Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label Confidence. Show all posts
Showing posts with label Confidence. Show all posts

Sunday, April 5, 2015

LARI DARI TAKDIR ALLAH MENUJU TAKDIR ALLAH YANG LAIN

SETUJUI KEBERATAN PELANGGAN, BUKAN MENDEBATNYA

Masih ingat apa yang kita bahas dalam tulisan sebelumnya, PELANGGAN SELALU BENAR (?)? Kebanyakan penjual bersusah payah belajar dan berlatih untuk menjawab dan bahkan menyanggah keberatan pelanggan dan berusaha keras membalikkan keberatan tersebut agar pelanggan setuju membeli.

Sebagai penjual kita bisa menggunakan cara lain yang masih jarang dilakukan orang lain dan ingatlah bahwa rejeki kita ada dan berasal dari Allah. Sekeras apapun Anda menyanggah keberatan pelanggan bahkan sampai terjerumus kedalam kata-kata yang berlebihan apalagi sampai berbohong, jika Allah belum berkenan maka mereka tidak akan menjadi pelanggan Anda. Jadi, santai dan terus berusaha ya...

Dari pada menangani keberatan, akan lebih ringan jika Anda menyetujui keberatan. Stres tidak perlu terjadi dan kita akan dengan santai serta bahagia menjalani pekerjaan ini, in syaa Allah, Amiiin.

Ijin kan saya memberikan ilustrasi dari ide ini, yang saya tawarkan pada Anda.

Sebuah perusahaan Asuransi jiwa memiliki produk syariah namun dalam kelas pelatihan, mereka masih menghadapi persoalan keberatan pelanggan. 

Sebelum memiliki produk syariah, para tenaga pemasarnya kerap mendapatkan keberatan bahwa berasuransi sama dengan LARI dari Takdir Allah. Tidak pasrah dan menyerahkan diri pada Allah. Namun setelah perusahaan tersebut memiliki produk syariah, para tenaga pemasar pun masih menghadapi keberatan yang sama, Asuransi sama dengan lari dari takdir Allah!

Beginilah cara menyetujui keberatan pelanggan;

Pelanggan: "Berasuransi itu sama dengan lari dari takdir Allah."

Tenaga Pemasar: "Bapak benar, Berasuransi itu sama dengan lari dari takdir Allah. (Ulangi kalimatnya sebagai tanda bahwa Anda mendengarkan, memahami, dan menyetujui kata-kata nya)."

"Ingatkah Bapak ketika Umar ibnul Khaththab pergi ke Syam. Kemudian ketika ia sampai di sebuah desa antara perbatasan Hijaz dan Syam, Umar bertemu dengan panglima pasukan, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan teman-temannya."

"Mereka menginformasikan bahwa di Syam sedang terjadi wabah lepra Amwas. Kemudian para sahabatnya berbeda pendapat. Ada yang menyarankan untuk terus ke Syam dan ada yang menyarankan untuk kembali ke Madinah. Beberapa kelompok lain dari para sahabat dimintai pendapat dan hasilnya sama, yaitu berbeda pendapat."

"Mendapati dua suara berbeda yang sama banyak, Umar memutuskan kembali ke Madinah dan kemudian Abu Ubaidah berkata, "Hendak lari dari takdir Allah?""

"Umar menjawab, "... Apa pendapatmu jika untamu jatuh pada lembah yang memiliki dua sisi. Satu sisi dari lembah itu subur, dan sisi lainnya tandus? Bukankah jika kamu menggembalakan untamu di lembah yang subur maka sama saja kamu menggembalakannya dengan takdir Allah, sedangkan jika kamu gembalakan di tanah yang tandus maka kamu juga menggembalakannya dengan takdir Allah?"

"Beberapa waktu kemudian Abdurrahman bin Auf datang dan memberitahukan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Jika kalian mendengar sebuah wabah tengah melanda satu daerah, maka jangan kalian mendatanginya. Sedangkan jika terjadi wabah pada satu daerah dan kebetulan kalian berada di tempat itu maka janganlah kalian keluar lari darinya!"

