Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label Mantra. Show all posts
Showing posts with label Mantra. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Tuesday, May 21, 2013

RAPIHIN HIDUP LO!

Pagi-pagi, yang selalu lain dari biasanya kami para trainer luar biasa bersiap-siap untuk memberikan energi luar biasa pada pada para peserta dan mendadak terdengar kalimat dari kawan kami, Ronny (sebut saja begitu-bukan nama sebenarnya) berkata pada kami semua, “Ayo rapihin meja dan rapihin muka.” (hehehe) Kami semua tertawa mendengarnya kemudian saya melanjutkan, “Rapihin juga hidup lo (hehehe).” Kembali kalimat-kalimat itu menjadi energi kami di pagi hari.

Merapikan Hidup? Apakah bisa? Bukankah hidup sudah digariskan Tuhan? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah melakukan hal ini atau Anda tidak tahu apakah bisa, perlu, atau harus merapikan hidup?

Penemuan terhebat abad ini adalah bukan tentang penemuan komputer ultra tipis, bukan tentang handphone super pintar, bukan pula tentang kendaraan super cepat. Penemuan terhebat abad ini adalah Tentang bagaimana manusia bisa mengubah nasibnya dengan cara mengubah cara berpikirnya.

“Lho lha ya itu... kan nasib sudah digariskan Tuhan?”  Tuhan menciptakan manusia dengan dua hal yang menyertai Takdir dan Nasib. Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang akan selalu mentakdirkan kebaikan bagi manusia, bagi Anda, bagi saya, dan bagi kita semua. Nasib? Tuhan menyerahkan nasib untuk manusia tentukan sendiri. Nasib Anda adalah keputusan Anda sendiri. Apa yang Anda dapatkan hari ini adalah keputusan yang telah Anda buat kemarin. Apa yang akan Anda dapatkan besok adalah keputusan yang Anda buat hari ini. Mereka yang hari ini merasa bahagia adalah karena mereka telah memutuskan untuk berbahagia hari ini. Jika Anda belum bahagia hari ini, putuskanlah besok untuk berbahagia. Saya tunggu kabar dari Anda besok apakah yang Anda putuskan itu terjadi. Email saya ke setiawan.andrie@gmail.com. Jika Anda tidak bahagia besok, garansi uang kembali, (hehehe). Karena Anda tidak membayar sepeser pun uang pada saya, maka tidak ada uang kembali namun bisa saya pastikan jika Anda tetap tidak bahagia besok, garansi kesedihan dan beban hidup akan kembali. Putuskan ya, BAHAGIA.

Bagaimana Nasib Anda terbentuk. 

PIKIRAN menjadi PERKATAAN berubah menjadi PERBUATAN yang dilakukan berulang-ulang kemudian menjadi KEBIASAAN melekat dalam diri menjadi KARAKTER dan jadilah NASIB

PIKIRAN = PERKATAAN =PERBUATAN = KEBIASAAN = KARAKTER = NASIB.

Contoh sederhana,

Misalnya, Anda punya pikiran buruk tentang pekerjaan Anda, pekerjaan membosankan, tidak layak untuk Anda, lingkungan tidak menyenangkan, atasan menyebalkan, dan lain-lain. Begitu hal-hal tersebut yang terpikirkan, sesekali Anda akan mengatakan hal tersebut pada orang lain paling tidak pada diri sendiri, “Payah dah kerjaan gue, gitu-gitu aja.

Memang kemudian, hari berikutnya Anda merasakan bahwa pekerjaan Anda tidak ada yang berbeda dari biasanya, gitu-gitu aja. Setiap berangkat ke tempat kerja perilaku Anda mulai menampakkan penurunan. Bahu turun, Wajah turun, langkah berat, kaki diseret, senyum tak terkembang dan hanya cemberut. Hal ini terjadi berualang-ulang setiap hari dan makin memantabkan karakter Anda yang menjadi sering mengeluh dan perilaku negatif lainnya.

Suatu hari, ada promosi di tempat Anda bekerja, atasan Anda mencari kandidat yang bisa menjalankan tantangan mengatur proyek sebagai syarat promosi, sayang sekali Anda tidak terpilih, atasan Anda menyerahkan proyek tersebut pada kawan Anda yang selalu tersenyum pada setiap orang, yang sangat bersemangat dalam melakukan pekerjaannya, dan kebiasaan membantu orang-orang di tempat kerjanya. Dan Anda hanya akan bilang, “Yah... memang dah NASIB gue dah gak promosi.”

