Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label VIRUS PIKIRAN. Show all posts
Showing posts with label VIRUS PIKIRAN. Show all posts

Sunday, April 5, 2015

LARI DARI TAKDIR ALLAH MENUJU TAKDIR ALLAH YANG LAIN

SETUJUI KEBERATAN PELANGGAN, BUKAN MENDEBATNYA

Masih ingat apa yang kita bahas dalam tulisan sebelumnya, PELANGGAN SELALU BENAR (?)? Kebanyakan penjual bersusah payah belajar dan berlatih untuk menjawab dan bahkan menyanggah keberatan pelanggan dan berusaha keras membalikkan keberatan tersebut agar pelanggan setuju membeli.

Sebagai penjual kita bisa menggunakan cara lain yang masih jarang dilakukan orang lain dan ingatlah bahwa rejeki kita ada dan berasal dari Allah. Sekeras apapun Anda menyanggah keberatan pelanggan bahkan sampai terjerumus kedalam kata-kata yang berlebihan apalagi sampai berbohong, jika Allah belum berkenan maka mereka tidak akan menjadi pelanggan Anda. Jadi, santai dan terus berusaha ya...

Dari pada menangani keberatan, akan lebih ringan jika Anda menyetujui keberatan. Stres tidak perlu terjadi dan kita akan dengan santai serta bahagia menjalani pekerjaan ini, in syaa Allah, Amiiin.

Ijin kan saya memberikan ilustrasi dari ide ini, yang saya tawarkan pada Anda.

Sebuah perusahaan Asuransi jiwa memiliki produk syariah namun dalam kelas pelatihan, mereka masih menghadapi persoalan keberatan pelanggan. 

Sebelum memiliki produk syariah, para tenaga pemasarnya kerap mendapatkan keberatan bahwa berasuransi sama dengan LARI dari Takdir Allah. Tidak pasrah dan menyerahkan diri pada Allah. Namun setelah perusahaan tersebut memiliki produk syariah, para tenaga pemasar pun masih menghadapi keberatan yang sama, Asuransi sama dengan lari dari takdir Allah!

Beginilah cara menyetujui keberatan pelanggan;

Pelanggan: "Berasuransi itu sama dengan lari dari takdir Allah."

Tenaga Pemasar: "Bapak benar, Berasuransi itu sama dengan lari dari takdir Allah. (Ulangi kalimatnya sebagai tanda bahwa Anda mendengarkan, memahami, dan menyetujui kata-kata nya)."

"Ingatkah Bapak ketika Umar ibnul Khaththab pergi ke Syam. Kemudian ketika ia sampai di sebuah desa antara perbatasan Hijaz dan Syam, Umar bertemu dengan panglima pasukan, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan teman-temannya."

"Mereka menginformasikan bahwa di Syam sedang terjadi wabah lepra Amwas. Kemudian para sahabatnya berbeda pendapat. Ada yang menyarankan untuk terus ke Syam dan ada yang menyarankan untuk kembali ke Madinah. Beberapa kelompok lain dari para sahabat dimintai pendapat dan hasilnya sama, yaitu berbeda pendapat."

"Mendapati dua suara berbeda yang sama banyak, Umar memutuskan kembali ke Madinah dan kemudian Abu Ubaidah berkata, "Hendak lari dari takdir Allah?""

"Umar menjawab, "... Apa pendapatmu jika untamu jatuh pada lembah yang memiliki dua sisi. Satu sisi dari lembah itu subur, dan sisi lainnya tandus? Bukankah jika kamu menggembalakan untamu di lembah yang subur maka sama saja kamu menggembalakannya dengan takdir Allah, sedangkan jika kamu gembalakan di tanah yang tandus maka kamu juga menggembalakannya dengan takdir Allah?"

"Beberapa waktu kemudian Abdurrahman bin Auf datang dan memberitahukan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Jika kalian mendengar sebuah wabah tengah melanda satu daerah, maka jangan kalian mendatanginya. Sedangkan jika terjadi wabah pada satu daerah dan kebetulan kalian berada di tempat itu maka janganlah kalian keluar lari darinya!"

