, termasuk saya, terlatih untuk menjadi tidak sabar. Apa contohnya? Hasil buah pikir manusia dalam membuat kendaraan yang mengantarkan kita dari sebuah tempat ke tempat lain, membuat kita enggan menggunakan cara-cara yang telah ada sebelumnya.
Orang enggan menggunakan mobil karena ada pesawat, juga orang enggan menggunakan kapal laut karena juga sudah ada pesawat. Orang enggan bersepeda karena sudah ada motor, juga orang berkuda karena juga sudah ada motor, walaupun manusia dengan cerdas menamai motor sebagai KUDA BESI. Orang enggan jalan kaki ke masjid dan lebih suka naik motor, bahkan ke tetangga sebelahpun naik motor.

Dalam kemajuan media komunikasi, orang enggan menulis surat dan mengirimkannya melalui kurir, tau orang tidak lagi mengirim surat via pos. Kita lebih suka sms, email, BBM, Whatapps, Line, bahkan Facebook, Twitter, dan Path, bahkan orang-orang sering kali tidak perlu berpikir lama untuk mengekspresikan pemikirannya melalui media-media tersebut. Saking instan nya, kata-kata berbau sampah pun ter posting di media sosial yang menyebabkan perselisihan. Dulu orang-orang untuk berpikir pun harus memikirkan berkali-kali apakah pemikirannya baik.

Dalam teknologi memasak, orang tidak perlu lagi menyalakan kompor berbau minyak tanah bahkan aroma kayu bakar. Sudah ada kompor gas, listrik, dan bahkan microwave untuk dapat menikmati makanan panas dengan hampir seketika. Untuk bisa menikmati mi pun, sudah ada versi instan. Bahkan nasi goreng, juga ada yang instan. Begitu pula bubur yang sejatinya waktu masaknya sedikit lebih lama dari memasak nasi, juga sudah ada yang instan.

Hal-hal ini lah jika kita jeli, mengapa manusia saat ini menjadi tidak sabar dalam berpikir karena mereka kira bahwa semuanya bisa dilakukan dan didapatkan secara instan. Fenomena BEGAL baru-baru ini pun karena pemikiran instan untuk memiliki motor. Hal ini didapati setelah polisi menginterogasi para pelaku yang umumnya remaja pengangguran.

Pernah juga sebuah pesan menyelinap ke BBM saya dan dengan seksama ia menceritakan bagaimana teknik Instant Change yang diberikan oleh teknik-teknik terapi memiliki kemampuan yang luar biasa yang dapat mengubah perilaku negatif bahkan penyakit dengan cepat.

Saya mengatakan bahwa sejatinya untuk hasil yang baik, tidak ada sesuatu yang instan. Bukan berarti teknik-teknik tersebut buruk. Tetapi para pelaku dan penggunanya musti memiliki konsep berpikir yang matang ketimbang menganggap teknik-teknik ini sebagai keajaiban atau Magic.

Mari kita lihat bagaimana teknik-teknik terapi seperti NLP (Neuro Linguistic Programming), NAC (Neuro Associative Conditioning), Hipnoterapi, dan lainnya.
Sambil melihat gambar di atas, saya akan menceritakan bagaimana kita, manusia menangkap dan memproses informasi secara sederhana.

Sebagian dari Anda mungkin tahu ada mitos yang mengatakan bahwa membuka payung didalam rumah akan  menyebabkan bencana dan mungkin dulu Anda adalah salah satu orang yang memercayainya. Lalu bagaimana Anda menyadarinya bahwa hal tersebut adalah mitos?

Awalnya Anda diinformasikan oleh orangtua, bisa jadi orangtua Anda sendiri ataupun orang lain yang memiliki figur otoritas. Figur otoritas adalah orang yang anda percaya bahwa kata-katanya benar.

Kata-kata tersebut akan Anda akan melalui proses seleksi atau penyaringan. Karena pada saat itu Anda masih kecil dan orang yang mengatakannya adalah orang yang Anda percaya, langsung saja kata-kata tersebut lulus seleksi dan Anda simpan secara sadar untuk dipergunakan sebagai pengingat jika dibutuhkan. Ternyata beberapa orang mengatakan hal serupa, dan Anda semakin yakin bahwa hal tersebut adalah sebuah kebenaran dan pikiran itu secara tanpa disadari menjadi landasan berpikir yang kokoh.