Nah, kan? Apa yang saya bilang? Nasib Anda bergantung pada Pikiran Anda. Jika ada pikiran yang akan melemah kan Anda, segera ubah pikiran tersebut yang sesuai dengan hati Anda.

Pikiran Melemahkan
Pikiran Menguatkan
“Duh, capek banget nih kerjaan.”
“Saya tau, capek adalah tanda bahwa gue sudah melakukan tugas saya secara maksimal. Saya Cuma harus belajar mengatur energi saya.”
“Nih kerjaan gak selesai-selesai.”
“Nah, kesempatan mempraktekkan ilmu komunikasi untuk melipat gandakan energi, cari bantuan temen aaaah.”
“Bete deh nih kerjaan, gak ada apa yang beda.”
“Semakin sering dilakukan saya akan semakin ahli, dan orang ahli bayarannya mahal, asyiiiik.”
“Bos bisanya Cuma merintah doang, kerjain dong.”
“Ini dia waktunya latihan untuk jadi bos. Pemimpin yang baik bermula dari menjadi pengikut yang baik. Kalau dari atasan saya yang tidak baik, saya jadi tahu bagaimana menjadi pemimpin yang baik.”
Dll...
Dll...

Pikiran-pikiran ini bagaikan virus, begitu Anda katakan pada orang lain, masing-masing memiliki efek yang berbeda. Pikiran yang melemahkan akan menginfeksi pikiran orang lain menjadi lemah dan sebaliknya pikiran yang menguatkan akan membuat orang lain menjadi kuat. Untuk merapikan nasib kita, memang kita harus merapikan pikiran kita.

...DISCLAIMER...
“PERHATIAN! ILMU DIATAS SANGAT DAHSYAT KETIKA DIPRAKTEKKAN. DAMPAK NEGATIF DARI PIKIRAN YANG MELEMAHKAN MENJADI TANGGUNG JAWAB ANDA SENDIRI SEDANG DAMPAK POSITIF DARI PIKIRAN YANG MENGUATKAN AKAN MENJADI DOA BAGI SAYA DAN ANDA SEMUA.”

Sunday, April 14, 2013

TERNYATA GURUNYA EYANG SUBUR JAGO NLP


Beberapa waktu lalu  ketika berita tentang Eyang Subur sedang panas-panasnya, tidak sengaja saya menonton acara infotainment di TV. Saat itu diberitakan seseorang yang kabarnya adalah guru dari Eyang Subur menolak mengatakan bahwa Eyang Subur adalah muridnya.

Ia mengatakan bahwa Subur memang pernah datang kepadanya untuk meminta penglaris agar usaha jahitnya ramai pelanggan. Anda tahu apa yang disaratkan pada Subur ini? Hanya membawa rupa-rupa kembang dan merendam kembang-kembang ini dalam air. Subur diminta untuk mandi menggunakan air rendaman kembang ini dan sisanya disiramkan disekeliling tempat usahanya.

Apakah ada “bau” mistis dalam ritual ini? Tidak sama sekali. Dugaan saya adalah saat Subur meminta penglaris, bau badannya tidak menyenangkan. Jika , yang dianggap, gurunya saja tidak tahan baunya, apalagi calon pelanggannya (hehehe…). Ritual mandi kembang sudah dijalankan oleh spiritualis tradisional (dukun) sejak dahulu kala. Itu memang karena pada jaman dahulu kembang adalah salah satu sumber pewangi tubuh. Bukan hanya orang yang menginginkan penglaris, putri-putri raja pun mandi kembang.

Wangi tubuh ini memiliki dua efek sekaligus. Terhadap yang mencium wangi ini, dalam konteks eyang Subur adalah calon pelanggannya dan terhadap diri sendiri, saat kita wangi pikiran menjadi lebih segar senyum mudah terkembang dan kepercayaan diri muncul. Tiga syarat tersebut memang dibutuhkan dalam proses penjualan Moment of Truth, yaitu dalam tiga detik pertama saat kontak dengan calon pelanggan.

Tempat usaha yang wangi juga akan menjadi daya tarik pelanggan. Tempat yang wangi mengisyaratkan kebersihan, kebersihan mengisyaratkan ketelitian, ketelitian mengisyaratkan profesionalisme dan hebatnya otak kita akan memproses isyarat-isyarat tersebut jauh lebih cepat dari waktu yang saya butuhkan untuk mengetik kalimat diatas. Dulu orang menggunakan kemenyan untuk pewangi ruangan, namun saat ini menyan merupakan wewangian yang terlanjur diasosiasikan dengan
mistis.