Tenaga Pemasar: "Saya yakin Bapak memahami maksud dari perkataan Rasulullah SAW dan berkaitan dengan urusan kita, Bapak tahu bahwa kita cepat atau lambat akan meninggalkan dunia ini menuju kepada-Nya, dan Bapak memiliki pilihan  atas dua Takdir Allah dalam meninggalkan keluarga Bapak, dalam kondisi kecukupan atau meminta-minta dan bergantung pada manusia. Bapak lari dari takdir dan menuju takdir Allah yang lain. Silakan Bapak tandatangani ilustrasi manfaat asuransinya disini (sambil menunjuk tempat tandatangan)."

SEMOGA BERMANFAAT.




Monday, March 30, 2015

PELANGGAN SELALU BENAR (?)

Apa benar anggapan bahwa pelanggan selalu benar? Apakah juga Anda masih menyangka bahwa pelanggan adalah raja?

Saya kira, era baru dunia penjualan, keyakinan tersebut tidak lagi sesuai. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan para penjual memiliki informasi yang sama banyaknya dengan (calon) pelanggan.

(Calon) Pelanggan akan selalu mencari informasi tentang produk yang akan dibelinya. Membandingkan spesifikasi, keunggulan, dan manfaatnya bagi dirinya sendiri. Mereka dengan cepat mendapat informasi dengan berselancar di dunia maya. Berbeda dengan pelanggan tempo dulu yang ingin diperlakukan sebagai raja, pelanggan masa kini ingin diperlakukan sebagai klien, dan Anda, para tenaga penjual, adalah konsultan mereka.

Tapi tidak dapat dipungkiri ada (calon) pelanggan yang masih meyakini bahwa mereka adalah raja. Seperti halnya raja, mereka tidak suka jika Anda berbeda pendapat dengannya.

Lalu, bagaimana cara menjual produk Anda kepadanya? Katakan mereka selalu BENAR dengan pendapatnya tentang produk yang Anda bawa.

Seorang tenaga pemasar asuransi jiwa meminta konsultasi saya melalui BBM (758504A4);

"Pak Andrie, bagaimana menjawab seorang calon nasabah yang mengatakan hal ini, Kalau saya berasuransi hanya akan membuat orang Inggris tambah kaya."

Saya pun menjawab, " Benar, Pak. Makanya Bapak harus berasuransi. Saat Bapak klaim dengan uang pertanggungan besar, Bapak sedang membuat bankrut orang Inggris itu, bagaimana Pak? Betul kan?

Mengatakan BENAR bukan berarti Anda tidak bisa mendominasi kawan bicara Anda, mengatakan BENAR  adalah teknik masuk kedalam pikirannya yang menyatakan bahwa Anda sependapat dengannya, sedang dalam kalimat berikutnya, Anda malah mendominasi calon pelanggan Anda.

Lalu, apakah pelanggan selalu benar? Ya BENAR, menurut pandangannyanya sendiri tentunya. Menurut pandangan kita, memotivasi pelanggan untuk membeli dari kita adalah sebuah kebenaran.

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Sunday, May 4, 2014

"MANUSIA KEBETULAN"

Dalam banyak pertanyaan yang kita lontarkan ataupun yang terlontar untuk kita, seringkali jawabannya mengaitkan kata "kebetulan".

"Kebetulan anak saya dua, Pak."

"Kebetulan saya ingin memiliki rumah dan mobil, Pak."

"Kebetulan saya seorang karyawan, Pak."

Saat memberikan pelatihan pada para leader agen asuransi seorang leader memulai pertanyaan dengan mengatakan, “Pak Andrie, kebetulan saya seorang leader dan kebetulan ini adalah agen saya (sambil menunjuk orang yang ada disebelahnya)...” Sambil berseloroh saya mengatakan, “Waduh, Anda menjadi leader tidak niat ya, bu?” Dan tentu Anda paham bahwa seorang leader tidak boleh sembarangan merekrut agen. Dengan mengatakan kebetulan, terdengar ia tidak memiliki visi untuk agennya.

Entah bagaimana kata "kebetulan" tercipta, tapi jelas kata ini (sesuai pengamatan saya) hanya digunakan oleh orang-orang yang tidak optimis walaupun mungkin mereka bukan orang-orang yang pesimis. Jika mereka ditanya tentang tujuan hidup, senangnya mereka menjawab "Hidup saya mengalir bagaikan air."

