Certified Instructors-Indonesian Board of Hypnotherapy

Showing posts with label Mindset. Show all posts
Showing posts with label Mindset. Show all posts

Saturday, August 22, 2015

ORANG MUSLIM KAYA

Jika orang Muslim kaya, itu memang keren.

Tapi perlu diperhatikan bahwa ia harus muslim (berserah diri pada Allah) dahulu barulah menjadi kaya.

Tidak seharusnya untuk menjadi muslim (berserah diri  pada Allah) seseorang menunggu menjadi kaya terlebih dahulu. Jangan-jangan belum sempat menjadi muslim, kita sudah keburu dipanggil Allah. Bahkan bisa jadi sebelum kaya, kita sudah meninggal.

Jika proses KAYA mendahului menjadi MUSLIM, bisa jadi inilah yg terjadi KAYA MUSLIM (seperti orang muslim), gak bener-bener muslim, gak Kaffah, alias muslim KW.

Dan jika masih ada orang yang berdalih menjadi muslim dapat berbarengan dengan menjadi kaya, menurus saya itu juga tidak memiliki makna, lihatlah ini "Mkuasylaim". Anda tidak sedang salah baca atau bukan pula salah eja. Kata tersebut adalah pemaksaan proses menjadi Muslim dan Kaya secara bersamaan.

Maka menjadi muslim lah terlebih dahulu barulah menjadi kaya (MUSLIM KAYA), hal ini menjadi lebih bermakna jika prosesnya dibalik (KAYA MUSLIM), terlihat seperti muslim saja tapi sesungguhnya bukan. Dan jangan pula memaksakan prosesnya menjadi MUSLIM dan KAYA secara bersamaan, maka akan menjadi MKUASYLAIM. Tidak ada maknanya.

Menjadi Muslim yang kaya tidak akan risau jika Allah ambil kembali kekayaannya. Menjadi kaya muslim akan galau jika Allah mengambil hartanya. Menjadi MKUASYLAIM, hidupnya pasti stress, hehehe (membacanya saja sudah stress apalagi menjalaninya).

Muslim tidak harus kaya, tetapi muslim kaya bisa membuat hidup lebih bermakna, insyaa Allah.


“Sekelompok fakir dari kaum muhajirin mendatangi Nabi SAW, lalu mengadu: beruntunglah para orang kaya, mereka memilik derajat, kehormatan dan kedudukan. Rasul SAW berkata: apa yang kalian maksud. Mereka menjawab: Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, dan mereka sedekah sedangkan kami tidak bisa bersedekah serta mereka bisa memerdekakan budak sedangkan kami tidak bisa. Rasul SAW bersabda: maukah aku ajarkan sebuah amalan yang bisa mengungguli orang-orang sebelum dan sedudah kalian dan tidak ada yang bisa menandingi derajat kalian kecuali mereka yang berbuat seperti yang kalian amalkan. Mereka menjawab; baiklah, ya Rasulullah. Rasul bersabda: bacalah tasbih, takbir dan tahmid setiap selesai shalat masing-masing sebanyak 33 kali. Abu Shalih berkata: Kemudian orang-orang miskin itu kembali menemui Rasul SAW dan mengadu: ‘Orang-orang kaya telah mendengar hal itu dan mereka juga melakukan hal yang sama sebagaimana yang kami perbuat. Rasul SAW bersabda: Itulah kelebihan yang deberikan Allah SWT kepada siapa yang dikehendaki.” (H.R Muslim: 936)

Monday, March 30, 2015

PELANGGAN SELALU BENAR (?)

Apa benar anggapan bahwa pelanggan selalu benar? Apakah juga Anda masih menyangka bahwa pelanggan adalah raja?

Saya kira, era baru dunia penjualan, keyakinan tersebut tidak lagi sesuai. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan para penjual memiliki informasi yang sama banyaknya dengan (calon) pelanggan.

(Calon) Pelanggan akan selalu mencari informasi tentang produk yang akan dibelinya. Membandingkan spesifikasi, keunggulan, dan manfaatnya bagi dirinya sendiri. Mereka dengan cepat mendapat informasi dengan berselancar di dunia maya. Berbeda dengan pelanggan tempo dulu yang ingin diperlakukan sebagai raja, pelanggan masa kini ingin diperlakukan sebagai klien, dan Anda, para tenaga penjual, adalah konsultan mereka.

Tapi tidak dapat dipungkiri ada (calon) pelanggan yang masih meyakini bahwa mereka adalah raja. Seperti halnya raja, mereka tidak suka jika Anda berbeda pendapat dengannya.

Lalu, bagaimana cara menjual produk Anda kepadanya? Katakan mereka selalu BENAR dengan pendapatnya tentang produk yang Anda bawa.

Seorang tenaga pemasar asuransi jiwa meminta konsultasi saya melalui BBM (758504A4);

"Pak Andrie, bagaimana menjawab seorang calon nasabah yang mengatakan hal ini, Kalau saya berasuransi hanya akan membuat orang Inggris tambah kaya."

Saya pun menjawab, " Benar, Pak. Makanya Bapak harus berasuransi. Saat Bapak klaim dengan uang pertanggungan besar, Bapak sedang membuat bankrut orang Inggris itu, bagaimana Pak? Betul kan?

Mengatakan BENAR bukan berarti Anda tidak bisa mendominasi kawan bicara Anda, mengatakan BENAR  adalah teknik masuk kedalam pikirannya yang menyatakan bahwa Anda sependapat dengannya, sedang dalam kalimat berikutnya, Anda malah mendominasi calon pelanggan Anda.

Lalu, apakah pelanggan selalu benar? Ya BENAR, menurut pandangannyanya sendiri tentunya. Menurut pandangan kita, memotivasi pelanggan untuk membeli dari kita adalah sebuah kebenaran.

Monday, December 8, 2014

APAKAH ANDA SUDAH CERDAS FINANSIAL?

Orang yang cerdas secara finansial adalah orang yang tahu bagaimana mendapatkan 7M; Mengumpulkan, Membagi, Menyimpan, Mengembangkan, Membelanjakan, Melindungi, dan  Menikmatinya.

Ia tahu bagaimana ia mengumpulkan kekayaan, pekerjaan apa yang ia senangi dan menghasilkan serta ia tahu apakah pekerjaannya adalah pekerjaan yang baik tidak sekedar bekerja dan menerima hasil disertai dengan keluhan karena selalu merasa tidak cukup dan tidak dapat menikmati pekerjaannya alias bekerja merasa terpaksa.

Merasa bahagia di tempat kerja sangat menentukan karir Anda. Saya sering lihat orang yang pagi-pagi menuju tempat kerjanya dengan langkah kaki terseret, bahu turun seperti menahan beban yang berat, wajah tertunduk. Anda tahu apa yang ia lakukan ditempat kerjanya? Lebih banyak mengeluh dari pada bersyukur. Jika Anda harus berada dalam sebuah tim, apakah Anda mau ia menjadi bagian tim Anda? Saya yakin jawabannya tidak. Lalu karirnya? Tidak meningkat. Penghasilannya? Tidak meningkat. Tapi kebutuhan hidupnya? Terus meningkat. Maka apa yang terjadi dengan dirinya? Keluhannya pun meningkat.


Pekerjaan kita bagaikan wadah untuk menampung rezeki. Dan kita lah yang mengisinya. Jika kita tidak memiliki kemampuan mengisi rezeki dengan baik, maka wadah besarpun menjadi mubazir karena terisi dengan rezeki yang sedikit saja. Namun bagaimana jika kemampuan kita melebihi kapasitas yang ada. Perbesar Kapasitas Wadahnya! Pindah tempat kerja bukan satu-satunya solusi. Menciptakan nilai tambah adalah yang menjadi tujuannya. Karyawan dibidang keuangan bisa mengikuti kursus web design dan setelah terampil ia dapat membuatkan web bagi teman-teman serta kenalannya. Bahkan setelah banyak kliennya ia membuka perusahaan sendiri walaupun ia masih menjadi karyawan. Pegawai di instansi pemerintahan bisa saja belajar bisnis rumah makan. Ia masih tetap menjadi Pegawai Negeri Sipil sementara bisnis rumah makannya tetap berjalan. Seorang tentara bukan tidak mungkin memiliki bisnis penyiaran, dan sebagainya dan sebagainya. Tidak ada pekerjaan yang terbaik, yang ada adalah usaha terbaik kita masing-masing. 

