Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label Brain. Show all posts
Showing posts with label Brain. Show all posts

Saturday, August 22, 2015

ORANG MUSLIM KAYA

Jika orang Muslim kaya, itu memang keren.

Tapi perlu diperhatikan bahwa ia harus muslim (berserah diri pada Allah) dahulu barulah menjadi kaya.

Tidak seharusnya untuk menjadi muslim (berserah diri  pada Allah) seseorang menunggu menjadi kaya terlebih dahulu. Jangan-jangan belum sempat menjadi muslim, kita sudah keburu dipanggil Allah. Bahkan bisa jadi sebelum kaya, kita sudah meninggal.

Jika proses KAYA mendahului menjadi MUSLIM, bisa jadi inilah yg terjadi KAYA MUSLIM (seperti orang muslim), gak bener-bener muslim, gak Kaffah, alias muslim KW.

Dan jika masih ada orang yang berdalih menjadi muslim dapat berbarengan dengan menjadi kaya, menurus saya itu juga tidak memiliki makna, lihatlah ini "Mkuasylaim". Anda tidak sedang salah baca atau bukan pula salah eja. Kata tersebut adalah pemaksaan proses menjadi Muslim dan Kaya secara bersamaan.

Maka menjadi muslim lah terlebih dahulu barulah menjadi kaya (MUSLIM KAYA), hal ini menjadi lebih bermakna jika prosesnya dibalik (KAYA MUSLIM), terlihat seperti muslim saja tapi sesungguhnya bukan. Dan jangan pula memaksakan prosesnya menjadi MUSLIM dan KAYA secara bersamaan, maka akan menjadi MKUASYLAIM. Tidak ada maknanya.

Menjadi Muslim yang kaya tidak akan risau jika Allah ambil kembali kekayaannya. Menjadi kaya muslim akan galau jika Allah mengambil hartanya. Menjadi MKUASYLAIM, hidupnya pasti stress, hehehe (membacanya saja sudah stress apalagi menjalaninya).

Muslim tidak harus kaya, tetapi muslim kaya bisa membuat hidup lebih bermakna, insyaa Allah.


“Sekelompok fakir dari kaum muhajirin mendatangi Nabi SAW, lalu mengadu: beruntunglah para orang kaya, mereka memilik derajat, kehormatan dan kedudukan. Rasul SAW berkata: apa yang kalian maksud. Mereka menjawab: Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan mereka sedekah sedangkan kami tidak bisa bersedekah serta mereka bisa memerdekakan budak sedangkan kami tidak bisa. Rasul SAW bersabda: maukah aku ajarkan sebuah amalan yang bisa mengungguli orang-orang sebelum dan sedudah kalian dan tidak ada yang bisa menandingi derajat kalian kecuali mereka yang berbuat seperti yang kalian amalkan. Mereka menjawab; baiklah, ya Rasulullah. Rasul bersabda: bacalah tasbih, takbir dan tahmid setiap selesai shalat masing-masing sebanyak 33 kali. Abu Shalih berkata: Kemudian orang-orang miskin itu kembali menemui Rasul SAW dan mengadu: ‘Orang-orang kaya telah mendengar hal itu dan mereka juga melakukan hal yang sama sebagaimana yang kami perbuat. Rasul SAW bersabda: Itulah kelebihan yang deberikan Allah SWT kepada siapa yang dikehendaki.” (H.R Muslim: 936)

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Sunday, December 8, 2013

INVESTASI BUKAN (hanya) MATEMATIS, TETAPI (juga) PSIKOLOGIS

Dahulu, saya menganggap bahwa investasi adalah urusan bank dan juga lembaga keuangan lainnya yang saya tidak tahu apa itu. Investasi benar-benar alien bagi saya. Lalu saya mulai belajar tentang apa itu investasi. Diawal masa belajar, saya (seperti kebanyakan orang lainnya) menganggap bahwa investasi adalah benda matematis dimana semua isinya adalah perhitungan matematika. Seperti; berapa dana (modal) yang akan dinvestasikan, berapa tingkat pengembalian atau bunga yang diperoleh, jika dikalikan keduanya maka berapa yang akan saya dapatkan dalam beberapa tahun kedepan. Namun ternyata saya salah. Investasi bukanlah benda matematis, tetapi perihal psikologis.

Yang paling mudah untuk dilihat, beberapa diantaranya, adalah melonjaknya harga emas ditahun 2008 dan 2009 an, dimana orang tidak percaya kekuatan dolar Amerika dan mereka menukarkan dolar dengan emas sehingga permintaan akan emas meingkat tajam yang mengakibatkan harga emas melambung.

Kedua, adalah yang baru-baru saja terjadi, yaitu melonjaknya harga dolar Amerika. Persediaan dolar Amerika di Indonesia menipis karena isu tapering off Quantitative Easing. Quantitative Easing adalah kebijakan bank sentral suatu negara untuk “membanjiri” masyarakat dengan cash sehingga pasar akan bergairah karena mudah mendapatkan kredit karena kemampuan membayar yang tinggi dan tentunya akan menggerakkan roda perekonomian negara tersebut. Namun akhir-akhir ini pemerintah Amerika berencana mengontrol kembali jumlah uang tunai yang beredar. Hal ini ditanggapi oleh investor dengan menukarkan rupiahnya dengan dolar Amerika agar ketika kebijakan ini jadi dijalankan, mereka tidak kekurangan dolar. Perlahan lalu pasti, dolar menghilang dipasaran dan membuat Rupiah tertekan dan nilainya jatuh. Mengapa Rupiah jatuh dan bertekuk lutut dihadapan Dolar Amerika? Psikologis! Mereka lebih percaya dolar ketimbang Rupiah. Percaya atau tidaknya seseorang adalah bukan matematis melainkan psikologis. Ditambah lagi, orang-orang yang tidak mencintai negaranya sendiri, Indonesia Raya, ikut-ikutan memborong Dolar Amerika yang malah membuat nilai Rupiah makin menyusut.

Satu lagi, harga-harga saham yang sangat bergantung pada harapan atau ekspektasi investor. Saat investor percaya bahwa sebuah saham harganya akan naik dan kemudian orang-orang ikut memercayai hal tersebut, maka permintaan akan saham tersebut meningkat dan dengan demikian meningkatkan harga saham tersebut. Sebaliknya, orang-orang akan menjual sahamnya saat mereka tidak memercayai bahwa perusahaan tersebut tidak akan memberikan keuntungan yang baik ditahun yang sama, maka setiap orang menjual saham perusahaan tersebut yang membuat persediaan saham perusahaan tersebut  berlimpah dipasar kemudian menuruhkan harga saham tersebut. Nyatanya, di tahun 2008 beberapa perusahaan dipercaya tidak akan memberikan keuntungan yang baik hingga sahamnya jatuh, namun tetap saja perusahaan tersebut dapat menciptakan untung besar diakhir tahun.

Melonjaknya harga emas, dolar, dan saham, sangat dipengaruhi oleh keputusan psikologis bukan matematis.


Hal serupa juga terjadi saat kita memutuskan apakah memulai investasi atau menundanya. Jika semua orang berpikir matematis, maka tidak akan ada orang yang menunda investasi. Mari kita lihat contoh dibawah ini;


Ali memutuskan untuk berinvestasi lebih awal untuk persiapan masa pensiunnya sedangkan Amir menundanya hingga beberapa tahun lagi. Ali, yang memulai lebih awal, hanya mengeluarkan dana Rp. 72 juta dan mendapatkan dana yang jauh lebih besar dari pada Amir yang mengeluarkan uang lebih besar, yaitu Rp 168 juta. Jelas bahwa Investasi Bukan (hanya) Matematis, Tetapi (juga) Psikologis.

Tool diatas dapat di download dalam format Ms Excel disini.

Tuesday, October 22, 2013

APAKAH BOLEH BERHAYAL TINGGI?

Pertanyaan ini mungkin pernah ditanyakan pada Anda atau mungkin Anda sendiri pernah menanyakan pertanyaan ini. Saat mendapatkan pertanyaan ini, saya menjawab BOLEH. Saya tidak membedakan menghayal, bermimpi, bercita-cita atau sejenisnya karena terkadang, kawan bicara kita tidak bisa membedakan hal-hal tersebut. 

