Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Saturday, August 22, 2015

ORANG MUSLIM KAYA

Jika orang Muslim kaya, itu memang keren.

Tapi perlu diperhatikan bahwa ia harus muslim (berserah diri pada Allah) dahulu barulah menjadi kaya.

Tidak seharusnya untuk menjadi muslim (berserah diri  pada Allah) seseorang menunggu menjadi kaya terlebih dahulu. Jangan-jangan belum sempat menjadi muslim, kita sudah keburu dipanggil Allah. Bahkan bisa jadi sebelum kaya, kita sudah meninggal.

Jika proses KAYA mendahului menjadi MUSLIM, bisa jadi inilah yg terjadi KAYA MUSLIM (seperti orang muslim), gak bener-bener muslim, gak Kaffah, alias muslim KW.

Dan jika masih ada orang yang berdalih menjadi muslim dapat berbarengan dengan menjadi kaya, menurus saya itu juga tidak memiliki makna, lihatlah ini "Mkuasylaim". Anda tidak sedang salah baca atau bukan pula salah eja. Kata tersebut adalah pemaksaan proses menjadi Muslim dan Kaya secara bersamaan.

Maka menjadi muslim lah terlebih dahulu barulah menjadi kaya (MUSLIM KAYA), hal ini menjadi lebih bermakna jika prosesnya dibalik (KAYA MUSLIM), terlihat seperti muslim saja tapi sesungguhnya bukan. Dan jangan pula memaksakan prosesnya menjadi MUSLIM dan KAYA secara bersamaan, maka akan menjadi MKUASYLAIM. Tidak ada maknanya.

Menjadi Muslim yang kaya tidak akan risau jika Allah ambil kembali kekayaannya. Menjadi kaya muslim akan galau jika Allah mengambil hartanya. Menjadi MKUASYLAIM, hidupnya pasti stress, hehehe (membacanya saja sudah stress apalagi menjalaninya).

Muslim tidak harus kaya, tetapi muslim kaya bisa membuat hidup lebih bermakna, insyaa Allah.


“Sekelompok fakir dari kaum muhajirin mendatangi Nabi SAW, lalu mengadu: beruntunglah para orang kaya, mereka memilik derajat, kehormatan dan kedudukan. Rasul SAW berkata: apa yang kalian maksud. Mereka menjawab: Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan mereka sedekah sedangkan kami tidak bisa bersedekah serta mereka bisa memerdekakan budak sedangkan kami tidak bisa. Rasul SAW bersabda: maukah aku ajarkan sebuah amalan yang bisa mengungguli orang-orang sebelum dan sedudah kalian dan tidak ada yang bisa menandingi derajat kalian kecuali mereka yang berbuat seperti yang kalian amalkan. Mereka menjawab; baiklah, ya Rasulullah. Rasul bersabda: bacalah tasbih, takbir dan tahmid setiap selesai shalat masing-masing sebanyak 33 kali. Abu Shalih berkata: Kemudian orang-orang miskin itu kembali menemui Rasul SAW dan mengadu: ‘Orang-orang kaya telah mendengar hal itu dan mereka juga melakukan hal yang sama sebagaimana yang kami perbuat. Rasul SAW bersabda: Itulah kelebihan yang deberikan Allah SWT kepada siapa yang dikehendaki.” (H.R Muslim: 936)

Monday, March 30, 2015

PELANGGAN SELALU BENAR (?)

Apa benar anggapan bahwa pelanggan selalu benar? Apakah juga Anda masih menyangka bahwa pelanggan adalah raja?

Saya kira, era baru dunia penjualan, keyakinan tersebut tidak lagi sesuai. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan para penjual memiliki informasi yang sama banyaknya dengan (calon) pelanggan.

(Calon) Pelanggan akan selalu mencari informasi tentang produk yang akan dibelinya. Membandingkan spesifikasi, keunggulan, dan manfaatnya bagi dirinya sendiri. Mereka dengan cepat mendapat informasi dengan berselancar di dunia maya. Berbeda dengan pelanggan tempo dulu yang ingin diperlakukan sebagai raja, pelanggan masa kini ingin diperlakukan sebagai klien, dan Anda, para tenaga penjual, adalah konsultan mereka.

Tapi tidak dapat dipungkiri ada (calon) pelanggan yang masih meyakini bahwa mereka adalah raja. Seperti halnya raja, mereka tidak suka jika Anda berbeda pendapat dengannya.

Lalu, bagaimana cara menjual produk Anda kepadanya? Katakan mereka selalu BENAR dengan pendapatnya tentang produk yang Anda bawa.

Seorang tenaga pemasar asuransi jiwa meminta konsultasi saya melalui BBM (758504A4);

"Pak Andrie, bagaimana menjawab seorang calon nasabah yang mengatakan hal ini, Kalau saya berasuransi hanya akan membuat orang Inggris tambah kaya."

Saya pun menjawab, " Benar, Pak. Makanya Bapak harus berasuransi. Saat Bapak klaim dengan uang pertanggungan besar, Bapak sedang membuat bankrut orang Inggris itu, bagaimana Pak? Betul kan?

Mengatakan BENAR bukan berarti Anda tidak bisa mendominasi kawan bicara Anda, mengatakan BENAR  adalah teknik masuk kedalam pikirannya yang menyatakan bahwa Anda sependapat dengannya, sedang dalam kalimat berikutnya, Anda malah mendominasi calon pelanggan Anda.

Lalu, apakah pelanggan selalu benar? Ya BENAR, menurut pandangannyanya sendiri tentunya. Menurut pandangan kita, memotivasi pelanggan untuk membeli dari kita adalah sebuah kebenaran.

Monday, December 8, 2014

APAKAH ANDA SUDAH CERDAS FINANSIAL?

Orang yang cerdas secara finansial adalah orang yang tahu bagaimana mendapatkan 7M; Mengumpulkan, Membagi, Menyimpan, Mengembangkan, Membelanjakan, Melindungi, dan  Menikmatinya.

Ia tahu bagaimana ia mengumpulkan kekayaan, pekerjaan apa yang ia senangi dan menghasilkan serta ia tahu apakah pekerjaannya adalah pekerjaan yang baik tidak sekedar bekerja dan menerima hasil disertai dengan keluhan karena selalu merasa tidak cukup dan tidak dapat menikmati pekerjaannya alias bekerja merasa terpaksa.

Merasa bahagia di tempat kerja sangat menentukan karir Anda. Saya sering lihat orang yang pagi-pagi menuju tempat kerjanya dengan langkah kaki terseret, bahu turun seperti menahan beban yang berat, wajah tertunduk. Anda tahu apa yang ia lakukan ditempat kerjanya? Lebih banyak mengeluh dari pada bersyukur. Jika Anda harus berada dalam sebuah tim, apakah Anda mau ia menjadi bagian tim Anda? Saya yakin jawabannya tidak. Lalu karirnya? Tidak meningkat. Penghasilannya? Tidak meningkat. Tapi kebutuhan hidupnya? Terus meningkat. Maka apa yang terjadi dengan dirinya? Keluhannya pun meningkat.