Thursday, October 2, 2014

MENGEMBALIKAN (KEJAYAAN) MASA LALU DENGAN LAGU

Manusia memiliki tujuan yang sama dalam hidup ini, satu tujuan yang diraih dengan cara yang berbeda-beda. Anda tentu tahu ini, KEBAHAGIAAN.
 
Kebahagiaan merupakan sesuatu yang kompleks yang setiap orang dapat berbeda-beda merasakannya. Didalam kelas training saya kerap bertanya, "Apa yang membuat Anda bahagia?" Mereka memiliki jawaban yang berbeda-beda tentang hal-hal yang membuatnya bahagia. Memiliki mobil mewah, rumah mewah, memiliki keluarga yang harmonis, anak laki-laki, pekerjaan berpenghasilan tinggi, dan masih banyak lagi jawaban yang berbeda. Dengan cara yang berbeda-beda pula manusia berusaha meraih apa yang mereka percaya dapat membuatnya bahagia.
 
Sering kali usaha kita "diganggu" oleh semangat yang sedang turun, entah karena kejenuhan usaha yang terasa tidak kunjung menampakkan hasil dalam meraih yang diinginkan atau karena ternyata merasa bahwa hal-hal yang kemarin diinginkan sudah tidak sesuai lagi dengan konsep kebahagiaan saat ini. Diwaktu lalu, mobil mewah mungkin menjadi tujuan namun belum lagi tercapai, Anda telah belajar hal baru bahwa rumah lebih utama untuk kebahagiaan. Semangat bisa saja turun karena hal ini. 
 
Anda tahu, KEBAHAGIAAN adalah RASA dan sering kali manusia yang mudah depresi dan tertekan secara mental adalah karena mereka terlalu mengaitkan rasa kebahagiaan dengan benda atau materi. Sejatinya pertanyaan guru saya, saya rasa, benar, "Mana yang bisa bertahan lama, KEBAHAGIAAN ALAMI atau KEBAHAGIAAN SINTETIS?
 
Jawabnya adalah KEBAHAGIAAN SINTETIS. Kebahagiaan alami Anda sangat bergantung pada apa yang Anda rasakan saat ini karena, bisa saja, hal-hal yang datangnya dari luar diri Anda. Misalnya, Anda dapat bonus hari ini maka Anda bahagia, Bos Anda marah-marah pada Anda kemudian Anda tidak bahagia. Kebahagiaan sintetis tidak bergantung pada dunia luar. Anda bukan lagi menjadi AKIBAT dari hal-hal diluar diri Anda tetapi, sebaliknya, menjadi sebab bagi kebahagiaan Anda sendiri yang bahkan bisa menyebabkan kebahagiaan orang lain.
 
Salah satu yang sering saya bagi pada para peserta pelatihan saya adalah dengan memanfaatkan kaitan emosi positif yang telah dibuat oleh Anda sendiri disadari atau tidak. Masa lalu Anda yang berisi banyak hal dapat Anda pilah dan pilih untuk Anda rasakan kembali. Ada manis, ada pahit, semua bisa Anda pisahkan dan pilih. Saya sangat menyarankan pilihlah hal-hal yang berisi emosi positif saja. Ulangi dan ulangi perasaan itu dan rasakan bahwa Anda tahu bagaimana Anda bahagia saat itu, rasakan Anda pernah bahagia dan akan terus dapat membuat diri Anda bahagia dengan hal yang sederhana, MENGINGAT PERASAAN MANIS DALAM HIDUP ANDA, BERTERIMAKASIH PADA DIRI SENDIRI, BERTERIMAKASIH PADA ALAM SEMESTA, BERTERIMAKASIH PADA TUHAN UNTUK HAL-HAL INDAH INI.
 
Atur nafas Anda, panjangkan tarikan nafas, tahan sejenak sambil menyadari kebahagiaan ini, tersenyumlah pada dunia bahwa Anda adalah bagian dari dunia yang bahagia dan membahagiakan.
 
DENGARKAN LAGU-LAGU MASA-MASA DIMANA ANDA MERASAKAN KEBAHAGIAAN ITU.
 
Lagu-lagu sangat membantu membawa emosi Anda ke masa yang Anda inginkan. Seperti saat ini saya mendengarkan album DEWA 19 Self Titled yang membawa saya kembali ke masa sekolah di tahun  92 an.
 
SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH... SAYA BAHAGIA DAN SAYA AKAN SELALU MEMBAHAGIAKAN ORANG ORANG DISEKITAR SAYA.

Sunday, May 4, 2014

"MANUSIA KEBETULAN"

Dalam banyak pertanyaan yang kita lontarkan ataupun yang terlontar untuk kita, seringkali jawabannya mengaitkan kata "kebetulan".

"Kebetulan anak saya dua, Pak."

"Kebetulan saya ingin memiliki rumah dan mobil, Pak."

"Kebetulan saya seorang karyawan, Pak."

Saat memberikan pelatihan pada para leader agen asuransi seorang leader memulai pertanyaan dengan mengatakan, “Pak Andrie, kebetulan saya seorang leader dan kebetulan ini adalah agen saya (sambil menunjuk orang yang ada disebelahnya)...” Sambil berseloroh saya mengatakan, “Waduh, Anda menjadi leader tidak niat ya, bu?” Dan tentu Anda paham bahwa seorang leader tidak boleh sembarangan merekrut agen. Dengan mengatakan kebetulan, terdengar ia tidak memiliki visi untuk agennya.

Entah bagaimana kata "kebetulan" tercipta, tapi jelas kata ini (sesuai pengamatan saya) hanya digunakan oleh orang-orang yang tidak optimis walaupun mungkin mereka bukan orang-orang yang pesimis. Jika mereka ditanya tentang tujuan hidup, senangnya mereka menjawab "Hidup saya mengalir bagaikan air."

Jika Anda percaya bahwa Tuhan ada, dan Dia selalu ada setiap detik dalam hidup kita maka tidak ada lagi kejadian-kejadian yang kebetulan. Saya selalu ingat pelajaran dari guru saya bahwa Tuhan menciptakan kita disertai dengan dua hal; Takdir dan Nasib. Lagi-lagi hal ini yang saya munculkan dalam tulisan saya. Makanya, saya tidak membahas keduanya lagi disini dan membiarkan Anda pembaca yang budiman mencarinya dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya.

Saya tidak sepakat dengan ungkapan “hidup yang mengalir seperti air”. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Menempati ruang yang kosong terbentuk seperti wadahnya. Bercampur dengan benda lainnya yang bersih maupun yang kotor. Dan itu artinya kita tidak memiliki pilihan dalam hidup ini. Hanya (terpaksa) mengalir mengikuti keadaan (bukan nasib).

Hidup ini selalu ada pilihan untuk orang-orang optimis. Hidup ini memiliki banyak pilihan unuk diambil. Kita, manusia, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan kita dapat memilih salah satunya, tentu dengan konsekuensi masing-masing dari pilihan yang diambil.

Ditempat kerja, kita dapat memilih menjadi bahagia atau dikendalikan pekerjaan kita, dalam keluarga kita dapat memilih menjadi anggota keluarga yang membahagiakan lainnya daripada menyusahkannya, dalam perjalanan kita dapat memilih santai dan menikmati perjalanan ketimbang ugal-ugalan, dalam masalah kita dapat memilih bersabar dibanding amarah berkobar, dan pilihan demi pilihan telah tersedia bagi orang-orang yang optimis lebih dari orang yang pesimis yang menjadi korban keadaan.

"Saya tidak mau menjadi korban keadaan, bagaimana cara keluar dari situasi ini?"