Persamaan dari ketiganya adalah adanya aktivitas mental untuk membayangkan atau visualisasi. Sebagian orang, setelah proses visualisasi, melakukan proses mental yang berikutnya yaitu membuat keputusan apakah ingin mendapatkan apa yang telah dibayangkan atau membiarkan bayangan tersebut sebagai gambaran mental biasa. 

Bercita-cita memiliki rumah dan mobil? Jika Anda menginginkannya, segera putuskan dan katakan pada diri Anda bahwa Anda menginginkannya. 

Buat yang masih sendiri yang menginginkan keluarga yang baik dengan memiliki pasangan yang baik? Segera komunikasi-kan pada pikiran dan perasaan Anda. Katakan bahwa Anda sangat mau untuk mendapatkannya. Menginginkan hal lain pun, Anda hanya tinggal membayangkan dan memutuskan, MAU atau TIDAK. 

Apakah semudah itu? InsyaAllah Ya. Anda melihat buah mangga menggantung di pohonnya dan Anda menginginkannya. Anda mengatakan pada pemiliknya dan ia mengijinkan Anda memakannya, lalu apa yang kemudian Anda harus lakukan? Tentu Anda harus mengambilnya dengan cara-cara yang diperkenankan. 

Dalam konteks spiritual, dunia ini milik Tuhan termasuk apa yang kita miliki dalam pikiran dan perasaan. Tuhan yang Maha Pengasih akan memberi apa yang Anda minta. Setelah itu, jemputlah rizki Nya. 

Berhayallah, Bermimpilah, Bercita-citalah kemudian putuskan bahwa Anda menginginkannya karena yang demikian itu Anda sedang menciptakan peta dalam pikiran Anda kemana Anda akan menuju. Menuju tempat yang belum Anda ketahui, membutuhkan peta yang lengkap dan detil. Membayangkan apa yang Anda inginkan adalah proses pembuatan "peta"dalam pikiran Anda.

Thursday, September 5, 2013

GEJALA TIDAK PERCAYA DIRI DAN CARA MENGATASINYA

Kita sering mendengar frasa ini dan lebih sering terdengar dengan PeDe (singkatan dari Percaya Diri). Mungkin juga sering kali kita merasa dan berpikir bahwa kita sudah cukup percaya diri namun beberapa kali saya menjumpai orang yang mengatakan ini sebenarnya ia sedang tidak percaya diri dan sedang menutupi ketidak-percayaan dirinya itu.
Berikut adalah gejala-gejala saat kita tidak sedang percaya diri;
      
      1.       Ketidakmampuan memercayai
Sulit sekali untuk memercayai baik itu diri sendiri maupun memercayai orang lain. Sulit pula memercayai bahwa yang ia terima atau yang ia lakukan adalah benar. Saat kita dalam situasi seperti ini, kita menjadi sangat bingung. Tekanan mental atau yang sering kita sebut stres bisa bermula dari hal ini.

Bagaimana mengatasi hal ini: Teman yang baik dan dapat dipercaya dapat dimintai pendapatnya. Walaupun sarannya tidak sepenuhnya benar, dengarkanlah. Bila perlu catat plus dan minusnya yang akan terjadi jika saran itu dilakukan.

      2.       Bergosip atau bergunjing
Seringkali kita bergunjing untuk merendahkan pihak lain dan meninggikan diri sendiri. Orang yang tinggi tetaplah tinggi dan tidak akan menjadi rendah karena pembicaraan negatif. Sebaliknya, orang yang biasa-biasa saja malah seringkali mendapat posisi yang tinggi karena pembicaraan negatif.

Saat kita bergunjing, sebenarnya kita sedang merendahkan diri sendiri namun sering kali kita tidak menyadarinya karena biasanya orang-orang yang mengajak atau sedang kita ajak bergunjing juga sedang merendahkan diri mereka sendiri. Nah, kebayang kan, saat semua sama-sama merendahkan diri, kita tidak sadar siapa yang lebih tinggi. Untuk mengetahui ini, dengarkanlah orang yang sedang bergunjing namun tetaplah berada diluar aktifitas bergunjing itu. Anda akan segera menyadari bahwa orang-orang yang bergunjing sedang membuka kelemahannya sendiri.

Bagaimana mengatasi hal ini: Stop bergunjing! Saat dipaksa masuk dalam aktifitas pergunjingan, dengarkanlah sesaat kemudian berikanlah kesimpulan positif dari apa yang sudah dibicarakan, dijamin besok-besok Anda tidak lagi diajak bergunjing. Misalnya:

Gossips: Si Wati tuh ya, selalu aja kalo ngerjain sesuatu gak pernah bener. Masa ngerjain kerjaan kaya begitu aja lama bener. Kalo gue ya, mungkin sebentar aja udah kelar kaleee...

Anda: Bisa jadi dia ngerjain itu dan butuh waktu lebih lama karena dia harus teliti banget. Bagus kan kalau teliti, jadi terhindar dari kesalahan yang harusnya gak terjadi nantinya. Heeeeee...?? Gimana?

      3.       Membandingkan diri dengan orang lain.
Membandingkan dengan orang lain tidaklah salah, terlebih jika niatnya adalah untuk perbaikan diri. Saya sering membandingkan diri saya dengan para pembicara senior yang sudah lebih dulu berkarya dalam dunia pembicara publik dan selalu ingin menjadi seperti mereka.

Tapi jika membandingkan untuk mencari kesalahan orang lain dan meninggikan citra diri sendiri dihadapan orang lain, ini adalah tanda-tanda tidak percaya diri.

Bagaimana mengatasi hal ini: Percayalah bahwa Tuhan menciptakan Anda dengan banyak kelebihan. Jika Anda saat ini merasa tidak demikian, Anda hanya belum menyadarinya. Anda tentu tahu bahwa citra diri yang positif dapat dibentuk bukan dengan merendahkan citra orang lain. Dan jika Anda masih menggunakan cara ini, sadarlah bahwa cara ini sudah usang. Orang-orang tidak menyukai iklan televisi yang merendahkan dan mencari keburukan produk lain. Dampaknya, seperti sebuah kesepakatan orang-orang tersebut tidak membeli iklan yang menjelek-jelekkan.

Fokus saja pada apa yang bisa Anda berikan pada banyak orang. Dengan begitu, pikiran Anda akan sibuk memberi daripada meminta. Memberi manfaat akan meningkatkan citra diri Anda daripada meminta dianggap positif yang tidak bertampak langsung terhadap manfaat yang dirasakan orang lain.

Saat tulisan ini dibuat, saya baru saja selesai memberikan pelatihan kepada tenaga penjual asuransi jiwa #1 di Indonesia. Salah satu ketakutan terbesar adalah ketika citra diri mereka beserta produk yang dibawanya dianggap tidak baik oleh orang lain. Kembali diingat bahwa didnia ini tidak semua orang akan langsung menyukai kita, beberapa orang membutuhkan proses menilai apakah kita benar-benar bermanfaat atau bahkan mendambah masalah mereka.

      4.       Tidak tahan menerima kritik
Kritik memang sering kali diasosiasikan dengan hal negatif dan beberapa kali orang mengaitkannya dengan penyerangan secara psikologis terhadap diri kita. Jika kita tidak nyaman menerima kritik, itu adalah hal biasa karena secara sosial manusia ingin menjadi manfaat bagi sesama dan kritikan sering kali dianggap sebagai penolakan atas apa yang telah dilakukan.

Bagaimana mengatasi hal ini: Kita tidak bisa mengubah kritikan yang telah dilontarkan tetapi kita bisa mengubah persepsi saat menerimanya, sehingga kita tidak tergesa-gesa merespon dan terkesan melakukan pembelaan yang tidak mendasar. Orang-orang yang memiliki kedewasaan mental yang matang dapat meresepon kritikan dengan baik. Mereka menunggu dan mendengarkan kritikan mencari makna positif dari kritik tersebut.
Contoh,

Kritik: “Seharusnya perusahaah asuransi Anda, yang katanya no. 1, bisa memberikan pelayanan lebih baik dari perusahaan lainnya dong. Pelayanan untuk hal ini harusnya lebih cepat dan tidak memakan waktu lama seperti ini.”

