Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label Public Speaker. Show all posts
Showing posts with label Public Speaker. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Saturday, April 19, 2014

SAYA ORANG EKSAK. SAYA TIDAK BISA MENJUAL, PAK!

Dalam sebuah kesempatan seseorang bertanya pada saya bagaimana melakukan komunikasi penjualan dengan lancar. Sebagai praktisi mind technology, kita tahu bahwa biasanya orang-orang yang mengatakan demikian telah melakukan generalisasi dan penyempitan ide mengenai dirinya maupun status tentang dirinya.

Untuk mengetahui cara membantu meyakinkan orang tersebut bahwa ia bisa seperti apa yang ia inginkan (menjual) tentu harus dilakukan fact finding terlebih dahulu. Berikut percakapan kami saat itu.

Saya            : Komunukasi penjualan yang lancar seperti apa yang bapak maksud?

Penanya     : Saya orang eksak, Pak. Saya jarang ketemu orang. (eksak biasa merupakan sebutan bagi orang yang kuliahnya jurusan teknis atau mereka yang bekerja dibidang teknis)

Si penanya melakukan generalisasi bahwa orang eksak yang notabene bidangnya teknis, yang menurutnya jarang bertemu orang, tidak mampu berkomunikasi dengan orang-orang.

Saya            : Masa jarang ketemu orang? Dari rumah ke kantor kan banyak orang yang dilihat, Pak? Hehehe. Memang eksaknya apa yang Bapak maksud? (Saya bertanya secara spesifik jurusan dan bidang apa yang ia geluti)

Penanya     : Kimia, Pak.

Saya            : Wah keren banget tuh, Pak.

Penanya     : Keren gimana, Pak?

Saya            : Ngambil kimia dimana, Pak?
Saya tidak langsung menjawab pertanyaannya dan saya mencari informasi yang untuk memperkuat saran-saran (sugesti) saya nanti.
Penanya     : UNPAD, Pak.

Saya            : Wah tambah keren lagi tuh, Pak. Yang di Jatinangor ya?

Saya sedang menancapkan YES-SET. Jika jawabannya adalah YA maka saya bisa mendapatkan manfaat bahwa ia akan lebih memercayai saya karena saya mengetahui sebagian yang ia pikirkan. Dalam komunikasi, teknik membaca pikiran dengan menebak hal-hal umum tentang orang yang kita ajak bicara dapat menarik kesan bahwa kita dan dia adalah dalam komunitas yang sama. Orang-orang akan lebih terbuka saat berbicara dengan orang yang memiliki banyak persamaan dan yang telah mengetahui informasi tentang satu sama lain.

Penanya     : Bener Pak.

Nah sekarang saatnya memberikan sugesti (saran-saran). Saya menggunakan reframing. Reframing adalah teknik komunikasi untuk “membingkai ulang” makna dari sebuah ide. Apa itu maksudnya dan bagaimana caranya? Silakan perhatikan ini.

Saya            : Pak, tentu Bapak tahu... (saya menggunakan generalisasi dengan menganggap ia telah mengetahui apa yang saya katakan. Saya menggunakan teknik ini karena diawal ia juga melakukan generalisasi atas dirinya.) Orang eksak, khususnya orang kimia itu adalah orang yang jago komunikasi. Coba aja nih ya Pak... Dalam berkomunikasi, banyak reaksi kimia yang yang terjadi dalam tubuh manusia. Saat seseorang mendengarkan kata-kata Bapak dan menjadi bahagia Dopamine di dalam otak yang bertanggung jawab atas kebahagiaan itu. Saat Bapak berbicara dengan seseorang dan ingin terus berbicara dengan orang tersebut karena Bapak merasa mendapatkan manfaat dari pembicaraannya, Endorfin lah yang bertanggung jawab membuat Bapak kecanduan. Ketika Bapak berbicara dengan calon nasabah bahwa asuransi sangan berguna bagi anak-anak yang dicintainya dan kemudian perasaannya tersentuh seketika muncul perasaan kasih sayang yang mendalam pada anak-anaknya, Oksitosin lah yang bertanggung jawab atas hal ini. Masih banyak lagi fenomena komunikasi dan hal-hal tadi melibatkan reaksi kimia dalam tubuh. Orang-orang kimia lah yang sangat memahami akan hal ini. Jadi apakah Bapak masih yakin tidak bisa lancar dalam berkomunikasi padahal ilmunya sudah Bapak kuasai?