Dalam keseharian Anda akan berpikir bahwa membuka payung didalam rumah adalah sesuatu yang buruk dan tidak diperbolehkan. Hal ini menjadi sikap dan Anda tunjukkan pada penampakan perilaku Anda. Bahkan saat itu Anda juga ikut melarang orang lain yang membuka payung didalam rrumah lengkap dengan cerita mitos yang menyertai mengapa hal tersbut tidak diperbolehkan.

NAMUN HARI BERGANTI DAN ANDA PERCAYA BAHWA YANG ANDA PERCAYA SAAT ITU HANYA MITOS.

Bagaimana itu bisa terjadi? Prosesnya sama dengan sebelum dan saat Anda memercayai mitos itu. Ada kejadian eksternal baik ada orang yang memunyai figur yang Anda anggap dapat dipercaya ataupun Anda yang telah lebih dewasa dalam berpikir telah membuktikan bahwa membuka payung didalam rumah tidak menyebabkan bencana. 

Prosesnya tentu juga melalui penyaringan. Ide baru ini bertentangan dengan ide lama dan Anda akan menyaringnya dengan keyakinan sebelumnya, nilai-nilai yang diyakini, pengalaman dan meori Anda tentang ide baru ini.

Masuk lah hasil pemikiran ini menjadi pemikiran yang Anda sadari dan setelah berkali-kali Anda membuktikan bahwa ide lama tidak terbukti, Anda akan meyakininya sebagai sebuah kebenaran baru dan Anda menyimpannya secara tanpa Anda sadari yang kemudian menjadi sistem baru bagi Anda.

Saat itu Anda tidak berperilaku melarang orang yang membuka payung didalam rumah, mungkin Anda akan membiarkannya, atau hanya akan menasehati untuk berhati-hati jika tidak paung tersebut akan mengenai barang-barang disekitarnya atau mengenai orang lain.

HAL TERSEBUT JUGA TERJADI PADA TERAPI BERHENTI MEROKOK

Terapi NLP, NAC, atau pun Hipnoterapi yang dilakukan secara singkat, sebenarnya tidak sesingkat yang Anda lihat. Orang-orang yang berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya untuk jangka waktu yang panjang bahkan selamanya adalah orang-orang yang sudah terlebih dahulu mengalami proses berpikir dan pendidikan dalam diri dan pikirannya bahwa merokok adalah sesuatu yang salah dan sering kali orang-orang ini tidak tahu caranya, padahal seperti yang saya pernah lakukan, untuk berhenti merokok hanya ada satu cara, yaitu jangan lagi merokok. :) 

Setelah proses berpikir yang panjang, terapis hanya perlu memberikan pelatihan bagaimana ia terhindar dari rokok. Pikiran nya akan dikondisikan untuk tidak lagi mendekati rokok. Salah satu contoh terapi berhenti merokok adalah dengan mengasosiasikan rokok dengan sesuatu yang tidak dia sukai. Mengidentikan rokok dengan makanan yang tidak ia sukai misalnya dan setiap kali ia berniat kembali merokok maka pikiran mengingat hal yang tidak disukai tersebut.

Terapi ini akan gagal jika pikirannya tentang merokok tidak diperbaiki terlebih dahulu karena pikirannya yang cerdas akan segera menyadari bahwa rokok adalah BUKAN makanan yang tidak ia sukai, sehingga ia akan kembali merokok dan pada masa ini resistensinya terhadap terapi berhenti merokok akan lebih besar karena ia percaya bahwa terapi merokok adalah tidak sesuai dengan keyakinannya tentang rokok.

HAL INI JUGA TERJADI PADA TERAPI LAINNYA SEHINGGA YANG NAMANYA PERUBAHAN INSTAN TIDAK BENAR-BENAR INSTAN TETAPI SUDAH ADA PROSES SEBELUMNYA.

KARENANYA KITA TIDAK BISA MENGUBAH KORUPTOR MENJADI ORANG SOLEH SECARA INSTAN! SEPERTI INSTANNYA KEINGINAN MEREKA UNTUK MENJADI KAYA.

BAGI ANDA YANG INGIN BERUBAH SECARA INSTAN, ANDA SEDANG BERANGAN-ANGAN! BELAJARLAH MELALUI PROSES KARENA KESUKSESAN MEMBUTUHKAN SEBUAH PROSES - HAL ITU AGAR ANDA BELAJAR DAN AGAR ANDA DAPAT MENGAJARKAN KESUKSESAN ANDA PADA ORANG LAIN!