Anda: “Saya setuju, Pak. Memang seharusnya hal ini bisa lebih cepat. Kami masih terus melakukan perbaikan dalam hal ini. Proses penilaian risiko perusahaan kami dilakukan secara hati-hati sehingga hal ini memakan waktu sedikit lebih lama namun demikian kami terus melakukan perbaikan.” (Tersenyumlah)

      5.       Pembelaan diri.
Saat Anda membela diri, hal itu menunjukkan bahwa Anda sedang merasa diserang. Membela diri adalah keharusan. Membiarkan diri diserang secara pesikologis tanpa pembelaan akan melemahkan mental diri dan lama kelamaan diri Anda akan memercayaai bahwa Anda adalah seseorang dengan nilai diri yang rendah.

Lagi-lagi ada tapinya, Pembelaan diri yang terburu-buru tanpa dipikirkan terlebih dahulu seringkali menjadi hal yang akan disesali karena belum tentu Anda saat itu sedang diserang.

Seperti pembahasan sebelumnya, pembelaan diri kadang-kadang datang saat kita menerima kritikan atau saat kita merasa sedang disalahkan.

Bagaimana mengatasi hal ini: Sama seperti saat menerima kritik, tunggu dan dengarkan lah terlebih dahulu kemudian setelah cukup waktu Anda dapat meresponnya. Beberapa kali, kita dengan mudahnya dapat tersulut emosi ketika disalahkan. Sadarlah bahwa ketika Anda tidak sedang berniat berbuat salah, sesungguhnya itu hanya lah pelajaran. Meminta maaf dengan baik akan melegakan situasinya

Bersambung dengan gejala-gejala tidak percaya diri lainnya seperti;

     6.       Menghindari penolakan 
     7.       Menghindari kemungkinan gagal
     8.       Marah-marah pada orang lain (khususnya marah yang tidak pada tempatnya)
     9.       Kecenderungan menjatuhkan orang lain
   10.   Perilaku agresif
   11.   Penundaan
   12.   Mementingkan siapa yang benar
   13.   Tidak mampu menerima pujian
   14.   Keengganan menerima risiko

   15.   Cepat bereaksi ketika merasa diserang

Wednesday, July 17, 2013

UANG MEMANG PENTING TAPI BUKAN SEGALANYA

Sahabat, apakah Anda tahu apa alasan Anda melakukan pekerjaan setiap hari? Uang? Mengapa? Tidak ada yang lain? Sering kali kita terjebak dalam asumsi yang sepertinya benar tapi berbahaya menyesatkan.

Dengarkanlah ungkapan ini, “Uang Memang Bukan Segalanya, tetapi Segalanya Butuh Uang.” Entah siapa yang pertama kali menciptakan kalimat penuh daya hipnotis ini. Kalimat pertama yang langsung direspon oleh pikiran Anda bahwa itu adalah sebuah kebenaran yang dengan cepat disusul oleh kalimat yang mengarahkan pikiran Anda pada arah yang berbeda. Saking cepatnya, pikiran Anda tidak sempat menyaring pesan dibalik kalimat itu.

Lihatlah kejadian ini, dalam sebuah seminar wirausaha seorang pemuda menghampiri seorang pengusaha muda. Dengan canggung pemuda ini memulai percakapan,

“Selamat pagi, Pak. Senang bisa bertemu Anda dan saya sangat ingin menjadi kaya raya seperti Bapak.” Bilang pemuda ini.

Pengusaha ini bertanya, “Sebagai seorang pemuda, berapa kekayaan yang Anda inginkan saat ini?”

“Bagi saya, Satu Miliar Rupiah sangatlah hebat, Pak.” Jawab pemuda ini.

“Mas, maukah Anda mendapatkan Satu Miliar Rupiah dari saya tapi Anda harus menukarnya dengan kedua mata Anda? Maukah Anda menukarnya dengan kedua lengan Anda? Maukah Anda menukarnya dengan kedua kaki Anda? Dengan jantung Anda? Dengan Hati Anda? Dengan otak Anda?” Kata pengusaha muda ini sambil tersenyum dan kemudian melanjutkan, “Anda sudah sangat kaya dan kekayaan Anda melekat pada diri Anda, Mas.”

Di tempat lain, sebut saja Ali, seorang manajer di sebuah perusahaan terkemuka yang selalu berangkat ke kantor setengah enam pagi hari dan baru pulang biasanya jam sembilan malam, bahkan tidak jarang ia sampai rumah jam sebelas malam.

Malam ini Ani anaknya yang masih berumur tujuh tahun sengaja menunggu Ali, ayahnya, pulang dari kantor yang sekitar jam sebelas malam baru sampai rumah saat itu.

“Ani, kenapa kamu belum tidur, Nak?” Tanya Ali sambil melempar senyum pada anaknya.

“Aku sengaja nunggu Papa karena ada yang mau aku tanyakan, Pa.” Jawab anak perempuan yang lucu ini dengan kepolosannya.

“Kamu mau tanya apa?” Tanya Ali lagi.

“Berapa gaji Papa sebulan, Pa?” Lanjut Ani.

Sambil membereskan pakaian ganti karena Ali segera ingin mandi, Ali menjawab, “Kamu hitung sendiri ya, Papa sehari dibayar Rp. 700.000 dan Papa bekerja rata-rata selama sepuluh jam sehari dan bekerja selama 24 hari sebulan.”

“Oh, berarti Papa digaji Rp. 70.000 sejam ya? Boleh aku pinjam uang Lima Ribu rupiah aja, Pa?” Minta Ani.

“Ani! Kamu mau apa sih, malam-malam begini tanya gaji terus pinjam uang segala. Papa capek besok harus bekerja lagi. Sudah, kamu tidur sana!” Sergah Ali dengan keras.

Dengan wajah sedih, Ani menundukkan kepala tidak berani menatap Papanya, berbalik badan dan berjalan dengan lemas menuju kamarnya.

Ali merasa bersalah karena berbicara keras pada anaknya yang lucu itu, tak lama kemudian ia menyusul kekamar Anaknya. Terlihat Ani sedang duduk sedang memegang celengannya.

“Maafkan Papa sudah bicara keras sama kamu, Nak. Kalau kamu mau beli mainan, besok Papa belikan ya, tidak perlu meminjam uang segala. Saat ini sudah malam, kita tunggu sampai besok ya.” Jelas Ali kepada Ani

“Ani gak mau beli mainan, Pa. Ani Cuma mau main sama Papa setengah jam saja. Karena kata Mama waktu Papa sangat berharga. Ani sudah hitung gaji Papa dan Tabungan Ani cuma Rp. 30.000, untuk meminta waktu Papa setengah jam membutuhkan Rp. 35.000, makanya Ani mau pinjam Lima ribu supaya bisa main sama Papa.” Jawab Ani sambil menangis.

Napas Ali menjadi sesak dengan mata berkaca-kaca, sama seperti sesaknya napas saya dan mata yang mulai berair ketika menulis kembali sebuah cerita yang pernah saya baca dari sebuah buku ini.

Sahabat, uang memang penting, tapi bukan segalanya. Seorang filusuf Cina, Konfusius, memiliki tiga pertanyaan dahsyat bagi saya sampai saat ini. Jika ingin sukses, jawablah tiga pertanyaann ini, 

1.  Apakah Anda sadar bahwa ada orang-orang yang mencintai dan mendukung Anda untuk menjadi sukses?

2. Apakah Anda memiliki orang-orang yang Anda cintai?

3. Apakah Anda tahu apa yang Anda lakukan esok untuk mencapai kesuksesan itu?

Jika Anda bisa menjawab semua pertanyaan dengan YA, Anda adalah orang yang bahagia. Kebahagiaan bukan uang dan uang tidak secara sederhana langsung membuat Anda bahagia. Di meja kerja, saya menempelkan selembar uang Seratus Ribu Rupiah yang mengundang pertanyaan beberapa kawan saya. Bukan bermaksud sombong, tetapi saya sedang mengajarkan pada pikiran saya bahwa;

UANG adalah sekedar kertas dan tetaplah selembar kertas dan terus akan begitu. Uang itu tidak akan berguna sebelum aku membelanjakannya untuk sesuatu yang bermanfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan orang-orang sekitar. Yang aku cari bukanlah uang, tetapi manfaat yang bernilai dari uang tersebut yang akan membawa kebahagiaan bagi ku dan orang-orang sekitar. aku membuka pikiran ku untuk menerima keberlimpahan yang akan tersalurkan pada orang-orang disekeliling ku. Menjadi Gardu Rejeki yang tidak pernah menghamba pada Uang. Kebahagiaan adalah bukan tentang uang dan kekayaan yang sebenarnya adalah jika aku tahu cara menghasilkan uang, membelanjakannya, menyimpan, dan mengembangkannya, serta menikmatinya. Aku menikmati hidupku karena ada orang-orang yang mencintaiku dan aku cintai, dan aku menikmati apa yang aku kerjakan.