Pekerjaan kita bagaikan wadah untuk menampung rezeki. Dan kita lah yang mengisinya. Jika kita tidak memiliki kemampuan mengisi rezeki dengan baik, maka wadah besarpun menjadi mubazir karena terisi dengan rezeki yang sedikit saja. Namun bagaimana jika kemampuan kita melebihi kapasitas yang ada. Perbesar Kapasitas Wadahnya! Pindah tempat kerja bukan satu-satunya solusi. Menciptakan nilai tambah adalah yang menjadi tujuannya. Karyawan dibidang keuangan bisa mengikuti kursus web design dan setelah terampil ia dapat membuatkan web bagi teman-teman serta kenalannya. Bahkan setelah banyak kliennya ia membuka perusahaan sendiri walaupun ia masih menjadi karyawan. Pegawai di instansi pemerintahan bisa saja belajar bisnis rumah makan. Ia masih tetap menjadi Pegawai Negeri Sipil sementara bisnis rumah makannya tetap berjalan. Seorang tentara bukan tidak mungkin memiliki bisnis penyiaran, dan sebagainya dan sebagainya. Tidak ada pekerjaan yang terbaik, yang ada adalah usaha terbaik kita masing-masing. 

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Sunday, May 4, 2014

"MANUSIA KEBETULAN"

Dalam banyak pertanyaan yang kita lontarkan ataupun yang terlontar untuk kita, seringkali jawabannya mengaitkan kata "kebetulan".

"Kebetulan anak saya dua, Pak."

"Kebetulan saya ingin memiliki rumah dan mobil, Pak."

"Kebetulan saya seorang karyawan, Pak."

Saat memberikan pelatihan pada para leader agen asuransi seorang leader memulai pertanyaan dengan mengatakan, “Pak Andrie, kebetulan saya seorang leader dan kebetulan ini adalah agen saya (sambil menunjuk orang yang ada disebelahnya)...” Sambil berseloroh saya mengatakan, “Waduh, Anda menjadi leader tidak niat ya, bu?” Dan tentu Anda paham bahwa seorang leader tidak boleh sembarangan merekrut agen. Dengan mengatakan kebetulan, terdengar ia tidak memiliki visi untuk agennya.

Entah bagaimana kata "kebetulan" tercipta, tapi jelas kata ini (sesuai pengamatan saya) hanya digunakan oleh orang-orang yang tidak optimis walaupun mungkin mereka bukan orang-orang yang pesimis. Jika mereka ditanya tentang tujuan hidup, senangnya mereka menjawab "Hidup saya mengalir bagaikan air."

Jika Anda percaya bahwa Tuhan ada, dan Dia selalu ada setiap detik dalam hidup kita maka tidak ada lagi kejadian-kejadian yang kebetulan. Saya selalu ingat pelajaran dari guru saya bahwa Tuhan menciptakan kita disertai dengan dua hal; Takdir dan Nasib. Lagi-lagi hal ini yang saya munculkan dalam tulisan saya. Makanya, saya tidak membahas keduanya lagi disini dan membiarkan Anda pembaca yang budiman mencarinya dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Saya tidak sepakat dengan ungkapan “hidup yang mengalir seperti air”. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Menempati ruang yang kosong terbentuk seperti wadahnya. Bercampur dengan benda lainnya yang bersih maupun yang kotor. Dan itu artinya kita tidak memiliki pilihan dalam hidup ini. Hanya (terpaksa) mengalir mengikuti keadaan (bukan nasib).

Hidup ini selalu ada pilihan untuk orang-orang optimis. Hidup ini memiliki banyak pilihan unuk diambil. Kita, manusia, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan kita dapat memilih salah satunya, tentu dengan konsekuensi masing-masing dari pilihan yang diambil.

Ditempat kerja, kita dapat memilih menjadi bahagia atau dikendalikan pekerjaan kita, dalam keluarga kita dapat memilih menjadi anggota keluarga yang membahagiakan lainnya daripada menyusahkannya, dalam perjalanan kita dapat memilih santai dan menikmati perjalanan ketimbang ugal-ugalan, dalam masalah kita dapat memilih bersabar dibanding amarah berkobar, dan pilihan demi pilihan telah tersedia bagi orang-orang yang optimis lebih dari orang yang pesimis yang menjadi korban keadaan.

"Saya tidak mau menjadi korban keadaan, bagaimana cara keluar dari situasi ini?"

Caranya sederhana... Hanya perlu mengubah pikiran kita.

"Lalu bagaimana cara mengubah pikiran kita?"

Nah, yang ini sulit caranya...hehehe... Tapi tenang, saya, insyaAllah, tidak akan meninggalkan Anda tanpa solusi, paling tidak saya bisa menitipkan inspirasi untuk berubah.

Masih ingat ini? PIKIRAN > PERKATAAN > PERBUATAN > KEBIASAAN > KARAKTER > NASIB. Pikiran akan menyebabkan perkataan. Perkataan yang berulang-ulang akan menjadi perbuatan. Perbuatan yang berulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter. Karakter akan menyebabkan nasib kita sendiri. Nasib baik dimulai dari pikiran yang baik dan sebaliknya, pikiran buruk menyebabkan nasib buruk.

Kembali lagi ke pembahasan mengubah pikiran. Bagaimana mengubah pikiran? Ingat, walaupun ini sulit bukan berarti tidak mungkin. Pikiran dapat berubah jika kita mengubah penggunaan kata-kata kita secara terus menerus dan konsisten. Perhatikan ini...

Daripada berkata

"Kebetulan anak saya dua, Pak."

Lebih baik berkata,

"Alhamdulillah anak saya sudah dua, Pak."

Menghilangkan kata kebetulan mengajak diri sendiri bertanggungjawab atas konsekuensi yang sudah dipilih. Mengucap syukur akan memberitahu pikiran kita bahwa pilihan yang telah kita buat adalah tepat.

Daripada berkata,

"Kebetulan saya ingin memiliki rumah dan mobil, Pak."

Lebih baik mengatakan,

"Alhamdulillah, saya sudah memiliki kebutuhan akan rumah dan mobil."

Kalimat diatas merupakan pilihan daripada tergantung pada keadaan.
Daripada mengatakan,

"Kebetulan saya seorang karyawan, Pak."

Lebih baik mengatakan,

"Alhamdulillah saya seorang karyawan, Pak."

Saat kita menghilangkan kata "kebetulan" dan menggantinya dengan kata-kata penuh rasa syukur, maka perasaanpun akan berubah. Jika Anda tidak percaya, mengapa Anda tidak mencobanya agar Anda tahu "rasa"nya.

Semua yang terjadi adalah bukan kebetulan, karena mereka adalah kehendak Tuhan.

“(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (At-Takwiir: 28-29).

Dan itu adalah setelah apa yang Anda usahakan.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(QS: Ar-Ra'd Ayat: 11)


Saturday, April 19, 2014

SAYA ORANG EKSAK. SAYA TIDAK BISA MENJUAL, PAK!

Dalam sebuah kesempatan seseorang bertanya pada saya bagaimana melakukan komunikasi penjualan dengan lancar. Sebagai praktisi mind technology, kita tahu bahwa biasanya orang-orang yang mengatakan demikian telah melakukan generalisasi dan penyempitan ide mengenai dirinya maupun status tentang dirinya.