Monday, April 22, 2013

SAKIT KEPALA? BERSUJUDLAH

Bagi orang kota, sakit kepala mungkin sudah biasa. Karena biasa, itu malah mengganggu. Sebentar-sebentar seseorang bisa mengalami sakit kepala. Dari mulai sekala ringan, lalu sedang, bahkan hingga yang sangat menyakitkan.

Menurut penelitian, 75% penyakit yang diderita orang kota adalah psikosomatis. Artinya ada 25% yang memang sakit kepala karena gangguan fisiologis.

Walaupun berbeda, kedua penyebab diatas memiliki dampak yang sama. Memang sering kali ketika sakit kepala karena gangguan fisiologis dapat sembuh dengan beristirahat atau jika intesitasnya agak berat, seseorang dapat minum obat anti sakit kepala. Namun sakit kepala karena psikis akan terus berlanjut walau sudah istirahat dan minum obat.

Apakah ada obatnya? Ada, Emotional Therapy seperti hipnoterapi dan sejenisnya. Anda yang tidak memiliki kenalan terapis atau letak klinik yang jauh dari rumah Anda malah membuat Anda repot, salah-salah malah membuat Anda makin sakit kepala.

Yang sederhana, obatnya ada dirumah Anda, dalam diri Anda, bahkan lebih dekat dari urat nadi Anda. Yaitu Allah.

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16]. 

Masih ingat pembahasan kita sebelumnya bahwa penelitian menemukan titik Tuhan yang terletak dalam otak kita? Nah, itu Artinya Allah benar-benar lebih dekat dari urat leher kita.

Saat sholat, nikmatilah aktifitas sujud Anda, karena hanya dalam kondisi tersebut seluruh pembuluh darah yang terkecilpun dapat teraliri darah. Hanya dalam kondisi tersebut artinya tidak dapat terjadi saat kita berdiri, duduk, atau tidur, hanya saat sujud. Gerakan sujud ini bahkan sekarang sudah sangat populer masuk dalam gerakan yoga.


“Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih”
“Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung dan dengan puji-Nya”

Sambil membaca dan meresapi maknanya, Anda menikmati aliran darah yang mengalir keseluruh pembuluh darah di otak Anda. Darah membawa oksigen dan nutrisi akan menyegarkan seluruh bagian otak. Kenyamanan akan segera Anda rasakan. Nikmatnya Sujud.

Bersujudlah karena kita hanyalah butiran debu dialam semesta.
Bersujudlah karena Allah yang menggenggam hidup kita.
Bersujudlah karena kita memang membutuhkannya.

Bangaimana dengan Anda yang tidak melaksanakan Sholat, ambilah gerakan sujud tanpa bermaksud mencederai keyakinan Anda dan berikan pikiran Anda sugesti-sugesti positif (yang saya bahas dalam tulisan-tulisan sebelumnya) yang akan menyembuhkan sakit kepala Anda.

Monday, February 18, 2013

Super Teenager, Super Hero; Menjadi Remaja H.E.B.A.T


Minggu 17 Feb 2013 dalam pesawat dari Pangkal Pinang menuju Jakarta
Seminar dan Workshop Super Teenager Super Hero. Menjadi Remaja H.E.B.A.T*
(Akronim H.E.B.A.T dan maknanya menjadi hak intelektual Andrie Setiawan.)

Saya masih didalam pesawat kembali menuju Jakarta dari Pangkal Pinang. Dalam banyak perjalanan keliling Indonesia berbagi ilmu melatih keterampilan, baru kali ini rasanya saya menuliskan live reportnya. Bukan karena tidak ingin membaginya, selama ini saya tuliskan dalam FB maupun Twitter.

Kepolisian Resor Pangkal Pinang menjadi pionir dalam menjalin hubungan dengan para remaja di area yang menjadi tanggung jawabnya. Acara bertajuk Polisi Sahabat Pelajar ini pertama kalinya diadakan oleh kepolisian Republik Indonesia dan bersyukur saya terlibat didalamnya sebagai pembicara Inspirator remaja H.E.B.A.T.

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa awal. Dan dalam masa perubahan ini, para remaja memiliki tugas yang menantang untuk dilalui. Pergaulan mereka mulai menjadi lebih luas, pilihan informasi tentang apa saja yang berkaitan dengan hidup (mereka) mulai berdatangan, dan beriringan dengan energi fisik yang meningkat.