Salam Keberlimpahan dari Pontianak,

Sedang Mengajar untuk 30 orang agen asuransi tentang perencanaan keuangan     


Tuesday, May 21, 2013

RAPIHIN HIDUP LO!

Pagi-pagi, yang selalu lain dari biasanya kami para trainer luar biasa bersiap-siap untuk memberikan energi luar biasa pada pada para peserta dan mendadak terdengar kalimat dari kawan kami, Ronny (sebut saja begitu-bukan nama sebenarnya) berkata pada kami semua, “Ayo rapihin meja dan rapihin muka.” (hehehe) Kami semua tertawa mendengarnya kemudian saya melanjutkan, “Rapihin juga hidup lo (hehehe).” Kembali kalimat-kalimat itu menjadi energi kami di pagi hari.

Merapikan Hidup? Apakah bisa? Bukankah hidup sudah digariskan Tuhan? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah melakukan hal ini atau Anda tidak tahu apakah bisa, perlu, atau harus merapikan hidup?

Penemuan terhebat abad ini adalah bukan tentang penemuan komputer ultra tipis, bukan tentang handphone super pintar, bukan pula tentang kendaraan super cepat. Penemuan terhebat abad ini adalah Tentang bagaimana manusia bisa mengubah nasibnya dengan cara mengubah cara berpikirnya.

“Lho lha ya itu... kan nasib sudah digariskan Tuhan?”  Tuhan menciptakan manusia dengan dua hal yang menyertai Takdir dan Nasib. Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang akan selalu mentakdirkan kebaikan bagi manusia, bagi Anda, bagi saya, dan bagi kita semua. Nasib? Tuhan menyerahkan nasib untuk manusia tentukan sendiri. Nasib Anda adalah keputusan Anda sendiri. Apa yang Anda dapatkan hari ini adalah keputusan yang telah Anda buat kemarin. Apa yang akan Anda dapatkan besok adalah keputusan yang Anda buat hari ini. Mereka yang hari ini merasa bahagia adalah karena mereka telah memutuskan untuk berbahagia hari ini. Jika Anda belum bahagia hari ini, putuskanlah besok untuk berbahagia. Saya tunggu kabar dari Anda besok apakah yang Anda putuskan itu terjadi. Email saya ke setiawan.andrie@gmail.com. Jika Anda tidak bahagia besok, garansi uang kembali, (hehehe). Karena Anda tidak membayar sepeser pun uang pada saya, maka tidak ada uang kembali namun bisa saya pastikan jika Anda tetap tidak bahagia besok, garansi kesedihan dan beban hidup akan kembali. Putuskan ya, BAHAGIA.

Bagaimana Nasib Anda terbentuk. 

PIKIRAN menjadi PERKATAAN berubah menjadi PERBUATAN yang dilakukan berulang-ulang kemudian menjadi KEBIASAAN melekat dalam diri menjadi KARAKTER dan jadilah NASIB

PIKIRAN = PERKATAAN =PERBUATAN = KEBIASAAN = KARAKTER = NASIB.

Contoh sederhana,

Misalnya, Anda punya pikiran buruk tentang pekerjaan Anda, pekerjaan membosankan, tidak layak untuk Anda, lingkungan tidak menyenangkan, atasan menyebalkan, dan lain-lain. Begitu hal-hal tersebut yang terpikirkan, sesekali Anda akan mengatakan hal tersebut pada orang lain paling tidak pada diri sendiri, “Payah dah kerjaan gue, gitu-gitu aja.”

Memang kemudian, hari berikutnya Anda merasakan bahwa pekerjaan Anda tidak ada yang berbeda dari biasanya, gitu-gitu aja. Setiap berangkat ke tempat kerja perilaku Anda mulai menampakkan penurunan. Bahu turun, Wajah turun, langkah berat, kaki diseret, senyum tak terkembang dan hanya cemberut. Hal ini terjadi berualang-ulang setiap hari dan makin memantabkan karakter Anda yang menjadi sering mengeluh dan perilaku negatif lainnya.

Suatu hari, ada promosi di tempat Anda bekerja, atasan Anda mencari kandidat yang bisa menjalankan tantangan mengatur proyek sebagai syarat promosi, sayang sekali Anda tidak terpilih, atasan Anda menyerahkan proyek tersebut pada kawan Anda yang selalu tersenyum pada setiap orang, yang sangat bersemangat dalam melakukan pekerjaannya, dan kebiasaan membantu orang-orang di tempat kerjanya. Dan Anda hanya akan bilang, “Yah... memang dah NASIB gue dah gak promosi.”

Nah, kan? Apa yang saya bilang? Nasib Anda bergantung pada Pikiran Anda. Jika ada pikiran yang akan melemah kan Anda, segera ubah pikiran tersebut yang sesuai dengan hati Anda.

Pikiran Melemahkan
Pikiran Menguatkan
“Duh, capek banget nih kerjaan.”
“Saya tau, capek adalah tanda bahwa gue sudah melakukan tugas saya secara maksimal. Saya Cuma harus belajar mengatur energi saya.”
“Nih kerjaan gak selesai-selesai.”
“Nah, kesempatan mempraktekkan ilmu komunikasi untuk melipat gandakan energi, cari bantuan temen aaaah.”
“Bete deh nih kerjaan, gak ada apa yang beda.”
“Semakin sering dilakukan saya akan semakin ahli, dan orang ahli bayarannya mahal, asyiiiik.”
“Bos bisanya Cuma merintah doang, kerjain dong.”
“Ini dia waktunya latihan untuk jadi bos. Pemimpin yang baik bermula dari menjadi pengikut yang baik. Kalau dari atasan saya yang tidak baik, saya jadi tahu bagaimana menjadi pemimpin yang baik.”
Dll...
Dll...

Pikiran-pikiran ini bagaikan virus, begitu Anda katakan pada orang lain, masing-masing memiliki efek yang berbeda. Pikiran yang melemahkan akan menginfeksi pikiran orang lain menjadi lemah dan sebaliknya pikiran yang menguatkan akan membuat orang lain menjadi kuat. Untuk merapikan nasib kita, memang kita harus merapikan pikiran kita.

...DISCLAIMER...
“PERHATIAN! ILMU DIATAS SANGAT DAHSYAT KETIKA DIPRAKTEKKAN. DAMPAK NEGATIF DARI PIKIRAN YANG MELEMAHKAN MENJADI TANGGUNG JAWAB ANDA SENDIRI SEDANG DAMPAK POSITIF DARI PIKIRAN YANG MENGUATKAN AKAN MENJADI DOA BAGI SAYA DAN ANDA SEMUA.”

Monday, April 22, 2013

SAKIT KEPALA? BERSUJUDLAH

Bagi orang kota, sakit kepala mungkin sudah biasa. Karena biasa, itu malah mengganggu. Sebentar-sebentar seseorang bisa mengalami sakit kepala. Dari mulai sekala ringan, lalu sedang, bahkan hingga yang sangat menyakitkan.

Menurut penelitian, 75% penyakit yang diderita orang kota adalah psikosomatis. Artinya ada 25% yang memang sakit kepala karena gangguan fisiologis.

Walaupun berbeda, kedua penyebab diatas memiliki dampak yang sama. Memang sering kali ketika sakit kepala karena gangguan fisiologis dapat sembuh dengan beristirahat atau jika intesitasnya agak berat, seseorang dapat minum obat anti sakit kepala. Namun sakit kepala karena psikis akan terus berlanjut walau sudah istirahat dan minum obat.

Apakah ada obatnya? Ada, Emotional Therapy seperti hipnoterapi dan sejenisnya. Anda yang tidak memiliki kenalan terapis atau letak klinik yang jauh dari rumah Anda malah membuat Anda repot, salah-salah malah membuat Anda makin sakit kepala.

Yang sederhana, obatnya ada dirumah Anda, dalam diri Anda, bahkan lebih dekat dari urat nadi Anda. Yaitu Allah.

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16]. 

Masih ingat pembahasan kita sebelumnya bahwa penelitian menemukan titik Tuhan yang terletak dalam otak kita? Nah, itu Artinya Allah benar-benar lebih dekat dari urat leher kita.