Caranya sederhana... Hanya perlu mengubah pikiran kita.

"Lalu bagaimana cara mengubah pikiran kita?"

Nah, yang ini sulit caranya...hehehe... Tapi tenang, saya, insyaAllah, tidak akan meninggalkan Anda tanpa solusi, paling tidak saya bisa menitipkan inspirasi untuk berubah.

Masih ingat ini? PIKIRAN > PERKATAAN > PERBUATAN > KEBIASAAN > KARAKTER > NASIB. Pikiran akan menyebabkan perkataan. Perkataan yang berulang-ulang akan menjadi perbuatan. Perbuatan yang berulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan terus menerus akan menjadi karakter. Karakter akan menyebabkan nasib kita sendiri. Nasib baik dimulai dari pikiran yang baik dan sebaliknya, pikiran buruk menyebabkan nasib buruk.

Kembali lagi ke pembahasan mengubah pikiran. Bagaimana mengubah pikiran? Ingat, walaupun ini sulit bukan berarti tidak mungkin. Pikiran dapat berubah jika kita mengubah penggunaan kata-kata kita secara terus menerus dan konsisten. Perhatikan ini...

Daripada berkata

"Kebetulan anak saya dua, Pak."

Lebih baik berkata,

"Alhamdulillah anak saya sudah dua, Pak."

Menghilangkan kata kebetulan mengajak diri sendiri bertanggungjawab atas konsekuensi yang sudah dipilih. Mengucap syukur akan memberitahu pikiran kita bahwa pilihan yang telah kita buat adalah tepat.

Daripada berkata,

"Kebetulan saya ingin memiliki rumah dan mobil, Pak."

Lebih baik mengatakan,

"Alhamdulillah, saya sudah memiliki kebutuhan akan rumah dan mobil."

Kalimat diatas merupakan pilihan daripada tergantung pada keadaan.
Daripada mengatakan,

"Kebetulan saya seorang karyawan, Pak."

Lebih baik mengatakan,

"Alhamdulillah saya seorang karyawan, Pak."

Saat kita menghilangkan kata "kebetulan" dan menggantinya dengan kata-kata penuh rasa syukur, maka perasaanpun akan berubah. Jika Anda tidak percaya, mengapa Anda tidak mencobanya agar Anda tahu "rasa"nya.

Semua yang terjadi adalah bukan kebetulan, karena mereka adalah kehendak Tuhan.

“(Yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (At-Takwiir: 28-29).

Dan itu adalah setelah apa yang Anda usahakan.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(QS: Ar-Ra'd Ayat: 11)


Tuesday, October 22, 2013

APAKAH BOLEH BERHAYAL TINGGI?

Pertanyaan ini mungkin pernah ditanyakan pada Anda atau mungkin Anda sendiri pernah menanyakan pertanyaan ini. Saat mendapatkan pertanyaan ini, saya menjawab BOLEH. Saya tidak membedakan menghayal, bermimpi, bercita-cita atau sejenisnya karena terkadang, kawan bicara kita tidak bisa membedakan hal-hal tersebut. 

Persamaan dari ketiganya adalah adanya aktivitas mental untuk membayangkan atau visualisasi. Sebagian orang, setelah proses visualisasi, melakukan proses mental yang berikutnya yaitu membuat keputusan apakah ingin mendapatkan apa yang telah dibayangkan atau membiarkan bayangan tersebut sebagai gambaran mental biasa. 

Bercita-cita memiliki rumah dan mobil? Jika Anda menginginkannya, segera putuskan dan katakan pada diri Anda bahwa Anda menginginkannya. 

Buat yang masih sendiri yang menginginkan keluarga yang baik dengan memiliki pasangan yang baik? Segera komunikasi-kan pada pikiran dan perasaan Anda. Katakan bahwa Anda sangat mau untuk mendapatkannya. Menginginkan hal lain pun, Anda hanya tinggal membayangkan dan memutuskan, MAU atau TIDAK. 

Apakah semudah itu? InsyaAllah Ya. Anda melihat buah mangga menggantung di pohonnya dan Anda menginginkannya. Anda mengatakan pada pemiliknya dan ia mengijinkan Anda memakannya, lalu apa yang kemudian Anda harus lakukan? Tentu Anda harus mengambilnya dengan cara-cara yang diperkenankan. 

Dalam konteks spiritual, dunia ini milik Tuhan termasuk apa yang kita miliki dalam pikiran dan perasaan. Tuhan yang Maha Pengasih akan memberi apa yang Anda minta. Setelah itu, jemputlah rizki Nya. 

Berhayallah, Bermimpilah, Bercita-citalah kemudian putuskan bahwa Anda menginginkannya karena yang demikian itu Anda sedang menciptakan peta dalam pikiran Anda kemana Anda akan menuju. Menuju tempat yang belum Anda ketahui, membutuhkan peta yang lengkap dan detil. Membayangkan apa yang Anda inginkan adalah proses pembuatan "peta"dalam pikiran Anda.

Thursday, September 19, 2013

PETANI YANG MENYUBURKAN LADANG ORANG LAIN

Setiap hari mencari rejeki, kita bagaikan petani yang menggarap sawah dan ladang masing-masing. Dan setiap hari juga kita sering melihat para petani ini sibuk dengan ladangnya sendiri-sendiri. Pergi pagi dan pulang petang bahkan sampai malam. Menggarap, menanam, menyiram dan memupuk, dan tak jarang kita menjaga dari hal yang merusak tanaman dan ladang kita.
Bercita-cita mendapatkan hasil panen yang bagus, seringkali kita terlena menganggap ini lah hal yang paling penting kita lakukan setiap hari agar hasilnya nanti sempurna. Kita hanya memikirkan ladang dan diri sendiri. Tak hanya hama yang kita anggap mengganggu, bahkan beberapa kali, Tuhan yang menciptakan musim kemarau pun dianggap telah mengganggu hasil pekerjaan kita.
Ditengah keegoisan kita, ada seorang petani yang hasil ladangnya berlimpah dengan kualitas nomer satu. Berbeda dengan hasil ladang petani lain dengan lokasi yang tidak berdekatan. Penasaran akan hal itu, seorang mahasiswa calon insinyur petanian bertanya pada petani ini. Mengapa ladangnya dan ladang-ladang disekitarnya memiliki panen melimpah dengan kualitas nomer satu.
Petani ini menjawab, "Saya membagi bibit unggul yang saya miliki pada petani-petani yang berdekatan serta memberi mereka pupuk yang terbaik. Saya juga mengairi ladang-ladang mereka. Saya ikut membantu mengusir hama dari ladang mereka."
Petani ini melanjutkan, "Mas calon Insinyur, dengan cara seperti ini lah ladang saya menghasilkan panen terbaik. Perhatikanlah, jika saya tidak memberi bibit yang unggul pada petani disekitar dan bibit mereka jelek, maka angin akan menerbangkan serbuk sari bibit jelek tadi ke ladang saya. Perkawinan serbuk sari yang kualitasnya jelek itu akan berpengaruh buruk pada tanaman saya."
"Jika saya tidak mengaliri ladang mereka, tanah mereka menjadi tidak subur, unsur hara dalam tanah pun rusak. Maka hal itu juga akan berpengaruh pada tanah ladang saya yang ada disekitarnya."
"Jika saya tidak membantu mereka menghalau hama, maka bisa jadi ladang mereka menjadi sarang hama dan menular ke ladang saya. Itulah yang saya lakukan. Sederhana, tidak ada yang istimewa namun Tuhan memberikan hasil yang istimewa pada ladang saya dan petani disekitar."
Mahasiswa ini menyimpulkan bahwa ketika berbuat baik pada orang lain, faktanya adalah orang tersebut sedang berbuat baik pada diri sendiri.
Membantu orang lain, ternyata itu adalah bantuan untuk diri sendiri. Memberikan modal pada orang lain juga berarti bahwa kita sedang berusaha mensejahterakan diri sendiri.
Ia teringat apa yang pernah ditulis oleh Zig Ziglar bahwa Cara terbaik untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan adalah dengan membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Ilmu ladang ini sangat berguna dalam kehidupan karena sesungguhnya kitapun sedang berladang untuk kehidupan kita. Ilmu TABUR dan TUAI saja belum cukup. Kita juga masih harus MENYUBURKAN ladang orang lain untuk kesuburan ladang kita sendiri.
Tulisan ini saya dedikasikan bagi para penjual uang memberikan manfaat pada pembelinya, bagi para guru dan pelatih yang memberikan ilmu berguna, bagi para orangtua yang mendidik anak-anaknya agar menjadi pondasi kuat bagi kehidupan semua, dan bagi semua orang yang membantu orang lain dalam pekerjaannya.Andrie Setiawan