Jika Anda percaya bahwa Tuhan ada, dan Dia selalu ada setiap detik dalam hidup kita maka tidak ada lagi kejadian-kejadian yang kebetulan. Saya selalu ingat pelajaran dari guru saya bahwa Tuhan menciptakan kita disertai dengan dua hal; Takdir dan Nasib. Lagi-lagi hal ini yang saya munculkan dalam tulisan saya. Makanya, saya tidak membahas keduanya lagi disini dan membiarkan Anda pembaca yang budiman mencarinya dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Saya tidak sepakat dengan ungkapan “hidup yang mengalir seperti air”. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Menempati ruang yang kosong terbentuk seperti wadahnya. Bercampur dengan benda lainnya yang bersih maupun yang kotor. Dan itu artinya kita tidak memiliki pilihan dalam hidup ini. Hanya (terpaksa) mengalir mengikuti keadaan (bukan nasib).

Hidup ini selalu ada pilihan untuk orang-orang optimis. Hidup ini memiliki banyak pilihan unuk diambil. Kita, manusia, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan kita dapat memilih salah satunya, tentu dengan konsekuensi masing-masing dari pilihan yang diambil.

Ditempat kerja, kita dapat memilih menjadi bahagia atau dikendalikan pekerjaan kita, dalam keluarga kita dapat memilih menjadi anggota keluarga yang membahagiakan lainnya daripada menyusahkannya, dalam perjalanan kita dapat memilih santai dan menikmati perjalanan ketimbang ugal-ugalan, dalam masalah kita dapat memilih bersabar dibanding amarah berkobar, dan pilihan demi pilihan telah tersedia bagi orang-orang yang optimis lebih dari orang yang pesimis yang menjadi korban keadaan.

"Saya tidak mau menjadi korban keadaan, bagaimana cara keluar dari situasi ini?"

Caranya sederhana... Hanya perlu mengubah pikiran kita.

"Lalu bagaimana cara mengubah pikiran kita?"

Nah, yang ini sulit caranya...hehehe... Tapi tenang, saya, insyaAllah, tidak akan meninggalkan Anda tanpa solusi, paling tidak saya bisa menitipkan inspirasi untuk berubah.

Masih ingat ini? PIKIRAN > PERKATAAN > PERBUATAN > KEBIASAAN > KARAKTER > NASIB. Pikiran akan menyebabkan perkataan. Perkataan yang berulang-ulang akan menjadi perbuatan. Perbuatan yang berulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter. Karakter akan menyebabkan nasib kita sendiri. Nasib baik dimulai dari pikiran yang baik dan sebaliknya, pikiran buruk menyebabkan nasib buruk.

Kembali lagi ke pembahasan mengubah pikiran. Bagaimana mengubah pikiran? Ingat, walaupun ini sulit bukan berarti tidak mungkin. Pikiran dapat berubah jika kita mengubah penggunaan kata-kata kita secara terus menerus dan konsisten. Perhatikan ini...

Daripada berkata

"Kebetulan anak saya dua, Pak."

Lebih baik berkata,

"Alhamdulillah anak saya sudah dua, Pak."

Menghilangkan kata kebetulan mengajak diri sendiri bertanggungjawab atas konsekuensi yang sudah dipilih. Mengucap syukur akan memberitahu pikiran kita bahwa pilihan yang telah kita buat adalah tepat.

Daripada berkata,

"Kebetulan saya ingin memiliki rumah dan mobil, Pak."

Lebih baik mengatakan,

"Alhamdulillah, saya sudah memiliki kebutuhan akan rumah dan mobil."

Kalimat diatas merupakan pilihan daripada tergantung pada keadaan.
Daripada mengatakan,

"Kebetulan saya seorang karyawan, Pak."

Lebih baik mengatakan,

"Alhamdulillah saya seorang karyawan, Pak."

Saat kita menghilangkan kata "kebetulan" dan menggantinya dengan kata-kata penuh rasa syukur, maka perasaanpun akan berubah. Jika Anda tidak percaya, mengapa Anda tidak mencobanya agar Anda tahu "rasa"nya.

Semua yang terjadi adalah bukan kebetulan, karena mereka adalah kehendak Tuhan.

“(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (At-Takwiir: 28-29).

Dan itu adalah setelah apa yang Anda usahakan.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(QS: Ar-Ra'd Ayat: 11)


Wednesday, April 2, 2014

DILARANG Berdebat dalam MENJUAL!

Bisnis penjualan, saya yakin, merupakan bisnis tertua didunia ini, dan silakan Anda perhatikan bahwa dunia ini juga berjalan karena penjualan.