Saat sholat, nikmatilah aktifitas sujud Anda, karena hanya dalam kondisi tersebut seluruh pembuluh darah yang terkecilpun dapat teraliri darah. Hanya dalam kondisi tersebut artinya tidak dapat terjadi saat kita berdiri, duduk, atau tidur, hanya saat sujud. Gerakan sujud ini bahkan sekarang sudah sangat populer masuk dalam gerakan yoga.


“Subhana rabbiyal a’la wa bihamdih”
“Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung dan dengan puji-Nya”

Sambil membaca dan meresapi maknanya, Anda menikmati aliran darah yang mengalir keseluruh pembuluh darah di otak Anda. Darah membawa oksigen dan nutrisi akan menyegarkan seluruh bagian otak. Kenyamanan akan segera Anda rasakan. Nikmatnya Sujud.

Bersujudlah karena kita hanyalah butiran debu dialam semesta.
Bersujudlah karena Allah yang menggenggam hidup kita.
Bersujudlah karena kita memang membutuhkannya.

Bangaimana dengan Anda yang tidak melaksanakan Sholat, ambilah gerakan sujud tanpa bermaksud mencederai keyakinan Anda dan berikan pikiran Anda sugesti-sugesti positif (yang saya bahas dalam tulisan-tulisan sebelumnya) yang akan menyembuhkan sakit kepala Anda.

Tuesday, April 16, 2013

PERKENALKAN, SAYA ADALAH 123 MIND NAVIGATOR

Seorang navigator adalah bukan seorang pengemudi. Seorang navigator memberikan bantuan memastikan arah yang dituju pengemudi agar tetap dijalur yang benar sesuai dengan peta yang dimiliki.

Setiap manusia adalah seorang pengemudi walaupun belum tentu semua orang merasa bahwa mereka adalah pengendali pikiran mereka sendiri. Untuk mengendalikan hidup, Anda harus kendalikan tubuh Anda. Untuk mengendalikan tubuh, Anda harus mengendalikan pikiran Anda. Anda yang mampu mengendalikan pikiran, Andalah sang pengemudi kehidupan. Sebaliknya, orang-orang dengan mental penumpang akan bergantung pada para "pengemudi" yang mengarahkan hidup mereka.

Mind Navigator adalah pembantu Anda. Terkadang seorang pengemudi tidak dapat melihat semua bagian jalan yang ia lalui dari balik roda setir. Seorang navigator dibutuhkan. Anda adalah pemilik pikiran Anda sendiri namun terkadang Anda membutuhkan navigator pikiran untuk membantu melihat "jalan" Anda dari sisi yang berbeda.

Seorang Mind Navigator memiliki ilmu yang dibutuhkan pikiran sehingga perjalanan pengendalian pikiran terasa mudah dan aman. Teknologi Pikiran adalah salah satu ilmu yang utama yang harus dimiliki oleh Mind Navigator.

123MindNavigator, 123 adalah angka yang mudah untuk diingat dengan demikian saya menggunakannya agar Anda mudah mengingat saya. Navigasi pikiran semudah menghitung 1, 2, dan 3. 123 juga simbol bagaimana nilai hidup kita harus bertambah setiap harinya. Seorang Mind Navigator tahu bagaimana membantu mendapatkannya.

PANGGIL SAYA 123 MIND NAVIGATOR
setiawan.andrie@gmail.com
Twitter:@AndrieSetiawan





Monday, April 8, 2013

SHALAT ISTIKHARAH DALAM TINJAUAN PSIKOLOGIS


Anda pernah bingung menentukan pilihan, bahkan sampai membuat Anda pusing tujuh keliling, makan tak enak tidurpun tak nyenyak (hehehe... gak segitunya juga kali ya)?

Jika jawaban Anda YA, apa yang Anda lakukan untuk menentukan pilihan? Ilmu psikologi menawarkan banyak pilihan dan Anda dapat mencari dan mencobanya satu persatu namun jika hal-hal itu tidak manjur, ada baiknya Anda lakukan Shalat Istikharah.

Menurut Robert Dilts salah satu tokoh NLP (Neuro Linguistic Programming) Spiritual adalah tingkatan tertinggi dalam Neuro-Logical Level maka Shalat adalah cara yang tepat untuk menjawap persoalan Anda ini.

Sebegitu ajaibkah Sholat Istikharah sehingga dapat menentukan pilihan yang tepat?

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya menyebutkan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan kelengkapannya dan sesungguhnya Allah itu selalu ada dan dekat dengan kita.

...Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al-Baqarah: 214) 

Allah menciptakan otak manusia dengan beberapa bagian Cerebrum, Batang Otak, dan Cerebellum. Penjelasan lengkap tentang mereka silakan mencarinya dalam informasi yang tersebar di internet. Namun ada sedikit tentang amigdala yang terletak dekat batang otak. Bagian ini selain mengontrol indera manusia juga berfungsi sebagai pusat emosi. Para ahli menemukan bahkan didalamnya terdapat bagian yang dinamakan TITIK TUHAN (God Spot). Dari namanya tentu kita bisa mengira bahwa bagian itu memiliki fungsi spiritual.

Menarik, kan? Agama dan ilmu pengetahuan sudah sama-sama saling membuktikan bahwa Tuhan itu sangat dekat. Logika saya, Allah telah membenamkan perangkat keras dan lunak dalam otak manusia agar manusia dapat selalu berkomunikasi dengan NYA.

Lalu, bagaimana selanjutnya tentang ritual sholat Istikaharah yang menjadi sarana berhubungan dengan Allah dalam meminta petunjuk diberikan pilihan yang tepat? Bagaimana pula hubungannya dengan ilmu psikologi?

DOA

Dalam ilmu psikologi populer, beberapa Doa berfungsi mirip dengan kalimat afirmasi. Dalam pelatihan-pelatihan motivasi, peserta sering diberikan kalimat afirmasi untuk dibaca setiap hari, pagi, siang, dan sore, bahkan diletakkan dan ditempel ditempat-tempat yang sering kita kunjungi agar kita selalu membacanya.

Otak manusia adalah bagian dari tubuh manusia yang fungsi maksimalnya masih belum diketahui. Ilmu pengetahuan sampai saat ini belum mampu mengukur seberapa besar tepatnya kapasitas otak manusia. Yang menarik dari bagian ini adalah secara “ajaib” kemampuan otak manusia masih dapat terus berkembang.

Semua informasi yang masuk kedalam otak berjalan melalui saluran yang disebut neuron dan setiap informasi baru akan disimpan sementara dalam korteks cerebrum yang jika informasi ini dilakukan berulang-ulang maka neuron akan menciptakan selubung protein (mielin) yang membungkus neuron. Semakin sering informasi ini diulang-ulang maka semakin tebal selubung mielin dan semakin tebal selubung mielin ini maka semakin lancar aliran informasi yang dapat diproses oleh otak kita.

Proses berikutnya informasi akan disimpan untuk waktu yang sangat panjang hingga puluhan tahun di cerebellum atau otak kecil.

Sederhananya, proses ini terjadi saat Anda pertama kali belajar naik sepeda. Korteks Cerebrum akan memerintahkan tubuh untuk menjadi seimbang. Saat itu pikiran Anda sangat sibuk, “saking” konsentrasinya Anda bahkan ketika ada yang memanggilpun Anda tidak dengar. Itulah proses Pikiran Sadar Anda. Saat Anda melatihnya berulang-ulang, selubung mielin akan semakin tebal, informasi tentang bersepeda jadi lebih mudah Anda mengerti, baik informasi yang Anda dapatkan dari orang lain maupun pengalaman Anda dalam latihan. Saat itu Anda masih tidak bisa diajak “ngobrol” saat bersepeda karena peranan pikiran sadar Anda masih mendominasi. Diulang dan diulang lagi lalu setelah terampil, korteks cerebrum akan mengirimkan informasi ini untuk disimpan dalam cerebellum dan saat itu Anda tidak perlu berpikir keras untu menyeimbangkan tubuh saat bersepeda. Prosesnya seolah otomatis dan saat ini Anda sudah bisa diajak “ngobrol”. Fungsi keseimbangan diambil Otak Kecil dan Korteks Otak Besar bisa mengambil alih tugas lainnya.