Andrie Setiawan, S. Pd, M. M, C. Ht,  CFP®
Neuro-Financial Coach©

Thursday, September 5, 2013

GEJALA TIDAK PERCAYA DIRI DAN CARA MENGATASINYA

Kita sering mendengar frasa ini dan lebih sering terdengar dengan PeDe (singkatan dari Percaya Diri). Mungkin juga sering kali kita merasa dan berpikir bahwa kita sudah cukup percaya diri namun beberapa kali saya menjumpai orang yang mengatakan ini sebenarnya ia sedang tidak percaya diri dan sedang menutupi ketidak-percayaan dirinya itu.
Berikut adalah gejala-gejala saat kita tidak sedang percaya diri;
      
      1.       Ketidakmampuan memercayai
Sulit sekali untuk memercayai baik itu diri sendiri maupun memercayai orang lain. Sulit pula memercayai bahwa yang ia terima atau yang ia lakukan adalah benar. Saat kita dalam situasi seperti ini, kita menjadi sangat bingung. Tekanan mental atau yang sering kita sebut stres bisa bermula dari hal ini.

Bagaimana mengatasi hal ini: Teman yang baik dan dapat dipercaya dapat dimintai pendapatnya. Walaupun sarannya tidak sepenuhnya benar, dengarkanlah. Bila perlu catat plus dan minusnya yang akan terjadi jika saran itu dilakukan.

      2.       Bergosip atau bergunjing
Seringkali kita bergunjing untuk merendahkan pihak lain dan meninggikan diri sendiri. Orang yang tinggi tetaplah tinggi dan tidak akan menjadi rendah karena pembicaraan negatif. Sebaliknya, orang yang biasa-biasa saja malah seringkali mendapat posisi yang tinggi karena pembicaraan negatif.

Saat kita bergunjing, sebenarnya kita sedang merendahkan diri sendiri namun sering kali kita tidak menyadarinya karena biasanya orang-orang yang mengajak atau sedang kita ajak bergunjing juga sedang merendahkan diri mereka sendiri. Nah, kebayang kan, saat semua sama-sama merendahkan diri, kita tidak sadar siapa yang lebih tinggi. Untuk mengetahui ini, dengarkanlah orang yang sedang bergunjing namun tetaplah berada diluar aktifitas bergunjing itu. Anda akan segera menyadari bahwa orang-orang yang bergunjing sedang membuka kelemahannya sendiri.

Bagaimana mengatasi hal ini: Stop bergunjing! Saat dipaksa masuk dalam aktifitas pergunjingan, dengarkanlah sesaat kemudian berikanlah kesimpulan positif dari apa yang sudah dibicarakan, dijamin besok-besok Anda tidak lagi diajak bergunjing. Misalnya:

Gossips: Si Wati tuh ya, selalu aja kalo ngerjain sesuatu gak pernah bener. Masa ngerjain kerjaan kaya begitu aja lama bener. Kalo gue ya, mungkin sebentar aja udah kelar kaleee...

Anda: Bisa jadi dia ngerjain itu dan butuh waktu lebih lama karena dia harus teliti banget. Bagus kan kalau teliti, jadi terhindar dari kesalahan yang harusnya gak terjadi nantinya. Heeeeee...?? Gimana?

      3.       Membandingkan diri dengan orang lain.
Membandingkan dengan orang lain tidaklah salah, terlebih jika niatnya adalah untuk perbaikan diri. Saya sering membandingkan diri saya dengan para pembicara senior yang sudah lebih dulu berkarya dalam dunia pembicara publik dan selalu ingin menjadi seperti mereka.

Tapi jika membandingkan untuk mencari kesalahan orang lain dan meninggikan citra diri sendiri dihadapan orang lain, ini adalah tanda-tanda tidak percaya diri.

Bagaimana mengatasi hal ini: Percayalah bahwa Tuhan menciptakan Anda dengan banyak kelebihan. Jika Anda saat ini merasa tidak demikian, Anda hanya belum menyadarinya. Anda tentu tahu bahwa citra diri yang positif dapat dibentuk bukan dengan merendahkan citra orang lain. Dan jika Anda masih menggunakan cara ini, sadarlah bahwa cara ini sudah usang. Orang-orang tidak menyukai iklan televisi yang merendahkan dan mencari keburukan produk lain. Dampaknya, seperti sebuah kesepakatan orang-orang tersebut tidak membeli iklan yang menjelek-jelekkan.

Fokus saja pada apa yang bisa Anda berikan pada banyak orang. Dengan begitu, pikiran Anda akan sibuk memberi daripada meminta. Memberi manfaat akan meningkatkan citra diri Anda daripada meminta dianggap positif yang tidak bertampak langsung terhadap manfaat yang dirasakan orang lain.

Saat tulisan ini dibuat, saya baru saja selesai memberikan pelatihan kepada tenaga penjual asuransi jiwa #1 di Indonesia. Salah satu ketakutan terbesar adalah ketika citra diri mereka beserta produk yang dibawanya dianggap tidak baik oleh orang lain. Kembali diingat bahwa didnia ini tidak semua orang akan langsung menyukai kita, beberapa orang membutuhkan proses menilai apakah kita benar-benar bermanfaat atau bahkan mendambah masalah mereka.

      4.       Tidak tahan menerima kritik
Kritik memang sering kali diasosiasikan dengan hal negatif dan beberapa kali orang mengaitkannya dengan penyerangan secara psikologis terhadap diri kita. Jika kita tidak nyaman menerima kritik, itu adalah hal biasa karena secara sosial manusia ingin menjadi manfaat bagi sesama dan kritikan sering kali dianggap sebagai penolakan atas apa yang telah dilakukan.

Bagaimana mengatasi hal ini: Kita tidak bisa mengubah kritikan yang telah dilontarkan tetapi kita bisa mengubah persepsi saat menerimanya, sehingga kita tidak tergesa-gesa merespon dan terkesan melakukan pembelaan yang tidak mendasar. Orang-orang yang memiliki kedewasaan mental yang matang dapat meresepon kritikan dengan baik. Mereka menunggu dan mendengarkan kritikan mencari makna positif dari kritik tersebut.
Contoh,

Kritik: “Seharusnya perusahaah asuransi Anda, yang katanya no. 1, bisa memberikan pelayanan lebih baik dari perusahaan lainnya dong. Pelayanan untuk hal ini harusnya lebih cepat dan tidak memakan waktu lama seperti ini.”

Anda: “Saya setuju, Pak. Memang seharusnya hal ini bisa lebih cepat. Kami masih terus melakukan perbaikan dalam hal ini. Proses penilaian risiko perusahaan kami dilakukan secara hati-hati sehingga hal ini memakan waktu sedikit lebih lama namun demikian kami terus melakukan perbaikan.” (Tersenyumlah)

      5.       Pembelaan diri.
Saat Anda membela diri, hal itu menunjukkan bahwa Anda sedang merasa diserang. Membela diri adalah keharusan. Membiarkan diri diserang secara pesikologis tanpa pembelaan akan melemahkan mental diri dan lama kelamaan diri Anda akan memercayaai bahwa Anda adalah seseorang dengan nilai diri yang rendah.