Penanya     : Betul Pak, kalau begitu akan saya coba. Terimakasih Pak.

Sahabat Pembaca yang baik hatinya, seringkali kita tidak yakin kita tidak dapat melakukan sesuatu padahal kita sudah memiliki ilmu (modal) nya. Memang saya tahu bahwa setiap orang termasuk saya butuh orang lain yang mengingatkan itu. Dengan memahami bagaimana memaknai apa yang telah kita miliki dan terus memelajari apa yang belum kita miliki, kita akan mampu menghadapi persoalan-persoalan dimasa mendatang dengan lebih tenang. Persoalan selain membutuhkan jawaban, juga membutuhkan ketenangan dalam menjawabnya. Ketenangan membutuhkan ilmu pengetahuan kadang-kadang orang yang mengingatkan. Dengan beberapa teknik sederhana dalam komunikasi Anda akan merasakan efek yang dahsyat.

Tuesday, February 26, 2013

Ilmu Basa Basi bukan Ilmu Basi

Selamat Pagi para Sahabat Hebat, senang saya menjumpai Anda lagi hari ini dan saya selalu berharap bahwa saya bisa memberi banyak manfaat melalui Blog ini, dan Anda yang menginginkan hal yang sama, untuk menjadi manfaat bagi lebih banyak orang, silakan share halaman blog ini menggunakan sumber daya apa saja yang Anda miliki, sms, bbm, blog, fb, tweeter, bahkan surat pos..hehehe..

Dulu pernah ada slogan yang sering terdengar "Bukan Basa Basi" dan sejak saat itu seolah kita dituntut untuk langsung to the point dan basa basi menjadi "dosa". Nah lho... Yupe beneran. Orang yang berbasa basi seolah tidak tulus dalam berkomunikasi dan punya tujuan yang tidak baik.

Saat ini di era informasi dan komunikasi, kemampuan untuk menyampaikan ide menjadi sangat penting. Berkomunikasi seperti saat Anda mengendarai mobil. Anda memulai dengan menyalakan mesin dan kemudian memulainya dengan gigi satu, selanjutnya dua, dan seterusnya. Komunikator yang baik tahu bagaimana mengendarai mobil transmisi otomatis maupun manual, bukan hanya tahu namun juga terampil. Menggunakan kopling manual bukan perkara mudah buktinya, istri saya hanya ingin naik mobil dan saya yang mengendarainya..cieeeeh... GR deh saya.

Para penjual membutuhkan ilmu ini dan seperti yang kita ketahui bersama, kita semua adalah penjual. Dalam pelatihan dan lokakarya yang saya bawakan bagi praktisi penjualan, persoalan utama mereka untuk bertemu calon klien baru adalah saat memulainya. Mereka hanya perlu tahu FORM (bentuk) dari basa basi. Yes, FORM. Family, Occupation, Recreation, dan Money. Empat topik pembicaraan tadi merupakan senjata ampuh untuk memulai pembicaraan.

FAMILY
Ketahui apakah calon klien Anda memiliki keluarga, berapa anaknya, dan akan lebih baik Anda mengetahui nama nama mereka. Jika Anda belum tahu, tenang. Bisa jadi ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia sudah memiliki keluarga dan anak-anak. Perhatikan tanda-tandanya. Dari apa yang ia katakan, foto yang dipajang, majalah keluarga atau anak diatas meja, atau apapun. Tanyakan tentang mereka. Orangtua sangat senang jika anaknya mendapatkan tempat yang baik dalam pembicaraan.

OCCUPATION
Yang menjadi kebanggaan setelah keluarga adalah pekerjaan. Berbicara atau mendengarkan kesuksesan calon klien kita membuat kita mendapatkan informasi seperti apa calon klien Anda ini.Hanya bicarakan hal-hal positif saja. RECREATION Berbicara tentang hobi dan hal-hal menyenangkan untuk dilakukan dapat membuat suasana juga m3njadi menyenangkan. Silakan Anda praktikkan ini dan buktikan kata-kata saya, lalu kasih tau saya hasilnya ya di setiawan.andrie@gmail.com

MONEY
Bukan membicarakan tentang jumlah uangnya, tetapi tentang apa yang sudah ia ciptakan dengan uangnya. Hal ini juga artinya berbicara seberapa bermanfaat ia dengan uang yang ia miliki.