Hal ini juga terjadi pada pelajaran bahasa, orang yang berbahasa Inggris dan mengalami cedera otak dan ingatannya rusak namun ia masih tetap bisa berbahasa Inggris. Seorang perokok yang kehilangan ingatannya tidak serta merta kehilangan ingatan dalam merokok, dan hal-hal lainnya.

Kesimpulannya, sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi program otak untuk jangka waktu yang sangat panjang. Doa yang diucapkan berulang-ulang dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan akan membentuk peta dalam otak. Peta inilah yang akan menuntun pikiran kita untuk mendapatkan apa yang kita minta dalam doa.

NIAT

Amal perbuatan bergantung pada niatnya. Tentu Anda sudah sering mendengar potongan kalimat yang diambil dari hadits Rasulullah SAW tersebut. Saat Anda “datang” pada Allah, Anda tentu sudah menetapkan niat mengapa Anda mendatangi NYA, apa yang ingin Anda minta, dan lain-lain dan lain-lain. Niat ini penting dan sama pentingnya dengan doa. Niat memberikan peta (rancangan/rencana) pada otak tentang apa saja yang harus dilakukan untuk dicapai. Dengan demikian otak diberi batasan dan filter hal-hal apa saja yang boleh masuk kedalam pikiran dan hal-hal apa saja yang harus ditolak karena hal tersebut akan merusak program otak yang sudah direncanakan dalam niat.

Contoh, Hari ini cerah dan Anda meniatkan diri Anda untuk berenang. Amal perbuatan atau tindakan yang Anda lakukan berikutnya adalah memilih baju renang. Otak Anda akan memerintahkan mata Anda hanya melihat pakaian renang dan selain pakaian renang abaikan. Maka Anda hanya akan memilih tumpukan yang berisi koleksi pakaian renang Anda dan sangat mungkin Anda tidak melihat jaket apa lagi membawanya. Yang lebih hebat lagi, walaupun kemudian turun hujan namun niat Anda sudah bulat, Anda akan tetap berenang walau dibawah hujan. Itulah kekuatan niat dalam memprogram otak kita.

Anda yang masuk kedalam kelas motivasi dan kemudian memprogram pikiran Anda untuk sukses, otak Anda hanya akan bereaksi pada hal-hal yang bisa membuat Anda sukses dan meolak hal-hal yang melemahkan Anda agar gagal.

Niat Sholat Istikharah adalah meminta petunjuk untuk pilihan yang tepat. Tentu otak Anda sudah membuat batasan dan filter hanya menerima petunjuk untuk hal-hal yang menjadi pilihan untuk dipilih.

GERAKAN SHOLAT

Telah dibuktikan bahwa gerakan sholat mampu memberikan ketenangan bahkan temuan-temuan terkini, gerakan sholat lebih hebat dari gerakan yoga yang fungsinya sama-sama untuk memberikan ketenangan.

Pikiran sadar manusia yang sedang sibuk berada pada belombang Beta. Dalam gelombang ini, seseorang tidak mampu mendapat inspirasi karena pikirannya sangat berfokus pada satu atau dua hal saja. Ini seperti yang telah saya contohkan dalam kegiatan belajar bersepeda. Saat Anda khawatir terjatu dari sepeda karena masih baru belajar, otak Anda tidak mampu memproses informasi yang datang dari luar dengan baik padahal disekitar kita bisa jadi terdapat banyak jawaban dari persoalan yang kita hadapi. Untuk itu, ketenangan pikiran dibutuhkan.

Bukti lainnya tentang bagaimana otak bekerja adalah bahwa setiap informasi saat kita sibuk kita abaikan secara sadar namun tetap disimpan dalam bawah sadar. Kemudian, saat pikiran kita tenang, bawah sadar akan mengumpulkan dan menyusun potongan-potongan informasi tersebut menjadi sebuah jawaban dari persoalan kita.

Saya pernah menceritakan dalam buku saya KOMUNIKASI DAHSYAT DENGAN HIPNOSIS bagaimana proses ini sering terjadi dalam hidup saya. Suatu hari pikiran saya menjadi sangat lelah memikirkan sebuah teknik permainan gitar, saat itu saya masih remaja dan saya adalah pemain gitar dalam Band. Semua teknik saya coba, semua buku saya baca, dan karena lelah tidak menemukan jawaban, tertidurlah saya. Dalam tidur saya bermimpi melakukan teknik yang saya sedang cari, saya memainkan gitar saya dengan sempurna persis seperti yang saya inginkan. Mendadak saya terbangun dan langsung mengambil gitar saya mempraktikkan apa yang terjadi dalam mimpi saya dan BERHASIL, teknik itu kemudian saya kuasai. Apakah teknik itu saya dapatkan dari keajaiban mimpi? Bukan. Teknik itu saya dapatkan dari keajaiban otak.

Itu juga yang saya sering sarankan pada orang tua untuk meminta anak-anaknya beristirahat setelah lelah belajar. Memaksakannya untuk terus belajar hanya akan membuat kinerja otak malah menurun.
Dalam gerakan sholat, Anda menemukan gerakan-gerakan yang menenangkan dan dalam kondisi tersebut gelombang otak Anda akan dibawa kedalam kondisi Alfa ditambah bacaan sholat yang Anda lafalkan akan membuat Anda hanyut dalam alfa yang dalam. Dalam kondisi inilah, informasi-informasi disusun dengan rapi oleh bawah sadar kita. Teruslah konsentrasi dalam bacaan karena itu akan membuat kondisi pikiran menjadi semakin baik.

DOA ISTIKHARAH

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”


Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun
Keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginanya”
                                                  

Doa ini yang menjadi Positive Reinforcement dalam Behavioural Psychology, yang akan memantapkan pilihan Anda karena dari awal proses Anda sudah menyerahkannya pada Allah dan diakhiri dengan penyerahan yang juga pada Allah. Hal ini akan membuat pilihan yang Anda ambil ekologis dengan tubuh dan pikiran Anda.




Saturday, April 6, 2013

MEMANFAATKAN TITIK TUHAN

Kembali membolak balik buku NLP dan teknologi pikiran lainnya, saya membaca kembali tulisan Robert Dilts tentang Neurological Level. Menurutnya, level yang tertinggi adalah Spiritual, ini tentang tujuan mengapa kita diciptakan di dunia.

Level ini membantu kita untuk memahami dan menjadi panduan dalam mencapai tujuan hidup kita. Prinsipnya adalah, Tuhan ada sangat dekat dengan kita. Kenyataannya memang demikian. Dalam otak manusia, para ilmuan menemukan, ada bagian yang disebut dengan amigdala. Bagian yang letaknya dekat dengan batang otak ini bertanggung jawab atas emosi dan perasaan spiritual. Sepandai apapun Anda berbohong, saat Anda melakukan kejahatan, bagian otak ini akan memberitahu Anda bahwa ini salah. Mungkin itu mengapa, bagian ini disebut TITIK TUHAN. Guru-guru kita masa lalu sering menyebutnya Hati Nurani.

Jadi, saat pikiran Anda bingung apakah yang Anda akan pilih baik atau benar, Anda bisa menggunakan teknik mengakses TITIK TUHAN dalam otak Anda.


1. Bernafaslah dan aturlah nafas Anda.
2. Buat diri Anda relaks.
3.Setelah merasa sudah menjadi tenang, pikirkan kembali pilihan Anda dan biarkan Amigdala bekerja.
4. Munculkan pilihan pertama, apa yang Amigdala Anda rasakan?
5. Munculkan pilihan kedua, ketiga, dan seterusnya.
6. Anda bisa melihat juga sinarnya, saat sinar itu sangat terang dan indah dan membuat Anda nyaman, bisa jadi itu baik buat Anda.


Nah, itu tadi cara menemukan pilihan yang ekologis. Untuk umat muslim, tetap saja saya menyarankan Anda untuk sholat Istikharah niscaya Anda mendapatkan Nur Allah.




Tuesday, March 26, 2013

PERBESAR WADAH MENTAL ANDA

Menyambung tulisan sebelumnya, saya masih tertarik membahas tentang wadah yang siap unuk menampung rezeki yang Tuhan berikan untuk kita. Ini karena sebagian besar waktu kita disibukkan untuk urusan ini.

Setiap orang ingin sukses, dan memiliki harta adalah salah satu indikator dari sukses selain tiga Ta lainnya, TahTa, KaTa, dan CinTa.