Dalam masa seperti ini, mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk menjalankan hidup jika tidak ingin menjadi "korban" arus perubahan. Hidup ini tidak seperti air yang hanya mengalir mengikuti arus, hidup ini seperti bahtera diatas samudera yang memilki banyak pilihan arah dan dibutuhkan nakoda terlatih untuk mengarunginya.

Mereka membutuhkan kedewasaan menjalani ini semua. Saya setuju apa yang pernah dikatakan oleh iklan (baca:iklannya bukan produknya, "Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah pilihan." Secara alamiah, memang beberapa orang memperoleh kedewasaannya sejalan dengan usia dan pengalaman hidupnya namun kedewasaan, saya pikir, akan lebih segera diperoleh dengan pendidikan dan latihan.

Beberapa orang menjadi lebih dewasa dari lainnya karena orang-orang pertama menjalani lebih banyak persoalan hidup dan belajar dari hal-hal tersebut. Ini yang saya maksud bahwa kedewasaan bisa diajarkan dan dilatih. Dalam pendidikan dan latihan, para remaja diberikan persoalan-persoalan yang bersifat analogi dan metafora sesuai dengan prinsip-prinsip positif kehidupan.Dengan miniatur dan representasi persoalan kehidupan, para remaja belajar menghadapi jika suatu saat mereka mendapatkan mereka mendapatkanpersoalan serupa.

Banyak ahli mengatakan, masa remaja adalah masa pencarian identitas. Saya setuju walau saya punya pandangan berbeda. Masa remaja adalah masa MENUNJUKKAN IDENTITAS. Mereka sudah tahu apa maunya namun mereka perlu mendapatkan informasi yang benar bagaimana mereka dapat memperoleh yang diinginkannya. Saya tidak percaya jika ada yang mengatakan ada remaja yang (berpredikat) nakal. Mereka hanya ingin menunjukkan identitas namun memiliki informasi yang salah tentang bagaimana melakukan hal itu.

Menjadi inspirator Remaja HEBAT, saya mendefinisikan apa yang disebut HEBAT untuk para remaja. HEBAT adalah akronim yang berarti;
H =Harapan dan Impian
E =Energi Positif
B =Badan Sehat
A =Andal dan Handal
T =Tekad Kuat dan Bulat

Seorang remaja harus memiliki HARAPAN dan IMPIAN, dengan begitu ia tahu hasil apa yang ingin dicapainya. Setelah memiliki harapan dan impian, mereka harus meyakini bahwa harapan dan impiannya adalah baik, untuk dirinya sendiri dan tentu untuk orang banyak. Kebaikan untuk banyak orang diartikan sebagai sikap toleransi yang mengikis egoisme yang semakin menebal dikalangan masyarakat. Sederhanya begini, seorang remaja yang ingin menjadi seorang pembalap, tentu ia hanya melakukan kebut-kebutan diarena balap. Jika ia melakukannya dijalan raya sebagai dalih dari latihan, maka tujuan itu telah menjadi tidak baik bagi banyak orang.Setelah meyakininya, seorang remaja harus memiliki strategi agar bisa mendapatkan impiannya.

Remaja ,yang kita sama-sama ketahui,  memiliki energi besar harus mengetahui dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif. Kepercayaan diri dan kebaikan hati dapat menjadi ENERGI POSITIF. Kesenangan membantu orang menghasilkan lebih banyak energi positif yang dapat berupa bantuan-bantuan dari banyak orang saat kita membutuhkan. Keyakinan bahwa yang baik akan berhasil menguatkan usaha yang kemudian terbentuk nilai-nilai pribadi yang kuat yang berguna untuk menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang dapat melemahkan usaha-usaha menuju kebaikan.