Lagi-lagi ada tapinya, Pembelaan diri yang terburu-buru tanpa dipikirkan terlebih dahulu seringkali menjadi hal yang akan disesali karena belum tentu Anda saat itu sedang diserang.

Seperti pembahasan sebelumnya, pembelaan diri kadang-kadang datang saat kita menerima kritikan atau saat kita merasa sedang disalahkan.

Bagaimana mengatasi hal ini: Sama seperti saat menerima kritik, tunggu dan dengarkan lah terlebih dahulu kemudian setelah cukup waktu Anda dapat meresponnya. Beberapa kali, kita dengan mudahnya dapat tersulut emosi ketika disalahkan. Sadarlah bahwa ketika Anda tidak sedang berniat berbuat salah, sesungguhnya itu hanya lah pelajaran. Meminta maaf dengan baik akan melegakan situasinya

Bersambung dengan gejala-gejala tidak percaya diri lainnya seperti;

     6.       Menghindari penolakan 
     7.       Menghindari kemungkinan gagal
     8.       Marah-marah pada orang lain (khususnya marah yang tidak pada tempatnya)
     9.       Kecenderungan menjatuhkan orang lain
   10.   Perilaku agresif
   11.   Penundaan
   12.   Mementingkan siapa yang benar
   13.   Tidak mampu menerima pujian
   14.   Keengganan menerima risiko

   15.   Cepat bereaksi ketika merasa diserang

Tuesday, April 16, 2013

PERKENALKAN, SAYA ADALAH 123 MIND NAVIGATOR

Seorang navigator adalah bukan seorang pengemudi. Seorang navigator memberikan bantuan memastikan arah yang dituju pengemudi agar tetap dijalur yang benar sesuai dengan peta yang dimiliki.

Setiap manusia adalah seorang pengemudi walaupun belum tentu semua orang merasa bahwa mereka adalah pengendali pikiran mereka sendiri. Untuk mengendalikan hidup, Anda harus kendalikan tubuh Anda. Untuk mengendalikan tubuh, Anda harus mengendalikan pikiran Anda. Anda yang mampu mengendalikan pikiran, Andalah sang pengemudi kehidupan. Sebaliknya, orang-orang dengan mental penumpang akan bergantung pada para "pengemudi" yang mengarahkan hidup mereka.

Mind Navigator adalah pembantu Anda. Terkadang seorang pengemudi tidak dapat melihat semua bagian jalan yang ia lalui dari balik roda setir. Seorang navigator dibutuhkan. Anda adalah pemilik pikiran Anda sendiri namun terkadang Anda membutuhkan navigator pikiran untuk membantu melihat "jalan" Anda dari sisi yang berbeda.

Seorang Mind Navigator memiliki ilmu yang dibutuhkan pikiran sehingga perjalanan pengendalian pikiran terasa mudah dan aman. Teknologi Pikiran adalah salah satu ilmu yang utama yang harus dimiliki oleh Mind Navigator.

123MindNavigator, 123 adalah angka yang mudah untuk diingat dengan demikian saya menggunakannya agar Anda mudah mengingat saya. Navigasi pikiran semudah menghitung 1, 2, dan 3. 123 juga simbol bagaimana nilai hidup kita harus bertambah setiap harinya. Seorang Mind Navigator tahu bagaimana membantu mendapatkannya.

PANGGIL SAYA 123 MIND NAVIGATOR
setiawan.andrie@gmail.com
Twitter:@AndrieSetiawan





Tuesday, March 26, 2013

PERBESAR WADAH MENTAL ANDA

Menyambung tulisan sebelumnya, saya masih tertarik membahas tentang wadah yang siap unuk menampung rezeki yang Tuhan berikan untuk kita. Ini karena sebagian besar waktu kita disibukkan untuk urusan ini.

Setiap orang ingin sukses, dan memiliki harta adalah salah satu indikator dari sukses selain tiga Ta lainnya, TahTa, KaTa, dan CinTa.

Tapi tolong dibedakan antara Harta dan Rezeki. Anda mendapat 1 miliar namun  tiba-tiba Anda harus menjalani pengobatan sebesar 2 miliar, kemungkinan itu bukan rezeki. Guru saya bilang, walau dapat sedikit namun rasa syukurnya banyak, itulah yang namanya rezeki. Yang lebih enak, dapetnya banyak dan rasa syukurnya lebih banyak lagi, ya Alhamdulillah.

Masih ingat apa yang saya tulis dalam tulisan sebelumnya? Bahwa Tuhan yang Maha Pengasih tidak pilih-pilih siapa yang akan diberiNya rezeki. Mengutip perkataan Aa Gym bahwa cicak yang tidak punya sayap saja bisa dapat makanan nyamuk yang bisa terbang. Segala Puji bagi Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta.

Tuhan yang Maha Pengasih memberi pada siapa saja yang dikehendaki dan sebagai hambaNya tentu berbaik sangka lebih baik. Seringkali rezeki yang melimpah hanya lewat dan tidak sempat mampir dalam hidup kita. Mengapa? Karena wadahnya terlalu sempit.

Sewaktu masih kecil ketika diajarkan berdoa, kawan saya bertanya mengapa harus menengadah saat berdoa, kenapa tidak dengan posisi tangan yang lain, guru kami menjawab "kita sedang meminta dan terimalah pemberian Tuhan dengan tangan yang terbuka. Jika tanganmu tertutup, Pemberian Tuhan tidak dapat kalian terima.

Dari metafora itu saya belajar bahwa ketika meminta kita harus yakin dengan Allah yang Maha Pengasih dan persiapkan diri kita untuk menerima yang Allah berikan.

Mengapa ada orang yang secara turun temurun kaya dan sebaliknya ada juga orang yang fakir secara terus menerus?  Mengapa ada orang terlahir kaya namun tak lama ia menjadi miskin, juga sebaliknya mengapa ada orang terlahir miskin dan dalam waktu tak lama berubah menjadi kaya. Ternyata Program pikiran mereka memang berbeda. Orang-orang kaya memiliki mental kaya sedangkan orang-orang miskin memiliki keyakinan bahwa dirinya adalah orang yang tidak bisa kaya. Pikiran-pikiran mereka terbelenggu.

Terbelenggunya pikiran mirip dengan mekanisme menjinakkan gajah liar. Anda tahu bagaimana menjinakkan gajah liar? Gajah liar ditembak menggunakan peluru bius, ketika pingsan gajah ini diikat menggunakan rantai yang besar dan ditambatkan pada pohon yang besar. Hari-hari awal dia akan berusaha melepaskan rantai tersebut namun tidak bisa. Secara rutin pawang memberikan makan. Hari berikutnya gajah kembali berusaha melepaskan diri dari rantai dan usahanya tetap sia-sia. Beberapa hari berlalu dan gajah pun telah belajar dari pengalamannya bahwa melepaskan diri adalah sia-sia, toh tetap terikatpun kebutuhan fisik (makan) tetap terpenuhi. Hari berikutnya sang pawang mengganti rantai dengan tali plastik, hasilnya gajah tetap di tempatnya tidak berusaha lari. itu berarti pikirannya sudah dikendalikan dengan belenggu walaupun fisiknya bebas.

Ilustrasi itulah yang juga terjadi pada pikiran kita yang enggan melakukan lebih untuk mendapat kesuksesan yang lebih karena pikiran sudah terbelenggu dan berkata, "ah, ngapain capek-capek. Toh begini saja aku tetap hidup." Jadi, Anda sudah paham tetunya bahwa kaya atau miskin tergantung pada mentalnya. Sebagai seorang muslim saya seringkali sedih ketika melihat saudara-saudara saya meminta-minta untuk membangun mesjid bahkan sadar atau tidak keberadaan mereka telah mengganggu kelancaran pengguna jalan. Islam mengajarkan kaya dengan cara-cara yang baik maka sudah saatnya hentikan meminta-minta dan berusahalah lebih.

Seperti gambar diatas, semakin besar wadah mental kita, semakin banyak rezeki yang dapat kita tampung.