Untuk mengetahui cara membantu meyakinkan orang tersebut bahwa ia bisa seperti apa yang ia inginkan (menjual) tentu harus dilakukan fact finding terlebih dahulu. Berikut percakapan kami saat itu.

Saya            : Komunukasi penjualan yang lancar seperti apa yang bapak maksud?

Penanya     : Saya orang eksak, Pak. Saya jarang ketemu orang. (eksak biasa merupakan sebutan bagi orang yang kuliahnya jurusan teknis atau mereka yang bekerja dibidang teknis)

Si penanya melakukan generalisasi bahwa orang eksak yang notabene bidangnya teknis, yang menurutnya jarang bertemu orang, tidak mampu berkomunikasi dengan orang-orang.

Saya            : Masa jarang ketemu orang? Dari rumah ke kantor kan banyak orang yang dilihat, Pak? Hehehe. Memang eksaknya apa yang Bapak maksud? (Saya bertanya secara spesifik jurusan dan bidang apa yang ia geluti)

Penanya     : Kimia, Pak.

Saya            : Wah keren banget tuh, Pak.

Penanya     : Keren gimana, Pak?

Saya            : Ngambil kimia dimana, Pak?
Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya dan saya mencari informasi yang untuk memperkuat saran-saran (sugesti) saya nanti.
Penanya     : UNPAD, Pak.

Saya            : Wah tambah keren lagi tuh, Pak. Yang di Jatinangor ya?

Saya sedang menancapkan YES-SET. Jika jawabannya adalah YA maka saya bisa mendapatkan manfaat bahwa ia akan lebih memercayai saya karena saya mengetahui sebagian yang ia pikirkan. Dalam komunikasi, teknik membaca pikiran dengan menebak hal-hal umum tentang orang yang kita ajak bicara dapat menarik kesan bahwa kita dan dia adalah dalam komunitas yang sama. Orang-orang akan lebih terbuka saat berbicara dengan orang yang memiliki banyak persamaan dan yang telah mengetahui informasi tentang satu sama lain.

Penanya     : Bener Pak.

Nah sekarang saatnya memberikan sugesti (saran-saran). Saya menggunakan reframing. Reframing adalah teknik komunikasi untuk “membingkai ulang” makna dari sebuah ide. Apa itu maksudnya dan bagaimana caranya? Silakan perhatikan ini.

Saya            : Pak, tentu Bapak tahu... (saya menggunakan generalisasi dengan menganggap ia telah mengetahui apa yang saya katakan. Saya menggunakan teknik ini karena diawal ia juga melakukan generalisasi atas dirinya.) Orang eksak, khususnya orang kimia itu adalah orang yang jago komunikasi. Coba aja nih ya Pak... Dalam berkomunikasi, banyak reaksi kimia yang yang terjadi dalam tubuh manusia. Saat seseorang mendengarkan kata-kata Bapak dan menjadi bahagia Dopamine di dalam otak yang bertanggung jawab atas kebahagiaan itu. Saat Bapak berbicara dengan seseorang dan ingin terus berbicara dengan orang tersebut karena Bapak merasa mendapatkan manfaat dari pembicaraannya, Endorfin lah yang bertanggung jawab membuat Bapak kecanduan. Ketika Bapak berbicara dengan calon nasabah bahwa asuransi sangan berguna bagi anak-anak yang dicintainya dan kemudian perasaannya tersentuh seketika muncul perasaan kasih sayang yang mendalam pada anak-anaknya, Oksitosin lah yang bertanggung jawab atas hal ini. Masih banyak lagi fenomena komunikasi dan hal-hal tadi melibatkan reaksi kimia dalam tubuh. Orang-orang kimia lah yang sangat memahami akan hal ini. Jadi apakah Bapak masih yakin tidak bisa lancar dalam berkomunikasi padahal ilmunya sudah Bapak kuasai?

Penanya     : Betul Pak, kalau begitu akan saya coba. Terimakasih Pak.

Sahabat Pembaca yang baik hatinya, seringkali kita tidak yakin kita tidak dapat melakukan sesuatu padahal kita sudah memiliki ilmu (modal) nya. Memang saya tahu bahwa setiap orang termasuk saya butuh orang lain yang mengingatkan itu. Dengan memahami bagaimana memaknai apa yang telah kita miliki dan terus memelajari apa yang belum kita miliki, kita akan mampu menghadapi persoalan-persoalan dimasa mendatang dengan lebih tenang. Persoalan selain membutuhkan jawaban, juga membutuhkan ketenangan dalam menjawabnya. Ketenangan membutuhkan ilmu pengetahuan kadang-kadang orang yang mengingatkan. Dengan beberapa teknik sederhana dalam komunikasi Anda akan merasakan efek yang dahsyat.

Tuesday, October 22, 2013

APAKAH BOLEH BERHAYAL TINGGI?

Pertanyaan ini mungkin pernah ditanyakan pada Anda atau mungkin Anda sendiri pernah menanyakan pertanyaan ini. Saat mendapatkan pertanyaan ini, saya menjawab BOLEH. Saya tidak membedakan menghayal, bermimpi, bercita-cita atau sejenisnya karena terkadang, kawan bicara kita tidak bisa membedakan hal-hal tersebut. 

Persamaan dari ketiganya adalah adanya aktivitas mental untuk membayangkan atau visualisasi. Sebagian orang, setelah proses visualisasi, melakukan proses mental yang berikutnya yaitu membuat keputusan apakah ingin mendapatkan apa yang telah dibayangkan atau membiarkan bayangan tersebut sebagai gambaran mental biasa. 

Bercita-cita memiliki rumah dan mobil? Jika Anda menginginkannya, segera putuskan dan katakan pada diri Anda bahwa Anda menginginkannya. 

Buat yang masih sendiri yang menginginkan keluarga yang baik dengan memiliki pasangan yang baik? Segera komunikasi-kan pada pikiran dan perasaan Anda. Katakan bahwa Anda sangat mau untuk mendapatkannya. Menginginkan hal lain pun, Anda hanya tinggal membayangkan dan memutuskan, MAU atau TIDAK. 

Apakah semudah itu? InsyaAllah Ya. Anda melihat buah mangga menggantung di pohonnya dan Anda menginginkannya. Anda mengatakan pada pemiliknya dan ia mengijinkan Anda memakannya, lalu apa yang kemudian Anda harus lakukan? Tentu Anda harus mengambilnya dengan cara-cara yang diperkenankan. 

Dalam konteks spiritual, dunia ini milik Tuhan termasuk apa yang kita miliki dalam pikiran dan perasaan. Tuhan yang Maha Pengasih akan memberi apa yang Anda minta. Setelah itu, jemputlah rizki Nya. 

Berhayallah, Bermimpilah, Bercita-citalah kemudian putuskan bahwa Anda menginginkannya karena yang demikian itu Anda sedang menciptakan peta dalam pikiran Anda kemana Anda akan menuju. Menuju tempat yang belum Anda ketahui, membutuhkan peta yang lengkap dan detil. Membayangkan apa yang Anda inginkan adalah proses pembuatan "peta"dalam pikiran Anda.