Energi Positif harus diimbangi dengan energi fisik. Kita pasti sudah mengetahui dan memahaminya. Dan energi fisik harus diimabangi oleh energi mental. Seperti pepatah mengatakan, “Di dalam Tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.”  Bahkan saya memercayai juga sebaliknya. Jiwa yang sehat akan menjaga tubuh yang kuat. Remaja tidak membutuhkan ROKOK dan NARKOBA. Mereka hanya membutuhkan aktifitas Tubuh dan Mental yang baik serta informasi yang benar untuk berbadan sehat. Saya percaya bahwa rokok adalah pintu gerbang bagi remaja untuk mencoba barang-barang adiktif lainnya, NARKOBA. Anda tahu, para perokok, bahwa Anda pun sudah tidak lagi membutuhkan rokok saat ini. Anda yang mulai merokok saat remaja, Anda, tidak benar-benar membutuhkan rokok saat itu. Silakan Anda mengingat-ingat hal tersebut. Saat itu Anda hanya butuh diakui agar Anda mendapatkan pengakuan dari teman-teman sebaya Anda, kan? Pada masa itu, remaja sudah mulai mengenal Group Identification. Seorang remaja yang ingin diakui oleh kelompoknya harus memiliki identitas serupa dengan anggota kelompok tersebut. Saat itu lah para remaja mulai membentuk organisasi, hal positif yang rawan tergelincir menjadi negatif seperti pembentukan geng-geng. Saat ini? Saat Anda sudah dengan mudah mendapatkan pergaulan, Anda sudah tidak membutuhkan rokok, kan? Mengapa Anda masih merokok saat ini? Karena pikiran manusia sangat pintar membuat alasan. Pikiran Anda akan mengatakan bahwa Anda membutuhkan rokok karena dengan demikian Anda akan menjadi lebih tenang dan dapat berpikir dengan baik, dan dengan senyum saya menjawab pikiran Anda, “Tanpa Rokok pun, Anda dapat menjadi lebih tenang dan berpikir dengan baik. Jika Anda ingin, silakan hubungi saya di setiawan.andrie@gmail.com dan ijinkan saya memberitahu caranya.

Sudah fitrahnya manusia, ia akan selalu mencari lingkungan sosialnya. Dalam lingkungan tersebut, nyatanya, terdiri dari bermacam-macam orang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap anggota akan menjadi dibutuhkan dan membutuhkan satu sama lain. Dalam hal demikian, ada orang-orang yang sedikit dibutuhkan dan ada yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan remaja, hal ini juga terjadi dengan kekhususan yang disebut solidaritas tinggi. Setiap remaja selalu ingin menjadi anggota kelompok yang dapat diANDALkan dan HANDAL dalam melakukan tugas-tugas kelompoknya. Anda sering mendengar, tentunya, sebuah perkelahian antar pelajar sering kali dipicu hal-hal sepele. Solidaritas yang sangat tinggi ini yang menguatkan hal-hal yang bersifat kebersamaan. Mengarahkan pola pikir REMAJA untuk menjadi HANDAL dan dapat diANDALkan pada hal-hal yang baik akan membantu mereka mendapatkan hal-hal yang menjadi “tugas utama” mereka dalam kelompoknya yaitu MENJADI POPULER diantara para remaja lain.

Setiap fase tumbuh kembang, setiap orang memiliki tugas-tugas dan seorang anak yang beranjak remaja harus diajarkan tentang tujuan hidup. Tentu dengan informasi yang benar, karena ,sekali lagi, saya tidak percaya ada remaja nakal melainkan hanya remaja yang memiliki informasi yang kurang tepat. Tujuan hidup haruslah dapat mereka lihat dengan jelas sehingga mereka tidak mudah “tertipu” oleh rayuan yang seolah memperlihatkan kebaikan namun berdampak membahayakan mereka. Seperti cerita di bawah ini;

Suatu hari ada satu orang Indonesia meninggal dunia dan malaikat menemui jiwanya. Karena orang Indonesia kadang-kadang melakukan kebaikan walau kadang-kadang dampaknya juga merugikan orang lain, maka malaikat tersebut mempersilakan orang ini untuk memilih.

“Kamu ingin masuk surga atau neraka?” Tanya malaikat.

Bingung lah orang ini dan berkata dalam hatinya, “Nah, lho. Kok disuruh milih? Gue jadi bingung nih. Kalo kata orang-orang sih masuk surga enak, dan kenapa gue harus memilih. Pilihannya neraka, lagi. Duh gimana nih...”

Malaikat tahu apa yang menjadi pikirannya dan melanjutkan perkataannya, “Kalau kamu bingung, biar saya tunjukkan bagaimana keadaan neraka dan surga. Mana yang kamu ingin lihat terlebih dahulu?”

“Surga deh, malaikat.” Pilih orang itu.