Dalam hipnosis, saya mengajarkan para peserta training Unlock The Wealth in You untuk mempraktikkan otosugesti. Mengucapkan sugesti untuk mengundang rezeki kedalam hidup kita. Sugesti ini di ucapkan setiap pagi sebelum memulai aktifitas dan dapat mengubah pola pikir alias mental kita.

SETIAP HARI AKU MENJADI SEMAKIN BAIK, SEMAKIN MENARIK REZEKI DARI ALLAH. DAN SETIAP HARI AKU MENJADI MANFAAT BAGI ORANG-ORANG DISEKITARKU. WADAH MENTALKU SEMAKIN BESAR DAN SEMAKIN SIAP MENERIMA REZEKI ALLAH DAN SEMAKIN BANYAK BERBAGI PADA SEMAKIN BANYAK ORANG.

Friday, March 22, 2013

PERBESAR WADAH REZEKI ANDA (SPIRITUAL WEALTH HYPNOSIS)

Kabarnya, ada tiga hal yang manusia tidak pernah tahu, dan saya yakin Anda sudah tahu itu; Umur, Jodoh, Rezeki. Saya kira hal tersebut memang demikian tapi kita, manusia, tidak ditakdirkan mengalir begitu saja tanpa melakukan hal-hal yang harus diusahakan.

kita pernah membahas ini, kan. Tuhan menciptakan manusia beserta dua hal yang menyertai. TAKDIR dan NASIB. Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pasti, mentakdirkan manusia baik. Tak ada takdir buruk. Setelah menciptakan kita, Tuhan melengkapi kita dengan rezeki untuk memenuhi kebutuhan kita. Nasib lah yang bertanggung jawab apakah kita mampu mengenali dan melihat rezeki yang Tuhan sudah berikan.

TAKDIR TIDAK BISA DIUBAH, NASIB BISA

"Yah sudah nasib saya jadi orang kecil,saya terimain aja dah." Kita sering mendengar kalimat tersebut ya. Ingat, Tuhan Maha Penyayang dan Dia tidak akan membebani hambaNya diluar batas kemampuannya.

Jelas kita menjadi orang kecil karena kita tidak mampu menerima rezeki yang besar. Rezeki membutuhkan tempat untuk ditampung. Seperti sebuah wadah, kita hanya mampu menerima sesuai wadah yang kita punya. Segenggaman tangan, segayung, seember, atau sekolam?

Ingin menjadi orang besar dengan rezeki besar? Perbesar wadah Anda. Perbanyak pengetahuan bagaimana Anda mengelola rezeki. Ilmu keuangan sangat penting. Berikutnya, perbanyak bersyukur pada Tuhan, nah yang ini butuh ilmu langit. Kemudian, berbagilah pada sesama yang membutuhkan. Anda harus ahli dalam ilmu sosial. Lihat, bagaimana Anda memperbesar wadah rezeki Anda secara sederhana.

SETELAH WADAH SIAP, TARIK REZEKI ANDA

Menjadi magnet rezeki cuma ada satu cara, Berusaha dan Perbesar terus daya tariknya. Bekerja sebagai karyawan ataupun pengusaha sama-sama membutuhkan cara-cara ini. Lakukan lah yang Anda sukai, tekuni dan menjadi semakin ahli setiap harinya, kemudian, pekerjaan atau usaha ini haruslah menghasilkan.

Diawal-awal Anda masih berpenghasilan kecil? Tidak masalah, Cintai, Tekuni, maka hasil akan mengikuti.

BERDOALAH

Dan modal yang paling utama adalah DOA. Berdoalah sebelum memulai usaha, berdoalah saat berusaha, berdoalah setelah berusaha.

Dari tiga waktu berdoa, saya belajar bahwa berdoa sebelum usaha merupakan penetapan tujuan alias GOAL SETTING,  dalam ilmu teknologi pikiran berdoa dapat menjadi otosugesti yang dapat memunculkan kepercayaan diri. Berdoa saat berusaha merupakan Panduan atau GUIDENCE, berdoa setelah berusaha merupakan pemicu semangat yang terus mengingatkan sebab mengapa kita menginginkan rezeki tersebut, hal ini dikenal sebagai MOTIVATION.

SEMAKIN BESAR WADAH ANDA, SEMAKIN BESAR REZEKI YANG DAPAT ANDA TARIK

BERSYUKUR DAN BERBAHAGIALAH, ITU SEMUA YANG AKAN MENARIK REZEKI KEDALAM HIDUP ANDA.

JADILAH BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN DENGAN REZEKI ANDA DAN TUHAN AKAN MENAMBAHKAN UNTUK SENANTIASA MENCUKUPKAN KEBUHAN ANDA DAN ORANG-ORANG YANG ANDA BAGI

Friday, March 1, 2013

JANGAN-JANGAN PENYEBABNYA LU SENDIRI


Masih ingat yang saya tuliskan beberapa waktu lalu bahwa memimpin dengan EPos adalah keharusan? Hukum kekekalan energi, hukum sebab akibat, dan hukum alam lainnya bekerja sesuai sunatullah dimana alam semesta selalu bertasbih pada Nya. Hukum ini bekerja pada kita semua baik pada Anda yang percaya maupun yang tidak. 

Tadi pagi di dalam toilet melakukan ritual rutin membersihkan muka sebelum bekerja, disebelah saya ternyata ada kawan saya. Tidak cuma, kabarnya, para wanita yang suka curhat di toilet, tapi kami para pria juga sering melakukannya, hehehe. Saran saya, jangan curhat apa lagi yang negatif di dalam toilet, karena suasana di toilet cocok banget. Suasana pikiran yang negatif ditambah aroma bebauan yang tidak enak membuat suasana negatif makin sempurna...hehehe... 

Dia ngomong begini, "Wah kacau, Ndrie." Sambil wajahnya menunjukkan masalah dan nada penuh amarah. 

"Kacau apanya, Bro?" Saya menjawab sambil tetap menggosok wajah saya agar menjadi lebih putih, hehehe 

"Semuanya, Ndrie. Kerjaan, teman-teman, banyak, Ndrie." Jawabnya dengan menunjukkan intensitas amarah yang lebih tinggi.  Mungkin itu pengaruh dari aroma toilet ya..hehehe. 

Dengan enteng saya jawab, "JANGAN-JANGAN PENYEBABNYA LU SENDIRI, BRO." 

Sahabat pembaca, orang-orang bahagia akan menarik orang-orang bahagia lainnya masuk kedalam kehidupannya. Begitu juga orang-orang sedih, tertekan, pikiran negatif, akan menarik orang-orang serupa. Jika Anda merasa diri Anda positif, cobalah eksperimen ini. Dengarkanlah keluhan orang-orang yang berpikir negatif dan jangan menjawab. Tidak sampai 15 menit telinga Anda akan panas dan Anda lebih suka jika harus segera pergi dari sana. Yes, hal-hal negatif hanya cocok untuk kepala yang negatif. 

Sebagai seorang pemimpin, apa yang sering Anda munculkan pada orang-orang yang Anda pimpin? Anda yang sering bermuka "masalah" hanya akan menarik masalah-masalah kedalam tim Anda. Itu yang diajarkan guru saya, MARI BERORIENTASI PADA SOLUSI BUKAN MASALAH. 

Dalam tim, saya mengajarkan pada teman-teman yang saya pimpin untuk memikirkan SOLUSI bukan MASALAHnya. Banyak-banyak senyum membuat wajah Anda menjadi cerah. Wajah cerah hanya akan menarik orang-orang lainnya yang berwajah cerah. Nikmati tulisan-tulisan yang menginspirasi dan hal tersebut akan membuat aura tubuh semakin terlihat positif. Anda tahu, aura Anda menebar disekitar Anda dalam radius. 

Semakin Anda melatih pikiran Anda untuk positif, semakin aura Anda positif. Dan semakin dilatih, radius aura Anda semakin menebar. Pernahkah Anda melihat seseorang yang jaraknya masih seratus meter namun Anda sudah bisa merasakan semangatnya? Nah seperti itulah aura. So, Para Leaders... Anda sudah tahu, aura apa yang harus Anda munculkan dalam tim Anda, kan?