Thursday, September 19, 2013

PETANI YANG MENYUBURKAN LADANG ORANG LAIN

Setiap hari mencari rejeki, kita bagaikan petani yang menggarap sawah dan ladang masing-masing. Dan setiap hari juga kita sering melihat para petani ini sibuk dengan ladangnya sendiri-sendiri. Pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam. Menggarap, menanam, menyiram dan memupuk, dan tak jarang kita menjaga dari hal yang merusak tanaman dan ladang kita.
Bercita-cita mendapatkan hasil panen yang bagus, seringkali kita terlena menganggap ini lah hal yang paling penting kita lakukan setiap hari agar hasilnya nanti sempurna. Kita hanya memikirkan ladang dan diri sendiri. Tak hanya hama yang kita anggap mengganggu, bahkan beberapa kali, Tuhan yang menciptakan musim kemarau pun dianggap telah mengganggu hasil pekerjaan kita.
Ditengah keegoisan kita, ada seorang petani yang hasil ladangnya berlimpah dengan kualitas nomer satu. Berbeda dengan hasil ladang petani lain dengan lokasi yang tidak berdekatan. Penasaran akan hal itu, seorang mahasiswa calon insinyur petanian bertanya pada petani ini. Mengapa ladangnya dan ladang-ladang disekitarnya memiliki panen melimpah dengan kualitas nomer satu.
Petani ini menjawab, "Saya membagi bibit unggul yang saya miliki pada petani-petani yang berdekatan serta memberi mereka pupuk yang terbaik. Saya juga mengairi ladang-ladang mereka. Saya ikut membantu mengusir hama dari ladang mereka."
Petani ini melanjutkan, "Mas calon Insinyur, dengan cara seperti ini lah ladang saya menghasilkan panen terbaik. Perhatikanlah, jika saya tidak memberi bibit yang unggul pada petani disekitar dan bibit mereka jelek, maka angin akan menerbangkan serbuk sari bibit jelek tadi ke ladang saya. Perkawinan serbuk sari yang kualitasnya jelek itu akan berpengaruh buruk pada tanaman saya."
"Jika saya tidak mengaliri ladang mereka, tanah mereka menjadi tidak subur, unsur hara dalam tanah pun rusak. Maka hal itu juga akan berpengaruh pada tanah ladang saya yang ada disekitarnya."
"Jika saya tidak membantu mereka menghalau hama, maka bisa jadi ladang mereka menjadi sarang hama dan menular ke ladang saya. Itulah yang saya lakukan. Sederhana, tidak ada yang istimewa namun Tuhan memberikan hasil yang istimewa pada ladang saya dan petani disekitar."
Mahasiswa ini menyimpulkan bahwa ketika berbuat baik pada orang lain, faktanya adalah orang tersebut sedang berbuat baik pada diri sendiri.
Membantu orang lain, ternyata itu adalah bantuan untuk diri sendiri. Memberikan modal pada orang lain juga berarti bahwa kita sedang berusaha mensejahterakan diri sendiri.
Ia teringat apa yang pernah ditulis oleh Zig Ziglar bahwa Cara terbaik untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan adalah dengan membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Ilmu ladang ini sangat berguna dalam kehidupan karena sesungguhnya kitapun sedang berladang untuk kehidupan kita. Ilmu TABUR dan TUAI saja belum cukup. Kita juga masih harus MENYUBURKAN ladang orang lain untuk kesuburan ladang kita sendiri.
Tulisan ini saya dedikasikan bagi para penjual uang memberikan manfaat pada pembelinya, bagi para guru dan pelatih yang memberikan ilmu berguna, bagi para orangtua yang mendidik anak-anaknya agar menjadi pondasi kuat bagi kehidupan semua, dan bagi semua orang yang membantu orang lain dalam pekerjaannya.Andrie Setiawan


Andrie Setiawan, S. Pd, M. M, C. Ht,  CFP®
Neuro-Financial Coach©

Tuesday, June 18, 2013

Ah... Saya kan Cuma Dibayar Murah


Memperhatikan lingkungan disekitar saya, membuat saya ingin menulis tentang hal ini. Ada orang yang di meja kerjanya memasang tulisan "Jangan Mangeluh" tapi masih tetap mengeluh, ada pula yang berharap penghasilan besar dengan melakukan hanya hal-hal yang kecil-kecil saja. Ada yang mengeluarkan energi besar tapi lebih mementingkan hal tersebut dilihat orang lain dari pada menjaga kualitas hasil, dan juga ada yang tidak sabar melompat ingin menjadi pemimpin padahal belum pernah menjadi pengikut yang baik. Contoh lain yang lebih buruk lagi adalah cerita tentang seorang guru yang sering terlambat, jangankan untuk mempersiapkan materi ajar, untuk mencuci muka dari debu jalan pun ia tidak sempat.

Bayangkan Anda adalah pemimpin mereka, beri mereka teguran, kira-kira apa yang menjadi alasan mengapa mereka masih mempertahankan hal-hal tersebut? Biasanya, terucap atau tidak, mereka merasa hal tersebut sepadan dengan bayaran yang mereka terima. "Ah... Saya kan Cuma Dibayar Murah", kira-kira itu yang dikatakan pikirannya.

Ada kebingungan (bias) dalam jawaban itu. Bayaran rendah yang kita terima MENYEBABKAN performa kerja kita yang buruk atau sebaliknya, performa kerja kita yang buruk akan MENYEBABKAN bayaran rendah yang kita peroleh?

Saya tidak pernah berhenti belajar tentang hukum sebab dan akibat, gaya tarik menarik dan gravitasi, serta hukum tolak menolak yang sudah sejak lama ditemukan para ahli seperti Isaac Newton dan Archimedes. Walaupun kehidupan tidak masuk dalam pelajaran yang bersifat eksakta (ilmu pasti) namun hukum-hukum itu berlaku dalam kehidupan. "Lho? Itu artinya kehidupan kita juga bersifat pasti dong?" Saya tidak bilang begitu tapi Brian Tracy mengatakan bahwa prestasi dapat diprediksi. Apa yang Anda inginkan harus sesuai dengan apa yang Anda lakukan untuk mencapainya.

Pelajaran menulis dan mengarang yang diajarkan disekolah selalu menuntut agar kita memulainya dari pembukaan, kemudian masuk ke bagian isi, lalu penutup. Ini yang menyebabkan para calon sarjana merasa tertekan saat harus menulis skripsi. Saat saya harus melalui proses skripsi dan tesis, saya merasa hal tersebut sangat menyenangkan. Saya tidak memulai dari awal, saya langsung berpikir bagaimana akhirnya. Saya membayangkan apa yang menyenangkan untuk dibaca dalam skripsi dan tesis saya, bagaimana orang-orang yang membacanya akan mendapatkan manfaat dari tulisan saya, setelah saya dapat idenya lalu saya mencari tahu ilmu apa saja yang menantang dalam penulisan skripsi dan tesis. Saya menemukan hal ini adalah mata kuliah statistik dan metode penelitian, dibagian inilah mahasiswa harus bolak balik menemui pembimbingnya. Saya memelajari ilmu itu dengan teliti dan mendapatkan esensi filosofinya. Statistik dan metodologi penelitian menjadi mata kuliah yang menyenangkan sementara banyak teman tidak menyukainya. Terakhir, barulah saya memikirkan judul yang disusul dengan proses penulisan. Pada saat diuji, saya dapat menunjukkan pemahaman atas apa yang saya tulis, itu artinya para penguji harus ikhlas memberi saya nilai "A".