Entah guru dari Pak Subur ini pernah belajar NLP dari Jawara-jawara NLP Indonesia seperti Pak Ronny FR atau Pak Hingdranata Nikolay, yang pasti syarat mandi kembang dan siram air kembang tersebut telah membawa Pak Subur masuk kedalam Circle of Excellence yang menjadi modal utama menjalankan usaha.

Wednesday, February 27, 2013

Memimpin dengan EPos


Hampir setiap pagi setiap bertemu kawan-kawan, saya senang untuk membicarakan apa saja yang bisa membuat terinspirasi dan menginspirasi. Baru saja saya berbincang-bincang dengan office boy yang saya sedang semangati untuk melanjutkan sekolahnya. Memang kepedulian saya dipengaruhi oleh pertemanan kami yang sudah terjalin selama tujuh tahun. Saya melihat ada keinginnya untuk berubah namun beberapa faktor "mengganggu" langkahnya. Harus diMOTIVASI. 

Seperti yang saya katakan pada tulisan saya sebelumnya, saat kita memotivasi orang, bukan kita yang menjadi motivasinya. Kita hanya perlumemunculkan MOTIF untuknya berAKSI. Suatu hari ia dipanggil oleh pihak manajemen, karena masa mengabdinya yang sudah lama, ia ditawari menjadi staf admin. Karena pendidikannya yang tidak tamat SMA, ia tidak melanjutkan kelas 3 SMA tepatnya, tentu pihak manajemen tidak dapat memproses rencana awalnya. Saya menawarinya zakat saya untuk membantu biaya sekolahnya, memang untuk satu program zakat saya hanya bisa membantu dan belum menutup semua biaya yang dibutuhkan. 

Menawarkan zakat ini bagian dari kampanye saya dalam ekonomi syariah yang menjadikan zakat sebagai leverage (daya ungkit) yang dapat mengoptimalkan kehidupan orang-orang ekonomi kelas bawah agar terungkit naik ketingkat menengah lalu ke atas. Anda yang ingin bergerak bersama saya untuk menawakan zakat Anda untuknya bisa menghubungi saya di setiawan.andrie@gmail.com. 

Apa hubungannya dengan memimpin dengan EPos? EPos singkatan dari Energi Positif. Kawan saya ini seorang suami dan juga seorang ayah dan artinya ia adalah seorang pemimpin baik dalam keluarganya maupun untuk dirinya sendiri. Kami berbincang tentang bagaimana ia bisa menjadi pemimpin yang H.E.B.A.T. untuk keluarga dan dirinya sendiri. Sebagai seorang pemimpin, ia harus menyadari tentang 3 hal; KEAHLIAN, ASET, ENERGI POSITIF.

Seorang Pemimpin harus AHLI. 

Yes, ia harus terampil. Terampil dalam hal memimpin tentunya. Apakah seorang pemimpin harus menjadi spesialis dalam hal tertentu. Sepengamatan saya, para pemimpin hebat adalah mereka yang mampu mengakomodasi orang-orang yang dipimpinnya. Artinya, pada level pemimpin seseorang saatnya menjadi generalis ketimbang spesialis. Seorang pemimpin adalah orang yang AHLI dalam memimpin orang-orang AHLI, seorang Generalis yang memimpin para Spesialis. Tentu menjadi AHLI, Anda harus punya banyak pengetahuan yang selain ini dapat membangun kredibilitas juga dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan pengikut Anda. 

Menjadi AHLI dalam memimpin sama seperti ketika Anda ingin mendapat manfaat dari olahraga, Anda harus melakukan dan mengalaminya sendiri. Pengalaman Anda akan banyak membantu menjadikan Anda AHLI dalam memimpin. Hal diatas yang saya paparkan hanya sekelumit saja yang bisa menjadikan Anda AHLI dalam memimpin. Cari sumber-sumber lain, bacaan, buku, audio seminar, guru, dan tulisan-tulisan saya di Blog ini. 

Bersyukurlah pada Tuhan atas ASET yang diberikan Nya pada Anda. Tuhan memberikan tiga ASET yang melekat pada diri kita dan jika kita mengatakan kita bersyukur pada Yang sudah memberi ASET ini, maka caranya adalah GUNAKAN lah. Karena hukum alamiah dari ASET yang melekat pada diri kita adalah GUNAKAN atau MUSNAHKAN. Kalau kita tidak menggunakannya maka dengan sendirinya aset tersebut akan musnah, itu adalah hukum alam yang berlaku baik Anda percaya atau tidak. 