Tuesday, October 30, 2012

YOUR LIFE MANTRA


Mendengar kata mantra, saya yakin Anda memiliki persepsi yang beragam dalam menanggapinya.

Mungkin Anda berpikir bahwa hal ini berkaitan dengan hal gaib, bisa jadi Anda mengira bahwa ini adalah produk dari ilmu hitam, atau Anda telah memahami bahwa hal ini ada hubungannya dengan ilmu psikologi.

Anda yang berpikir bahwa mantra berkaitan dengan spirit (roh) ataupun segala hal yang berhubungan dengan spiritual, Anda benar. Mantra memang berhubungan dengan roh, yaitu roh pembacanya (perapalnya).

Dulu sebelum Agama menjadi populer, sebelum wahyu Tuhan diturunkan, manusia telah melakukan pencarian sosok spiritual. Saya yakin yang dituju adalah Tuhan. Dalam praktiknya, kemudian, manusia menemukan cara-cara bagaimana berhubungan dengan spiritual dirinya sendiri.

Saat Agama diturunkan dan manusia mengimaninya, Mantra masih tetap ada namun namanya berganti menjadi Doa. Perbedaan terminologi sangat penting untuk menjadi daya pembeda antara yang tidak beragama dengan yang beragama.

Apa yang Anda lakukan saat Anda dalam masalah? Saat Anda dalam kondisi tertekan? Saat Anda tidak mampu berpikir bahwa tidak ada yang dapat dilakukan tanpa seijin Tuhan? Kebanyakan dari Anda, saya yakin, berdoa.

Apa yang dilakukan doa pada diri kita?

Banyak orang tidak percaya bahwa manfaat doa dapat dijelaskan dalam ilmu pengetahuan. Banyak pula yang percaya bahwa doa adalah take it for granted sudah dari sananya demikian maka terima saja dan percaya saja bahwa doa adalah doa. Keimanan seperti itu, saya percaya, tidak ada masalah. Yang akan menjadi masalah adalah ketika seseorang berdoa kemudian tidak merasakan manfaatnya lalu ia men-generalisasikan bahwa Tuhan tidak bermanfaat bagi dirinya, dan itu mungkin yang menjadi penyebab salah satu kawan saya yang menyatakan bahwa dirinya memutuskan tidak mengikuti Tuhan manapun.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian bagaimana doa bermanfaat bagi diri kita dan tentu akan sangat berarti dalam hidup kita.

Artikel ini tidak sedang mengajarkan Anda bagaimana berdoa tetapi memberikan kesadaran pada kita bahwa segala yang kita katakan dan kita yakini akan memengaruhi hidup kita.

Para peneliti menemukan bahwa doa mengaktifkan anterior cingulate sehingga tidak hanya Anda merasakan welas asih pada sesama dan semakin merasa dekat dengan Tuhan, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi kesehatan Anda.

Doa juga berperan dalam mengendalikan fungsi sistem limbik, sebuah sistem dalam otak primitif manusia, yang bertanggung jawab atas emosi negatif seperti rasa takut, perasaan tertekan, dan rasa pesimis.

Secara keilmuan, masih banyak yang dapat diceritakan tentang manfaat doa yang dapat dijelaskan secara ilmiah dan biar saya ceritakan lebih jauh dalam buku saya berikutnya nanti.

Lalu bagaimana ada diantara kita tidak merasakan manfaat dari berdoa?

Dalam pelatihan yang saya berikan, saya mengajak peserta untuk menguji coba Mantra yang dibuat dalam kelas tersebut dan melihat seberapa besar dampaknya pada diri pembacanya. (Mantra;Saya tidak menyebutnya doa karena saya termasuk orang yang take it for granted tentang doa, tentu dengan pemahaman yang lebih dari waktu-waktu sebelumnya.)

Dalam dunia penjualan, para penjual profesional terkadang masih dihinggapi rasa takut, tertekan, dan pesimis sebelum mengunjungi calon pelanggan/nasabahnya. Mereka khawatir tidak berhasil mendapatkan penjualan ini. Kekhawatiran tersebut kebanyakan muncul dari persepsi penjual itu sendiri tentang calon nasabahnya. Ia khawatir calon nasabahnya tidak mendapatkan manfaat dari produk yang dibawanya, bahkan merasa terganggu dengan kehadiran penjual tersebut.

Saya meminta seorang peserta yang masih memiliki masalah tersebut ke depan untuk menunjukkan pada rekan-rekannya bagaimana mantra ini bekerja.

Saya bertanya padanya seberapa cemas dirinya terhadap calon nasabah ini. Untuk mempermudah pengukuran, saya menggunakan skala 1 sampai dengan 10. Angka 10 berarti sangat cemas sehingga sedikitpun ia tidak memiliki keberanian sedang 1 artinya ia memiliki keberanian yang cukup dengan sedikit kecemasan.

Ia mengatakan kecemasannya ada pada angka 7.

Saya minta ia untuk merapalkan dan melafalkan (membaca dengan bersuara);

SAYA DATANG UNTUK MEMBERI, BUKAN UNTUK MEMINTA.
SAYA DATANG SEBAGAI SOLUSI, BUKAN MENJADI MASALAH ANDA.

Saya memintanya untuk membaca berulang-ulang sambil memerhatikan respon tubuhnya atas apa yang ia ucapkan. Saya juga memintanya untuk memunculkan visualisasi calon nasabahnya dihadapannya. Setelah saya melihat wajahnya tidak lagi tegang, saya memintanya untuk menghentikan mantra nya kemudian bertanya, berapa angka kecemasannya?

Ia menjawab, “1 (satu)”. Matra nya telah berhasil mengendalikan sistem limbik otaknya.

Bagaimana hal tersebut bisa berhasil padanya? Saya memintanya untuk membaca dengan bersuara sehingga telinganya menerima input dari aktifitas diluar tubuhnya, otaknya akan memproses informasi tersebut dan setelah pikirannya mempercayai informasi tersebut (itu mengapa saya memintanya untuk membaca berulang-ulang), maka tubuhnya akan berubah menjadi lebih tenang dan ini akan berdampak pada perilakunya didepan calon nasabah yang ia cemaskan.

Ini mengapa, seorang yang percaya pada doa yang ia baca mendapat manfaat yang ia inginkan. Sedangkan mereka yang tidak percaya, tidak mendapatkan apa-apa selain yang ia dapat lakukan saat itu.

APA MANTRA UNTUK HIDUP ANDA?

Thursday, September 27, 2012

HIPNOSIS ATASI STAGE FRIGHT (Demam Panggung)


Anda tahu kenapa mata pelajaran Bahasa dan Matematika sepertinya menjadi fokus utama di sekolah?

Anda tahu kenapa orang yang ber IQ tinggi bekarja pada orang yang ber IQ biasa-biasa saja?

Anda tahu kenapa orang-orang yang terlihat lebih sukses lebih enak didengar dari orang-orang lainnya?

Jawabannya adalah KOMUNIKASI.

Sekolah mengajarkan Bahasa dan Logika karena kemampuan komunikasi yang baik dengan logika yang mumpuni dianggap sebagai dua kecerdasan yang tidak terpisahkan. Anak-anak dengan dua kemampuan ini dianggap anak-anak yang cerdas.

Seorang yang ber IQ tinggi seringkali berfokus pada keahliannya dan mempunyai waktu sedikit untuk memikirkan bagaimana menjadikan kemampuannya sebagai sebuah bisnis. Karena fokusnya pada bidang keahliannya, ia tidak mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan karyanya pada orang lain. Ini mengapa orang-orang seperti ini membutuhkan orang-orang yang mampu mengkomunikasikan dan menjual karya-karyanya. Dan ini juga mengapa Profesor Riset seringkali menghadapi masalah ketika harus mengajar di kelas.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, orang-orang yang sukses mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang fleksibel sehingga setiap kali menyampaikan ide pada oranglain, pendengar dapat memahami dengan baik. Dalam bisnis, orang-orang ini sangat dipercaya karena apa yang ia katakan.