Apa hubungan skripsi dan tesis dengan pekerjaan saya yang dibayar murah? Begitulah kira-kira pertanyaan pembaca yang mulai tidak sabar untuk mendapatkan manfaat tulisan ini.

Sahabat-sahabatku yang baik, masing-masing dari kita adalah PENULIS kehidupan diri sendiri. Banyak dari kita yang ingin memulainya dengan sangat mewah dan istimewa namun kemudian kita tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Sama seperti sebuah tulisan kehidupan, Anda ingin memiliki judul yang luarbiasa bagus, namun Anda belum tahu apa yang akan Anda tulis. Saya sering memerhatikan bagaimana sebuah acara resepsi pernikahan digelar dengan sangat mewah dan menghabiskan banyak biaya namun kehidupan selanjutnya malah tidak seindah dan semewah resepsinya. Mereka adalah yang hanya mementingkan judul dari pada akhir yang baik.

Pekerjaan kita adalah bagian dari tulisan kehidupan kita. Sebuah artikel kecil yang melengkapi seluruh tulisan kehidupan kita yang selalu ingin berakhir dengan bahagia. Maka dari itu, pikirkanlah sejak awal bagaimana akhirnya nanti. Siapapun dan apapun pekerjaannya, Anda dapat bertanya; HASIL AKHIR APA YANG SAYA INGINKAN TERJADI PADA DIRI SAYA SEBAGAI SEORANG....(sebutkan pekerjaan Anda)?

Lalu pikirkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mencapainya. Apakah Anda telah menguasai hal-hal tersebut? Jika belum, pelajari dan praktikkan sampai ahli. Lalu lakukanlah dan akhirnya tunggu hasilnya dengan sabar.

Anda semua selalu memiliki potensi yang dapat membantu diri sendiri untuk sukses sesuai keinginan Anda masing-masing. Potensi yang tidak terlihat itu bagaikan mutiara dalam lumpur. Memang, mutiara tetaplah mutiara yang harganya mahal, namun jika itu terpendam dalam lumpur yang dalam maka tak satupun yang melihat Anda untuk diambil dan menjadi manfaat. Anda harus terlihat (Stand Up), kemudian tunjukkan kemampuan Anda beserta hasilnya (Speak Up), dan Anda akan diperhitungkan (Be Counted)

Lalu, terakhir, apa akar kebaikan dari semua itu? DISIPLIN POSITIF, Nasib baik adalah hasil dari karakter yang baik efek dari kebiasaan baik. Untuk menjadi kebiasaan, hal-hal positif harus dilakukan secara disiplin. Musuh dan akar kejahatan nomor wahid dalam kehidupan kita adalah DISIPLIN NEGATIF, terbiasa malas adalah hasil dari displin juga. Biasa mengeluh juga hasil disiplin. Biasa datang terlambat mutlak hasil disiplin, dan biasa mendapatkan bayaran kecil juga hasil disiplin.

Masih mengeluhkan pendapatan kecil? Mungkin Anda harus mengubah disiplin bersyukur Anda lalu bertindaklah. Saya berdoa semoga dengan seketika penghasilan Anda berubah menjadi besar. Amiiiin.... Namun pertanyaannya sudah siapkah kita menerima bayaran yang sangat besar dengan disiplin penghasilan kecil yang kita miliki. Kalau begitu saya ubah doanya, Ya Tuhan tahanlah rejeki kami sampai kami pantas menerima rejekiMu yang lebih besar.

Tuesday, June 4, 2013

PEKERJAANKU, KEHORMATANKU

Sudah hari Senin lagi. Apa yang yang Anda rasakan, Sahabatku? Masih butuh dirumah? Perasaan malas bekerja menjalar keseluruh tubuh? Tidak ingin berurusan dengan hal-hal yang berulang-ulang dan membosankan di tempat kerja? Merasakan beratnya pekerjaan yang tidak sebanding dengan penghasilan? Apa lagi? Masih banyak alasan lain yang membuat kita tidak terlalu suka hari Senin, kan? 

Sekarang, ijin kan saya bertanya pada Anda dan ini juga pertanyaan untuk saya. Mangapa Anda harus melakukan ini semua? Yang mana? Ya pekerjaan yang tadi Anda katakan, membosankan, tidak sebanding dengan penghasilan, dan masih banyak lagi alasan negatif dan keluhan yang akan terus menghabiskan energi positif kita. 

Apakah pertanyaan di atas sulit untuk dijawab? Kebanyakan dari kita akan menjawab, "Ya karena saya memang harus bekerja." Itu bukan jawaban, hanya mengulang-ulang kata dan sedikit menambahkannya. Sahabat Pambaca, jika pikiran rasional Anda tidak mampu menjawab dengan baik, periksalah perasaan Anda mengapa Anda harus melakukan pekerjaan ini? 

Saya pernah melihat orang-orang yang tidak bersemangat di hari Senin, kasihan sekali mereka. Sadarkah saya bahwa setiap orang yang hidup pasti memiliki masalah? "Betul Pak! Tapi masalah saya ini berat sekali." Pernah dengar keluhan ini? Seharusnya Saya bahagia jika masalahnya berat sekali karena itu artinya? 

1. Saya sudah gak level di masalah-masalah yang ringan. 

2. Saya akan belajar hal yang baru karena masalah ini tidak sama dari yang pernah saya alami biasanya. 

3. Saya merasa luar biasa karena orang-orang biasa hanya akan mengalami masalah biasa, orang LUAR BIASA masalahnya berbeda. 

4. Saya akan lebih terlatih dari orang lain dan itu yang akan membuat saya semakin kuat. Ingat teori evolusinya Darwin, Yang paling kuatlah yang akan bertahan hidup (The Fittest will Survive). 

5. Saya menjadi semakin dewasa dalam hidup,kedewasaan sangat dibutuhkan untuk menjalani hidup yang lebih baik.Ingat, menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa tergantung kemauan. 

6. Saya siap naik ke level berikutnya. Naik level berikutnya berarti siap terima rejeki yang lebih besar. 

7. Masalah yang ringan hanya untuk orang-orang dengan ketrampilan yang rendah. 

8.Seperti naik tangga, akan lebih berat dibanding menuruninya. Masalah berat berarti naik peringkat. 