Dari makanan dan minuman sampai dengan otomotif, motor dan mobil. Dari jasa perjalanan sampai dengan jasa kesehatan, kita hidup dengan saling jual dan beli. Dan jangan salah sangka, Anda yang karyawan pun adalah seorang penjual, menjual tenaga dan ide Anda dan perusahaan membayarnya dengan gaji.

Menjual bukan sekedar tukar menukar antara barang dengan uang Anda, bukan juga tentang apa transaksi yang terjadi saat ini tanpa berkaitan dengan masa lalu dan masa yang akan datang, menjual lebih dari itu.

Bagi Anda yang MENJUAL, dengar kan ini. Manjual adalah proses memotivasi calon pelanggan Anda untuk membuat keputusan memilih ide yang Anda bawa dan tawarkan kepadanya.

Katakanlah mulanya Anda ingin membeli mobil keluarga keluaran Toyota, sambil melihat-lihat Anda mampir ke dealer Suzuki, entah mengapa Anda kemudian memilih Suzuki sampai kemudian Anda memberitahu saya bahwa mobil pilihan Anda sesuai dengan kebutuhan keluarga dengan harga yang lebih hemat dan teknologi yang sama hebat, pusat pelayanan purna jual yang dekat dari rumah serta harga suku cadang yang murah meriah. Rupanya sales mobil Anda telah memotivasi Anda untuk membuat pilihan.

Dalam dunia asuransi juga demikian,Anda telah mendatangi calon nasabah Anda berkali-kali, namun ia tidak kunjung menandatangani surat pengajuan asuransi yang menjadi dasar kontrak yang akan diterbitkan, namun beberapa saat kemudian Anda mengetahui bahwa ia telah menandatangani kontrak melalui agen asuransi lain. Setelah mendapat penjelasan, Anda baru mengetahui bahwa orang tersebut membutuhkan asuransi untuk persiapan warisan sementara Anda terus menerus menawarkan perlindungan biaya pendidikan. Agen asuransi lain lebih tahu bagaimana memotivasi nasabah ini untuk membuat keputusan dan pilihan.

JADI! INGAT! Menjual = Memotivasi

Ada beberapa saran tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam Menjual, salah satu larangan dalam menjual adalah BERDEBAT. Dalam setiap kesempatan berbicara di depan para tenaga pemasaran saya selalu mengatakan, “Dilarang berdebat dalam menjual! Anda dimungkinkan untuk MENANG dalam perDEBATan, tapi Anda bisa diPASTIkan KALAH dalam penjualan.”

Beberapa tips motivasi penjualan yang dapat Anda gunakan adalah:

1. Singkirkan “Tembok penghalang” antara Anda dan dia.
2. Berdirilah sedikit lebih tinggi.
3. Ketahuilah bagaimana Anda dapat membantunya, hanya Anda!

Tembok penghalang yang saya maksud bukan yang dapat dilihat secara fisik tetapi yang dapat dirasakan secara emosi. Rasa canggung, kaku, dan sungkan, adalah ciri-ciri masih terbentangnya tembok penghalang di antara Anda berdua.

Yang membuat tembok penghalang ini ada biasanya karena; Anda adalah orang baru baginya, ia belum mengenal Anda, penampilan Anda tidak meyakinkan, ia memiliki pengalaman buruk dengan Anda atau penjual lain yang menjual barang/jasa yang sama.

Yang dapat menghancurkan dinding penghalang dan melumerkan kebekuannya dimulai dari PENAMPILAN fisik yang sesuai dengan kesan yang akan dimunculkan. Saat badan kita tidak sehat, kita biasa pergi ke dokter. Biasanya penampilan yang kita dapat lihat adalah dokter tersebut memakai jas putih dan berkalung stetoskop. Penampilan ini benar-benar mengesankan bahwa ia adalah seorang dokter yang memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembuhan. Suatu ketika, seorang kawan saya pun dikira seorang dokter hanya karena ia mengenakan jas putih. Penipuan penculikan bayi yang baru-baru ini terjadi pun karena orangtua bayi salah mengira penculik itu adalah dokter sungguhan lantaran penculit tersebut mengenakan baju dokter.

Contoh di atas baik kejadian yang positif maupun negatif, dapat Anda saksikan bahwa penampilan sangat penting untuk menghancurkan tembok penghalang, yang terpenting penampilan itu sesuai dengan kesan yang ingin dimunculkan.