Tenaga Pemasar: "Saya yakin Bapak memahami maksud dari perkataan Rasulullah SAW dan berkaitan dengan urusan kita, Bapak tahu bahwa kita cepat atau lambat akan meninggalkan dunia ini menuju kepada-Nya, dan Bapak memiliki pilihan  atas dua Takdir Allah dalam meninggalkan keluarga Bapak, dalam kondisi kecukupan atau meminta-minta dan bergantung pada manusia. Bapak lari dari takdir dan menuju takdir Allah yang lain. Silakan Bapak tandatangani ilustrasi manfaat asuransinya disini (sambil menunjuk tempat tandatangan)."

SEMOGA BERMANFAAT.




Saturday, March 14, 2015

PERUBAHAN INSTAN (ANGAN-ANGAN ATAU KENYATAAN?)

Kemajuan cara pikir manusia berdampak pada kesabaran manusia. Bagaimana tidak, setelah banyak penemuan-penemuan yang mempermudah kehidupan manusia, kita, termasuk saya, terlatih untuk menjadi tidak sabar. Apa contohnya? Hasil buah pikir manusia dalam membuat kendaraan yang mengantarkan kita dari sebuah tempat ke tempat lain, membuat kita enggan menggunakan cara-cara yang telah ada sebelumnya.
Orang enggan menggunakan mobil karena ada pesawat, juga orang enggan menggunakan kapal laut karena juga sudah ada pesawat. Orang enggan bersepeda karena sudah ada motor, juga orang berkuda karena juga sudah ada motor, walaupun manusia dengan cerdas menamai motor sebagai KUDA BESI. Orang enggan jalan kaki ke masjid dan lebih suka naik motor, bahkan ke tetangga sebelahpun naik motor.

Dalam kemajuan media komunikasi, orang enggan menulis surat dan mengirimkannya melalui kurir, tau orang tidak lagi mengirim surat via pos. Kita lebih suka sms, email, BBM, Whatapps, Line, bahkan Facebook, Twitter, dan Path, bahkan orang-orang sering kali tidak perlu berpikir lama untuk mengekspresikan pemikirannya melalui media-media tersebut. Saking instan nya, kata-kata berbau sampah pun ter posting di media sosial yang menyebabkan perselisihan. Dulu orang-orang untuk berpikir pun harus memikirkan berkali-kali apakah pemikirannya baik.

Dalam teknologi memasak, orang tidak perlu lagi menyalakan kompor berbau minyak tanah bahkan aroma kayu bakar. Sudah ada kompor gas, listrik, dan bahkan microwave untuk dapat menikmati makanan panas dengan hampir seketika. Untuk bisa menikmati mi pun, sudah ada versi instan. Bahkan nasi goreng, juga ada yang instan. Begitu pula bubur yang sejatinya waktu masaknya sedikit lebih lama dari memasak nasi, juga sudah ada yang instan.

Hal-hal ini lah jika kita jeli, mengapa manusia saat ini menjadi tidak sabar dalam berpikir karena mereka kira bahwa semuanya bisa dilakukan dan didapatkan secara instan. Fenomena BEGAL baru-baru ini pun karena pemikiran instan untuk memiliki motor. Hal ini didapati setelah polisi menginterogasi para pelaku yang umumnya remaja pengangguran.

Pernah juga sebuah pesan menyelinap ke BBM saya dan dengan seksama ia menceritakan bagaimana teknik Instant Change yang diberikan oleh teknik-teknik terapi memiliki kemampuan yang luar biasa yang dapat mengubah perilaku negatif bahkan penyakit dengan cepat.

Saya mengatakan bahwa sejatinya untuk hasil yang baik, tidak ada sesuatu yang instan. Bukan berarti teknik-teknik tersebut buruk. Tetapi para pelaku dan penggunanya musti memiliki konsep berpikir yang matang ketimbang menganggap teknik-teknik ini sebagai keajaiban atau Magic.

Mari kita lihat bagaimana teknik-teknik terapi seperti NLP (Neuro Linguistic Programming), NAC (Neuro Associative Conditioning), Hipnoterapi, dan lainnya.
Sambil melihat gambar di atas, saya akan menceritakan bagaimana kita, manusia menangkap dan memproses informasi secara sederhana.