Tiga ASET yang saya maksudkan adalah FISIK, KECERDASAN, HATI. Mensyukuri ASET FISIK adalah dengan bekerja keras. Bekerja keras adalah full action dan zero complain. Setiap dari kita dalam menjalankan tugas, pasti kita pernah mengalami hal-hal yang mungkin Anda sebut sebagai masalah, hambatan, atau apapun yang saya sendiri menyebutnya sebagai tantangan. Masalah sebenarnya adalah ilusi pikiran kita. 

Masalah menurut kebanyakan orang adalah saat Keinginan dan Kenyataan dipisahkan oleh Gap atau Jarak, padahal jarak tersebut belum tentu menjadi masalah bagi Anda. Mari kita uji bahwa ini benar ilusi pikiran kita; 

Anda harus menyeberang sebuah selokan, dari sisi satu ke yang lain berjarak 1/2 meter. Apakah ini masalah? Saya yakin Anda tidak akan menganggap ini masalah karena Anda bisa dengan mudah melangkah keseberang. 

Jika jarak (Gap) sisi yang satu ke yang lainnya adalah 1 meter, apakah ini Anda sebut masalah? Mungkin Anda masih bisa melompatinya, yah paling tidak ini Anda anggap TANTANGAN. 

Jika jaraknya adalah 2 meter, apakah ini masalah bagi Anda? Sebagian dari Anda menganggap 'ya, ini masalah'. Bagaimana kalau di sisi selokan ada papan sepanjang 3 meter yang mampu menahan beban tubuh Anda? Pasti ini bukan masalah bagi Anda dan jika memang tidak tersedia papan tersebut Anda masih tetap bisa mencarinya bahkan membuatnya. Benar, kan? So, Masalah itu ilusi pikiran yang Ada adalah tantangan. 

Setiap kali saya mendapati keiinginan saya tidak sesuai dengan kenyataan, maka saya katakan... MENARIK! Kata ini memicu otak untuk mencari jalan keluarnya bukan malah tersesat didalam labirin keluhan yang akan menguras energi kita dak kita kemudian mati kelelahan. 

Tuhan memberi kita Fisik yang memiliki batasan. Anda yang sudah melewati masa pertumbuhan, tinggi badan Anda akan 'mentok' dan tidak bertambah lagi. Tinggal perkembangan Anda yang masih bertambah alias badan kita bertambah melar dengan lemak..hehehe... Itu perbedaan antara Pertumbuhan dengan Perkembangan. Tumbuh itu keatas dan berkembang itu kesamping. Jadi, kita sudah tidak tambah tinggi tapi tambah melar...hehehe. 

Baiklah, mari kita kembali ke pembicaraan. Jika tubuh Anda setinggi 167cm dan harus memetik buah setinggi 250cm, apa yang Anda lakukan? Ya' betul, Anda mengambil galah dan beberapa dari Anda mengambil tangga, walaupun sisanya dari Anda memutuskan untuk memanjat menggunakan ASET FISIK Anda. Anda yang mengambil galah atau tangga, Anda sedang mengandalkan ASET KECERDASAN Anda. Mensyukuri ASET FISIK, Anda bekerja keras. Mensyukuri ASET KECERDASAN, Anda kerja cerdas. 

Kita semua diberi waktu 24 jam tapi mengapa ada orang yang bisa mengerjakan pekerjaan lebih banyak? Mereka bekerja dengan kecerdasan mereka selain fisiknya. Lalu, setelah Anda menggunakan dua ASET tersebut, Anda masih tetap harus menggunakan ASET HATI, kerja ikhlas. Kata guru saya, ikhlas itu tidak diucapkan tetapi dirasakan. Setelah mengerjakan tugas Anda sebagai pemimpin, jangan diucapkan tapi rasakan saja. 

"Lho... Tapikan perlu tahu apa yang sudah kita lakukan, Ndrie." 

Betul,Sahabat Hebat... Ini polanya, TUNJUKKAN kepemimpinan Anda pada pengikut Anda, biarkan pengikut Anda MeRASAKANnya, setelah itu baru Anda boleh memBERITAHU apa yang sudah Anda lakukan. 

Memimpin dengan EPos.