So, Anda sudah tahu bahwa berbasa basi harus memiliki polanya (FORM), Setelah Anda tahu kini saatnya Anda praktikkan.









Saturday, February 16, 2013

Mendamaikan Tetangga dengan Hipnosis

Jika masih ada yang berpikir bahwa Hipnosis adalah ilmu hitam, hipnosis itu menggunakan kuasa gelap, dan hipnosis itu jahat, maka bersiaplah untuk berubah pikiran.

Yah memang, yang namanya ilmu itu bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan. Nilai dari ilmu adalah netral, yang membuat sebuah ilmu bernilai positif maupun negatif adalah niat dari penggunanya.

Coba deh, Anda perhatikan... Ilmu Beladiri. Yang memiliki ilmu ini bisa jadi pengawal presiden atau bahkan seratus delapan puluh derajat ia bisa jadi penjahat. Ilmu Ekonomi, pemiliknya bisa menggunakan ilmu ini untuk mensejahterakan banyak orang atau sebaliknya, bisa juga dimanfaatkan untuk korupsi. Begitu juga ilmu lain, bisa menjadi blah...blah...blah... dan seterusnya.

Nah, Anda sudah mengerti, kan... Hipnosis ini bisa juga untuk mendamaikan tetangga yang bertengkar. Ceritanya begini...

Hampir setiap weekend saya dan keluarga memiliki acara keluar, kalau tidak makan di luar, kami kerumah orangtua. Saat itu saya parkir mobil kami di luar gang rumah orangtua saya dan kami tentu harus berjalan untuk sampai ke sana. tepat di sebelah rumah orangtua saya, seorang ibu (saya kenal dia, tentu) sedang berteriak-teriak yang kontan membuat saya kaget. Rupa nya ia sedang berteriak pada tetangga depan rumahnya, dan tentu saya juga mengenalnya karena mereka bertetangga dengan orangtua saya.

Melihat itu, entah mengapa, saya ingin terlibat didalamnya. Mungkin karena suara teriakan-teriakan itu membuat saya tidak nyaman dan melihat ibu yang masih muda meneriaki bapak yang sudah sangat tua juga dapat merusak mood saya.  

Dari laporan salah satunya, saya mendapat informasi bahwa bapak yang sudah sangat sepuh ini baru saja mengomeli dan memarahi anak si ibu lantaran, namanya juga anak-anak, suara berisik yang anaknya buat saat bermain di jalan depan rumahnya.

Si bapak menginginkan ketenangan dan si ibu menginginkan kedamaian, kedamaian anaknya ketika bermain tepatnya.

Siapa yang salah dalam situasi ini menurut Anda? Ya' Anda benar. Dua-duanya benar. Keduanya menginginkan hal yang sama-sama positif yang saat itu keinginan mereka berdua seolah saling "mengganggu". Jadilah konflik. Hal ini sama seperti konflik yang terjadi dalam diri kita. Masih ingat, kan, dalam diri kita ada beberapa bagian yang memiliki keinginan masing-masing yang jika keinginan yang satu bertentangan dengan keinginan bagian yang lain, terjadilah konflik yang menyebabkan paling tidak membuat kepala kita pusing-pusing. Jika ini terjadi, kita dapat membuat mereka berkompromi kemudian mendamaikannya.

Ini juga yang saya lakukan pada kedua orang itu. Saya menjadi penengah dan sebisa mungkin dipandang netral oleh mereka berdua. Dengan begitu mereka akan memercayai saya.

Saya meminta si ibu untuk diam dan tenang menghentikan teriakannya, menjauh dan seminimal mungkin terlihat oleh si bapak namun ia tetap harus disana karena mereka sedang berkonflik. Kenapa saya minta seminimal mungkin? Mereka sedang berkonflik dan dengan citra visual yang minim, mereka terhindar provokasi satu sama lain karena mereka masih sama-sama panas. 

Saya bertanya pada si bapak, "Pak, apa yang bisa membuat bapak tenang?"

"Pinginnya gak berisik, Ndrie. Tenaaaaang, gitu..." Jawab si bapak.