9. Dll... 

Masih banyak alasan positif yang dapat dicari oleh pikiran kita. Otak kita memang terampil mencari alasan, baik yang negatif maupun yang positif. Namun mengapa kita merasa lebih suka tanpa masalah? Mungkin karena doa kita yang perlu diperbaiki. Biasanya kita berdoa, "Ya Tuhan, ringankanlah bebanku, hilangkanlah kesulitanku." Dan ketika mendapatkan persoalan, pikiran cepat-cepat membatasi bahwa ini bukan karena kehendak Tuhan. Sahabat hebat, jika guru Anda ingin Anda naik kelas, maka ia harus memberi Anda ujian agar Anda layak berada di kelas yang lebih tinggi dan mungkin lebih baik kita berdoa, "Ya Tuhan, jadikan lah ujian ini menjadi pelajaran agar aku pantas mendapatkan karunia Mu yang lebih tinggi. Berikan aku kekuatan dan cerdaskanlah aku untuk mencari jawaban dan jalan keluar dari ujianMu." 

Dengan demikian kita tidak lagi mengeluhkan hal-hal yang tidak perlu dikeluhkan tentang pekerjaan kita. Walaupun terasa berat, saya tahu itu akan melatih agar Anda semakin hebat. Saya pernah melatih tenaga penjualan produk kredit sebuah bank ternama di Indonesia, mereka mengeluhkan bahwa pekerjaan nya tidak layak bagi mereka, manajemen yang tidak jelas, namun toh ternyata mereka masih bertahan disana. Saya mengatakan pada mereka, "Teman-teman, dengarkan saya. Saat Anda bergantung pada dia (sambil menunjuk ke depan), bukan kepada Dia (sambil menunjuk ke atas) maka Anda akan lebih banyak kecewa. Anda tidak tahu kan bahwa mungkin saja Tuhan saat ini sedang melatih Anda agar beberapa tahun lagi Anda bisa memiliki Bank sendiri?" Mereka terdiam dan sejak saat itu mereka berhenti mengeluh dan mengikuti materi dengan asyiknya. 

Lain lagi disebuah perusahaan besar, kata kawan saya, walaupun besar namun trainernya terlihat berat sekali saat harus mengajar. Ini tidak aneh bagi saya, karena mereka belum tahu nikmatnya menjadi trainer. Mereka masih menganggap bahwa ini hanya tugas dan bukan bagian dari hidup mereka. Wajar saja sebagai manusia mereka hanya mau mengajar saat "menguntungkan" mereka, maka saya sarankan pada kawan saya ini, "Seharusnya para trainer ini dibayar per Jam mengajar biar berebut jam ngajar." Dan saya tidak mengatakan lebih dari itu bahkan tidak sebuah rahasia bahwa jika mereka rajin meningkatkan kemampuan dengan memperbanyak jam terbang maka nilai mereka akan tinggi. Tidak, sekalipun saya tidak mengatakan rahasia itu. Karena jika mereka mengetahui seorang agen asuransi bisa menghasilkan seratus juta rupiah perbulan, trainer publik bisa menghasilkan jumlah yang sama hanya dalam dua hari. 

Jika orang-orang ini mengatakan mereka bekerja karena mencintai keluarga, saya kira mereka tidak sepenuhnya jujur. Orang yang mencintai keluarga akan bekerja sungguh-sungguh agar hasil yang didapat selalu bertambah agar bisa dipersembahkan bagi keluarga tercinta. Orang-orang yang penuh dengan keluhan hanya mendapat sesuai yang dia kerjakan dikurangi biaya penyakit karena stress akibat banyak keluhan. 

Saya menyadari bahwa pekerjaan adalah kehormatan. Saat pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda diambil alih orang lain dan membiarkan diri Anda bersantai tanpa pekerjaan, orang itu sedang merenggut kehormatan Anda. Dan Anda yang mengeluhkan pekerjaan Anda, itu sama dengan Anda mengeluhkan kehormatan Anda. 

Selamat Pagi dan Selamat Menjaga Kehormatan!

Tuesday, April 16, 2013

PERKENALKAN, SAYA ADALAH 123 MIND NAVIGATOR

Seorang navigator adalah bukan seorang pengemudi. Seorang navigator memberikan bantuan memastikan arah yang dituju pengemudi agar tetap dijalur yang benar sesuai dengan peta yang dimiliki.

Setiap manusia adalah seorang pengemudi walaupun belum tentu semua orang merasa bahwa mereka adalah pengendali pikiran mereka sendiri. Untuk mengendalikan hidup, Anda harus kendalikan tubuh Anda. Untuk mengendalikan tubuh, Anda harus mengendalikan pikiran Anda. Anda yang mampu mengendalikan pikiran, Andalah sang pengemudi kehidupan. Sebaliknya, orang-orang dengan mental penumpang akan bergantung pada para "pengemudi" yang mengarahkan hidup mereka.

Mind Navigator adalah pembantu Anda. Terkadang seorang pengemudi tidak dapat melihat semua bagian jalan yang ia lalui dari balik roda setir. Seorang navigator dibutuhkan. Anda adalah pemilik pikiran Anda sendiri namun terkadang Anda membutuhkan navigator pikiran untuk membantu melihat "jalan" Anda dari sisi yang berbeda.

Seorang Mind Navigator memiliki ilmu yang dibutuhkan pikiran sehingga perjalanan pengendalian pikiran terasa mudah dan aman. Teknologi Pikiran adalah salah satu ilmu yang utama yang harus dimiliki oleh Mind Navigator.

123MindNavigator, 123 adalah angka yang mudah untuk diingat dengan demikian saya menggunakannya agar Anda mudah mengingat saya. Navigasi pikiran semudah menghitung 1, 2, dan 3. 123 juga simbol bagaimana nilai hidup kita harus bertambah setiap harinya. Seorang Mind Navigator tahu bagaimana membantu mendapatkannya.

PANGGIL SAYA 123 MIND NAVIGATOR
setiawan.andrie@gmail.com
Twitter:@AndrieSetiawan





Sunday, April 14, 2013

TERNYATA GURUNYA EYANG SUBUR JAGO NLP


Beberapa waktu lalu  ketika berita tentang Eyang Subur sedang panas-panasnya, tidak sengaja saya menonton acara infotainment di TV. Saat itu diberitakan seseorang yang kabarnya adalah guru dari Eyang Subur menolak mengatakan bahwa Eyang Subur adalah muridnya.

Ia mengatakan bahwa Subur memang pernah datang kepadanya untuk meminta penglaris agar usaha jahitnya ramai pelanggan. Anda tahu apa yang disaratkan pada Subur ini? Hanya membawa rupa-rupa kembang dan merendam kembang-kembang ini dalam air. Subur diminta untuk mandi menggunakan air rendaman kembang ini dan sisanya disiramkan disekeliling tempat usahanya.

Apakah ada “bau” mistis dalam ritual ini? Tidak sama sekali. Dugaan saya adalah saat Subur meminta penglaris, bau badannya tidak menyenangkan. Jika , yang dianggap, gurunya saja tidak tahan baunya, apalagi calon pelanggannya (hehehe…). Ritual mandi kembang sudah dijalankan oleh spiritualis tradisional (dukun) sejak dahulu kala. Itu memang karena pada jaman dahulu kembang adalah salah satu sumber pewangi tubuh. Bukan hanya orang yang menginginkan penglaris, putri-putri raja pun mandi kembang.