Coba Anda perhatikan wajah pemimpin-pemimpin sukses dan silakan lihat wajah-wajah pemimpin-pemimpin yang gagal kemudian ditangkap polisi dan sedang dalam proses hukum. Masing-masing dari mereka mengeluarkan energi yang dapat Anda rasakan dan hebatnya Anda bisa merasakan perbedaan energi positif dan negatif. 

Energi ini masing-masing akan menarik energi serupa. Jika Anda pernah mendengar keluhan seseorang, "aduuuuh..kenapa ya kok setiap hari ada aja masalah. Hidupku ini kok masalaaaaaah terus." Perhatikan wajah orang itu, energi yang Anda rasakan dari wajahnya positif atau negatif? 

Kata guru saya lagi, energi itu tidak bertambah dan energi tidak dapat dimusnahkan, jumlah energi adalah tetap. Energi bisa berpindah dan bisa juga bertransformasi berubah bentuk. Saat Anda makan, yang sebenarnya yang Anda manfaatkan adalah bukan daging yang Anda makan melainkan energi yang tersimpan didalam daging tersebut. Energi tersebut berpindah kedalam tubuh Anda dan Anda menjadi lebih berenergi sebesar energi yang masuk kedalam tubuh Anda. Energi ini kemudian Anda keluarkan dalam bentuk aktifitas, pekerjaan Anda. Energi fisik dan pikiran berubah menjadi penghasilan yang didapat sebesar energi yang sudah dikeluarkan. Penghasilan tersebut dibelikan makanan yang akan kembali menjadi energi tubuh Anda, sebagian untuk membeli kebahagiaan Anda dan keluarga yang juga akan menjadi energi bagi pikiran Anda. 

Alam semesta ini juga kumpulan dari energi. Saat Anda mengeluarkan energi positif, Anda akan mendapatkan hal positif kembali kepada Anda. Sebaliknya, jika negatif yang Anda keluarkan maka hal-hal negatif yang akan datang pada diri Anda. 

"Ndrie, gimana kalau saya sudah mengerjakan hal-hal positif untuk bawahan saya tetapi ia membalasnya dengan keburukan, itu bagaimana?" 

Cek diri, jangan-jangan Anda sedang mencairkan tabungan energi negatif Anda yang pernah Anda lakukan pada orang lain. Atau, Anda tetap tenang karena Anda sedang menabung dalam rekening tabungan energi Positif, Anda akan mencairkannya nanti saat Anda membutuhkannya. Berbuat baik pada banyak orang dan Anda sedang memperbanyak tabungan energi positif Anda. Dan Anda yang ingin menyampaikan zakat Anda untuk orang yang membutuhkan, insyaAllah Anda sedang menambah saldo tabungan energi positif Anda. Selamat memimpin dengan EPos

Wednesday, December 19, 2012

ANDA TAHU BAGAIMANA ORANG TERHIPNOTIS?


Sebetulnya saya agak takut menulis hal ini karena Anda yang membaca dan memahami hal ini dapat langsung menggunakan ilmu ini. Jika Anda melakukannya untuk kebaikan, tentu saya juga akan menerima manfaatnya, sebaliknya jika Anda menggunakan untuk hal yang tidak baik maka saya juga akan kena getahnya.

Saya tetap tidak tahu apa yang akan Anda lakukan dengan ilmu ini dan saya selalu menyarankan Anda pahami dan gunakan untuk kepentingan Anda, tentu hanya untuk yang baik-baik saja.

Hipnotis bukan lagi hal yang jarang Anda dengar dan sudah semakin banyak yang sadar bahwa hipnosis adalah hanya sekedar ilmu psikologi terapan. Namun masih ada beberapa orang yang mengaitkan hipnosis dengan hal-hal yang tidak bisa disentuh.

Masih ada pertanyaan kenapa si A bisa-bisa nya mentransfer uang tapi dia tidak menyadarinya, kenapa si B bisa begitu saja menukarkan Rolex nya dengan uang palsu, dan kenapa si C baru merasa dilecehkan setelah kejadian tersebut berlalu beberapa waktu.

Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka terhipnotis. Benarkah?

Jawaban saya, ITU BENAR!

Lho kok begitu? Lha iya, hipnosis adalah segala komunikasi yang berhasil. Dua penipu diatas berhasil menipu korbannya, dan pelaku pelecehan tadi juga berhasil menggunakan komunikasinya untuk memenuhi tujuannya.