Sebagian dari Anda mungkin tahu ada mitos yang mengatakan bahwa membuka payung didalam rumah akan  menyebabkan bencana dan mungkin dulu Anda adalah salah satu orang yang memercayainya. Lalu bagaimana Anda menyadarinya bahwa hal tersebut adalah mitos?

Awalnya Anda diinformasikan oleh orangtua, bisa jadi orangtua Anda sendiri ataupun orang lain yang memiliki figur otoritas. Figur otoritas adalah orang yang anda percaya bahwa kata-katanya benar.

Kata-kata tersebut akan Anda akan melalui proses seleksi atau penyaringan. Karena pada saat itu Anda masih kecil dan orang yang mengatakannya adalah orang yang Anda percaya, langsung saja kata-kata tersebut lulus seleksi dan Anda simpan secara sadar untuk dipergunakan sebagai pengingat jika dibutuhkan. Ternyata beberapa orang mengatakan hal serupa, dan Anda semakin yakin bahwa hal tersebut adalah sebuah kebenaran dan pikiran itu secara tanpa disadari menjadi landasan berpikir yang kokoh.

Dalam keseharian Anda akan berpikir bahwa membuka payung didalam rumah adalah sesuatu yang buruk dan tidak diperbolehkan. Hal ini menjadi sikap dan Anda tunjukkan pada penampakan perilaku Anda. Bahkan saat itu Anda juga ikut melarang orang lain yang membuka payung didalam rrumah lengkap dengan cerita mitos yang menyertai mengapa hal tersbut tidak diperbolehkan.

NAMUN HARI BERGANTI DAN ANDA PERCAYA BAHWA YANG ANDA PERCAYA SAAT ITU HANYA MITOS.

Bagaimana itu bisa terjadi? Prosesnya sama dengan sebelum dan saat Anda memercayai mitos itu. Ada kejadian eksternal baik ada orang yang memunyai figur yang Anda anggap dapat dipercaya ataupun Anda yang telah lebih dewasa dalam berpikir telah membuktikan bahwa membuka payung didalam rumah tidak menyebabkan bencana. 

Prosesnya tentu juga melalui penyaringan. Ide baru ini bertentangan dengan ide lama dan Anda akan menyaringnya dengan keyakinan sebelumnya, nilai-nilai yang diyakini, pengalaman dan meori Anda tentang ide baru ini.

Masuk lah hasil pemikiran ini menjadi pemikiran yang Anda sadari dan setelah berkali-kali Anda membuktikan bahwa ide lama tidak terbukti, Anda akan meyakininya sebagai sebuah kebenaran baru dan Anda menyimpannya secara tanpa Anda sadari yang kemudian menjadi sistem baru bagi Anda.

Saat itu Anda tidak berperilaku melarang orang yang membuka payung didalam rumah, mungkin Anda akan membiarkannya, atau hanya akan menasehati untuk berhati-hati jika tidak paung tersebut akan mengenai barang-barang disekitarnya atau mengenai orang lain.

HAL TERSEBUT JUGA TERJADI PADA TERAPI BERHENTI MEROKOK

Terapi NLP, NAC, atau pun Hipnoterapi yang dilakukan secara singkat, sebenarnya tidak sesingkat yang Anda lihat. Orang-orang yang berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya untuk jangka waktu yang panjang bahkan selamanya adalah orang-orang yang sudah terlebih dahulu mengalami proses berpikir dan pendidikan dalam diri dan pikirannya bahwa merokok adalah sesuatu yang salah dan sering kali orang-orang ini tidak tahu caranya, padahal seperti yang saya pernah lakukan, untuk berhenti merokok hanya ada satu cara, yaitu jangan lagi merokok. :) 

Setelah proses berpikir yang panjang, terapis hanya perlu memberikan pelatihan bagaimana ia terhindar dari rokok. Pikiran nya akan dikondisikan untuk tidak lagi mendekati rokok. Salah satu contoh terapi berhenti merokok adalah dengan mengasosiasikan rokok dengan sesuatu yang tidak dia sukai. Mengidentikan rokok dengan makanan yang tidak ia sukai misalnya dan setiap kali ia berniat kembali merokok maka pikiran mengingat hal yang tidak disukai tersebut.