"Kalau gak berisik, rasa tenangnya tuh seperti apa, Pak?" Saya bertanya lagi mencari hal lain apa yang bisa membuat ia tenang.

"Seperti kalo saya lagi shalawat, Ndrie. Tenaaaaang rasanya. Perasaan jadi adem"

"Nah, Pak... coba atur nafas dan Bapak bisa rasakan shalawat dalam hati dan bisa rasakan ketenangannya gak?"

Saya terus menatap mata bapak tua ini agar ia juga tetap berkonsentrasi pada saya dan kata-kata saya. Saya tunjukkan padanya nafas yang panjang agar tanpa ia sadari saya sedang menginstruksikan seperti apa nafas yang saya ingin ia lakukan.

Saat si bapak terlihat lebih tenang, saya menekan lengan kanan bagian luar untuk membuat anchor. Saya memintanya memperpanjang shalawatnya dan kembali menekan lengan kanan bagian luarnya. Setelah saya pikir cukup, saya menggunakan anchor tersebut untuk memberikan sugesti.

Sambil menekan anchor yang telah dibuat, saya berkata padanya, "Pak, saat bapak ingin ketenangan, ini merupakan hal yang mudah. Karena bapak tahu caranya. Bapak hanya perlu bershalawat dan itu membuat bapak menjadi tenaaaaaang, damaaaaai... Dengan begitu, bapak bukan hanya memberikan ketenangan pada diri sendiri tetapi juga orang-orang yang berada disekitar bapak. Dan saya tahu itulah yang diinginkan bapak. Ketenangan..."

Seminggu kemudian, saya kembali kerumah orangtua saya dan bertanya pada si ibu yang minggu lalu bermasalah dengan bapak tadi. Ia mengatakan si bapak sudah tidak pernah marah-marah lagi pada anak anak yang bermain didepan rumahnya. Alhamdulillah, semoga bapak tersebut mendapatkan ketenangannya.


  

Saturday, September 8, 2012

JADILAH SEPERTI YANG ANDA INGINKAN.


Pernah dengar ungkapan, “Bukan salah Anda ketika Anda terlahir miskin tapi pasti salah Anda jika Anda mati dalam keadaan miskin.”


Tapi apakah di antara kita ada yang bercita-cita untuk tetap miskin? Saya kira 99% tidak ada yang menginginkan konsistensi dalam kemiskinan.

Suatu hari seorang pejalan kaki penasaran melihat seorang pengemis tua yang setiap hari pada jam yang sama dengan cara meminta yang sama dan di tempat yang sama di sebuah trotoar yang ia selalu lewati dalam perjalanan menuju kantornya.

Tak tahan dengan rasa penasarannya ia pun bertanya pada pengemis tua itu, “Bapak tiap hari mengemis disini?”

“Iya mas”, jawab pengemis itu tegas. “Sejak kapan bapak mengemis?” Susul pemuda pejalan kaki itu.

“Wah saya ngemis sudah belasan tahun, mas. Bahkan sekarang anak pertama saya sudah di ITB, anak kedua di UGM Yogyakarta, dan anak ketiga saya di UNPAD Bandung.” Jawab pengemis tua tersebut diiringi dengan senyum.

Sontak pejalan kaki itu tersentak mendengar jawaban pengemis tua tersebut, “Luar Biasa hebat sekali, dari hasil mengemis bapak mampu menyekolahkan tiga anak bapak di univesitas besar dan terkenal?”

“Nggak kok, mas. Mereka disana juga sama kayak saya... ngemis juga.” Tutup pak pengemis. J

Miskin atau kaya memang tidak dipungkiri merupakan hasil dari usaha dan beberapa faktor lainnya tapi yang sering terlupa adalah bahwa menjadi miskin atau kaya adalah dampak dari Program pikiran yang kita buat untuk diri kita baik disadari atau tidak.

Miskin atau kaya bergantung pada mentalnya. Apakah Anda bermental kaya atau sebaliknya bermental miskin. Dengan kata lain, Mindset nya sudah dibuat sebelum miskin atau kaya ini mengelilingi kita.