Nah ini yang saya khawatirkan, sepertinya saya ingin menghentikan tulisan ini disini tidak melanjutkannya karena jika digunakan secara sembarangan, hipnosis merupakan senjata yang ampuh.


80% Orang menghindari penderitaan dan 20% Orang mengejar kenikmatan

Menggunakan pareto diatas, secara psikologis praktisi hipnosis dapat menggunakannya untuk melakukan persuasi pada orang yang akan dihipnotisnya.

Mari saya jelaskan bagaimana mereka bisa tertipu. Sebelumnya, ingat-ingat ini! Orang dapat terhipnotis ketika mereka;
  1. Terlalu takut.
  2. Terlalu Senang
  3. dan nge-fans banget sama seseorang

Penipu pertama melakukan aksinya dengan modus yang membuat korbannya takut. Yang banyak Anda dengar adalah Anda dihubungi melalui telepon oleh seseorang yang mengaku sebagai guru sekolah anak Anda, ia mengatakan bahwa anak Anda mengalami kecelakaan dan ia bersama anak Anda sudah berada di rumah sakit dan dalam waktu segera anak Anda harus menjalani operasi. Operasi ini membutuhkan biaya dan Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk segera tiba di rumah sakit dan Anda diminta mentransfer sejumlah uang agar operasi bisa segera dilaksanakan. Dan Anda benar-benar mentrasfer uang tersebut. Saya turut berduka, anak Anda tetap sehat tetapi Anda telah ditipu orang.

Pelaku penipuan ini melakukan kejahatannya dengan memanfaatkan emosi yang dimiliki oleh 80% orang yaitu menghindari penderitaan. Saat menerima telepon dari “guru anak Anda” yang dapat menceritakan dengan jelas dimana sekolahnya, kelas berapa anak Anda, siapa nama anak Anda, jam berapa “kecelakaan” terjadi yang tentu saja tidak bertepatan dengan jam sekolah anak Anda, maka Anda mulai PERCAYA. Teknik ini yang dinamakan PACING. Memberikan informasi-informasi yang dapat dipercaya dan setelah Anda memercayainya maka pelaku akan melakukan LEADING yaitu mengarahkan Anda pada keinginannya. Informasi yang Anda terima bertubi-tubi akan membuat pikiran Anda penuh ditambah kecemasan akan keselamatan anak Anda yang Anda sangat cintai telah membuat pikiran Anda lumpuh dan akhirnya membiarkan orang ini memandu pikiran Anda. Teknik ini dinamakan CONFUSION, tugasnya membuat Anda bingung. Tanpa banyak tanya yang penting anak selamat, Andapun mentransfer uang yang seharusnya tetap menjadi milik Anda.

Menghadapi hal ini

Tetap tenang dan tanyakan dengan jelas siapa orang yang menyampaikan kabar kemudian hubungi pihak sekolah untuk mengkonfirmasi informasi yang diberikan orang itu. Jika membutuhkan informasi tambahan, segera hubungi rumah sakit yang dimaksud dan menanyakan pasien atas nama anak Anda dan melalui telepon memberikan jaminan pada rumah sakit agar jika memang benar kejadiannya demikian segera dilakukan tindakan. Didiklah anak Anda untuk selalu memberi kabar pada Anda dan komunikasi antara Anda dan anak dapat mengurangi risiko penipuan seperti ini.


Hilang deh Rolex nya

Penipuan kedua tidak jauh berbeda walaupun motifnya berbeda. Penipu memanfaatkan ketamakan, keserakahan, dan kerakusan manusia untuk mendapatkan kenikmatan. Sayangnya jumlah orang-orang ini lebih sedikit dari orang-orang yang tadi saya contohkan diatas. Hanya 20%. Dari sepuluh orang, kemungkinan hanya ada dua orang yang akan tertipu. Penjahatpun melakukan trial and error dengan menggunakan rasio keberhasilan 2/10.

Anda pemilik rolex didatangi orang dengan penampilan keren, agak ke bule-bule an, tampan/cantik, bicaranya lembut, wawasannya luas, menggunakan atribut-atribut yang terkenal seperti pakaian mahal, jam yang juga tidak kalah mahal, menjinjing tablet keluaran terbaru  yang juga harganya tidak murah. Hal-hal tersebut dengan cepat menjadi PACING terhadap Anda.