Terapi ini akan gagal jika pikirannya tentang merokok tidak diperbaiki terlebih dahulu karena pikirannya yang cerdas akan segera menyadari bahwa rokok adalah BUKAN makanan yang tidak ia sukai, sehingga ia akan kembali merokok dan pada masa ini resistensinya terhadap terapi berhenti merokok akan lebih besar karena ia percaya bahwa terapi merokok adalah tidak sesuai dengan keyakinannya tentang rokok.

HAL INI JUGA TERJADI PADA TERAPI LAINNYA SEHINGGA YANG NAMANYA PERUBAHAN INSTAN TIDAK BENAR-BENAR INSTAN TETAPI SUDAH ADA PROSES SEBELUMNYA.

KARENANYA KITA TIDAK BISA MENGUBAH KORUPTOR MENJADI ORANG SOLEH SECARA INSTAN! SEPERTI INSTANNYA KEINGINAN MEREKA UNTUK MENJADI KAYA.

BAGI ANDA YANG INGIN BERUBAH SECARA INSTAN, ANDA SEDANG BERANGAN-ANGAN! BELAJARLAH MELALUI PROSES KARENA KESUKSESAN MEMBUTUHKAN SEBUAH PROSES - HAL ITU AGAR ANDA BELAJAR DAN AGAR ANDA DAPAT MENGAJARKAN KESUKSESAN ANDA PADA ORANG LAIN!

Wednesday, March 11, 2015

BAGAIMANA MEMBUAT BAWAHAN ANDA SETIA? (Nature, Nurture, Future, Torture)

Empat tahun belakangan ini saya memerhatikan kawan-kawan saya yang kerap berganti pekerjaan. Beberapa saya Tanya dan mereka menjawab bahwa motivasi mereka berpindah-pindah adalah factor uang. Mereka mengharapkan kenaikan penghasilan ketika berpindah ke perusahaan pesaing. Beberapa lainnya berbicara tentang kenyamanan dan sisanya berbicara tentang masa depan.
 
Apakah salah berpindah-pindah pekerjaan? saya kira tidak, karena hal tersebut memiliki dampak positif, diantaranya; Bertambahnya penghasilan, mengenal lingkungan baru, belajar hal baru, memiliki harapan baru, dan mendapatkan kesempatan-kesempatan yang tidak dimiliki tempat yang lama. Namun seperti dua sisi mata uang yang selalu berdampingan, hal ini tentu memiliki kelemahan yaitu; ia melewatkan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan perusahaan, seperti bonus dan THR (Tunjangan Hari Raya). Ia akan melewatkan hal tersebut karena kerap berpindah tempat kerja apalagi kurang dari setahun, biasanya karyawan tidak menerima fasilitas-fasilitas tersebut. Biasanya orang yang sering berpindah tempat kerja tidak menguasai benar-benar bidang yang ia tekuni.
 
Terlepas dari positif dan negative seorang bawahan (karyawan) yang mengundurkan diri dari tim kita, tetap saja banyak dari mereka adalah asset. Ada juga memang yang kita dengan rela melepaskan seseorang karena energi negatif yang selalu ia ciptakan dan merugikan kehidupan tim kerja.
 
Seorang atasan yang sering berganti-ganti bawahan lebih sering ruginya dibanding keuntungan yang didapat. Atasan ini harus menyesuaikan diri dan tentu memberikan waktu bagi bawahan baru untuk menyesuaikan diri dengan nya. Atasan ini harus kembali melatih bawahan ini agar hasil pekerjaannya sesuai dengan visi tim kerja.  
 
Untuk menghindari kerugian-kerugian yang lebih besar, Anda harus terus membaca apa saja yang menyebabkan bawahan Anda pergi.
 