Penampilan ini juga dapat membantu Anda untuk “berdiri sedikit lebih tinggi” dari calon pembeli Anda. Ingat sekali lagi, menjual = memotivasi. Anda yang seorang agen asuransi, Anda selalu mendengungkan fungsi asuransi adalah untuk melindungi diri dari kerugian keuangan sehingga akan membuat kehidupan sejahtera namun penampilan Anda terlihat seperti orang yang tidak sejahtera. Pakaian Anda lusuh, aroma Anda menyengat mengganggu, wajah Anda lesu, maka kemungkinan besar calon nasabah Anda tidak percaya apa yang Anda katakan.

Berdiri sedikit lebih tinggi adalah Anda tampil memberi contoh, jika Anda penjual produk kesehatan, maka Anda harus tampak lebih sehat. Jika Anda penjual Asuransi, maka Anda tampil sedikit lebih sejahtera. Jika Anda penjual makanan, maka Anda harus terlihat sedikit lebih bertenaga karena makanan yang Anda makan, dan seterusnya. Mengapa saya katakan “sedikit lebih tinggi”? Yang sedikit ini akan mudah dicapai dan ditiru oleh orang lain. Jika jarak antara Anda dan dia sangat jauh, posisi Anda sangat tinggi dan ia sangat rendah, hal ini akan membuatnya ragu apakah ia bisa menjadi seperti Anda atau tidak. Dan saat ia tidak bisa mengikuti posisi Anda, ia akan mengalami penurunan motivasi.

Beberapa kali dalam penjualan tentu Anda akan merasakan penolakan. Sebagai mahluk sosial, tentu kita merasa tidak nyaman ketika ditolak dan respon cepat yang terjadi dalam pikiran kita biasanya bertahan dan membela diri. Misalnya; “Ah, mobil murah nanti malah cepet rusak, biayanya malah lebih mahal.” “Asuransi? Kakek saya gak pake asuransi hidupnya juga bahagia, tuh!” “Saya gak perlu vitamin ini, saya sudah sehat berolah raga.”

Jawaban yang biasa dimulai dengan, “Beda, pak.” “Bukan begitu, bu.” “Kata siapa, mas?” adalah cikal bakal perdebatan. Anda dapat menggantinya dengan mengafirmasi pernyataan calon pelanggan Anda.
Benar, pak. Kebanyakan mobil murah malah berbiaya mahal karena service center nya tidak ada, suku cadangnya mahal, sehingga malah banyak uang yang dikeluarkan.” (Tunggulah sejenak jangan segera melakukan klarifikasi atas produk Anda. Tunggu responnya. Kemungkinan calon pelanggan Anda akan senang karena Anda memahaminya, kemudian lanjutkan. “Nah dealer kami memiliki bengkel layanan purna jual yang telah bertaraf internasional, semua menggunakan sistem komputer sehingga kualitas standar dan akurasi terjaga, biaya layanan kami juga tetap yang paling murah dibanding lainnya dan semua suku cadang tersedia disini.”

Masih perlu contoh lagi? Saya kira Anda sudah dapat membuatnya sendiri bagaimana menghindari perdebatan.

Terakhir, ketahuilah bagaimana Anda, dan hanya Anda, dapat membantu memenuhi kebutuhannya. Carilah apa yang tidak dicari orang lain. Lakukanlah apa yang tidak dilakukan orang lain. Sehingga hanya Anda yang mampu melakukannya dan tidak ada pengganti diri Anda. Dengan begitu, Anda akan semakin dipercaya dan motivasi yang Anda berikan akan benar-benar diterima.

Selamat Menjual Berdebat tidak menjadikan penjualan hebat, memahami kembali bahwa penjualan adalah bagian dari motivasi akan membuat komunikasi diri menjadi lebih tinggi.

  

Tuesday, June 18, 2013

Ah... Saya kan Cuma Dibayar Murah


Memperhatikan lingkungan disekitar saya, membuat saya ingin menulis tentang hal ini. Ada orang yang di meja kerjanya memasang tulisan "Jangan Mangeluh" tapi masih tetap mengeluh, ada pula yang berharap penghasilan besar dengan melakukan hanya hal-hal yang kecil-kecil saja. Ada yang mengeluarkan energi besar tapi lebih mementingkan hal tersebut dilihat orang lain dari pada menjaga kualitas hasil, dan juga ada yang tidak sabar melompat ingin menjadi pemimpin padahal belum pernah menjadi pengikut yang baik. Contoh lain yang lebih buruk lagi adalah cerita tentang seorang guru yang sering terlambat, jangankan untuk mempersiapkan materi ajar, untuk mencuci muka dari debu jalan pun ia tidak sempat.