Tapi tolong dibedakan antara Harta dan Rezeki. Anda mendapat 1 miliar namun  tiba-tiba Anda harus menjalani pengobatan sebesar 2 miliar, kemungkinan itu bukan rezeki. Guru saya bilang, walau dapat sedikit namun rasa syukurnya banyak, itulah yang namanya rezeki. Yang lebih enak, dapetnya banyak dan rasa syukurnya lebih banyak lagi, ya Alhamdulillah.

Masih ingat apa yang saya tulis dalam tulisan sebelumnya? Bahwa Tuhan yang Maha Pengasih tidak pilih-pilih siapa yang akan diberiNya rezeki. Mengutip perkataan Aa Gym bahwa cicak yang tidak punya sayap saja bisa dapat makanan nyamuk yang bisa terbang. Segala Puji bagi Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta.

Tuhan yang Maha Pengasih memberi pada siapa saja yang dikehendaki dan sebagai hambaNya tentu berbaik sangka lebih baik. Seringkali rezeki yang melimpah hanya lewat dan tidak sempat mampir dalam hidup kita. Mengapa? Karena wadahnya terlalu sempit.

Sewaktu masih kecil ketika diajarkan berdoa, kawan saya bertanya mengapa harus menengadah saat berdoa, kenapa tidak dengan posisi tangan yang lain, guru kami menjawab "kita sedang meminta dan terimalah pemberian Tuhan dengan tangan yang terbuka. Jika tanganmu tertutup, Pemberian Tuhan tidak dapat kalian terima.

Dari metafora itu saya belajar bahwa ketika meminta kita harus yakin dengan Allah yang Maha Pengasih dan persiapkan diri kita untuk menerima yang Allah berikan.

Mengapa ada orang yang secara turun temurun kaya dan sebaliknya ada juga orang yang fakir secara terus menerus?  Mengapa ada orang terlahir kaya namun tak lama ia menjadi miskin, juga sebaliknya mengapa ada orang terlahir miskin dan dalam waktu tak lama berubah menjadi kaya. Ternyata Program pikiran mereka memang berbeda. Orang-orang kaya memiliki mental kaya sedangkan orang-orang miskin memiliki keyakinan bahwa dirinya adalah orang yang tidak bisa kaya. Pikiran-pikiran mereka terbelenggu.

Terbelenggunya pikiran mirip dengan mekanisme menjinakkan gajah liar. Anda tahu bagaimana menjinakkan gajah liar? Gajah liar ditembak menggunakan peluru bius, ketika pingsan gajah ini diikat menggunakan rantai yang besar dan ditambatkan pada pohon yang besar. Hari-hari awal dia akan berusaha melepaskan rantai tersebut namun tidak bisa. Secara rutin pawang memberikan makan. Hari berikutnya gajah kembali berusaha melepaskan diri dari rantai dan usahanya tetap sia-sia. Beberapa hari berlalu dan gajah pun telah belajar dari pengalamannya bahwa melepaskan diri adalah sia-sia, toh tetap terikatpun kebutuhan fisik (makan) tetap terpenuhi. Hari berikutnya sang pawang mengganti rantai dengan tali plastik, hasilnya gajah tetap di tempatnya tidak berusaha lari. itu berarti pikirannya sudah dikendalikan dengan belenggu walaupun fisiknya bebas.

Ilustrasi itulah yang juga terjadi pada pikiran kita yang enggan melakukan lebih untuk mendapat kesuksesan yang lebih karena pikiran sudah terbelenggu dan berkata, "ah, ngapain capek-capek. Toh begini saja aku tetap hidup." Jadi, Anda sudah paham tetunya bahwa kaya atau miskin tergantung pada mentalnya. Sebagai seorang muslim saya seringkali sedih ketika melihat saudara-saudara saya meminta-minta untuk membangun mesjid bahkan sadar atau tidak keberadaan mereka telah mengganggu kelancaran pengguna jalan. Islam mengajarkan kaya dengan cara-cara yang baik maka sudah saatnya hentikan meminta-minta dan berusahalah lebih.

Seperti gambar diatas, semakin besar wadah mental kita, semakin banyak rezeki yang dapat kita tampung.

Dalam hipnosis, saya mengajarkan para peserta training Unlock The Wealth in You untuk mempraktikkan otosugesti. Mengucapkan sugesti untuk mengundang rezeki kedalam hidup kita. Sugesti ini di ucapkan setiap pagi sebelum memulai aktifitas dan dapat mengubah pola pikir alias mental kita.

SETIAP HARI AKU MENJADI SEMAKIN BAIK, SEMAKIN MENARIK REZEKI DARI ALLAH. DAN SETIAP HARI AKU MENJADI MANFAAT BAGI ORANG-ORANG DISEKITARKU. WADAH MENTALKU SEMAKIN BESAR DAN SEMAKIN SIAP MENERIMA REZEKI ALLAH DAN SEMAKIN BANYAK BERBAGI PADA SEMAKIN BANYAK ORANG.

Monday, February 18, 2013

Super Teenager, Super Hero; Menjadi Remaja H.E.B.A.T


Minggu 17 Feb 2013 dalam pesawat dari Pangkal Pinang menuju Jakarta
Seminar dan Workshop Super Teenager Super Hero. Menjadi Remaja H.E.B.A.T*
(Akronim H.E.B.A.T dan maknanya menjadi hak intelektual Andrie Setiawan.)

Saya masih didalam pesawat kembali menuju Jakarta dari Pangkal Pinang. Dalam banyak perjalanan keliling Indonesia berbagi ilmu melatih keterampilan, baru kali ini rasanya saya menuliskan live reportnya. Bukan karena tidak ingin membaginya, selama ini saya tuliskan dalam FB maupun Twitter.

Kepolisian Resor Pangkal Pinang menjadi pionir dalam menjalin hubungan dengan para remaja di area yang menjadi tanggung jawabnya. Acara bertajuk Polisi Sahabat Pelajar ini pertama kalinya diadakan oleh kepolisian Republik Indonesia dan bersyukur saya terlibat didalamnya sebagai pembicara Inspirator remaja H.E.B.A.T.

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa awal. Dan dalam masa perubahan ini, para remaja memiliki tugas yang menantang untuk dilalui. Pergaulan mereka mulai menjadi lebih luas, pilihan informasi tentang apa saja yang berkaitan dengan hidup (mereka) mulai berdatangan, dan beriringan dengan energi fisik yang meningkat.

Dalam masa seperti ini, mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni untuk menjalankan hidup jika tidak ingin menjadi "korban" arus perubahan. Hidup ini tidak seperti air yang hanya mengalir mengikuti arus, hidup ini seperti bahtera diatas samudera yang memilki banyak pilihan arah dan dibutuhkan nakoda terlatih untuk mengarunginya.

Mereka membutuhkan kedewasaan menjalani ini semua. Saya setuju apa yang pernah dikatakan oleh iklan (baca:iklannya bukan produknya, "Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah pilihan." Secara alamiah, memang beberapa orang memperoleh kedewasaannya sejalan dengan usia dan pengalaman hidupnya namun kedewasaan, saya pikir, akan lebih segera diperoleh dengan pendidikan dan latihan.

Beberapa orang menjadi lebih dewasa dari lainnya karena orang-orang pertama menjalani lebih banyak persoalan hidup dan belajar dari hal-hal tersebut. Ini yang saya maksud bahwa kedewasaan bisa diajarkan dan dilatih. Dalam pendidikan dan latihan, para remaja diberikan persoalan-persoalan yang bersifat analogi dan metafora sesuai dengan prinsip-prinsip positif kehidupan.Dengan miniatur dan representasi persoalan kehidupan, para remaja belajar menghadapi jika suatu saat mereka mendapatkan mereka mendapatkanpersoalan serupa.

Banyak ahli mengatakan, masa remaja adalah masa pencarian identitas. Saya setuju walau saya punya pandangan berbeda. Masa remaja adalah masa MENUNJUKKAN IDENTITAS. Mereka sudah tahu apa maunya namun mereka perlu mendapatkan informasi yang benar bagaimana mereka dapat memperoleh yang diinginkannya. Saya tidak percaya jika ada yang mengatakan ada remaja yang (berpredikat) nakal. Mereka hanya ingin menunjukkan identitas namun memiliki informasi yang salah tentang bagaimana melakukan hal itu.