Paling tidak jika dikelompokkan, perginya bawahan (karyawan) Anda dikarenakan 3 Hal:
 
Nature, Nurture, Future
 
Dan jika dikelompokkan menjadi lebih sederhana, ada 3 Hal juga yang dapat membuat bawahan (karyawan) Anda bertahan, yaitu:
 
Nature, Nurture, Future
 
Nature (Alam): Pada saat merekrut, perhatikanlah "alam" asli dari calon bawahan Anda. Anda bisa saja merekrut orang yang sama sekali asing dalam bidang yang Anda geluti, tetapi Anda butuh waktu, biaya, dan tenaga untuk melatih orang ini.
 
Bawahan yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan "alam" atau kondisi dan situasi pekerjaan kita akan menjadikannya alas an untuk mengundurkan diri. Contoh sederhana dari hal ini adalah ketika Anda merekrut seorang pelatih bidang penjualan yang berasal dari orang yang lama berkutat dalam bidang administrasi yang bergelut dengan kertas, pulpen, dan computer setiap hari akan sulit menyesuaikan diri. Saya pernah melihat, orang-orang ini lebih suka negerjakan pekerjaan yang bersifat administrative ketimbang belajar mengembangkan diri dan melakukan tugasnya sebagai pelatih.
 
Persoalan lain, jika secara alamiah latar belakang orang yang Anda rekrut adalah sama dengan industri yang Anda geluti, hal tersebut pun memerlukan perhatian tentang alam dan lingkungan ia bekerja.
 
Beberapa ikan hias akan mati walaupun dimasukkan kedalam jenis air yang sama, mengapa? Ternyata Anda tidak menyadari bahwa kandungan ph dan mineral air yang tidak seimbang dapat menyebabkan ikan mati. 
 
Untuk hal ini, seorang Atasan harus paham betul bagaimana bawahannya (karyawan) dapat hidup seimbang di "alam" pekerjaan yang sekarang.
 
Nurture (Pengasuhan): Ada atasan yang menganggap bahwa pengasuhan yang baik adalah dengan mengerjakan segala sesuatunya sendiri agar bawahanya tidak repot. Hal ini membuat lelah atasan dan jelas sebagai seorang pemimpin ia telah gagal memberdayakan potensi yang dimiliki tim kerjanya. Pahami potensi tim kerja Anda dan berdayakan potensi tersebut. Sering kali dibutuhkan pelatihan tambahan agar potensi tim kerja menjadi lebih baik. Ingat, selalu anggap pelatihan ini sebagai investasi yang harus Anda berikan pada bawahanan Anda. Sebagai investasi, tentu Anda akan menikmati hasilnya nanti.
 
Anda khawatir setelah Anda mengeluarkan uang untuk pelatihan lalu bawahan Anda tetap mengundurkan diri? Tenang, jika ia dilatih sesuai yang ia minati dan butuhkan, hal itu malah akan menambah kesetiaannya pada tim kerja Anda.
 
Future (Masa Depan): Setiap orang pasti punya cita-cita, dan cita-cita membutuhkan biaya. Penghasilan yang meningkan dan karir yang jelas sebagai bukti nyata dari pengakuan atas hasil kerjanya yang ia lakukan saat ini akan membuat bawahan Anda bertahan dan betah barada dalam tim kerja Anda. Mengapa? Karena ia telah dikunci oleh harapan-harapannya. Saat seorang bawahan kehilangan harapannya, ia tidak akan bekerja lebih baik.
 
Buat lah pertemuan dengan tim kerja Anda, mintalah mereka menceritakan pada Anda tentang cita-citanya baik dalam waktu dekat (jangka waktu satu tahun),menengah ( jangka waktu 3 -5 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Bantulah bawahan Anda untuk mencapai cita-citanya.
 
Tiga hal ini adalah rangkuman dari persoalan yang banyak orang alami ditempat kerja, dan kehilangan talenta terbaik adalah sebuah kerugian. Sebelum terlambat, silakan Anda periksa lagi tentang;   
 
Nature, Nurture, Future
 
Sekali Anda abaikan hal ini, tiga hal tersebut akan berubah menjadi
 
Torture (Siksaan)