Wangi tubuh ini memiliki dua efek sekaligus. Terhadap yang mencium wangi ini, dalam konteks eyang Subur adalah calon pelanggannya dan terhadap diri sendiri, saat kita wangi pikiran menjadi lebih segar senyum mudah terkembang dan kepercayaan diri muncul. Tiga syarat tersebut memang dibutuhkan dalam proses penjualan Moment of Truth, yaitu dalam tiga detik pertama saat kontak dengan calon pelanggan.

Tempat usaha yang wangi juga akan menjadi daya tarik pelanggan. Tempat yang wangi mengisyaratkan kebersihan, kebersihan mengisyaratkan ketelitian, ketelitian mengisyaratkan profesionalisme dan hebatnya otak kita akan memproses isyarat-isyarat tersebut jauh lebih cepat dari waktu yang saya butuhkan untuk mengetik kalimat diatas. Dulu orang menggunakan kemenyan untuk pewangi ruangan, namun saat ini menyan merupakan wewangian yang terlanjur diasosiasikan dengan
mistis.

Entah guru dari Pak Subur ini pernah belajar NLP dari Jawara-jawara NLP Indonesia seperti Pak Ronny FR atau Pak Hingdranata Nikolay, yang pasti syarat mandi kembang dan siram air kembang tersebut telah membawa Pak Subur masuk kedalam Circle of Excellence yang menjadi modal utama menjalankan usaha.

Monday, April 8, 2013

SHALAT ISTIKHARAH DALAM TINJAUAN PSIKOLOGIS


Anda pernah bingung menentukan pilihan, bahkan sampai membuat Anda pusing tujuh keliling, makan tak enak tidurpun tak nyenyak (hehehe... gak segitunya juga kali ya)?

Jika jawaban Anda YA, apa yang Anda lakukan untuk menentukan pilihan? Ilmu psikologi menawarkan banyak pilihan dan Anda dapat mencari dan mencobanya satu persatu namun jika hal-hal itu tidak manjur, ada baiknya Anda lakukan Shalat Istikharah.

Menurut Robert Dilts salah satu tokoh NLP (Neuro Linguistic Programming) Spiritual adalah tingkatan tertinggi dalam Neuro-Logical Level maka Shalat adalah cara yang tepat untuk menjawap persoalan Anda ini.

Sebegitu ajaibkah Sholat Istikharah sehingga dapat menentukan pilihan yang tepat?

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya menyebutkan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan kelengkapannya dan sesungguhnya Allah itu selalu ada dan dekat dengan kita.

...Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al-Baqarah: 214) 

Allah menciptakan otak manusia dengan beberapa bagian Cerebrum, Batang Otak, dan Cerebellum. Penjelasan lengkap tentang mereka silakan mencarinya dalam informasi yang tersebar di internet. Namun ada sedikit tentang amigdala yang terletak dekat batang otak. Bagian ini selain mengontrol indera manusia juga berfungsi sebagai pusat emosi. Para ahli menemukan bahkan didalamnya terdapat bagian yang dinamakan TITIK TUHAN (God Spot). Dari namanya tentu kita bisa mengira bahwa bagian itu memiliki fungsi spiritual.

Menarik, kan? Agama dan ilmu pengetahuan sudah sama-sama saling membuktikan bahwa Tuhan itu sangat dekat. Logika saya, Allah telah membenamkan perangkat keras dan lunak dalam otak manusia agar manusia dapat selalu berkomunikasi dengan NYA.

Lalu, bagaimana selanjutnya tentang ritual sholat Istikaharah yang menjadi sarana berhubungan dengan Allah dalam meminta petunjuk diberikan pilihan yang tepat? Bagaimana pula hubungannya dengan ilmu psikologi?

DOA

Dalam ilmu psikologi populer, beberapa Doa berfungsi mirip dengan kalimat afirmasi. Dalam pelatihan-pelatihan motivasi, peserta sering diberikan kalimat afirmasi untuk dibaca setiap hari, pagi, siang, dan sore, bahkan diletakkan dan ditempel ditempat-tempat yang sering kita kunjungi agar kita selalu membacanya.

Otak manusia adalah bagian dari tubuh manusia yang fungsi maksimalnya masih belum diketahui. Ilmu pengetahuan sampai saat ini belum mampu mengukur seberapa besar tepatnya kapasitas otak manusia. Yang menarik dari bagian ini adalah secara “ajaib” kemampuan otak manusia masih dapat terus berkembang.

Semua informasi yang masuk kedalam otak berjalan melalui saluran yang disebut neuron dan setiap informasi baru akan disimpan sementara dalam korteks cerebrum yang jika informasi ini dilakukan berulang-ulang maka neuron akan menciptakan selubung protein (mielin) yang membungkus neuron. Semakin sering informasi ini diulang-ulang maka semakin tebal selubung mielin dan semakin tebal selubung mielin ini maka semakin lancar aliran informasi yang dapat diproses oleh otak kita.

Proses berikutnya informasi akan disimpan untuk waktu yang sangat panjang hingga puluhan tahun di cerebellum atau otak kecil.

Sederhananya, proses ini terjadi saat Anda pertama kali belajar naik sepeda. Korteks Cerebrum akan memerintahkan tubuh untuk menjadi seimbang. Saat itu pikiran Anda sangat sibuk, “saking” konsentrasinya Anda bahkan ketika ada yang memanggilpun Anda tidak dengar. Itulah proses Pikiran Sadar Anda. Saat Anda melatihnya berulang-ulang, selubung mielin akan semakin tebal, informasi tentang bersepeda jadi lebih mudah Anda mengerti, baik informasi yang Anda dapatkan dari orang lain maupun pengalaman Anda dalam latihan. Saat itu Anda masih tidak bisa diajak “ngobrol” saat bersepeda karena peranan pikiran sadar Anda masih mendominasi. Diulang dan diulang lagi lalu setelah terampil, korteks cerebrum akan mengirimkan informasi ini untuk disimpan dalam cerebellum dan saat itu Anda tidak perlu berpikir keras untu menyeimbangkan tubuh saat bersepeda. Prosesnya seolah otomatis dan saat ini Anda sudah bisa diajak “ngobrol”. Fungsi keseimbangan diambil Otak Kecil dan Korteks Otak Besar bisa mengambil alih tugas lainnya.

Hal ini juga terjadi pada pelajaran bahasa, orang yang berbahasa Inggris dan mengalami cedera otak dan ingatannya rusak namun ia masih tetap bisa berbahasa Inggris. Seorang perokok yang kehilangan ingatannya tidak serta merta kehilangan ingatan dalam merokok, dan hal-hal lainnya.

Kesimpulannya, sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi program otak untuk jangka waktu yang sangat panjang. Doa yang diucapkan berulang-ulang dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan akan membentuk peta dalam otak. Peta inilah yang akan menuntun pikiran kita untuk mendapatkan apa yang kita minta dalam doa.