Menjadi inspirator Remaja HEBAT, saya mendefinisikan apa yang disebut HEBAT untuk para remaja. HEBAT adalah akronim yang berarti;
H =Harapan dan Impian
E =Energi Positif
B =Badan Sehat
A =Andal dan Handal
T =Tekad Kuat dan Bulat

Seorang remaja harus memiliki HARAPAN dan IMPIAN, dengan begitu ia tahu hasil apa yang ingin dicapainya. Setelah memiliki harapan dan impian, mereka harus meyakini bahwa harapan dan impiannya adalah baik, untuk dirinya sendiri dan tentu untuk orang banyak. Kebaikan untuk banyak orang diartikan sebagai sikap toleransi yang mengikis egoisme yang semakin menebal dikalangan masyarakat. Sederhanya begini, seorang remaja yang ingin menjadi seorang pembalap, tentu ia hanya melakukan kebut-kebutan diarena balap. Jika ia melakukannya dijalan raya sebagai dalih dari latihan, maka tujuan itu telah menjadi tidak baik bagi banyak orang.Setelah meyakininya, seorang remaja harus memiliki strategi agar bisa mendapatkan impiannya.

Remaja ,yang kita sama-sama ketahui,  memiliki energi besar harus mengetahui dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif. Kepercayaan diri dan kebaikan hati dapat menjadi ENERGI POSITIF. Kesenangan membantu orang menghasilkan lebih banyak energi positif yang dapat berupa bantuan-bantuan dari banyak orang saat kita membutuhkan. Keyakinan bahwa yang baik akan berhasil menguatkan usaha yang kemudian terbentuk nilai-nilai pribadi yang kuat yang berguna untuk menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang dapat melemahkan usaha-usaha menuju kebaikan.

Energi Positif harus diimbangi dengan energi fisik. Kita pasti sudah mengetahui dan memahaminya. Dan energi fisik harus diimabangi oleh energi mental. Seperti pepatah mengatakan, “Di dalam Tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.”  Bahkan saya memercayai juga sebaliknya. Jiwa yang sehat akan menjaga tubuh yang kuat. Remaja tidak membutuhkan ROKOK dan NARKOBA. Mereka hanya membutuhkan aktifitas Tubuh dan Mental yang baik serta informasi yang benar untuk berbadan sehat. Saya percaya bahwa rokok adalah pintu gerbang bagi remaja untuk mencoba barang-barang adiktif lainnya, NARKOBA. Anda tahu, para perokok, bahwa Anda pun sudah tidak lagi membutuhkan rokok saat ini. Anda yang mulai merokok saat remaja, Anda, tidak benar-benar membutuhkan rokok saat itu. Silakan Anda mengingat-ingat hal tersebut. Saat itu Anda hanya butuh diakui agar Anda mendapatkan pengakuan dari teman-teman sebaya Anda, kan? Pada masa itu, remaja sudah mulai mengenal Group Identification. Seorang remaja yang ingin diakui oleh kelompoknya harus memiliki identitas serupa dengan anggota kelompok tersebut. Saat itu lah para remaja mulai membentuk organisasi, hal positif yang rawan tergelincir menjadi negatif seperti pembentukan geng-geng. Saat ini? Saat Anda sudah dengan mudah mendapatkan pergaulan, Anda sudah tidak membutuhkan rokok, kan? Mengapa Anda masih merokok saat ini? Karena pikiran manusia sangat pintar membuat alasan. Pikiran Anda akan mengatakan bahwa Anda membutuhkan rokok karena dengan demikian Anda akan menjadi lebih tenang dan dapat berpikir dengan baik, dan dengan senyum saya menjawab pikiran Anda, “Tanpa Rokok pun, Anda dapat menjadi lebih tenang dan berpikir dengan baik. Jika Anda ingin, silakan hubungi saya di setiawan.andrie@gmail.com dan ijinkan saya memberitahu caranya.

Sudah fitrahnya manusia, ia akan selalu mencari lingkungan sosialnya. Dalam lingkungan tersebut, nyatanya, terdiri dari bermacam-macam orang dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan begitu, setiap anggota akan menjadi dibutuhkan dan membutuhkan satu sama lain. Dalam hal demikian, ada orang-orang yang sedikit dibutuhkan dan ada yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan remaja, hal ini juga terjadi dengan kekhususan yang disebut solidaritas tinggi. Setiap remaja selalu ingin menjadi anggota kelompok yang dapat diANDALkan dan HANDAL dalam melakukan tugas-tugas kelompoknya. Anda sering mendengar, tentunya, sebuah perkelahian antar pelajar sering kali dipicu hal-hal sepele. Solidaritas yang sangat tinggi ini yang menguatkan hal-hal yang bersifat kebersamaan. Mengarahkan pola pikir REMAJA untuk menjadi HANDAL dan dapat diANDALkan pada hal-hal yang baik akan membantu mereka mendapatkan hal-hal yang menjadi “tugas utama” mereka dalam kelompoknya yaitu MENJADI POPULER diantara para remaja lain.

Setiap fase tumbuh kembang, setiap orang memiliki tugas-tugas dan seorang anak yang beranjak remaja harus diajarkan tentang tujuan hidup. Tentu dengan informasi yang benar, karena ,sekali lagi, saya tidak percaya ada remaja nakal melainkan hanya remaja yang memiliki informasi yang kurang tepat. Tujuan hidup haruslah dapat mereka lihat dengan jelas sehingga mereka tidak mudah “tertipu” oleh rayuan yang seolah memperlihatkan kebaikan namun berdampak membahayakan mereka. Seperti cerita di bawah ini;

Suatu hari ada satu orang Indonesia meninggal dunia dan malaikat menemui jiwanya. Karena orang Indonesia kadang-kadang melakukan kebaikan walau kadang-kadang dampaknya juga merugikan orang lain, maka malaikat tersebut mempersilakan orang ini untuk memilih.

“Kamu ingin masuk surga atau neraka?” Tanya malaikat.

Bingung lah orang ini dan berkata dalam hatinya, “Nah, lho. Kok disuruh milih? Gue jadi bingung nih. Kalo kata orang-orang sih masuk surga enak, dan kenapa gue harus memilih. Pilihannya neraka, lagi. Duh gimana nih...”

Malaikat tahu apa yang menjadi pikirannya dan melanjutkan perkataannya, “Kalau kamu bingung, biar saya tunjukkan bagaimana keadaan neraka dan surga. Mana yang kamu ingin lihat terlebih dahulu?”

“Surga deh, malaikat.” Pilih orang itu.

Dibukanya pintu surga dan terlihat suasana yang tenang dan menenangkan. Sungai mengalir, burung berkicau, suasananya teduh dan orang itu terhentak karena pintu segera ditutup.

“Sekaran saya mau liat neraka.” Pinta orang itu

Pintu neraka dibuka dan terlihat sebuah pesta yang menggembirakan. Semua orang tampak bergembira. Cahaya warna-warni mengelilingi. Orang-orang bisa makan dan minum sepuasnya diiringi musik dan tarian-tarian. Ini benar-benar membuat orang itu bingung karena ternyata NERAKA lebih bergembira. Akhirnya ia memutuskan;

“Saya pilih NERAKA, malaikat.”

“Baik, kamu akan dimasukkan ke dalam neraka besok.”

Keesokannya dengan bersemangat ia menuju neraka dan masuklah ia. Begitu masuk, ia langsung disambut makhluk-makhluk besar mengerikan dan mencambuknya dengan cambuk api dan kepedihan yang tak terperi ia rasakan. Proteslah ia pada malaikat yang mengantarkannya.

“Wahai malaikat, ini tidak seperti yang aku lihat kemarin, bagaimana ini?”

Malaikatpun menjawab, “Hai manusia, tidakkah engkau tahu, kemarin itu NERAKA sedang PROMO.”

Maka saya katakan pada para remaja itu, “Kalau ada yang tawarin narkoba, itu artinya neraka lagi promosi. Hehehe”

Hari ini NARKOBA, besok PENJARA, lusa masuk NERAKA. TEKAT KUAT dan BULAT mereka butuhkan untuk bertahan hanya pada tujuan-tujuan yang baik.

POLISI...YES...
PELAJAR...OK...
MAKSIAT...NO...
KEBAJIKAN...YES...YES...YES...OK...

Begitulah komitmen Polisi dan Pelajar Pangkal pinang yang terikat dal bentuk yel yel yang selalu diteriakkan sepanjang acara.