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Thursday, September 5, 2013

GEJALA TIDAK PERCAYA DIRI DAN CARA MENGATASINYA

Kita sering mendengar frasa ini dan lebih sering terdengar dengan PeDe (singkatan dari Percaya Diri). Mungkin juga sering kali kita merasa dan berpikir bahwa kita sudah cukup percaya diri namun beberapa kali saya menjumpai orang yang mengatakan ini sebenarnya ia sedang tidak percaya diri dan sedang menutupi ketidak-percayaan dirinya itu.
Berikut adalah gejala-gejala saat kita tidak sedang percaya diri;
      
      1.       Ketidakmampuan memercayai
Sulit sekali untuk memercayai baik itu diri sendiri maupun memercayai orang lain. Sulit pula memercayai bahwa yang ia terima atau yang ia lakukan adalah benar. Saat kita dalam situasi seperti ini, kita menjadi sangat bingung. Tekanan mental atau yang sering kita sebut stres bisa bermula dari hal ini.

Bagaimana mengatasi hal ini: Teman yang baik dan dapat dipercaya dapat dimintai pendapatnya. Walaupun sarannya tidak sepenuhnya benar, dengarkanlah. Bila perlu catat plus dan minusnya yang akan terjadi jika saran itu dilakukan.

      2.       Bergosip atau bergunjing
Seringkali kita bergunjing untuk merendahkan pihak lain dan meninggikan diri sendiri. Orang yang tinggi tetaplah tinggi dan tidak akan menjadi rendah karena pembicaraan negatif. Sebaliknya, orang yang biasa-biasa saja malah seringkali mendapat posisi yang tinggi karena pembicaraan negatif.

Saat kita bergunjing, sebenarnya kita sedang merendahkan diri sendiri namun sering kali kita tidak menyadarinya karena biasanya orang-orang yang mengajak atau sedang kita ajak bergunjing juga sedang merendahkan diri mereka sendiri. Nah, kebayang kan, saat semua sama-sama merendahkan diri, kita tidak sadar siapa yang lebih tinggi. Untuk mengetahui ini, dengarkanlah orang yang sedang bergunjing namun tetaplah berada diluar aktifitas bergunjing itu. Anda akan segera menyadari bahwa orang-orang yang bergunjing sedang membuka kelemahannya sendiri.

Bagaimana mengatasi hal ini: Stop bergunjing! Saat dipaksa masuk dalam aktifitas pergunjingan, dengarkanlah sesaat kemudian berikanlah kesimpulan positif dari apa yang sudah dibicarakan, dijamin besok-besok Anda tidak lagi diajak bergunjing. Misalnya:

Gossips: Si Wati tuh ya, selalu aja kalo ngerjain sesuatu gak pernah bener. Masa ngerjain kerjaan kaya begitu aja lama bener. Kalo gue ya, mungkin sebentar aja udah kelar kaleee...

Anda: Bisa jadi dia ngerjain itu dan butuh waktu lebih lama karena dia harus teliti banget. Bagus kan kalau teliti, jadi terhindar dari kesalahan yang harusnya gak terjadi nantinya. Heeeeee...?? Gimana?

      3.       Membandingkan diri dengan orang lain.
Membandingkan dengan orang lain tidaklah salah, terlebih jika niatnya adalah untuk perbaikan diri. Saya sering membandingkan diri saya dengan para pembicara senior yang sudah lebih dulu berkarya dalam dunia pembicara publik dan selalu ingin menjadi seperti mereka.

Tapi jika membandingkan untuk mencari kesalahan orang lain dan meninggikan citra diri sendiri dihadapan orang lain, ini adalah tanda-tanda tidak percaya diri.

Bagaimana mengatasi hal ini: Percayalah bahwa Tuhan menciptakan Anda dengan banyak kelebihan. Jika Anda saat ini merasa tidak demikian, Anda hanya belum menyadarinya. Anda tentu tahu bahwa citra diri yang positif dapat dibentuk bukan dengan merendahkan citra orang lain. Dan jika Anda masih menggunakan cara ini, sadarlah bahwa cara ini sudah usang. Orang-orang tidak menyukai iklan televisi yang merendahkan dan mencari keburukan produk lain. Dampaknya, seperti sebuah kesepakatan orang-orang tersebut tidak membeli iklan yang menjelek-jelekkan.