Dibukanya pintu surga dan terlihat suasana yang tenang dan menenangkan. Sungai mengalir, burung berkicau, suasananya teduh dan orang itu terhentak karena pintu segera ditutup.

“Sekaran saya mau liat neraka.” Pinta orang itu

Pintu neraka dibuka dan terlihat sebuah pesta yang menggembirakan. Semua orang tampak bergembira. Cahaya warna-warni mengelilingi. Orang-orang bisa makan dan minum sepuasnya diiringi musik dan tarian-tarian. Ini benar-benar membuat orang itu bingung karena ternyata NERAKA lebih bergembira. Akhirnya ia memutuskan;

“Saya pilih NERAKA, malaikat.”

“Baik, kamu akan dimasukkan ke dalam neraka besok.”

Keesokannya dengan bersemangat ia menuju neraka dan masuklah ia. Begitu masuk, ia langsung disambut makhluk-makhluk besar mengerikan dan mencambuknya dengan cambuk api dan kepedihan yang tak terperi ia rasakan. Proteslah ia pada malaikat yang mengantarkannya.

“Wahai malaikat, ini tidak seperti yang aku lihat kemarin, bagaimana ini?”

Malaikatpun menjawab, “Hai manusia, tidakkah engkau tahu, kemarin itu NERAKA sedang PROMO.”

Maka saya katakan pada para remaja itu, “Kalau ada yang tawarin narkoba, itu artinya neraka lagi promosi. Hehehe

Hari ini NARKOBA, besok PENJARA, lusa masuk NERAKA. TEKAT KUAT dan BULAT mereka butuhkan untuk bertahan hanya pada tujuan-tujuan yang baik.

POLISI...YES...
PELAJAR...OK...
MAKSIAT...NO...
KEBAJIKAN...YES...YES...YES...OK...

Begitulah komitmen Polisi dan Pelajar Pangkal pinang yang terikat dal bentuk yel yel yang selalu diteriakkan sepanjang acara.

Sunday, April 29, 2012

Surga dalam Sebatang Rokok


Ini bukan penyuluhan untuk berhenti merokok, ini juga bukan kampanye anti rokok, apa lagi gerakan bawah tanah untuk menghancurkan industri rokok.

Ini adalah tulisan dari pengamatan serta pengalaman saya sendiri tentang rokok dan tentu karena tulisan ini adalah artikel serial NLP (Neuro Linguistic Programming) dan Hypnotherapy, maka sudah barang pasti saya melihat rokok dan aktifitasnya dari sudut pandang keilmuan itu.

Dulu saya adalah seorang perokok aktif namun sekarang saya pasif dan istri saya lah yang aktif. Eits... maksudnya aktif mengingatkan saya... “Mas, jangan merokok lagi ya...” hehehe...

Sebagai mantan perokok, sekarang, saya mau tanya Anda yang masih merokok. Apakah Anda merasa senang saat merokok? Hmmm... biar saya baca pikiran Anda... aaah, Anda merasa senang saat merokok, kan?

Pertanyaan kedua, apakah Anda seringkali merasa lebih tenang dengan merokok saat Anda berada dalam masalah? Saya tebak lagi ya... yes, Anda lebih tenang, ya...

Pertanyaan ketiga, apakah dengan merokok Anda merasa dapat memberi nilai tambah pada diri Anda didalam pergaulan/sosial Anda? Yang ini saya juga bisa membaca pikiran Anda, jawabannya Ya, kan.

Dan  selain pertanyaan-pertanyaan diatas, Anda juga sadar dengan bahaya rokok pada tubuh Anda, kan? Anda juga tahu bahwa seringkali saat Anda merokok, orang-orang disekitar Anda merasa terganggu, kan? Anda juga beberapa kali sadar bahwa gangguan tenggorokan, perasaan sesak di dada, serta sakit kepala juga dipengaruhi langsung oleh rokok, kan? Dan beberapa kali Anda mengabaikan itu, benar?

Mengapa banyak perokok yang sadar bahwa perbuatan ini tidak baik tetapi tetap melakukannya?

Sederhana jawabnya, karena mereka sudah menemukan “surga:” dalam sebatang rokok. Dan mohon maaf, jika pasangan Anda, baik suami atau istri Anda, masih merokok sedangkan Anda tidak, artinya Anda adalah bukan “surga”nya. Nah lho... maaf ya, kalau tidak percaya coba tanya pasangan Anda, apakah dia bersedia berhenti merokok untuk Anda?