Bayangkan Anda adalah pemimpin mereka, beri mereka teguran, kira-kira apa yang menjadi alasan mengapa mereka masih mempertahankan hal-hal tersebut? Biasanya, terucap atau tidak, mereka merasa hal tersebut sepadan dengan bayaran yang mereka terima. "Ah... Saya kan Cuma Dibayar Murah", kira-kira itu yang dikatakan pikirannya.

Ada kebingungan (bias) dalam jawaban itu. Bayaran rendah yang kita terima MENYEBABKAN performa kerja kita yang buruk atau sebaliknya, performa kerja kita yang buruk akan MENYEBABKAN bayaran rendah yang kita peroleh?

Saya tidak pernah berhenti belajar tentang hukum sebab dan akibat, gaya tarik menarik dan gravitasi, serta hukum tolak menolak yang sudah sejak lama ditemukan para ahli seperti Isaac Newton dan Archimedes. Walaupun kehidupan tidak masuk dalam pelajaran yang bersifat eksakta (ilmu pasti) namun hukum-hukum itu berlaku dalam kehidupan. "Lho? Itu artinya kehidupan kita juga bersifat pasti dong?" Saya tidak bilang begitu tapi Brian Tracy mengatakan bahwa prestasi dapat diprediksi. Apa yang Anda inginkan harus sesuai dengan apa yang Anda lakukan untuk mencapainya.

Pelajaran menulis dan mengarang yang diajarkan disekolah selalu menuntut agar kita memulainya dari pembukaan, kemudian masuk ke bagian isi, lalu penutup. Ini yang menyebabkan para calon sarjana merasa tertekan saat harus menulis skripsi. Saat saya harus melalui proses skripsi dan tesis, saya merasa hal tersebut sangat menyenangkan. Saya tidak memulai dari awal, saya langsung berpikir bagaimana akhirnya. Saya membayangkan apa yang menyenangkan untuk dibaca dalam skripsi dan tesis saya, bagaimana orang-orang yang membacanya akan mendapatkan manfaat dari tulisan saya, setelah saya dapat idenya lalu saya mencari tahu ilmu apa saja yang menantang dalam penulisan skripsi dan tesis. Saya menemukan hal ini adalah mata kuliah statistik dan metode penelitian, dibagian inilah mahasiswa harus bolak balik menemui pembimbingnya. Saya memelajari ilmu itu dengan teliti dan mendapatkan esensi filosofinya. Statistik dan metodologi penelitian menjadi mata kuliah yang menyenangkan sementara banyak teman tidak menyukainya. Terakhir, barulah saya memikirkan judul yang disusul dengan proses penulisan. Pada saat diuji, saya dapat menunjukkan pemahaman atas apa yang saya tulis, itu artinya para penguji harus ikhlas memberi saya nilai "A".

Apa hubungan skripsi dan tesis dengan pekerjaan saya yang dibayar murah? Begitulah kira-kira pertanyaan pembaca yang mulai tidak sabar untuk mendapatkan manfaat tulisan ini.

Sahabat-sahabatku yang baik, masing-masing dari kita adalah PENULIS kehidupan diri sendiri. Banyak dari kita yang ingin memulainya dengan sangat mewah dan istimewa namun kemudian kita tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Sama seperti sebuah tulisan kehidupan, Anda ingin memiliki judul yang luarbiasa bagus, namun Anda belum tahu apa yang akan Anda tulis. Saya sering memerhatikan bagaimana sebuah acara resepsi pernikahan digelar dengan sangat mewah dan menghabiskan banyak biaya namun kehidupan selanjutnya malah tidak seindah dan semewah resepsinya. Mereka adalah yang hanya mementingkan judul dari pada akhir yang baik.

Pekerjaan kita adalah bagian dari tulisan kehidupan kita. Sebuah artikel kecil yang melengkapi seluruh tulisan kehidupan kita yang selalu ingin berakhir dengan bahagia. Maka dari itu, pikirkanlah sejak awal bagaimana akhirnya nanti. Siapapun dan apapun pekerjaannya, Anda dapat bertanya; HASIL AKHIR APA YANG SAYA INGINKAN TERJADI PADA DIRI SAYA SEBAGAI SEORANG....(sebutkan pekerjaan Anda)?