Anda yang bermental kaya bagaikan sebuah wadah yang besarnya tidak terbatas dan siap menampung kekayaan yang diberikan Tuhan pada Anda dan sebaliknya Anda yang bermental miskin, Anda adalah wadah yang kecil dan sangat terbatas. Jangankan menerima kekayaan Tuhan, bahkan bayangan tentang menjadi kaya saja tidak cukup dapat Anda tampung. Ini yang sering diteriakkan orang-orang bermental miskin, “Yah kita mah orang miskin, mas. Gak bisa ngapa-ngapain lagi, tetep aja miskin.
Anda paham kan maksud saya? Orang yang bermental miskin membatasi kekayaan yang Tuhan berikan. Ingat, sahabat... jika Anda percaya Tuhan Maha Pengasih tentu Anda juga percaya bahwa Tuhan pasti memberikan apa pun yang diinginkan hamba Nya.”

Ayah saya SD saja tidak lulus, dan kata Beliau keluarga sebelumnya juga tidak ada yang bersekolah tinggi. Walau tidak miskin, keluarga ayah saya hidup dalam kondisi sangat sederhana. Namun saya yakin bahwa kita lah yang menentukan hidup kita maka Tuhan lah yang mengabulkan. Saya telah menamatkan S2 saya dengan sangat baik dan masih punya keinginan untuk melanjutkan S3. Hidup saya sekeluarga yang cukup dengan kebahagiaan saya berbagi dan mengispirasi puluhan bahkan ratusan ribu orang hingga saat ini.

Saat Anda merasa tidak mendapat yang Anda inginkan, jelas ini bukan salah Ibu Anda yang melahirkan atau Ayah Anda yang menikahinya. Ini juga bukan salah Anda karena Anda baru saja mengetahui bahwa Anda lah yang memutuskan apa yang Anda inginkan.

Jika Anda memiliki mimpi, sudah barang tentu Anda dapat mewujudkan mimpi tersebut. Saya sering menegur peserta pelatihan saya yang menggunakan kata gagal dalam usahanya.

Jika kita menginginkan sesuatu namun kita lebih dulu meninggal dunia sebelum dapat mewujudkannya, kita tidak gagal. Kita hanya butuh waktu lebih lama untuk mencapai kesuksesan. Apa boleh buat, Tuhan terlanjur sayang pada kita sehingga kita dipanggil lebih cepat. Gagal adalah ketika kita masih memiliki waktu namun kita berhenti untuk mendapatkan yang kita inginkan. Ini mengapa untuk sukses kita selalu diajarkan untuk FOCUS walau kita sering kali tidak paham apa maksudnya.

FOCUS = Follow One Course Until Success (Tekuni saja satu tujuan sampai Anda sukses).

Tidak jarang kita beralih pada tujuan yang lain padahal Anda hampir saja mendapatkan yang Anda inginkan. Parahnya lagi, Anda sudah lupa tujuan Anda padahal Anda sedang mendapatkan apa yang Anda inginkan dulu.

Dalam sebuah acara yang salah satu agendanya adalah pengundian doorprize, saya mengajak anak saya – Irfan – untuk mengambil undian yang seharusnya saya lakukan sendiri. Sebelum mengambil undian kami melakukan visualisasi dan menjadi magnet bagi hadiah-hadiah yang disediakan.

Dalam hitungan detik Irfan mengambil kertas undiannya, lalu oleh panitia gulungan kertas undian dibuka kemudian kami melihat didalamnya tertulis Micro SD 4GB.

Tidak terlihat kebahagiaan di wajah Irfan yang sesaat kemudian ia berkata, “Tangan Irfan gak beruntung, Pak.”

Dia lupa bahwa beberapa hari sebelumnya ia pernah meminta pada saya untuk membelikan Micro SD untuk telepon selularnya agar ia dapat mengunduh permainan lebih banyak. Dan ia lupa pada keinginannya padahal ia sedang mendapatkannya.

Segera saya mengingatkan apa yang pernah dia inginkan dan mengajaknya untuk melihat bahwa banyak orang lain yang tidak mendapatkan undian. Beruntung atau tidak adalah bergantung pada seberapa cerdas kamu bersyukur, sukses atau tidak adalah bergantung seberapa lama kamu bertahan dalam berproses menuju yang kamu inginkan.


Andrie Setiawan, TOP
Trainer|Organizer of Mindset|Public Speaker
www.andrie-setiawan.blogspot.com