Fokus saja pada apa yang bisa Anda berikan pada banyak orang. Dengan begitu, pikiran Anda akan sibuk memberi daripada meminta. Memberi manfaat akan meningkatkan citra diri Anda daripada meminta dianggap positif yang tidak bertampak langsung terhadap manfaat yang dirasakan orang lain.

Saat tulisan ini dibuat, saya baru saja selesai memberikan pelatihan kepada tenaga penjual asuransi jiwa #1 di Indonesia. Salah satu ketakutan terbesar adalah ketika citra diri mereka beserta produk yang dibawanya dianggap tidak baik oleh orang lain. Kembali diingat bahwa didnia ini tidak semua orang akan langsung menyukai kita, beberapa orang membutuhkan proses menilai apakah kita benar-benar bermanfaat atau bahkan mendambah masalah mereka.

      4.       Tidak tahan menerima kritik
Kritik memang sering kali diasosiasikan dengan hal negatif dan beberapa kali orang mengaitkannya dengan penyerangan secara psikologis terhadap diri kita. Jika kita tidak nyaman menerima kritik, itu adalah hal biasa karena secara sosial manusia ingin menjadi manfaat bagi sesama dan kritikan sering kali dianggap sebagai penolakan atas apa yang telah dilakukan.

Bagaimana mengatasi hal ini: Kita tidak bisa mengubah kritikan yang telah dilontarkan tetapi kita bisa mengubah persepsi saat menerimanya, sehingga kita tidak tergesa-gesa merespon dan terkesan melakukan pembelaan yang tidak mendasar. Orang-orang yang memiliki kedewasaan mental yang matang dapat meresepon kritikan dengan baik. Mereka menunggu dan mendengarkan kritikan mencari makna positif dari kritik tersebut.
Contoh,

Kritik: “Seharusnya perusahaah asuransi Anda, yang katanya no. 1, bisa memberikan pelayanan lebih baik dari perusahaan lainnya dong. Pelayanan untuk hal ini harusnya lebih cepat dan tidak memakan waktu lama seperti ini.”

Anda: “Saya setuju, Pak. Memang seharusnya hal ini bisa lebih cepat. Kami masih terus melakukan perbaikan dalam hal ini. Proses penilaian risiko perusahaan kami dilakukan secara hati-hati sehingga hal ini memakan waktu sedikit lebih lama namun demikian kami terus melakukan perbaikan.” (Tersenyumlah)

      5.       Pembelaan diri.
Saat Anda membela diri, hal itu menunjukkan bahwa Anda sedang merasa diserang. Membela diri adalah keharusan. Membiarkan diri diserang secara pesikologis tanpa pembelaan akan melemahkan mental diri dan lama kelamaan diri Anda akan memercayaai bahwa Anda adalah seseorang dengan nilai diri yang rendah.

Lagi-lagi ada tapinya, Pembelaan diri yang terburu-buru tanpa dipikirkan terlebih dahulu seringkali menjadi hal yang akan disesali karena belum tentu Anda saat itu sedang diserang.

Seperti pembahasan sebelumnya, pembelaan diri kadang-kadang datang saat kita menerima kritikan atau saat kita merasa sedang disalahkan.

Bagaimana mengatasi hal ini: Sama seperti saat menerima kritik, tunggu dan dengarkan lah terlebih dahulu kemudian setelah cukup waktu Anda dapat meresponnya. Beberapa kali, kita dengan mudahnya dapat tersulut emosi ketika disalahkan. Sadarlah bahwa ketika Anda tidak sedang berniat berbuat salah, sesungguhnya itu hanya lah pelajaran. Meminta maaf dengan baik akan melegakan situasinya

Bersambung dengan gejala-gejala tidak percaya diri lainnya seperti;

     6.       Menghindari penolakan 
     7.       Menghindari kemungkinan gagal
     8.       Marah-marah pada orang lain (khususnya marah yang tidak pada tempatnya)
     9.       Kecenderungan menjatuhkan orang lain
   10.   Perilaku agresif
   11.   Penundaan
   12.   Mementingkan siapa yang benar
   13.   Tidak mampu menerima pujian
   14.   Keengganan menerima risiko

   15.   Cepat bereaksi ketika merasa diserang