Banyak perokok yang sudah ditunjukkan bahaya merokok, namun mereka tidak juga berhenti. Kenapa? Karena penyuluhan dan kampanye itu terlalu rasional, sedangkan alasan seseorang merokok 95% adalah emosional.

Lho dari mana angka 95%, Ndrie?
Maaf pembaca budiman, 95% itu juga berasal dari perasaan saya saja...hehehe... karena memang tulisan ini bukan kampanye anti rokok melainkan untuk dirasakan dan dinikmati oleh semua orang.

Dari sudut pandang NLP dan Hypnotherapy jelas dan nyata bahwa seorang perokok setiap menghisap sebatang rokok, ia sedang menguatkan diri mereka bahwa semakin dihisap, semakin tenang, semakin senang, semakin bangga. Kira-kira itulah autosuggestion yang dijalankan tanpa mereka sadari.

Kebiasaan merokok memiliki pola dan semakin pola ini dijalankan dan diyakini ini adalah cara yang baik, semakin kuat perasaan tergantung pada rokok. Duh bingung maksudnya, Ndrie.

Tenang, hehehe, pertama kali Anda merokok juga bingung kenapa orang lain merokok tidak batuk seperti Anda, kenapa mereka bisa mengeluarkan asap lewat hidung, juga kenapa Anda tidak bisa melakukan French Inhale yaitu mengeluarkan asap lewat mulut dan dalam satu waktu menghisapnya memlalui hidung Anda. Kalau Anda masih bingung dengan maksud saya, nikmati saja dulu dan nanti Anda akan bisa menikmatinya.

Ivan Pavlov, seorang ahli psikologi behaviorisme asal Rusia, menunjukkan percobaannya pada tahun 1890 tentang efek pengkondisian pada perilaku. Ia menyiapkan seekor anjing dalam kurungan di laboratoriumnya. Lampu dimatikan. Tahapan percobaan pengkondisian dilakukan dalam urutan sebagai berikut, Bel di bunyikan, Lampu dinyalakan, Makanan disodorkan pada anjing objek penelitian. Perilaku yang diteliti adalah terproduksinya air liur anjing. Secara alamiah, seekor anjing akan mengeluarkan air liur saat hendak makan. Lampu dimatikan kembali, beberapa saat kemudian pola serupa diulang. Bel dibunyikan, lalu lampu dinyalakan, makanan disodorkan, dan anjing mengeluarkan air liur. Pola tersebut dilakukan berulang-ulang dan sampai suatu saat, bel dibunyikan, lampu dinyakanan, namun makanan tidak disodorkan. Apa yang terjadi? Anjing tersebut tetap mengeluarkan liur. Anjing tersebut sudah memelajari polanya, bahwa setiap kali bel berbunyi lalu lampu akan menyala, maka makanan akan ia dapatkan.

Merokok juga memiliki pola, kan? Pertanyaan lagi untuk Anda yang merokok. Kapan pertama kali Anda merokok? Apa alasan Anda merokok?

Pertama kali saya merokok adalah saat saya masih di bangku sekolah menengah atas. Saya merasa bahwa merokok memberi nilai tambah bagi saya untuk bisa bergaul dengan teman-teman lain. Saya memiliki banyak teman khususnya orang-orang yang suka dengan pelajaran sekolah. Bukan sombong, sejak dibangku sekolah saya cukup dikenal sebagai anak yang (sok) pintar, hehehe...

Memang ternyata benar, dengan merokok saya bisa memiliki lebih banyak teman. Setiap kali berkumpul, saya merokok. Saya yakin, beberapa dari Anda memiliki alasan yang sama untuk merokok, tetapi mengapa para perokok tetap merokok padahal sebenarnya mereka tidak lagi membutuhkan rokok untuk bergaul karena saat ini situasi sudah berubah. Anda sudah jauh lebih cerdas untuk mendapatkan lingkungan sosial Anda, tidak seperti pada masa sekolah dulu.

Walau saat ini dengan mudah Anda bisa mendapatkan teman, rokok tetap tidak bisa ditinggalkan. Kenapa?