Lalu pikirkan hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mencapainya. Apakah Anda telah menguasai hal-hal tersebut? Jika belum, pelajari dan praktikkan sampai ahli. Lalu lakukanlah dan akhirnya tunggu hasilnya dengan sabar.

Anda semua selalu memiliki potensi yang dapat membantu diri sendiri untuk sukses sesuai keinginan Anda masing-masing. Potensi yang tidak terlihat itu bagaikan mutiara dalam lumpur. Memang, mutiara tetaplah mutiara yang harganya mahal, namun jika itu terpendam dalam lumpur yang dalam maka tak satupun yang melihat Anda untuk diambil dan menjadi manfaat. Anda harus terlihat (Stand Up), kemudian tunjukkan kemampuan Anda beserta hasilnya (Speak Up), dan Anda akan diperhitungkan (Be Counted)

Lalu, terakhir, apa akar kebaikan dari semua itu? DISIPLIN POSITIF, Nasib baik adalah hasil dari karakter yang baik efek dari kebiasaan baik. Untuk menjadi kebiasaan, hal-hal positif harus dilakukan secara disiplin. Musuh dan akar kejahatan nomor wahid dalam kehidupan kita adalah DISIPLIN NEGATIF, terbiasa malas adalah hasil dari displin juga. Biasa mengeluh juga hasil disiplin. Biasa datang terlambat mutlak hasil disiplin, dan biasa mendapatkan bayaran kecil juga hasil disiplin.

Masih mengeluhkan pendapatan kecil? Mungkin Anda harus mengubah disiplin bersyukur Anda lalu bertindaklah. Saya berdoa semoga dengan seketika penghasilan Anda berubah menjadi besar. Amiiiin.... Namun pertanyaannya sudah siapkah kita menerima bayaran yang sangat besar dengan disiplin penghasilan kecil yang kita miliki. Kalau begitu saya ubah doanya, Ya Tuhan tahanlah rejeki kami sampai kami pantas menerima rejekiMu yang lebih besar.

Tuesday, May 21, 2013

RAPIHIN HIDUP LO!

Pagi-pagi, yang selalu lain dari biasanya kami para trainer luar biasa bersiap-siap untuk memberikan energi luar biasa pada pada para peserta dan mendadak terdengar kalimat dari kawan kami, Ronny (sebut saja begitu-bukan nama sebenarnya) berkata pada kami semua, “Ayo rapihin meja dan rapihin muka.” (hehehe) Kami semua tertawa mendengarnya kemudian saya melanjutkan, “Rapihin juga hidup lo (hehehe).” Kembali kalimat-kalimat itu menjadi energi kami di pagi hari.

Merapikan Hidup? Apakah bisa? Bukankah hidup sudah digariskan Tuhan? Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah melakukan hal ini atau Anda tidak tahu apakah bisa, perlu, atau harus merapikan hidup?

Penemuan terhebat abad ini adalah bukan tentang penemuan komputer ultra tipis, bukan tentang handphone super pintar, bukan pula tentang kendaraan super cepat. Penemuan terhebat abad ini adalah Tentang bagaimana manusia bisa mengubah nasibnya dengan cara mengubah cara berpikirnya.

“Lho lha ya itu... kan nasib sudah digariskan Tuhan?”  Tuhan menciptakan manusia dengan dua hal yang menyertai Takdir dan Nasib. Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang akan selalu mentakdirkan kebaikan bagi manusia, bagi Anda, bagi saya, dan bagi kita semua. Nasib? Tuhan menyerahkan nasib untuk manusia tentukan sendiri. Nasib Anda adalah keputusan Anda sendiri. Apa yang Anda dapatkan hari ini adalah keputusan yang telah Anda buat kemarin. Apa yang akan Anda dapatkan besok adalah keputusan yang Anda buat hari ini. Mereka yang hari ini merasa bahagia adalah karena mereka telah memutuskan untuk berbahagia hari ini. Jika Anda belum bahagia hari ini, putuskanlah besok untuk berbahagia. Saya tunggu kabar dari Anda besok apakah yang Anda putuskan itu terjadi. Email saya ke setiawan.andrie@gmail.com. Jika Anda tidak bahagia besok, garansi uang kembali, (hehehe). Karena Anda tidak membayar sepeser pun uang pada saya, maka tidak ada uang kembali namun bisa saya pastikan jika Anda tetap tidak bahagia besok, garansi kesedihan dan beban hidup akan kembali. Putuskan ya, BAHAGIA.