Ia mendekati Anda, berkenalan dan mencoba menebak seri jam rolex Anda, hal ini akan memperkuat PACING nya. Dengan dalih ia sangat menginginkan rolex tersebut dan mengatakan ia telah mencari ke banyak tempat namun tidak berhasil mendapatkan jam tersebut ia menawarkan kompensasi yang lebih besar dari harga rolex Anda yang seharga Rp.100 jutaan dengan menawarkan $20.000 sebagai gantinya. Anda mulai menghitung, jika dikalikan dengan Rp 9000/ dolar maka Anda akan mendapatkan Rp.180 jutaan dan itu artinya Anda untuk Rp 80 jutaan dan Anda berpikir bahwa Rolex seri ini masih bisa Anda dapatkan dengan cukup mudah dan berpikir bahwa si Bule ini yang bodoh tidak mengetahui toko rolex di Jakarta maka kemudian Anda mulai berpikir mau diapakan Rp. 80 juta ini. Untuk senang-senang, beli barang kesukaan, ajak keluarga jalan-jalan, dan banyak hal yang Anda ingin lakukan dengan uang tersebut. Dan keSERAKAHan Anda sudah terpancing keluar. Setelah transaksi selesai, Anda pergi ke money changer dan mendapati bahwa semua uang tersebut adalah  PALSU.

Keserakahan telah menutup kemampuan Anda untuk berpikir sehat dan pikiran Anda dengan mudah diarahkan oleh orang lain. Ini lah bentuk hipnosis kedua.


Tertipu karena nge-fans, Ganteng, Cantik

Bentuk hipnosis ke tiga tentu pernah Anda dengar tentang seorang tokoh spiritual yang diseret ke meja hijau karena dituntut telah melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa murid perempuannya.

Apakah murid-muridnya benar-benar tidak sadar 100%? Sama seperti dua contoh diatas, mereka sadar tetapi kesadaran yang menuntunnya untuk mendapatkan kenikmatan dan menghindari penderitaan, atau gabungan dari keduanya. Saya tidak tahu apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Guru tersebut, namun sudah dapat dipastikan jika memang pelecehan itu benar-benar dilakukan tentu ia akan mengaitkan dengan ajaran-ajarannya yang menjadi PACING and LEADING serta memanfaatkan rasa nge-fans murid-muridnya.

Nah... setelah Anda mengetahui landasan psikologis dari hipnosis yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, maka Anda dapat melakukan kebaikan-kebaikan sesuai dengan keinginan Anda. Berhati-hatilah untuk menempatkan perasaan Anda karena jika emosi sudah meledak, ia akan menutup logika-logika Anda. 

Tuesday, October 30, 2012

YOUR LIFE MANTRA


Mendengar kata mantra, saya yakin Anda memiliki persepsi yang beragam dalam menanggapinya.

Mungkin Anda berpikir bahwa hal ini berkaitan dengan hal gaib, bisa jadi Anda mengira bahwa ini adalah produk dari ilmu hitam, atau Anda telah memahami bahwa hal ini ada hubungannya dengan ilmu psikologi.

Anda yang berpikir bahwa mantra berkaitan dengan spirit (roh) ataupun segala hal yang berhubungan dengan spiritual, Anda benar. Mantra memang berhubungan dengan roh, yaitu roh pembacanya (perapalnya).

Dulu sebelum Agama menjadi populer, sebelum wahyu Tuhan diturunkan, manusia telah melakukan pencarian sosok spiritual. Saya yakin yang dituju adalah Tuhan. Dalam praktiknya, kemudian, manusia menemukan cara-cara bagaimana berhubungan dengan spiritual dirinya sendiri.

Saat Agama diturunkan dan manusia mengimaninya, Mantra masih tetap ada namun namanya berganti menjadi Doa. Perbedaan terminologi sangat penting untuk menjadi daya pembeda antara yang tidak beragama dengan yang beragama.

Apa yang Anda lakukan saat Anda dalam masalah? Saat Anda dalam kondisi tertekan? Saat Anda tidak mampu berpikir bahwa tidak ada yang dapat dilakukan tanpa seijin Tuhan? Kebanyakan dari Anda, saya yakin, berdoa.

Apa yang dilakukan doa pada diri kita?