Kembali pada teori pengkondisian Pavlov tadi. Pikiran Anda sudah dikondisikan untuk mengkonsumsi rokok. Setiap kali mengkonsumsinya, muncul perasaan senang, tenang, dan bahagia yang dibutuhkan untuk pergaulan masa lalu. Walau pergaulan Anda sudah berubah, Anda merasa tetap membutuhkan hal itu. Dan cara yang paling sederhana yang pikiran Anda tahu adalah dengan merokok. Semakin sering Anda lakukan, semakin yakin pikiran Anda bahwa ini adalah satu-satunya cara atau paling tidak termasuk dalam TOP TEN cara bahagia yang Anda tahu. Repotnya, Anda menjadi semakin dan semakin tergantung pada rokok bahkan sampai saat Anda telah mengetahui bahaya dari rokok.

Saya sering mendengar ungkapan seorang bapak, “Wah, kalo saya mah udah terlanjur. Tapi jangan sampe anak saya ngerokok seperti saya.”

Dalam hati tertawa, mana bisa bos! Anak kan mengidolakan orangtua nya. Anda paham kan maksud saya. Ya kemungkinan besar anaknya juga akan merokok.

Lalu sekarang apa yang kita harus lakukan bagi kita yang sering menjadi “korban” para perokok aktif?

BERDOA! Supaya perokok aktif sadar. Hehehe... memang gak ada yang lain walau saya mengusulkan beberapa cara setelah ini.

PERTAMA, kesadaran para perokok untuk tidak menjadi orang yang egois. Setiap kali selesai merokok, Anda sedang meracuni orang yang katanya Anda cintai. Katanya cinta tapi kok gitu? Apa? Cuma katanya? Hehehe... pantesan...

KEDUA. Cara ini hanya dilakukan jika cara pertama tidak manjur. Berdasarkan beberapa penelitian, perokok tidak akan berhenti dengan cara PERTAMA...hehehe... makanya ada cara KEDUA. Para perokok adalah orang yang merasa bahwa lingkungan sosialnya sangat berpengaruh dalam hidupnya. Bisa dibilang mereka sangat SOSIAL bukan SOK SIAL. Karenanya SOSIALnya lah yang dapat menghentikannya. Protes sosial akan lebih didengarkan dari protes istrinya. Tidak percaya? Coba saja.

Cara KETIGA. Dengan teknik sederhana hipnosis. Yang dicari orang saat merokok adalah ketenangan, kesenangan, dan kebahagiaan. Yang saya maksud disini adalah para perokok senior ya... Kalau ABG sih merokok untuk gaya-gayaan doang... Padahal uangnya juga masih minta ortu.

Sebenarnya, saat seseorang merokok, yang dilakukan adalah menarik nafas panjang. Menarik nafas panjang akan memberi kesempatan bagi jantung untuk berdetak lebih lambat dan tubuh menjadi lebih santai, tenang. Saat Anda mengembuskan asap, Anda juga melakukannya dengan hembusan panjang, kan? Itu adalah sebuah teknik pernapasan untuk menjadi relaks. Karena pada saat itu Anda belum mengetahui cara ini, wajar saja kalau Anda menganggap bahwa ketenangan itu adalah ulah dari batang rokok yang Anda hisap.

Saat Anda membutuhkan ketenangan, lakukan ini... Dengarkan kata-kata saya....

TARIK NAFAS PANJANG, DAN HEMBUSKAN PERLAHAN...
LAKUKAN LAGI DAN SEKARANG LAKUKAN EMPAT HITUNGAN SETIAP MENARIK DAN MENGHEMBUSKAN NAFAS ANDA....

TARIK NAFAS...1...2...3...4...TAHAN.... HEMBUSKAN...1...2...3...4... LAKUKAN BERULANG KALI...

DENGARKAN SAYA, SAMBIL MELAKUKAN LATIHAN INI, BAYANGKAN... SETIAP KALI ANDA MENGHISAP ASAP BERBAU TENGIK, ADA ORANG-ORANG YANG TERTAWA KARENA MEREKA MENDAPATKAN UANG BANYAK DARI ANDA, DARI KETIDAK PAHAMAN ANDA BAHKAN MEREKA TIDAK MELAKUKANNYA KARENA MEREKA HANYA MENGINGINKAN UANG ANDA.

BISA KAH ANDA MEMBAYANGKANNYA....

Sekali lagi, ini bukan kampanye anti rokok, hanya mengulas bahwa hipnosis dapat membuat Anda terlepas dari ketergantungan. Ingat, seharusnya bukan Anda yang bergantung pada rokok, tetapi rokoklah yang bergantung pada Anda.