NIAT

Amal perbuatan bergantung pada niatnya. Tentu Anda sudah sering mendengar potongan kalimat yang diambil dari hadits Rasulullah SAW tersebut. Saat Anda “datang” pada Allah, Anda tentu sudah menetapkan niat mengapa Anda mendatangi NYA, apa yang ingin Anda minta, dan lain-lain dan lain-lain. Niat ini penting dan sama pentingnya dengan doa. Niat memberikan peta (rancangan/rencana) pada otak tentang apa saja yang harus dilakukan untuk dicapai. Dengan demikian otak diberi batasan dan filter hal-hal apa saja yang boleh masuk kedalam pikiran dan hal-hal apa saja yang harus ditolak karena hal tersebut akan merusak program otak yang sudah direncanakan dalam niat.

Contoh, Hari ini cerah dan Anda meniatkan diri Anda untuk berenang. Amal perbuatan atau tindakan yang Anda lakukan berikutnya adalah memilih baju renang. Otak Anda akan memerintahkan mata Anda hanya melihat pakaian renang dan selain pakaian renang abaikan. Maka Anda hanya akan memilih tumpukan yang berisi koleksi pakaian renang Anda dan sangat mungkin Anda tidak melihat jaket apa lagi membawanya. Yang lebih hebat lagi, walaupun kemudian turun hujan namun niat Anda sudah bulat, Anda akan tetap berenang walau dibawah hujan. Itulah kekuatan niat dalam memprogram otak kita.

Anda yang masuk kedalam kelas motivasi dan kemudian memprogram pikiran Anda untuk sukses, otak Anda hanya akan bereaksi pada hal-hal yang bisa membuat Anda sukses dan meolak hal-hal yang melemahkan Anda agar gagal.

Niat Sholat Istikharah adalah meminta petunjuk untuk pilihan yang tepat. Tentu otak Anda sudah membuat batasan dan filter hanya menerima petunjuk untuk hal-hal yang menjadi pilihan untuk dipilih.

GERAKAN SHOLAT

Telah dibuktikan bahwa gerakan sholat mampu memberikan ketenangan bahkan temuan-temuan terkini, gerakan sholat lebih hebat dari gerakan yoga yang fungsinya sama-sama untuk memberikan ketenangan.

Pikiran sadar manusia yang sedang sibuk berada pada belombang Beta. Dalam gelombang ini, seseorang tidak mampu mendapat inspirasi karena pikirannya sangat berfokus pada satu atau dua hal saja. Ini seperti yang telah saya contohkan dalam kegiatan belajar bersepeda. Saat Anda khawatir terjatu dari sepeda karena masih baru belajar, otak Anda tidak mampu memproses informasi yang datang dari luar dengan baik padahal disekitar kita bisa jadi terdapat banyak jawaban dari persoalan yang kita hadapi. Untuk itu, ketenangan pikiran dibutuhkan.

Bukti lainnya tentang bagaimana otak bekerja adalah bahwa setiap informasi saat kita sibuk kita abaikan secara sadar namun tetap disimpan dalam bawah sadar. Kemudian, saat pikiran kita tenang, bawah sadar akan mengumpulkan dan menyusun potongan-potongan informasi tersebut menjadi sebuah jawaban dari persoalan kita.

Saya pernah menceritakan dalam buku saya KOMUNIKASI DAHSYAT DENGAN HIPNOSIS bagaimana proses ini sering terjadi dalam hidup saya. Suatu hari pikiran saya menjadi sangat lelah memikirkan sebuah teknik permainan gitar, saat itu saya masih remaja dan saya adalah pemain gitar dalam Band. Semua teknik saya coba, semua buku saya baca, dan karena lelah tidak menemukan jawaban, tertidurlah saya. Dalam tidur saya bermimpi melakukan teknik yang saya sedang cari, saya memainkan gitar saya dengan sempurna persis seperti yang saya inginkan. Mendadak saya terbangun dan langsung mengambil gitar saya mempraktikkan apa yang terjadi dalam mimpi saya dan BERHASIL, teknik itu kemudian saya kuasai. Apakah teknik itu saya dapatkan dari keajaiban mimpi? Bukan. Teknik itu saya dapatkan dari keajaiban otak.

Itu juga yang saya sering sarankan pada orang tua untuk meminta anak-anaknya beristirahat setelah lelah belajar. Memaksakannya untuk terus belajar hanya akan membuat kinerja otak malah menurun.
Dalam gerakan sholat, Anda menemukan gerakan-gerakan yang menenangkan dan dalam kondisi tersebut gelombang otak Anda akan dibawa kedalam kondisi Alfa ditambah bacaan sholat yang Anda lafalkan akan membuat Anda hanyut dalam alfa yang dalam. Dalam kondisi inilah, informasi-informasi disusun dengan rapi oleh bawah sadar kita. Teruslah konsentrasi dalam bacaan karena itu akan membuat kondisi pikiran menjadi semakin baik.

DOA ISTIKHARAH

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.


Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun
Keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginanya”
                                                  

Doa ini yang menjadi Positive Reinforcement dalam Behavioural Psychology, yang akan memantapkan pilihan Anda karena dari awal proses Anda sudah menyerahkannya pada Allah dan diakhiri dengan penyerahan yang juga pada Allah. Hal ini akan membuat pilihan yang Anda ambil ekologis dengan tubuh dan pikiran Anda.




Saturday, April 6, 2013

MEMANFAATKAN TITIK TUHAN

Kembali membolak balik buku NLP dan teknologi pikiran lainnya, saya membaca kembali tulisan Robert Dilts tentang Neurological Level. Menurutnya, level yang tertinggi adalah Spiritual, ini tentang tujuan mengapa kita diciptakan di dunia.

Level ini membantu kita untuk memahami dan menjadi panduan dalam mencapai tujuan hidup kita. Prinsipnya adalah, Tuhan ada sangat dekat dengan kita. Kenyataannya memang demikian. Dalam otak manusia, para ilmuan menemukan, ada bagian yang disebut dengan amigdala. Bagian yang letaknya dekat dengan batang otak ini bertanggung jawab atas emosi dan perasaan spiritual. Sepandai apapun Anda berbohong, saat Anda melakukan kejahatan, bagian otak ini akan memberitahu Anda bahwa ini salah. Mungkin itu mengapa, bagian ini disebut TITIK TUHAN. Guru-guru kita masa lalu sering menyebutnya Hati Nurani.

Jadi, saat pikiran Anda bingung apakah yang Anda akan pilih baik atau benar, Anda bisa menggunakan teknik mengakses TITIK TUHAN dalam otak Anda.


1. Bernafaslah dan aturlah nafas Anda.
2. Buat diri Anda relaks.
3.Setelah merasa sudah menjadi tenang, pikirkan kembali pilihan Anda dan biarkan Amigdala bekerja.
4. Munculkan pilihan pertama, apa yang Amigdala Anda rasakan?
5. Munculkan pilihan kedua, ketiga, dan seterusnya.
6. Anda bisa melihat juga sinarnya, saat sinar itu sangat terang dan indah dan membuat Anda nyaman, bisa jadi itu baik buat Anda.


Nah, itu tadi cara menemukan pilihan yang ekologis. Untuk umat muslim, tetap saja saya menyarankan Anda untuk sholat Istikharah niscaya Anda mendapatkan Nur Allah.