Banyak orang tidak percaya bahwa manfaat doa dapat dijelaskan dalam ilmu pengetahuan. Banyak pula yang percaya bahwa doa adalah take it for granted sudah dari sananya demikian maka terima saja dan percaya saja bahwa doa adalah doa. Keimanan seperti itu, saya percaya, tidak ada masalah. Yang akan menjadi masalah adalah ketika seseorang berdoa kemudian tidak merasakan manfaatnya lalu ia men-generalisasikan bahwa Tuhan tidak bermanfaat bagi dirinya, dan itu mungkin yang menjadi penyebab salah satu kawan saya yang menyatakan bahwa dirinya memutuskan tidak mengikuti Tuhan manapun.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian bagaimana doa bermanfaat bagi diri kita dan tentu akan sangat berarti dalam hidup kita.

Artikel ini tidak sedang mengajarkan Anda bagaimana berdoa tetapi memberikan kesadaran pada kita bahwa segala yang kita katakan dan kita yakini akan memengaruhi hidup kita.

Para peneliti menemukan bahwa doa mengaktifkan anterior cingulate sehingga tidak hanya Anda merasakan welas asih pada sesama dan semakin merasa dekat dengan Tuhan, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi kesehatan Anda.

Doa juga berperan dalam mengendalikan fungsi sistem limbik, sebuah sistem dalam otak primitif manusia, yang bertanggung jawab atas emosi negatif seperti rasa takut, perasaan tertekan, dan rasa pesimis.

Secara keilmuan, masih banyak yang dapat diceritakan tentang manfaat doa yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan biar saya ceritakan lebih jauh dalam buku saya berikutnya nanti.

Lalu bagaimana ada diantara kita tidak merasakan manfaat dari berdoa?

Dalam pelatihan yang saya berikan, saya mengajak peserta untuk menguji coba Mantra yang dibuat dalam kelas tersebut dan melihat seberapa besar dampaknya pada diri pembacanya. (Mantra;Saya tidak menyebutnya doa karena saya termasuk orang yang take it for granted tentang doa, tentu dengan pemahaman yang lebih dari waktu-waktu sebelumnya.)

Dalam dunia penjualan, para penjual profesional terkadang masih dihinggapi rasa takut, tertekan, dan pesimis sebelum mengunjungi calon pelanggan/nasabahnya. Mereka khawatir tidak berhasil mendapatkan penjualan ini. Kekhawatiran tersebut kebanyakan muncul dari persepsi penjual itu sendiri tentang calon nasabahnya. Ia khawatir calon nasabahnya tidak mendapatkan manfaat dari produk yang dibawanya, bahkan merasa terganggu dengan kehadiran penjual tersebut.

Saya meminta seorang peserta yang masih memiliki masalah tersebut ke depan untuk menunjukkan pada rekan-rekannya bagaimana mantra ini bekerja.

Saya bertanya padanya seberapa cemas dirinya terhadap calon nasabah ini. Untuk mempermudah pengukuran, saya menggunakan skala 1 sampai dengan 10. Angka 10 berarti sangat cemas sehingga sedikitpun ia tidak memiliki keberanian sedang 1 artinya ia memiliki keberanian yang cukup dengan sedikit kecemasan.

Ia mengatakan kecemasannya ada pada angka 7.

Saya minta ia untuk merapalkan dan melafalkan (membaca dengan bersuara);

SAYA DATANG UNTUK MEMBERI, BUKAN UNTUK MEMINTA.
SAYA DATANG SEBAGAI SOLUSI, BUKAN MENJADI MASALAH ANDA.

Saya memintanya untuk membaca berulang-ulang sambil memerhatikan respon tubuhnya atas apa yang ia ucapkan. Saya juga memintanya untuk memunculkan visualisasi calon nasabahnya dihadapannya. Setelah saya melihat wajahnya tidak lagi tegang, saya memintanya untuk menghentikan mantra nya kemudian bertanya, berapa angka kecemasannya?

Ia menjawab, “1 (satu)”. Matra nya telah berhasil mengendalikan sistem limbik otaknya.

Bagaimana hal tersebut bisa berhasil padanya? Saya memintanya untuk membaca dengan bersuara sehingga telinganya menerima input dari aktifitas diluar tubuhnya, otaknya akan memproses informasi tersebut dan setelah pikirannya mempercayai informasi tersebut (itu mengapa saya memintanya untuk membaca berulang-ulang), maka tubuhnya akan berubah menjadi lebih tenang dan ini akan berdampak pada perilakunya didepan calon nasabah yang ia cemaskan.

Ini mengapa, seorang yang percaya pada doa yang ia baca mendapat manfaat yang ia inginkan. Sedangkan mereka yang tidak percaya, tidak mendapatkan apa-apa selain yang ia dapat lakukan saat itu.

APA MANTRA UNTUK HIDUP ANDA?