Bagaimana Nasib Anda terbentuk. 

PIKIRAN menjadi PERKATAAN berubah menjadi PERBUATAN yang dilakukan berulang-ulang kemudian menjadi KEBIASAAN melekat dalam diri menjadi KARAKTER dan jadilah NASIB

PIKIRAN = PERKATAAN =PERBUATAN = KEBIASAAN = KARAKTER = NASIB.

Contoh sederhana,

Misalnya, Anda punya pikiran buruk tentang pekerjaan Anda, pekerjaan membosankan, tidak layak untuk Anda, lingkungan tidak menyenangkan, atasan menyebalkan, dan lain-lain. Begitu hal-hal tersebut yang terpikirkan, sesekali Anda akan mengatakan hal tersebut pada orang lain paling tidak pada diri sendiri, “Payah dah kerjaan gue, gitu-gitu aja.

Memang kemudian, hari berikutnya Anda merasakan bahwa pekerjaan Anda tidak ada yang berbeda dari biasanya, gitu-gitu aja. Setiap berangkat ke tempat kerja perilaku Anda mulai menampakkan penurunan. Bahu turun, Wajah turun, langkah berat, kaki diseret, senyum tak terkembang dan hanya cemberut. Hal ini terjadi berualang-ulang setiap hari dan makin memantabkan karakter Anda yang menjadi sering mengeluh dan perilaku negatif lainnya.

Suatu hari, ada promosi di tempat Anda bekerja, atasan Anda mencari kandidat yang bisa menjalankan tantangan mengatur proyek sebagai syarat promosi, sayang sekali Anda tidak terpilih, atasan Anda menyerahkan proyek tersebut pada kawan Anda yang selalu tersenyum pada setiap orang, yang sangat bersemangat dalam melakukan pekerjaannya, dan kebiasaan membantu orang-orang di tempat kerjanya. Dan Anda hanya akan bilang, “Yah... memang dah NASIB gue dah gak promosi.”

Nah, kan? Apa yang saya bilang? Nasib Anda bergantung pada Pikiran Anda. Jika ada pikiran yang akan melemah kan Anda, segera ubah pikiran tersebut yang sesuai dengan hati Anda.

Pikiran Melemahkan
Pikiran Menguatkan
“Duh, capek banget nih kerjaan.”
“Saya tau, capek adalah tanda bahwa gue sudah melakukan tugas saya secara maksimal. Saya Cuma harus belajar mengatur energi saya.”
“Nih kerjaan gak selesai-selesai.”
“Nah, kesempatan mempraktekkan ilmu komunikasi untuk melipat gandakan energi, cari bantuan temen aaaah.”
“Bete deh nih kerjaan, gak ada apa yang beda.”
“Semakin sering dilakukan saya akan semakin ahli, dan orang ahli bayarannya mahal, asyiiiik.”
“Bos bisanya Cuma merintah doang, kerjain dong.”
“Ini dia waktunya latihan untuk jadi bos. Pemimpin yang baik bermula dari menjadi pengikut yang baik. Kalau dari atasan saya yang tidak baik, saya jadi tahu bagaimana menjadi pemimpin yang baik.”
Dll...
Dll...

Pikiran-pikiran ini bagaikan virus, begitu Anda katakan pada orang lain, masing-masing memiliki efek yang berbeda. Pikiran yang melemahkan akan menginfeksi pikiran orang lain menjadi lemah dan sebaliknya pikiran yang menguatkan akan membuat orang lain menjadi kuat. Untuk merapikan nasib kita, memang kita harus merapikan pikiran kita.

...DISCLAIMER...
“PERHATIAN! ILMU DIATAS SANGAT DAHSYAT KETIKA DIPRAKTEKKAN. DAMPAK NEGATIF DARI PIKIRAN YANG MELEMAHKAN MENJADI TANGGUNG JAWAB ANDA SENDIRI SEDANG DAMPAK POSITIF DARI PIKIRAN YANG MENGUATKAN AKAN MENJADI DOA BAGI SAYA DAN ANDA SEMUA.”