NAMUN,

Masih banyak orang yang bertanya bagaimana caranya berkomunikasi yang baik. Padahal, Anda yang bertanyapun tahu bahwa sejak kecil Anda tidak pernah ada gangguan bicara dan sejak kecil juga Anda adalah orang yang normal-normal saja.

Beberapa pengamatan saya terhadap orang-orang yang merasa tidak bisa tampil didepan orang lain adalah karena STAGE FRIGHT.

Bahkan saya pernah bertemu orang yang lebih baik tidak mendapatkan pekerjaan dari pada diminta berbicara di depan umum. Setiap kali berada didepan umum dia lupa apa yang harus dikatakan. “BLANK!” Katanya

Survey mengatakan ada 3 (tiga) ketakutan yang paling bagi manusia. Dimulai dari urutan ke;
3. Takut Ular
2. Takut Mati
1......???

MANUSIA TAKUT BERBICARA DI DEPAN UMUM

Sesungguhnya, berbicara di depan umum adalah menyenangkan. Saya yakin, sekali Anda menguasai caranya, Anda akan ketagihan untuk terus berbicara karena saya juga kenal orang yang sekali sudah naik panggung, ia lupa untuk menghentikan pembicaraannya.

Tulisan ini ditujukan bagi Anda yang masih menderita DEMAM PANGGUNG dan Anda sangat tidak menikmati ini. Bagi yang sudah bisa menikmati hal ini, Anda dipersilakan untuk membagikan tulisan ini pada kawan-kawan Anda.


APA SIH DEMAM PANGGUNG ITU?

Mirip seperti demam gangguan kesehatan, badan menjadi dingin, keluar keringat, badan bergetar tidak terkendali, leher serasa tercekik, nafas tersendat dan pendek-pendek, tenggorokan kering, dan pada gejala yang cukup parah disertai dengan sakit kepala. Bagi orang dalam gejala parah, pingsan di atas panggung menjadi sebuah kemungkinan yang dapat terjadi.


APA DONG PENYEBAB DEMAM PANGGUNG?

Menurut pengalaman saya, demam panggung adalah gejala psikologi wajar yang disebabkan oleh satu hal PERCAYA DIRI. Beberapa teori menyebutkan A sampai Z tetapi saya yakin itu akan berujung pada persoalan PERCAYA DIRI.

Seorang yang percaya diri bukan berarti tidak mengalami demam panggung. Saya sebagai T.O.P Trainer|Organizer of Mindset|Public Speaker juga masih mengalami demam panggung dan beberapa pembicara yang saya kenal langsung pun masih mengalami hal yang sama. Perbedaannya dengan orang-orang yang lainnya, kami mampu mengatasi beberapa menit sebelum naik ke panggung.


SOLUSINYA?

Berarti kuncinya adalah mengelola kepercayaan diri atau yang saya sebut Self Confidence Management. Ada beberapa faktor yang membentuk kepercayaan diri dan mohon Anda membedakan antara Percaya Diri dan Nekat. Orang nekat tidak peduli dirinya siap atau tidak yang penting hajar bleeeh...

Berikut Faktor Percaya Diri atau yang sering di singkat PD dalam bentuk formula matematika agar Anda mudah mengingatnya.

PD = E + M + A + S

PD    = Percaya Diri
E       = Energi  (Semangat)
M      = Materi  (Penguasaan Materi)
A      = Alami   (Berpengalaman)
S       = Siap      (Persiapan)

Seperti yang sudah kita bahas di awal bahwa komunikasi akan mewujudkan cita-cita dan keinginan dan komunikasi membutuhkan kepercayaan diri. Saat Anda memiliki kepercayaan diri, Anda akan mendapatkan EMAS dan sebaliknya bahwa Kepercayaan diri terbuat dari EMAS.


ENERGI

Coba Anda perhatikan orang di sekitar Anda yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka memiliki energi yang baik. Mereka bersemangat, mereka dapat memberikan sentuhan emosi pada komunikasinya sehingga enak didengar dan pembicaraannya terasa menarik.

Energi ini juga yang kemudian membuat Anda tampak menyenangkan. Orang dengan kemampuan komunikasi yang baik malah menambahkan energi pada pendengarnya. Saat berada dalam seminar seorang motivator yang luar biasa, Anda merasakan demikian kan? Seolah baterai tubuh Anda terisi ulang.

Sebaliknya, orang dengan kemampuan komunikasi buruk malah akan menyedot energi Anda. Saat berbicara dengannya Anda selalu merasa lemas seperti ada yang baru saja menyedot tenaga Anda.

Kondisi psikologis Anda yang akan memunculkan energi ini dan kemudian energi ini yang akan menjaga kondisi psikologis Anda.

Sebetulnya untuk mendapatkan ini merupakan hal yang sederhana. Anda hanya perlu meniatkan agar kondisi psikologis Anda baik yang kemudian akan mengeluarkan energi yang baik. Inilah kekuatan niat dan itu mengapa Agama mengajarkan kita berdoa. Berdoalah.

  
SETELAH BERDOA...

Ada beberapa cara untuk menciptakan aura seorang pembicara yang hebat. Saya akan membaginya dalam dua cara. Cara yang pertama adalah VISUALISASI dan yang kedua MODELLING.

Beberapa kawan trainer yang datang pada saya dan mereka sangat khawatir dengan penampilan perdananya terbantu setelah menggunakan teknik visualisasi. Teknik ini sangat sederhana sehingga Anda hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk melakukannya. Berikut adalah bagaimana biasanya saya memandu visualisasi orang-orang yang membutuhkan;

1. Ambil posisi nyaman. Duduk ataupun berdiri tidak menjadi soal yang terpenting Anda nyaman.

2. Atur nafas Anda, seringkali saat demam panggung nafas Anda menjadi pendek-pendek yang menyebabkan jantung Anda berdebar-debar. Tarik nafas panjang 1...2...3... tahan sebentar dan hembuskan perlahan...1...2...3... dan lakukan terus begitu.

3. Dan rasakan diri Anda menjadi lebih tenang. Saat menjadi lebih tenang, Anda boleh menutup mata dan lanjutkan sehingga semakin tenang.

4. Sekarang, gunakan imajinasi Anda. Anda berada ditempat dimana Anda seharusnya nanti berbicara. Munculkan diri Anda di tempat itu. Rasakan semangatnya, rasakan suasana ditempat tersebut, tersenyumlah karena Anda telah berada disana. Sekarang munculkan para pendengar Anda, orang-orang yang ada di hadapan Anda yang sedang duduk mendengarkan Anda berbicara. Lihatlah mereka mengangguk, tersenyum, dan mencatat poin penting yang sedang Anda bicarakan. Rasakan Semangat Anda sekarang. Ini semakin menguatkan Anda untuk lanjut berbicara dan nikmati proses ini. Setelah Anda selesai, lakukan penutup yang membuat orang-orang ini bedecak kagum dan berterimakasih pada Anda karena informasi yang Anda bawa sangat penting bagi mereka.

5. Buka mata Anda dan tarik nafas panjang sambil mengumpulkan imajinasi Anda yang baru saja Anda selesaikan dan ikut masuk kedalam pikiran Anda melalui tarikan nafas Anda.

6. Buktikan efeknya kemudian ceritakan pada saya di setiawan.andrie@gmail.com


Teknik berikutnya adalah modeling. Dalam pelatihan yang saya berikan bagi para tenaga pemasar, saya bertanya pada para peserta apakah mereka memiliki teladan dalam bidang penjualan. Biasanya mereka mengidolakan Leader mereka.

Saya kembali bertanya mengapa Leader mereka mampu mendapatkan pelanggan besar dan mereka hanya mampu mendapatkan yang kecil-kecil saja. Dan jawabannya adalah karena mereka memiliki energi dan kepercayaan diri yang berbeda.

Semakin percaya diri, semakin baik seseorang melakukan sesuatu.

Bersambung...